Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Pembelajaran Berbasis Simulasi Phet Dengan Pendekatan Deep Learning Terhadap Pengurangan Miskonsepsi Siswa Pada Materi Gelombang Menggunakan Analisis Rasch Olivia Talalu; Mohamad Jahja; Meilan Demulawa
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1264

Abstract

Miskonsepsi pada materi gelombang menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran fisika karena karakteristik konsepnya yang abstrak dan sulit diamati secara langsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis simulasi PhET yang diintegrasikan dengan pendekatan Deep Learning terhadap pengurangan miskonsepsi peserta didik pada materi gelombang serta mengidentifikasi perubahan kemampuan konseptual menggunakan Model Rasch. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experiment dan desain Pretest-Posttest Replicated Experimental Design. Subjek penelitian terdiri atas 59 peserta didik dari dua kelas XI. Data dikumpulkan menggunakan Three-Tier Diagnostic Test dan dianalisis secara deskriptif serta menggunakan Model Rasch melalui Winsteps 5.11.2. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kategori Paham Konsep dari 12,0% menjadi 88,0% pada kelas XI-1 dan dari 19,7% menjadi 86,9% pada kelas XI-2. Sebaliknya, total miskonsepsi menurun dari 59,1% menjadi 8,3% pada kelas XI-1 dan dari 54,8% menjadi 7,2% pada kelas XI-2. Analisis Rasch juga menunjukkan peningkatan Person Measure serta reliabilitas item yang tinggi pada post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi simulasi PhET dan pendekatan Deep Learning efektif mendukung perubahan konseptual dan mengurangi miskonsepsi pada materi gelombang.
Mereduksi Miskonsepsi Dalam Topik Gelombang Pada Siswa SMA Kelas XI Menggunakan Metode Pembelajaran Demonstrasi: Sebuah Analisis Dengan Model Rasch Wirnawati Luawo; Mohamad Jahja; Irsan Irsan; Mursalin Mursalin; Dewa Gede Eka Setiawan
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1297

Abstract

Miskonsepsi pada materi gelombang merupakan salah satu permasalahan dalam pembelajaran fisika karena konsep yang bersifat abstrak dapat menyulitkan peserta didik dalam menghubungkan fenomena dengan konsep ilmiah. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan pemahaman konsep dan miskonsepsi siswa kelas XI pada materi gelombang setelah penerapan metode pembelajaran demonstrasi serta mengevaluasi karakteristik instrumen menggunakan Model Rasch. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen Non-Equivalent Pretest–Posttest Replication Design. Subjek penelitian berjumlah 68 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Batudaa yang terbagi dalam dua kelas replikasi. Data dikumpulkan menggunakan Three-Tier Diagnostic Test dan dianalisis melalui kategori pemahaman konsep serta Model Rasch dengan bantuan perangkat lunak Ministeps. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman konsep pada kedua kelas. Pada kelas XI B, kategori paham konsep meningkat dari 21% menjadi 59%, sedangkan miskonsepsi menurun dari 8% menjadi 2%. Pada kelas XI C, pemahaman konsep meningkat dari 12% menjadi 71%, sementara miskonsepsi menurun dari 7% menjadi 5%. Kategori tidak paham konsep juga menurun pada kedua kelas. Analisis Rasch menunjukkan sebagian besar butir sesuai dengan model, meskipun beberapa butir memerlukan peninjauan lebih lanjut. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran demonstrasi berkontribusi positif terhadap peningkatan pemahaman konsep dan reduksi miskonsepsi pada materi gelombang.
Pemanfaatan Jaring Ijuk Sebegai Green Curtain Di Desa Bukit Tingki Kec. Popayato Sebagai Media Pembelajaran Hemat Energi Dan Ketahanan Pangan Mohamad Jahja; Meilan Demulawa; Nurdin Mohamad
-
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jrpi.v3i3.41029

Abstract

The Thematic Community Service Program (KKNT) of Universitas Negeri Gorontalo in Bukit Tingki Village, Popayato District, Pohuwato Regency, was conducted as a community service activity addressing energy conservation, food security, and environmental preservation. This program aimed to empower local resources through the utilization of ijuk fiber nets as a Green Curtain, improve community knowledge regarding energy conservation, and strengthen environmental awareness. The implementation methods included an initial survey, community outreach, discussions, training, mentoring, passion fruit planting, Green Curtain installation, and program evaluation. The activities were conducted through a participatory approach involving the village government, village officials, and the local community. The results showed that the Green Curtain program could contribute to improving community understanding and awareness of energy conservation and environmental preservation. The planting of passion fruit also provided additional benefits in terms of food security and potential economic value for the community. The people of Bukit Tingki Village showed positive enthusiasm toward the program and were able to utilize the passion fruit produced from the planted crops. Therefore, the utilization of ijuk fiber nets as a Green Curtain can serve as a community empowerment strategy that integrates environmental conservation, energy efficiency, food security, and local economic potential.