Articles
Pengaruh Waktu Tunggu Pasien Rawat Jalan Terhadap Kepuasan Pelayanan Pendaftaran di Klinik X Kota Bandung
Aulia Nurfadillah;
Sali Setiatin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (76.315 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.194
Latar Belakang : Waktu tunggu adalah waktu yang digunakan pasien untuk mendaftarkan pelayanan kesehatan mulai dari tempat pendaftaran sampai masuk ke ruang pemeriksaan dokter.waktu tunggu pasien merupakan salah satu komponen yang pontensial menyebabkan ketidak puasan pada pasien. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu tunggu pasien rawat jalan terhadap kepuasan pelayanan pendaftaran di Klinik X Kota Bandung. Agar sesuai dengan SOP dan agar pelayanan kesehatan memberikan tingkat kepuasan terhadap pasien. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif statistik deskriptif. Responden berjumlah 25 pasien dengan menggunakan teknik sampel jenuh. Analisis dengan univariat dan uji chie square. Hasil : Rata rata waktu tunggu pasien di Klinik X Kota Bandung selama 70 menit sebagian besar masih kategori lama >60 menit (68.0%). tingkat kepuasan pelayanan pendaftaran dalam kategori kurang puas (48,0%). Kesimpulan : Rata-rata waktu tunggu pasien rawat jalan Klinik X Kota Bandung selama >60 menit (68.0%) yaitu sekitar 70 menit masih dalam kategori lama. Tingkat kepuasan pelayanan pendaftaran yang diberikan Klinik X Kota Bandung masih dalam kategori kurang puas (48,0%), dan pengaruh waktu tunggu pasien rawat jalan terhadap kepuasan pelayanan pendaftaran diperoleh nilai (p-value 0,004). Pasien akan merasa puas jika pelayanan yang diberikan sesuai harapan pasien atau bahkan lebih dari apa yang diharapkan pasien. Adanya pengaruh antara waktu tunggu pasien rawat jalan terhadap kepuasan pelayanan pendaftaran Klinik X Kota Bandung belum temasuk kedalam SOP (Standar Operasional Prosedur). Hal ini membuktikan bahwa dengan waktu tunggu pasien rawat jalan akan semakin meningkat atas rasa ketidakpuasan pelayan pendaftaran yang diberikan petugas.
Pelayanan Rekam Medis Rawat Jalan pada Masa Pandemi Covid-19 di Klinik X Kota Bandung
Anisa Nuraulia;
Sali Setiatin;
Andzara Aulia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4767.301 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.195
Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pelayanan rekam medis rawat jalan pada masa pandemi COVID-19 di Klinik X. Dimana bagian pendaftaran merupakan bagian yang pertama di temui oleh pasien saat pasien datang ke pelayanan kesehatan. Rekam medis tersebut merupakan pelayanan yang berfungsi untuk mendukung proses keperawatan pasien mencakup isi dan informasi-informasi data pasien Tujuan:. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelayanan rekam medis pada masa pandemi COVID-19. Metode: Metode jenis penelitiannya yaitu metode kualititaf penelitian ini di lakukan dengan cara observasi langsung dan wawancara kepada petugas rekam medis dan kepala unit rekam medis. Hasil: Hasil pelayanan rekam medis di Klinik X Kota Bandung pada masa pandemi sudah menuju digitalisasi melakukan pendaftaran dan konsultasi online via whatsapp tapi masih ada kendalanya yaitu pendaftaran online pada penerimaan pendaftarannya terlambat, konsultasi online pelayanannya terlambat dan Standar Operasional penyimpanan rekam medisnya belum memenuhi standar karena tidak adanya tracer, bon peminjaman, buku register dan out guide sehingga dokumen rekam medis yang tidak ada di rak penyimpanan, pasien mendapatkan pelayannya akan terlambat. Kesimpulan Klinik X ini sudah menuju digitalisasi namun masih ada beberapa kendalanya dan perlu di perbaiki lagi. Kesimpulan: Pada penyimpanan rekam medis Klinik X tidak menggunakan tracer, bon peminjaman dan out guide oleh karena itu petugas sering mengalami kesulitan dalam mencari dokumen rekam medis pasien yang hilang di rak penyimpanan sehingga pasien mendapatakan pelayanan selanjutnya akan terlambat. Standar Operasional Prosedur (SOP) di Klinik X ini belum memenuhi standar atau belum efektif karena masih ada beberapa bagian yang belum lengkap.
K3 Perekam Medis di Bagian Penyimpanan Rekam Medis Masa Pandemi Covid-19 Rs X Bandung
Rizka Auliana Putri;
Sandi Pebrian Gunawan;
Sali Setiatin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 10 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3755.986 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i10.200
Latar Belakang: Penyimpanan Rekam Medis merupakan kegiatan menyimpan berkas Rekam Medis yang bertujuan untuk melindungi Rekam Medis dari kerusakan fisik maupun isi dari Rekam Medis tersebut. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perekam Medis di bagian penyimpanan penting untuk meningkatkan efektifitas dan produktifitas kerja pegawai sehingga dapat memberikan pelayanan yang prima dan meningkatkan pelayanan kesehatan rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perekam Medis di bagian penyimpanan berkas Rekam Medis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara wawancara, observasi dan studi pustaka. Hasil: Berdasarkan hasil wawancara dari Perekam Medis bagian penyimpanan diantaranya pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di bagian penyimpanan belum terpenuhi dengan baik, masih ada tumpukan berkas Rekam Medis di atas lemari penyimpanan, pelaksanaan SOP Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang belum terealisasi dengan baik, ruang penyimpanan bersatu dengan ruangan staf Perekam Medis lainnya. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan dapat disimpulkan bahwa risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Rumah Sakit “X” Bandung terdiri dari bahaya biologis seperti terpapar debu, virus dan bakteri.
Perancangan Sistem Informasi Pasien Covid-19 Menggunakan Visual Basic 2010 di Puskesmas Panghegar
Sandy Mahendra;
Sali Setiatin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 10 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5291.734 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i10.213
Latar Belakang: Perancangan merupakan suatu proses dalam mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi. Dimulai dari proses pengolahan data dari bahan mentah dari informasi yang dilakukan oleh seorang atau sekelompok orang yang akan menjadi masukan dari sebuah sistem informasi.Selanjutnya merancang bentuk keluaran dari sebuah sistem tersebut. Sistem informasi merupakan data yang dikumpulkan menjadi satu kesatuan yang menjadi sebuah informasi yang saling berhubungan dan saling mendukung menjadi suatu informasi yang bermanfaat bagi penerimanya. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah membuat perancangan sistem informasi pasien COVID-19 menggunakan Visual Basic 2010 di Puskesmas Panghegar. Metode: Metode ini menggunakan analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk pengumpulan data yaitu melakukan observasi, wawancara tanya jawab, studi kepustakaan. dan untuk mendesain membuat rancangan informasi pasien COVID-19 menggunakan Microsoft Visual Basic 2010 dan tahapan kebutuhan sistem, desain, koding, pengujian menggunakan metode pengembangan Waterfall Hasil: Diperlukan perancangan sistem informasi pasien COVID-19 perangkat lunak yang dibuat dapat menunjang aktivitas pelaporan data pasien terkonfirmasi COVID-19 lebih mudah dicari dan data pasien COVID-19 tersebut terinput oleh system Kesimpulan: Perancangan sistem informasi pasien COVID-19 memakai program Visual Basic 2010 dan menggunakan metode waterfall yang sudah dibuat dan dirancang mengenai data identitas pasien terkomfirmasi COVID-19, informasi klinis pasien COVID-19, informasi pemantauan pasien terkomfirmasi COVID-19, dan laporan data pasien COVID-19 tersebut dapat mempermudah petugas untuk menginput, mengolah, menghasilkan data pasien terlihat di tiap kelurahan yang dinyatakan sembuh.
Pengaruh Rekam Medis Elektronik Terhadap Peningkatan Efektivitas Pelayanan Rawat Jalan di Rumah Sakit X
Tania Latipah;
Siti Solihah;
Sali Setiatin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 10 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4502.566 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i10.215
Latar Belakang: Penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME) di banyak pelayanan kesehatan diharapkan dapat menggantikan Rekam Medis Manual karena Rekam Medis Elektronik dianggap lebih efektif dan efisien dalam penggunaannya, banyak rumah sakit yang sudah mulai menggantikan Rekam Medis Manual (RMM) dengan Rekam Medis Elektronik (RME) termasuk Rumah Sakit X. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pengaruh penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) terhadap peningkatan efektivitas khususnya pada pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit X. Metode: Penelitian ini dilakukan pada tanggal 5 – 8 Juli 2021. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif pendekatan deskriptif dengan desain penelitian korelasional. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada 30 Perekam Medis dan Informasi Kesehatan yang mengisi posisi tenaga kesehatan Rekam Medis Rumah Sakit X. Hasil: Hasil penelitian menunjukan persentase dari aspek 4 Aspek efektivitas yang diteliti suatu program dalam hal ini RME dapat dikatakan efektif apabila program tersebut memenuhi Aspek Tugas dan Fungsi, Aspek Rencana atau Program, Aspek Ketentuan dan Peraturan, dan Aspek Tujuan atau Kondisi Ideal pada pelayanan Rawat Jalan saat diberlakukannya Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit X. Kesimpulan: Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tenaga kesehatan Rawat Jalan Rumah Sakit X setuju bahwa penerapan RME efektif pada 3 aspek yaitu; tugas atau fungsi rawat jalan, rencana atau program rawat jalan, ketentuan dan peraturan rawat jalan, adapula tenaga kesehatan Rawat Jalan Rumah Sakit X sangat setuju bahwa penerapan RME efektif pada aspek tujuan atau kondisi ideal Rawat Jalan Rumah Sakit X.
Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Fisik Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Paseh
Rahma Suci Hadiyanti;
Muhammad Ihsan Hafizan;
Sali Setiatin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 10 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5389.25 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i10.220
Latar Belakang : Dokumen Rekam Medis merupakan alat untuk merekam mencatat terjadinya transaksi pelayanan. Sehingga berkas rekam medis dapat memberikan informasi yang akurat dan berkesinambungan, mutu pelayanan dapat ditingkatkan bila didukung oleh keamanan dan kerahasiaan berkas rekam medis pasien di ruang penyimpanan, dokumen rekam medis harus dikelola dengan baik karena mempunyai nilai manfaat yang besar bagi puskesmas. Pengelolaan dokumen rekam medis memerlukan penyimpanan, pengamanan dan pemeliharaan supaya tidak rusak. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor benyebab kerusakan fisik rekam medis rawat jalan di Puskesmas Paseh. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data dengan praktik kerja lapangan atau observasi, studi pustaka dan wawancara yang mendalam kepada perekam medis dengan menggunakan analisis unsur manajemen 5M (Man, machine, method, material, dan Money). Hasil : 100 rekam medis yang mengalami kerusakan dengan kualitas map putih berbahan tipis sehingga formulir didalamnya bisa ikut rusak atau robek. Di Puskesmas Paseh terdapat 1 dari 3 perekam medis yang memiliki latar belakang pendidikan bukan D3 rekam medis, tidak adanya SOP terkait pemeliharaan rekam medis, kurangnya rak penyimpanan serta kapasitas ruangan yang kurang luas, dan bahan data pasien masih ada yang menggunakan map dokumen yang kurang tebal. Kesimpulan : Pemeliharaan rekam medis di Puskesmas Paseh tergolong cukup namun ada beberapa yang perlu di lakukan seperti meningkatkan pelatihan perekam medis terkait pemeliharaan rekam medis, menambah rak penyimpanan, memperluas ruangan, serta membuat standar prosedur operasional (SPO) terkait perlindungan dan pemeliharanan dokumen rekam medis.
Pengaruh Kelengkapan Resume Medis Rawat Inap Terhadap Mutu Rekam Medis di Rumah Sakit X Kabupaten Bandung
Saeful Fadhilah;
Ropina Hardian Nur;
Sali Setiatin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4431.884 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i11.231
Latar Belakang: Resume medis atau ringkasan riwayat pulang (discharge summary) merupakan ringkasan dari seluruh masa perawatan dan pengobatan pasien sebagaimana yang telah diupayakan oleh para tenaga kesehatan dan pihak terkait. Lembar ini harus ditandatangani oleh dokter yang merawat pasien. Lazimnya informasi yang terdapat di dalamanya adalah jenis pengobatan, kondisi saat pulang, serta tindak lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelengkapan resume medis rawat inap terhadap mutu rekam medis di Rumah Sakit X Kabupaten Bandung. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara observasi, kuisioner, dan study pustaka. Teknik pengumpulan sampel dengan teknik sampling jenuh dengan sampel sebanyak 17 petugas. Hasil: Hasil dalam penelitian ini berdasarkan uji statistik dengan signifikasi ? = 5% (0,05) atau tingkat kepercayaan 95% diperoleh pengaruh kelengkapan resume medis rawat inap terhadap mutu rekam medis sebesar 71,9%, dengan permasalah yang timbul diantaranya : (1) Masih ada komponen resume medis rawat inap yang belum lengkap/tidak di isi. (2) Ketidaktepatan waktu pengambilan, menghambat proses pengkodingan, pengklaiman dan informasi yang disampaikan kepada pimpinan rumah sakit. (3) belum optimalnya pengawasan dan kesadaran petugas medis. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa kelengkapan resume medis di Rumah Sakit X Kabupaten Bandung belum dapat dikatakan optimal, karena masih ada keterangan-keterangan dalam resume medis yang tidak terisi atau tidak di lengkapi oleh dokter maupun petugas yang berwenang mengisi berkas resume medis.
Perancangan Sistem Informasi Skrining Kesehatan Terintegrasi Menggunakan Microsoft Visual Studio 2019 di Puskesmas Panghegar
Achmad Alwan Alfarisi;
Sali Setiatin
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 6 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (955.46 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v2i6.447
This research aims to produce an integrated health screening information system design by using Microsoft Visual Studio 2019 at puskesmas Panghegar. The research method used is qualitative with a descriptive approach. Data collection techniques used are interviews, observations, and literature studies. The research and development method used is the waterfall model. The tools used in the design process are Flowchart, Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD). Based on the results of the study there are problems found, namely: (1) health screening forms have not been computerized systems (2) integrated health screening forms are often lost or damaged. Health Screening Information System to make it easier for officers in the screening process without any errors and to know the previous patient’s history when the patient comes back for treatment.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KUNJUNGAN HARIAN PASIEN RAWAT JALAN DI UPT PUSKESMAS CIJERAH
Nurul Salsasabilla Majiid;
Ayu Septiyana Dewi;
Yuda Syahidin;
Sali Setiatin
JURSIMA (Jurnal Sistem Informasi dan Manajemen) Vol 9 No 2 (2021): Jursima Vol. 9 No. 2, Agustus Tahun 2021
Publisher : INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS INDOBARU NASIONAL
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47024/js.v9i2.280
Puskesmas is a health care facility that organizes public health efforts and first-level individual health efforts by prioritizing promotional and preventive efforts in its work area. Problems that occur in the recording of daily visits of outpatients in the Puskesmas are still done manually, so as not to close the possibility of mistakes in recording daily visits of patients. In addition, in making a monthly report the officer calculates one by one the number of patient visits on the day manually so that it takes a long time. The purpose of this study was to design the Patient Daily Visit Information System Program using Microsoft Visual Studio 2010 to make it easier for officers to record and report monthly. This research method uses the waterfall method. The final result of the design of this system resulted in the Patient's Daily Visit Information System using Microsoft Visual Studio 2010 which is expected to facilitate the recording and storage of daily visits of patients because it is computerized.
PENGARUH KELENGKAPAN PENGISIAN CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN TERINTEGRASI (CPPT) RAWAT INAP TERHADAP PENILAIAN STANDAR 13.3 MANAJEMEN INFORMASI REKAM MEDIS VERSI SNARS DI SANTOSA HOSPITAL BANDUNG KOPO
Sali Setiatin;
Annisa Khoifah M;
Sandra Laksamana
INFOKES (Informasi Kesehatan) Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56689/infokes.v2i2.48
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kelengkapan pengisian catatan perkembangan pasien terintegrasi (CPPT) rawat inap terhadap penilaian standar 13.3 manajemen informasi rekam medis versi SNARS di Santosa Hospital Bandung Kopo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara penyebaran kuesioner, observasi, kajian pustaka, dan menggunakan SPSS versi 17. Berdasarkan hasil uji statistik didapat hasil korelasi sebesar 0,919 yang berarti memiliki hubungan yang kuat dan berpengaruh positif. Dan nilai koefisien determinasi 55,5% besarnya pengaruh kelengkapan pengisian catatan perkembangan pasien terintegrasi (CPPT) rawat inap (X) terhadap penilaian standar 13.3 manajemen informasi rekam medis versi SNARS (Y). Permasalahan yang ditemukan diantaranya: (1) Masih banyak dokter/dokter konsul yang tidak mengisi nama dan tanda tangan secara lengkap (2) Perawat masih banyak yang tidak mengisi tanggal dan jam visit serta nama dan tanda tangan secara lengkap (3) belum disiplinnya para Profesional Pemberi Asuhan dalam mengisi rekam medis. Adapun saran yang diberikan penulis mengenai masalah yang ada diantaranya: (1) melakukan koordinasi dengan para PPA (2) membentuk tim review rekam medis (3) memberikan rewards & punishment bagi PPA yang mengisi sesuai dengan yang dilakukan.