Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI KANDUNGAN PROTEIN PADA ASI DAN SUSU FORMULA UNTUK BAYI USIA 0-6 BULAN Zuhairiah, Zuhairiah; Purwandari, Vivi; Sianipar, Artha Yuliana
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susu memiliki kandungan yang sangat diperlukan oleh tubuh, seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. ASI memiliki keistimewaan di bandingkan susu lainnya antara lain kebersihannya terjamin, suhu ASI sama dengan suhu tubuh, kaya akan sari-sari makanan yang memepercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf. Protein adalah salah satu zat gizi yang berperan dalam pertumbuhan, pembentukan jaringan dan organ penting serta memiliki fungsi pertahanan tubuh. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberikan informasi dan sosialisasi kandungan protein pada ASI dan susu formula untuk usia bayi 0-6 bulan. Hasil kegiatan pelaksanaan program pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan kepada masyarakat kandungan protein pada ASI dan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan. Kegiatan ini dilakukan karena masih banyak masyarakat yang belum paham, selama ini para ibu yang sibuk bekerja cenderung memberikan susu formula kepada bayi dan tidak memberikan ASI. Bayi sangat membutuhkan protein pada susu. Kegiatan ini dilaksanakan agar masyarakat memahami kandungan protein pada ASI dan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan. Kesimpulan bahwa penyuluhan terlaksana sesuai pelaksanaan dan rencana, mendapat sambutan yang baik dari pemerintah setempat Desa Durin Tonggal, Pancur Batu, Sumatera Utara, masyarakat sekitar mendapatkan informasi serta pengetahuan dan menerapkan informasi tersebut bagi keluarga.
PELATIHAN PEMANFAATAN OBAT HERBAL DARI DAUN PEPAYA SEBAGAI SEDIAAN KOSMETIK Sianipar, Artha Yuliana; Hestina; Sinaga, Taruli Rohana
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kosmetik adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ kelamin bagian luar) yang dapat dibuat dari bahan alami sehingga aman untuk digunakan. Salah satu tanaman yang dapat dijadikan sediaan kosmetik adalah daun pepaya. Daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki kandungan papain yang mampu mengatasi jerawat dan dapat melarutkan sel-sel kulit mati yang melekat pada kulit seperti noda dan flek pada kulit wajah. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini untuk memberikan pelatihan tentang pemanfaatan obat herbal dari daun pepaya sebagai sediaan kosmetik. Kesimpulan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah pemanfaatan obat herbal dari daun pepaya telah terlaksana sesuai pelaksaan dan rencana, mendapatkan sambutan yang baik. Setelah melaksanakan pelatihan ini, para peserta lebih memahami bahwa sediaan kosmetik dapat dibuat dari tanaman herbal seperti daun pepaya.
Uji Aktivitas Antihiperglikemia Jus Bit Merah (Beta vulgaris L.) Pada Tikus Putih Jantan Yang Diberikan Beban Glukosa Oral Sianipar, Artha Yuliana; Br Waruwu, Tasya Sevrina Nica Arlin; Rezza Fikrih Utama; Rialita Lifiani; Mainal Furqan
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plants containing secondary metabolites of alkaloids, flavonoids, saponins and tannins are known to have antihyperglycemic activity. One of the plants known to contain these secondary metabolites is red beet (Beta vulgaris L.). The purpose of this study was to determine the antihyperglycemic activity of red beetroot juice and to determine the effective concentration of red beetroot juice in reducing blood glucose levels in male rats that were given a glucose load orally. This study uses an experimental method with pretest-posttest control group design, where the test animals used were 25 male white rats divided into 5 groups. Group I was given 0.5% CMC suspension as a negative control, group II was given metformin suspension 9 mg/200 g BW as a positive control, group III was given red beet juice with a concentration of 100%, group IV was given red beet juice with a concentration of 50%, group V given red beet juice concentration of 25%. The results showed that 100% concentration of red beet juice, 50% concentration of red beet juice, and 25% concentration of red beet juice could reduce blood glucose levels in white rats, where red beet juice concentration of 25% had the lowest antihyperglycemic activity, red beet juice concentration of 50 % was not significantly different from metformin as a comparison, and 100% concentration of red beetroot juice had the highest antihyperglycemic activity. It was concluded that red beetroot juice has activity as an antihyperglycemic and the most effective as an antihyperglycemic is 100% concentration of red beetroot juice.