Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Risiko Rantai Pasok Menggunakan Metode House Of Risk (HOR) pada CV. Padaidi Pettawali, Andi Fajaruddin L; Zainuddin, Zafitri; Saputra, Jacky Cahaya; Pujianto, Hendri; Nasihardani, Dana
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jrsi.v14i2.9156.229-242

Abstract

Business competition today does not only occur between individual companies, but also between business networks. Companies are required to not only produce quality products, but also provide significant added value and implement the right strategy to survive in the increasingly fierce competition. An effective strategy includes various aspects, such as planning, production, and delivery of products to consumers, all of which are important parts of supply chain management. This research was conducted at CV. Padaidi Center for Small and Medium Industries (IKM) Furniture Morowali, Central Sulawesi, which is engaged in the production of furniture, including chairs, tables, cabinets, and other products, with the aim of meeting consumer needs and remaining competitive. To achieve this goal, the company needs good supply chain strategy planning, including the identification of risks that may arise and their effective management. This research uses the House of Risk (HOR) method to determine priorities in risk management strategies, while the identification of business activities is carried out using the Supply Chain Operation Reference (SCOR) method, which is then continued with risk analysis in each activity. Not many studies have combined the HOR and SCOR methods, and the novelty of this research lies in the combination of the two methods, especially in the IKM Furniture sector. The research identified 19 risk events and 20 risk agents that can affect the smoothness of the supply chain. The results of the research can contribute to designing more effective risk mitigation strategies, in order to improve the resilience and efficiency of the company's supply chain.
Implementasi Kaizen Dalam Menurunkan Cacat Benang Belang pada PT. XYZ Pujianto, Hendri; Dharma, Fajar Pitarsi; Afifuddin, Mokh.; Hindardi, Darmawan; Fadhila, Fadhila
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 4 (2022): RENEWABLE ENERGY TOWARD SUSTAINABILITY OF SUPPLY CHAINS IN THE I4.0 ERA
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2022.014

Abstract

Proses akhir pemintalan dapat dilakukan pada mesin ring spinning. Dalam kasus benang yang dibuat dengan mesin ring spinning terdapat cacat produksi yaitu benang belang. Data produksi pada bulan Mei 2022 PT XYZ unit spinning terdapat 1,25% cacat benang belang akibat tercampurnya LOT produksi yang berbeda karena tidak ada kodefikasi warna bobbin dari proses roving. Sedangkan cacat benang belang merupakan cacat kritikal yang tidak diizinkan sama sekali. Solusi dari permasalahan ini adalah pemangkasan cacat benang belang dengan metode Kaizen dengan melakukan kodefikasi warna bobbin yang berbeda LOT. Setelah dilakukan perbaikan dengan metode kaizen dapat mengurangi jumlah cacat benang belang menjadi 0% sehingga efisiensi produksi pemintalan dapat meningkat dan mengurangi resiko cacat produk pada proses berikutnya yaitu pertenunan.
Penyelesaian Mechanical Fault di Mesin Ring Spinning dengan Pendekatan Pareto Diagram dan Fishbone Dharma, Fajar Pitarsi; Bintang, Hamdan S.; Pujianto, Hendri; Yulianto, Bambang; Prawidana, Irma
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 4 (2022): RENEWABLE ENERGY TOWARD SUSTAINABILITY OF SUPPLY CHAINS IN THE I4.0 ERA
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2022.013

Abstract

Proses Pemintalan benang menurut pembuatannya bisa dibagi menjadi tiga, diantaranya adalah pemintalan Airjet, pemintalan Open-End, dan pemintalan Ring Spinning (Goyal & Nayak, 2019). Didalam industri pemintalan pengendalian kualitas dan standar produksi adalah salah satu hal yang tidak bisa terpisahkan dan sangat penting untuk menghasilkan benang yang memiliki mutu tinggi sesuai dengan keinginan konsumen (Dharma, Ikatrinasari, et al., 2019). Untuk mengetahui kualitas ketidakrataan benang TR Ne 30 KT 65/35 dapat dilihat dengan menggunakan alat uji bernama uster evenness tester. Hasil Uster Evenness Tester (J. Li et al., n.d.; Liu et al., 2012) antara hasil benang yang bottom apronnya normal,  bottom apron yang sobek, serta bottom apron yang bolong menunjukkan perbedaan IPI antara ketiganya. Perbandingan kualitas standar benang antara bottom apron yang normal dan bottom apron yang sobek maupun bolong kemudian dapat disimpulkan bahwa dengan bottom apron normal, kualitas unevenness (9,44%) lebih bagus dibandingkan dengan standar kualitas U% (9,5%), sedangkan untuk hasil pengujian unevenness dengan bottom apron bolong dan sobek secara berturut-turut adalah 9,68% dan 9,64%, dengan hasil tersebut, bahwa bottom apron sobek dan bottom apron bolong tidak boleh dipakai dan harus segera diganti karena akan menjadikan U% tidak standar. Ketidakrataan benang yang memiliki faktor dominan ada pada bottom apron cacat yang dapat sangat berpengaruh pada kualitas IPI yang tidak sesuai dengan standar yang sudah ditentukan. Sehingga pada bottom apron tersebut perlu diperhatikan dan diberikan perawatan sesuai dengan jadwal yang sudah ada atau dilakukan penggantian jika sebelum jadwal scouring terjadi bottom apron tersebut sudah rusak dan diganti dengan yang sudah dicuci. Penyebab dari bottom apron yang rusak adalah karena seringnya Lapping dan karena usia apron sudah mencapai batas maksimalnya. Penyelesaian untuk permasalahan ketidakrataan benang yang disebabkan oleh bottom apron yang rusak adalah dengan cara mengganti yang baru.
Minimasi Pemindahan Bahan dengan Metode Systematic Layout Planning di PT Aristo S.M.I Nasihardani, Dana; Pujianto, Hendri; Rallyano, Muhammad Yusuf
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.017

Abstract

PT Aristo Satria Mandiri Indonesia adalah perusahaan manufaktur yang berfokus pada produksi Precision Part. Peningkatan total jarak perpindahan material telah menyebabkan peningkatan biaya dan momen penanganan material handling. Karena tata letak departemen lantai produksi yang tidak terorganisir, terjadi kemunduran dalam aliran material. Untuk mengatasi masalah ini, perbaikan tata letak lantai dilakukan dengan menggunakan metode Systematic Layout Planning. Tiga desain alternatif dikembangkan melalui eksperimen dan koreksi. Desain alternatif III memiliki ongkos material handling yang paling kecil dimana hasil yang didapat adalah Rp.61.418.496 per meter/tahun terbukti menjadi solusi yang paling optimal, mengurangi total momen perpindahan material sebesar 1.594 meter per tahun dan memangkas ongkos penanganan sebesar 36% dari biaya tataletak awal.