Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN PEMANFAATAN OBAT HERBAL DARI DAUN PEPAYA SEBAGAI SEDIAAN KOSMETIK Sianipar, Artha Yuliana; Hestina; Sinaga, Taruli Rohana
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kosmetik adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ kelamin bagian luar) yang dapat dibuat dari bahan alami sehingga aman untuk digunakan. Salah satu tanaman yang dapat dijadikan sediaan kosmetik adalah daun pepaya. Daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki kandungan papain yang mampu mengatasi jerawat dan dapat melarutkan sel-sel kulit mati yang melekat pada kulit seperti noda dan flek pada kulit wajah. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini untuk memberikan pelatihan tentang pemanfaatan obat herbal dari daun pepaya sebagai sediaan kosmetik. Kesimpulan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah pemanfaatan obat herbal dari daun pepaya telah terlaksana sesuai pelaksaan dan rencana, mendapatkan sambutan yang baik. Setelah melaksanakan pelatihan ini, para peserta lebih memahami bahwa sediaan kosmetik dapat dibuat dari tanaman herbal seperti daun pepaya.
Uji Aktivitas Antihiperglikemia Jus Bit Merah (Beta vulgaris L.) Pada Tikus Putih Jantan Yang Diberikan Beban Glukosa Oral Sianipar, Artha Yuliana; Br Waruwu, Tasya Sevrina Nica Arlin; Rezza Fikrih Utama; Rialita Lifiani; Mainal Furqan
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plants containing secondary metabolites of alkaloids, flavonoids, saponins and tannins are known to have antihyperglycemic activity. One of the plants known to contain these secondary metabolites is red beet (Beta vulgaris L.). The purpose of this study was to determine the antihyperglycemic activity of red beetroot juice and to determine the effective concentration of red beetroot juice in reducing blood glucose levels in male rats that were given a glucose load orally. This study uses an experimental method with pretest-posttest control group design, where the test animals used were 25 male white rats divided into 5 groups. Group I was given 0.5% CMC suspension as a negative control, group II was given metformin suspension 9 mg/200 g BW as a positive control, group III was given red beet juice with a concentration of 100%, group IV was given red beet juice with a concentration of 50%, group V given red beet juice concentration of 25%. The results showed that 100% concentration of red beet juice, 50% concentration of red beet juice, and 25% concentration of red beet juice could reduce blood glucose levels in white rats, where red beet juice concentration of 25% had the lowest antihyperglycemic activity, red beet juice concentration of 50 % was not significantly different from metformin as a comparison, and 100% concentration of red beetroot juice had the highest antihyperglycemic activity. It was concluded that red beetroot juice has activity as an antihyperglycemic and the most effective as an antihyperglycemic is 100% concentration of red beetroot juice.
FORMULASI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAUN PECUT KUDA (Stachytarpheta jamaicensis L) DAN UJI Surya Protection Factor (SPF) SECARA IN VITRO Marbun, Eva Diansari; Sapitri, Alfi; Sianipar, Artha Yuliana; Asfianti, Vivi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10697

Abstract

Tabir surya merupakan suatu bahan topikal yang berfungsi untuk mengurangi dampak radiasi yang di sebabkan oleh sinar UV. Daun pecut kuda (Stachytarpetha jamaicensis L) merupakan tanaman yang banyak di manfaatkan untuk menjaga kesehatan dan sebagai obat tradisisonal. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui ekstrak etanol daun pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis L) dapat di formulasikan menjadi sediaan krim tabir surya, dan Untuk mengetahui nilai SPF (Sun Protector Factor) dari ekstrak daun pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis L). Metode peneleitian ini menggunakan metode eksperimental atau percobaan yang di mulai dari pengambilan sampel, sortasi basah, pengeringan, sortasi kering, penimbangan, penghalusan simplisia, perkolasi, dan rotary hingga menjadi ekstrak. Hasil penelitian uji mutu fisik krim tabir surya ekstrak etanol daun pecut kuda dengan konsetrasi 1%,2%,3% berbentuk setengah padat, warna cokelat, dan berbau khas rossae. Homogenitas pada sediaan yaitu homogen, Uji pH pada ketiga konsentrasi yaitu 5,9, 6,3, 6,5. Uji tipe krim menunjukkan ketiga konsentrasi yang termasuk tipe m/a. Uji daya lekat pada ketiga konsentrasi memenuhi syarat uji yaitu lebih dari 1 detik. Uji daya sebar pada ketiga konsentrasi memenuhi syarat uji yaitu 5-7cm. Uji iritasi pada ketiga konsentrasi tidak memberikan efek iritasi pada kulit. Uji Viskositas pada ketiga konsentrasi rata-rata 14300. Uji hiodonik dapat di simpulkan bahwa sedian yang paling di sukai panelis adalah konsentrasi 2%. Dan uji nili SPF di dapat hasil F1:1,97(minimal, F2:3,25(minimal), F3:6,41(Ekstra). Kesimpulan pana penelitian ini adalah formulasi ekstrak etanol daun pecut kuda(Stachytarpetha jamaicenis L) dapat di formulasikan sebagai sediaan tabir surya, dan ekstrak etanol daun pecut kuda (Stachytarpetha jamaicensis L) mempunyai nilai SPF(Surya Protection Factor).