Toto Surianto S.
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Relationship between Perception and Community Willingness in COVID-19 Vaccination in the Working Area in the Nambo Health Center, Kendari City: Perception and COVID-19 Vaccination Noviati Noviati; Toto Surianto S; La Djabo Buton; Ahmad Mudatsir
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 4 No. 2 (2022): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol4.Iss2/131

Abstract

Objectives: The implementation of vaccination is followed by the issuance of various vaccination policies to optimize the achievement of vaccination targets at the national, provincial, and district or city levels. At Nambo Health Center, the number of vaccinations on March 30, 2022, has been recorded as many as 586 people, or 78.13% of the total 1st, 2nd, and 3rd vaccinations. This shows that vaccination achievements are still far from the vaccination target. Methods: As many as 750 people, this condition is due to controversy in the community regarding vaccinations, both related to safety, side effects, and the halalness of vaccines, as well as misinformation obtained by the public, resulting in negative perceptions of the COVID-19 vaccine, which makes them hesitant when they are vaccinated against COVID-19. This type of research is descriptive analytic with a cross-sectional study design. The population in this study was 8,327 people, with a total sample of 99 people using the Cluster Random Sampling technique. Data was analyzed using the chi-square test. Results: The results of the study found that there was a relationship between perception and public willingness to vaccinate against COVID-19 in the working area of the Nambo Health Center, X2 value = 8.523. Conclusion : There is a fairly strong relationship between family support and vaccine availability and there is a weak relationship between public perception and vaccine availability in the working area of the Nambo Health Center. It is hoped that health workers in the working area of the Nambo Health Center Will continue to explain to the public that it is important to follow the COVID-19 vaccination. The dose of COVID-19 vaccination has been properly regulated to form an immune system for every community.
An Analysis Of Employee Knowledge With A Safety Behavior Approach In Kendari Ocean Fisheries Industrial Area: Knowledge With A Safety Behavior Noviati Noviati; Abdul Rahim Sya`ban; Toto Surianto S
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 4 No. 2 (2022): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol4.Iss2/135

Abstract

Objectives: Development in Indonesia is so rapid in various fields, including the industrial sector, services, property, mining, transportation, and others. However, behind this progress there is a price that must be paid by the people of Indonesia, namely the negative impact it causes in the form of disasters, accidents, pollution, and occupational diseases that result in thousands of people being injured every year. Methods: This study uses a mixed method. The population in this study was selected from 3 companies using the random sampling method, namely, selecting subjects from the target sub-population using a random procedure so that the number obtained was 488 people, with a total sample of 83 people. Results: The results obtained indicate that there is a relationship between knowledge and safety behavior in the Kendari Ocean Fishing Port Industrial Area, with a calculated X2 value of 16,419. Conclusion: Management needs to increase positive reinforcer factors, for example, by giving awards in the form of praise, gifts, promotions, and so on, because behavior change tends to be easier if individuals benefit from changing their behavior.
PKM Tracking dan Edukasi Kejadian Dermatitis dan Karies Gigi Akibat Pengelolaan Tambang Galian C di Kecamatan AmonggedoKabupaten Konawe Sya'ban, Abdul Rahim; Surianto. S, Toto; Noviati; Saiful, Achmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/2xpgkv62

Abstract

Data 10 penyakit tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Amonggedo setelah hadirnya aktivitas pertambangan menunjukkan 2 jenis penyakit akibat persebaran logam yang terus meningkat dalam 3 tahun terakhir yaitu Penyakit Kulit dan Jaringan Bawah Kulit di tahun 2020 sebanyak 223 kasus yang angkanya cenderung meningkat di tahun 2021 sebanyak 370 kasus dan 2022 sebanyak 336 kasus demikian juga dengan penyakit karies gigi yang juga cenderung meningkat yaitu di tahun 2020 sebanyak 73 kasus meningkat di tahun 2021 menjadi 183 kasus dan di tahun 2022 sebanyak 123 kasus seiring dengan meningkatnya aktivitas Pertambangan Nikel Laterit di lokasi tersebut Solusi yang ditawarkan adalah Tracking dan Edukasi Kejadian Dermatitis dan Karies Gigi akibat pengelolaan pertambangan Nikel Laterit di Kecamatan Amonggedo Kabupaten Konawe dengan harapan masyarakat melalui kelompoknya dapat menyelesaikan masalah lingkungan dan penyakit akibat logam berat dapat dipahami dan meminimalisir dampaknya. Target luaran Program ini adalah Sebanyak 70% anggota kelompok masyarakat sasaran aktif dalam kegiatan Forum Group Diskusi (FGD) mampu memahami dan mencegah penyakit akibat logam berat lingkungan sekitar tambang, Sebanyak 70% anggota kelompok masyarakat sasaran aktif dalam kegiatan penyuluhan dan demonstrasi plot pengelolaan lingkungan dan penyakit akibat logam berat oleh aktivitas pertambangan di wilayah objek program, Sebanyak 70% anggota kelompok sasaran aktif memahami ciri sumber air yang tercemar logam berat. Terbentuknya Kelompok Pemantau Lingkungan yang dapat menjadi pioner masyarakat dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan di sekitar area pertambangan. Artikel pengabdian masyarakat dan Publikasi Ilmiah Kegiatan Pengabdian Masyarakat.
EDUKASI PANGAN FUNGSIONAL BERBASIS PANGAN LOKAL DAN PEMILIHAN KOSMETIK YANG BAIK DI KELURAHAN NAMBO KOTA KENDARI andriani, Rina; Nurlila, Ratna Umi; Armayani, Armayani; Surianto, Toto
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.470

Abstract

Pangan fungsional telah berkembang pesat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Namun, pemanfaatan potensi alam untuk pangan fungsional di Indonesia masih sangat terbatas. Pangan fungsional adalah makanan yang tidak hanya memberikan nutrisi esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan normal, tetapi juga mengandung komponen bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan dan memberikan efek fisiologis positif. Selain itu, kosmetik juga memiliki peran penting dalam meningkatkan penampilan fisik, menjaga kesehatan kulit, dan meningkatkan rasa percaya diri. Edukasi tentang pemilihan kosmetik yang aman dan efektif sangat diperlukan untuk menghindari dampak negatif dari produk kosmetik yang berbahaya. Berdasarkan kebutuhan ini, kegiatan edukasi tentang pangan fungsional berbasis makanan khas Sulawesi Tenggara dan pemilihan kosmetik yang baik dilaksanakan di Kelurahan Nambo, Kecamatan Nambo, Kota Kendari. Kegiatan edukasi di Kelurahan Nambo diawali dengan penyusunan materi tentang pangan fungsional dan pemilihan kosmetik yang aman, disertai pretest untuk mengukur pengetahuan awal peserta. Edukasi dilakukan secara interaktif melalui ceramah, presentasi, leaflet, dan diskusi. Peserta mengerjakan posttest untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman. Hasil pretest dan posttest dianalisis dan uji statistik untuk menilai efektivitas program dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui pretest, edukasi, dan posttest. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan masyarakat secara statistik p<0,05. Peningkatan ini menunjukkan bahwa program edukasi ini efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pangan fungsional dan kosmetik.
PROTOTYPE VITAL SIGN MONITOR PORTABEL (PARAMETER HEART RATE & SpO2) Ikbal, Muhammad; Sutiari, Desak Ketut; Surianto, Toto
Bakti Cendekia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARI - JUNI
Publisher : Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia Regional Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di rumah sakit, para perawat dan dokter sering melakukan pemeriksaan Tanda-Tanda Vital (TTV) terhadap pasien untuk mendapatkan informasi klinis yang diperlukan dalam memperkuat diagnosis suatu penyakit dan merencanakan perawatan medis yang tepat. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat rancang bangun vital sign monitor portabel (parameter Elektrokardiograph ( EKG lead II ) & Suhu ).Alat ini didesain portabel agar mudah dibawa kemana-mana, dan hasil monitoring akan ditampilkan pada layar LCD untuk suhu dan grafik EKG yang di tampilkan pada layar monitor. Pendeteksi suhu menggunakan sensor lm35 sedangkan EKG meggunakan sensor AD8232 dan pengontrol rangkaian menggunakan mikrokontroler Atmega328. Alat ini akan berkolaborasi dengan parameter BPM dan SpO2 sehingga meningkatkan kegunaan alat ini dalam pemantauan kesehatan secara keseluruhan dalam satu waktu secara bersamaan..EKG Lead II merekam informasi kondisi jantung dengan memasang elektroda pada tubuh, dan rekaman ini digunakan oleh dokter untuk menganalisis kondisi jantung pasien. Pada perangkat EKG, setiap sinyal yang diakuisisi berasal dari elektroda yang dipasang pada permukaan tubuh. Sinyal EKG mencerminkan aktivitas setiap bagian jantung. Tiap bagian sinyal EKG diberi notasi P, Q, R, S, dan T. Gelombang P terjadi akibat kontraksi atrium yang memompa darah menuju ventrikel. QRS complex terjadi sebagai akibat kontraksi ventrikel yang memompa darah ke seluruh tubuh. Amplitude QRS complex adalah yang paling tinggi karena energi yang dihasilkan paling besar. Gelombang T terjadi karena proses relaksasi ventrikel yaitu ketika kontraksi berakhir dan darah mulai dipompa oleh atrium ke ventrikel .Setiap gelombang pada sinyal EKG mempunyai bentuk dan durasi yang standar. Setiap perubahan bentuk dan perbedaan durasi mengindikasikan kelainan yang terjadi pada jantung seseorang. Dengan menggunakan EKG Lead II, seluruh aktivitas listrik pada otot jantung dapat diamati, memungkinkan untuk diagnosis kelainan jantung Hasil menunjukkan bahwa dalam proses pengambilan data sebanyak 5 kali, dengan setiap orang terdiri dari 3 kali pengambilan data. Pada saat pengambilan data grafik dan suhu Normal. Pada grafik yang di amati adalah gelombang QRS Jantung mempunyai arti fisis dan klinis terhadap kondisi seseorang. Sinyal R merupakan sinyal tertinggi atau merupakan amplitudo bagi gelombang QRS jantung.dan suhu tampil pada LCD 16x2 . Penelitian ini berhasil dirancang dengan menggunakan beberapa komponen sederhana.
Faktor yang Berhubungan dengan Kondisi Rumah Sehat di Wilayah Kerja Puskesmas Nambo Vidya Septi Anggrayni; Kamalia, La Ode; Surianto, Toto
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v1i3.82

Abstract

Lingkungan merupakan faktor yang sangat berperan terhadap kejadian penyakit pada masyarakat tanpa terkecuali masyarakat pesisir. Data dari Puskesmas Abeli menunjukkan bahwa pada tahun 2018 hanya terdapat 26,34% rumah yang memenuhi syarat kesehatan, tahun 2019 sebesar 27,46% rumah yang memenuhi syarat kesehatan dan pada tahun 2020 kembali menurun sebesar 26,83% yang memenuhi syarat kesehatan. Jenis kajian ini adalah survey analitik dengan rancangan Cross Sectional Study. Populasi kajian ini berjumlah 1726 rumah dengan jumlah sampel 95 rumah menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian menurut pengetahuan menunjukkan bahwa X2hitung = 21,719 > nilai X2tabel = 3,841, menurut sikap diperoleh nilai X2hitung = 20,676 > nilai X2tabel = 3,841, menurut tindakan diperoleh X2hitung = 18,039 > nilai X2tabel = 3,841, menurut pendapatan diperoleh X2hitung = 16,433 > nilai X2tabel = 3,841. Data tersebut bermakna bahwa ada hubungan pengetahuan, sikap, tindakan dan pendapatan dengan sanitasi dasar rumah sehat di Wilayah Kerja Puskesmas Abeli. Diharapkan pihak Puskesmas Abeli agar dapat meningkatkan penyuluhan dan edukasi tentang sanitasi dasar rumah sehat secara lengkap.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pengelolaan Sampah di Pasar Sentral Lasusua Kabupaten Kolaka Utara Suparjo; Surianto, Toto; Marsidin; Achmad, Bromo Kusumo
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v2i2.270

Abstract

Pedagang pasar perlu memperhatikan pengelolaan sampah, pemenuhan fasilitas pembuangan sampah dan tindakan petugas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan, sikap dan ketersediaan sarana dan prasarana dengan partisipasi pedagang dalam pengelolaan sampah Pasar Sentral Lasusua. Jenis penelitian ini bersifat analitik survey dengan pendekatan Cross Sectional Study. Hasil analisa dengan menggunakan uji Chi-Square di peroleh nilai X2 hitung = 4,279 dan X2 tabel = 3,841 karena nilai X2 hitung (4,279) > X2 tabel (3,841), yang berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan pengelolaan sampah di pasar, nilai X2 hitung = 0,317 dan X2 tabel = 3,841 karena nilai X2 hitung (0,317) < X2 tabel (3,841), yang berarti tidak ada hubungan antara sikap dengan pengelolaan sampah, nilai X2 hitung = 0,039 dan X2 tabel = 3,841 karena nilai X2 hitung (0,039) < X2 tabel (3,841), yang berarti tidak ada hubungan antara sarana dan prasarana dengan pengelolaan sampah di Pasar Sentral Lasusua. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara pengetahuan, sikap, serta sarana dan prasarana pembuangan sampah terhadap pengelolaan sampah pasar sentral Lasusua Kabupaten Kolaka Utara.
Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Amalia, Nazli; Surianto, Toto; Ali, Leniarti
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v3i2.431

Abstract

Sanitasi buruk dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. data menunjukkan tahun 2019 sebanyak 883 kasus, tahun 2020 sebanyak 473 kasus, dan pada tahun 2021 669 kasus. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian Cross Sectional Study, Sampel Pada penelitian ini berjumlah 99 responden, dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Metode analisis menggunakan Uji Statistik Chi Square dan Uji Phi Cramer’s. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan sangat kuat antara sarana air bersih dengan kejadian diare, ada hubungan sangat kuat antara pengelolaan tempat sampah dengan kejadian diare, ada hubungan sedang antara sarana jamban keluarga dengan kejadian diare dan ada hubungan sedang antara higiene dan sanitasi makanan dengan kejadian diare di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. Diharapkan bagi masyarakat dan pihak Puskesmas Puuwatu meningkatkan pemahamannya mengenai pentingnya kesehatan utamanya kesehatan lingkungan serta turut ikut memahami pentingnya penanganan penyakit diare dan memberi dukungan pada masyarakat untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya diare.