Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal EBONI

TANTANGAN TEKNOLOGI DAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PEMETAAN PARTISIPATIF: Studi Kasus PLUP+ di Labbo, Indonesia : Technological and Stakeholder Challenges in Participatory Mapping: A Case Study of PLUP+ in Labbo, Indonesia. Naufal, Naufal; A. Samsu, Andi Khairil
Jurnal Eboni Vol. 7 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v7i1.2651

Abstract

Participatory mapping faces the dual challenge of generating data that is both valid for formal institutions and accessible to local communities, particularly those living adjacent to forest areas. This study aims to develop a participatory mapping model that integrates geospatial technology with diverse stakeholder needs, identify factors influencing community participation, and evaluate implementation impacts on data validity. Through a qualitative approach and methodological engagement within a participatory action research framework in Labbo Village, South Sulawesi, Indonesia, we developed an Integrated Participatory Land Use Planning (PLUP+) model that combines Web-GIS with microclimate sensors. Data collection methods included in-depth interviews with key actors, focus group discussions, participatory observation, public consultations, and GPS measurements. Results indicate that appropriate technological integration significantly enhances data accuracy and community participation, particularly when aligned with immediate interests such as access to agricultural assistance programs and clarification of land/village boundaries. The model facilitates effective collaboration among stakeholders through a shared platform.Key supporting factors include adequate technological infrastructure and local political support, while unstable political dynamics and digital divides present significant barriers. PLUP+ successfully integrates local knowledge with geospatial technology,empowering communities in sustainable land use planning and natural resource management. This research contributes to bridging the gap between technological innovation and participatory approaches in resource governance, offering a scalable model for similar contexts globally.
RELASI PENGGUNAAN RUANG KELAPA SAWIT DAN DEFORESTASI: Studi Kasus Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Naufal, Naufal
Jurnal Eboni Vol. 4 No. 2 (2022): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v4i2.2650

Abstract

Tata kelola lahan dan hutan merupakan aspek krusial dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam. Penelitian ini mengkaji sejarah penguasaan lahan kelapa sawit dan kaitannya dengan deforestasi di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, menggunakan pendekatan spasial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, dan observasi lapangan selama 2020-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 98% perubahan status kawasan hutan menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) selama 1988-1999 diperuntukkan bagi perusahaan perkebunan sawit, dengan 61,24% didominasi Grup Astra pada 1996. Konversi 27.924 hektar lahan berhutan menjadi perkebunan sawit terjadi antara 1990-2019, utamanya oleh korporasi besar. Sementara itu, petani sawit rakyat yang tidak memiliki akses finansial dan politik hanya berkontribusi 20,9% dari total deforestasi terkait sawit. Temuan ini menantang narasi umum yang menyalahkan petani kecil sebagai penyebab utama deforestasi. Penelitian ini menyoroti betapa pentingnya memahami dinamika kekuasaan dalam tata kelola lahan untuk mencegah kesalahan justifikasi dalam perumusan kebijakan kehutanan dan perkebunan.