Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Risiko Rantai Pasok Menggunakan Metode House Of Risk (HOR) pada CV. Padaidi Pettawali, Andi Fajaruddin L; Zainuddin, Zafitri; Saputra, Jacky Cahaya; Pujianto, Hendri; Nasihardani, Dana
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jrsi.v14i2.9156.229-242

Abstract

Business competition today does not only occur between individual companies, but also between business networks. Companies are required to not only produce quality products, but also provide significant added value and implement the right strategy to survive in the increasingly fierce competition. An effective strategy includes various aspects, such as planning, production, and delivery of products to consumers, all of which are important parts of supply chain management. This research was conducted at CV. Padaidi Center for Small and Medium Industries (IKM) Furniture Morowali, Central Sulawesi, which is engaged in the production of furniture, including chairs, tables, cabinets, and other products, with the aim of meeting consumer needs and remaining competitive. To achieve this goal, the company needs good supply chain strategy planning, including the identification of risks that may arise and their effective management. This research uses the House of Risk (HOR) method to determine priorities in risk management strategies, while the identification of business activities is carried out using the Supply Chain Operation Reference (SCOR) method, which is then continued with risk analysis in each activity. Not many studies have combined the HOR and SCOR methods, and the novelty of this research lies in the combination of the two methods, especially in the IKM Furniture sector. The research identified 19 risk events and 20 risk agents that can affect the smoothness of the supply chain. The results of the research can contribute to designing more effective risk mitigation strategies, in order to improve the resilience and efficiency of the company's supply chain.
Implementasi Kaizen Dalam Menurunkan Cacat Benang Belang pada PT. XYZ Pujianto, Hendri; Dharma, Fajar Pitarsi; Afifuddin, Mokh.; Hindardi, Darmawan; Fadhila, Fadhila
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 4 (2022): RENEWABLE ENERGY TOWARD SUSTAINABILITY OF SUPPLY CHAINS IN THE I4.0 ERA
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2022.014

Abstract

Proses akhir pemintalan dapat dilakukan pada mesin ring spinning. Dalam kasus benang yang dibuat dengan mesin ring spinning terdapat cacat produksi yaitu benang belang. Data produksi pada bulan Mei 2022 PT XYZ unit spinning terdapat 1,25% cacat benang belang akibat tercampurnya LOT produksi yang berbeda karena tidak ada kodefikasi warna bobbin dari proses roving. Sedangkan cacat benang belang merupakan cacat kritikal yang tidak diizinkan sama sekali. Solusi dari permasalahan ini adalah pemangkasan cacat benang belang dengan metode Kaizen dengan melakukan kodefikasi warna bobbin yang berbeda LOT. Setelah dilakukan perbaikan dengan metode kaizen dapat mengurangi jumlah cacat benang belang menjadi 0% sehingga efisiensi produksi pemintalan dapat meningkat dan mengurangi resiko cacat produk pada proses berikutnya yaitu pertenunan.
Penyelesaian Mechanical Fault di Mesin Ring Spinning dengan Pendekatan Pareto Diagram dan Fishbone Dharma, Fajar Pitarsi; Bintang, Hamdan S.; Pujianto, Hendri; Yulianto, Bambang; Prawidana, Irma
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 4 (2022): RENEWABLE ENERGY TOWARD SUSTAINABILITY OF SUPPLY CHAINS IN THE I4.0 ERA
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2022.013

Abstract

Proses Pemintalan benang menurut pembuatannya bisa dibagi menjadi tiga, diantaranya adalah pemintalan Airjet, pemintalan Open-End, dan pemintalan Ring Spinning (Goyal & Nayak, 2019). Didalam industri pemintalan pengendalian kualitas dan standar produksi adalah salah satu hal yang tidak bisa terpisahkan dan sangat penting untuk menghasilkan benang yang memiliki mutu tinggi sesuai dengan keinginan konsumen (Dharma, Ikatrinasari, et al., 2019). Untuk mengetahui kualitas ketidakrataan benang TR Ne 30 KT 65/35 dapat dilihat dengan menggunakan alat uji bernama uster evenness tester. Hasil Uster Evenness Tester (J. Li et al., n.d.; Liu et al., 2012) antara hasil benang yang bottom apronnya normal,  bottom apron yang sobek, serta bottom apron yang bolong menunjukkan perbedaan IPI antara ketiganya. Perbandingan kualitas standar benang antara bottom apron yang normal dan bottom apron yang sobek maupun bolong kemudian dapat disimpulkan bahwa dengan bottom apron normal, kualitas unevenness (9,44%) lebih bagus dibandingkan dengan standar kualitas U% (9,5%), sedangkan untuk hasil pengujian unevenness dengan bottom apron bolong dan sobek secara berturut-turut adalah 9,68% dan 9,64%, dengan hasil tersebut, bahwa bottom apron sobek dan bottom apron bolong tidak boleh dipakai dan harus segera diganti karena akan menjadikan U% tidak standar. Ketidakrataan benang yang memiliki faktor dominan ada pada bottom apron cacat yang dapat sangat berpengaruh pada kualitas IPI yang tidak sesuai dengan standar yang sudah ditentukan. Sehingga pada bottom apron tersebut perlu diperhatikan dan diberikan perawatan sesuai dengan jadwal yang sudah ada atau dilakukan penggantian jika sebelum jadwal scouring terjadi bottom apron tersebut sudah rusak dan diganti dengan yang sudah dicuci. Penyebab dari bottom apron yang rusak adalah karena seringnya Lapping dan karena usia apron sudah mencapai batas maksimalnya. Penyelesaian untuk permasalahan ketidakrataan benang yang disebabkan oleh bottom apron yang rusak adalah dengan cara mengganti yang baru.
Minimasi Pemindahan Bahan dengan Metode Systematic Layout Planning di PT Aristo S.M.I Nasihardani, Dana; Pujianto, Hendri; Rallyano, Muhammad Yusuf
Proceeding Mercu Buana Conference on Industrial Engineering Vol 6 (2024): DOWNSTREAMING RESEARCH AND ENTREPRENEURSHIP IN THE DIGITAL ERA: CHALLENGING AND OPPORT
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/MBCIE.2024.017

Abstract

PT Aristo Satria Mandiri Indonesia adalah perusahaan manufaktur yang berfokus pada produksi Precision Part. Peningkatan total jarak perpindahan material telah menyebabkan peningkatan biaya dan momen penanganan material handling. Karena tata letak departemen lantai produksi yang tidak terorganisir, terjadi kemunduran dalam aliran material. Untuk mengatasi masalah ini, perbaikan tata letak lantai dilakukan dengan menggunakan metode Systematic Layout Planning. Tiga desain alternatif dikembangkan melalui eksperimen dan koreksi. Desain alternatif III memiliki ongkos material handling yang paling kecil dimana hasil yang didapat adalah Rp.61.418.496 per meter/tahun terbukti menjadi solusi yang paling optimal, mengurangi total momen perpindahan material sebesar 1.594 meter per tahun dan memangkas ongkos penanganan sebesar 36% dari biaya tataletak awal.
RANCANG BANGUN ALAT PENGUKUR DENSITAS LINIER BENANG DENGAN KENDALI MIKROKONTROLLER ARDUINO & SISTEM TRACKING LOT Astrini, Galuh Yuli; Wijayono, Andrian; Rumiyati, Valentina Sri Pertiwi; Mohadi, Mohadi; Chaq, Usaid Syawahidul; Pujianto, Hendri; Adeawardani, Ernestia Cheisya
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.8879

Abstract

This study aims to design and develop a yarn linear density measurement device based on an Arduino Uno microcontroller integrated with an online database recording system (Google Sheet). Conventional measurement of yarn linear density is still carried out manually using a standard reeling device, which requires a relatively long time and is prone to recording errors. Therefore, this research offers an automated and digitized testing solution. The research method includes the mechanical and electronic design of the measuring device, validation of measurement results against a calibrated standard instrument, and the development of a database system and Android application for recording test results. The tests were conducted on three types of yarns (Ne? 19, Ne? 23, and Ne? 31) with ten repetitions each. The two-way ANOVA results indicated no significant differences between the prototype and the standard instrument (F(1,9) = 0.305; p = 0.594), among the tested yarn types (F(2,18) = 2.061; p = 0.156), and in their interaction (F(2,18) = 1.870; p = 0.183), confirming that the prototype is statistically valid. The database-based tracking system also demonstrated a 100% data transmission success rate with a response time of less than two seconds. This study successfully integrates physical measurement and laboratory digitalization, resulting in a prototype of an IoT-based yarn linear density testing system that can be implemented in modern textile testing laboratories, supporting the transformation toward Textile Industry 4.0. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan alat ukur densitas linear benang berbasis mikrokontroler Arduino Uno yang terintegrasi dengan sistem pencatatan hasil uji berbasis database daring (Google Sheet). Pengukuran densitas linear benang secara konvensional masih dilakukan secara manual menggunakan alat reeling standar yang membutuhkan waktu relatif lama dan rentan terhadap kesalahan pencatatan. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan solusi berbasis otomasi dan digitalisasi pengujian. Metode pelaksanaan meliputi tahap perancangan mekanik dan elektronik alat ukur, pengujian dan validasi hasil alat terhadap alat standar terkalibrasi, serta pengembangan sistem database dan aplikasi Android untuk pencatatan hasil pengujian. Pengujian dilakukan pada tiga jenis benang (Ne? 19, Ne? 23, dan Ne? 31) dengan sepuluh kali pengulangan masing-masing. Hasil analisis ANOVA dua arah menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara alat rancangan dan alat standar (F(1,9) = 0,305; p = 0,594), maupun antarjenis benang yang diuji (F(2,18) = 2,061; p = 0,156), serta tidak ada interaksi signifikan antara keduanya (F(2,18) = 1,870; p = 0,183), sehingga alat dapat dikatakan valid. Sistem tracking berbasis database juga menunjukkan tingkat keberhasilan pengiriman data mencapai 100% dengan waktu respon kurang dari dua detik. Penelitian ini berhasil mewujudkan integrasi antara sistem pengukuran fisik dan digitalisasi laboratorium tekstil, serta menjadi prototipe awal sistem pengujian densitas linear berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat diimplementasikan di laboratorium pengujian tekstil modern dan mendukung transformasi menuju industri tekstil 4.0.  
Analisis Tingginya Total Imperfection Index (IPI) Benang CD41 di Area Drafting Zone Mesin Ring Spinning Pujianto, Hendri; Yulianto, Bambang; Anwar Apriyanto, Muhammad
Jurnal Tekstil Vol 8 No 2 (2025): Vol 8 No 2 Desember 2025
Publisher : Akademi Komunitas Industri Tekstil Dan Produk Tekstil Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59432/jurnaltekstil.v8i2.143

Abstract

Mesin ring spinning adalah salah satu mesin dalam industri pemintalan yang banyak dimanfaatkan karena karena berbagai kelebihannya, termasuk kualitas benang, kerataan, sedikit bulu, dan kemudahan penanganan. Namun,bagian drafting zone dalam mesin ini sering mengalami kerusakan komponen mekanis yang memiliki dampak besar pada kualitas benang pada total indeks ketidaksempurnaan benang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi faktor yang menjadi penyebab besarnya total ketidak sempurnaan benang CD41 (Carded 41), dan berfokus pada studi kasus percobaan produksi dengan menggunakan komponen mekanis top apron dan top roll, yang sering ditemukan mengalami kerusakan. Kedua komponen mekanis ini sangat penting bagi peregangan serat pada saat pemintalan. Penelitian ini melakukan percobaan produksi benang CD41 dengan kedua komponen tersebut dengan dua macam kualitas komponen yaitu komponen baik dan buruk serta menguji hasil kualitas benang yang dihasilkan.  Hasilnya menunjukan bahwa penggunaan top apron dan top roll dengan kondisi mekanis yang baik dapat memenuhi parameter kualitas benang CD41 sesuai dengan stadar perusahaan, yaitu pada parameter indeks ketidaksempurnaan benang, serta ketidakrataan benang, dan kekasaran benang. Sebaliknya komponen yang buruk tidak dapat mencapai kualitas benang sesuai standar. Penelitian ini menggaris bawahi pentingnya penggunaan komponen mekanis yang baik pada drafting zone terhadap kualitas benang.