Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Integration of Physical Activities into Guidance and Counseling Services to Enhance Students’ Emotional Well-Being Hidayah, Nor; Erdiantoro, Rizki; Nuryanto, Iis Lathifah
Journal of Education and Counseling (JECO) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32627/jeco.v6i1.1744

Abstract

Emotional well-being and physical activity are two essential components that support students’ holistic development. This article explores how physical activity can enhance students’ emotional well-being through guidance and counseling services. Using a literature review method, the article examines relevant studies published between 2014 and 2025. The findings indicate that emotional well-being significantly influences academic achievement, character development, and students’ social relationships. Meanwhile, physical activity not only benefits physical health but also helps reduce stress, elevate mood, and strengthen the counseling process. Integrating physical activity into guidance and counseling services has proven effective in supporting students' mental health. Therefore, collaboration among teachers, families, and school policymakers is crucial in creating an environment that promotes sustained psychological well-being and healthy lifestyles.
KETERLIBATAN AKTIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI SEKOLAH DASAR Annisa Faadiyah, Najlaa; Alvin Hidayat, Muhammad; Ramadhani, Renasya; Hidayah, Nor; Refianti, Wahdah Refia; Suriansyah, Ahmad
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37492

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan faktor penyebab rendahnya keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran kooperatif di kelas 3 SDN Kebun Bunga 6. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran aktif belum berjalan optimal karena siswa kurang terlibat dalam kerja kelompok. Rendahnya keterlibatan dipengaruhi oleh ketimpangan kemampuan akademik, kurangnya fokus dan kemampuan membaca, serta minimnya dukungan orang tua. Penggabungan dua kelas akibat renovasi sekolah juga membuat suasana belajar tidak kondusif dan sulit dikelola. Kondisi ini menyebabkan hanya sebagian siswa yang aktif, sementara lainnya pasif. Temuan ini menegaskan pentingnya kesiapan siswa, dukungan keluarga, dan pengelolaan kelas dalam keberhasilan pembelajaran kooperatif.
Campur Kode dalam Novel Rindu Karya Tere Liye: (Kajian Sosiolinguistik) Hidayah, Nor; Lismayanti, Heppy; Wulandari, Noor Indah; Arifin, Johan; Agustina, Rahidatul Laila
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 7 Issue 001 February 2026 (Spesial Issue)
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v7i001.3256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis dan konteks sosial di mana kode campur muncul dalam novel Rindu karya Tere Liye. Kode campur adalah fenomena linguistik di mana seorang penutur memasukkan unsur-unsur bahasa lain seperti kata, frasa, klausa, atau idiom ke dalam bahasa utama tanpa mengubah topik pembicaraan. Fenomena ini khususnya relevan untuk diteliti dalam Rindu, karena narasinya berlatar pada masa kolonial, yang menyediakan lingkungan ideal untuk kontak bahasa dan interaksi antarbudaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teks novel sebagai sumber data. Data kode campur diidentifikasi dan diklasifikasikan berdasarkan jenisnya (intra-kalimat, antar-kalimat, atau frasa nominal) dan bahasa yang digunakan (Belanda atau Inggris), dengan mengacu pada teori Fishman (1972) dan Holmes (2013). Data tersebut kemudian ditafsirkan dengan memeriksa konteks sosial dan naratif untuk memahami peran sosial, makna simbolik, dan hubungan kekuasaan di antara karakter sebagaimana tercermin melalui penggunaan bahasa. Secara hipotetis, penelitian ini diharapkan menunjukkan bahwa campur kode intrakalimat dengan unsur-unsur Belanda mendominasi, mencerminkan identitas sosial dan status kolonial yang berlaku pada masa itu. Kesimpulan akan merangkum berbagai bentuk campur kode dan implikasinya terhadap hubungan sosial dan dinamika kekuasaan dalam konteks novel.