Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ANALISIS KESULITAN GURU DALAM PENERAPAN PROJECT PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) PADA MATERI PEMANFAATAN SAMPAH DI LINGKUNGAN SEKOLAH SDN 14 SADIA KOTA BIMA hikmatul; Ahmadin; Aris Iwansyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24965

Abstract

This study aims to describe the difficulties of teachers in implementing the Pancasila student profile strengthening project (P5) on the material of waste utilization in the environment of SDN 14 Sadia, Bima City. The background of this study is based on the importance of implementing the Pancasila student profile strengthening project (P5) as an effort to analyze the difficulties of teachers, especially in terms of waste utilization in the school environment. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observation, in-depth interviews with teachers and students, and documentation. The results of the study indicate that the implementation of the Pancasila student profile strengthening project (P5) on the material of waste utilization in the environment of SDN 14 Sadia, Bima City can have a positive impact on knowing what difficulties teachers face and efforts to overcome them. So that both students and teachers can optimally utilize waste. The conclusion of this study shows that there are effective solutions to the difficulties of teachers in implementing the Pancasila student profile strengthening project (P5) in terms of utilizing waste in the school environment so that it can be used creatively, including schools need to organize training on Pancasila Student Project activities for teachers as a means of improving character education in students, adequate budget allocation is needed to provide facilities and infrastructure that support the success of project activities, provision of quality resources such as learning materials, learning media, and technological devices. In addition, teachers need to plan good time management, and teachers need to provide strong motivation and arouse students' interest in learning.
PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN LITERASI NUMERASI DALAM KURIKULUM MERDEKA TERHADAP PENINGKATAN MINAT BACA TULIS DAN HITUNG SISWA DI SDN 12 SARAE KOTA BIMA Nunung Karlina; Fuaddudin; Ahmadin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.25136

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum maksimalnya kemampuam membaca, menulis, dan berhitung (calistung) siswa di kelas IV SDN 12 Sarae Kota Bima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program kegiatan literasi numerasi dalam kurikulum merdeka terhadap peningkatan minat baca tulis dan menghitung siswa kelas IV di SDN 12 Sarae Kota Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pegumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan literasi numerasi yang dikenal dengan nama Gelidang (Gerakan Literasi Digital dan Manual serta Numerasi). Manual Gerakan Literasi dilakukan dengan membaca buku, menulis dan menghitung bersama di halaman SDN 12 Sarae Kota Bima secara konverasional. Sementara itu, gerakan literasi digital memanfaatkan aplikasi Quizizz, Canva dan wordwall dalam bentuk permainan edukatif. Program ini juga melibatkan kunjungan ke perpustakan sekolah dan daerah. Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan tersebut, meskipun minat membaca siswa terhadap buku cetak masih rendah dan minimnya keterlibatan orang tua. Faktor pendukung keberhasilan program yaitu, sarana dan prasarana, dukungan dari tenaga pendidik, peran kepala sekolah. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program literasi numerasi dalam kurikulum merdeka berkontribusi terhadap peningkatan minat baca tulis dan hitung siswa dikelas IV SDN 12 Sarae Kota Bima.
PENERAPAN MEDIA MIND MAPPING DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SDN 51 KOTA BIMA Nur Hasanah; Ahmadin; Aris iwansyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.25368

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial ( IPAS), yang ditandai dengan kurangnya partisipasi siswa dalam bertanya, berdiskusi, menganalisis imformasi, serta keterampilan menyampaikan pendapat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kela V melalui penerapan media mind mapping digital dalam proses pembelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yag dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 51 Kota Bima yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, Angket/kuesioner, tes, dokumentasi, refleksi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkann bahwa penggunaan media mind mapping digital dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pada siklus I, rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa berada pada kategori cukup dengan persentase ketuntasan sebesar 55%. Setelah dilakukan perbaikan pembelajatan pada siklus II, rata-rata kemampuan berpikir kritis meningkat dengan persentase ketuntasan mencapai 90% berada pada kategori baik. Dengan demikian, penerapan media mind mapping digital terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPAS. Media ini mendorong siswa untuk leboh aktif, berpikir logis, dan mampu mengorganisasikan informasi secara visual dan sistematis.
The Spatial Awareness Behind the Naming of Social Groups and Geographical Areas in Mainland South Sulawesi Ahmadin
Formosa Journal of Sustainable Research Vol. 3 No. 3 (2024): March, 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjsr.v3i3.8648

Abstract

In the sociological paradigm of space, as a place whatever its form and name as long as it is inhabited or used as a base for human activity, it is not a passive natural entity but rather dynamic. This is made possible by the spatial dialectics and social reproduction that take place accompanying the development of a space along with the meaning of it which is always changing and dynamic. This paper examines spatial identity in naming social groups and geographical areas in Sulawesi using place identity theory, social identity theory, and identity process theory. This type of research is a literature review with a sociology of space approach that uses data and analysis descriptively from a number of relevant literature. The results showed that some social group names in Sulawesi are a representation of the geographical structure of a space, so that when mentioning the name of the group or its residential center, it will reflect its spatial identity. This fact is sociologically a spatial awareness that has been created in the long history of Sulawesi as well as can be categorized as local community intelligence
BENTUK-BENTUK HONORIFIK DALAM BERBAHASA CIACIA Ahmadin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Bentukbentuk ungkapan honorifik pada masyarakat Desa Gunung Sejuk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif bertujuan untuk mengungkap sebuah fakta empiris secara objektif ilmiah dengan berlandaskan pada logika keilmuan, prosedur dan didukung oleh metodologi dan teoritis yang kuat sesuai disiplin keilmuan yang ditekuni. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan Metode Observasi, Teknik pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan secara lansung terhadap masyarakat Gunung Sejuk untuk menemukan bentuk-bentuk ungkapan honorifik dalam berbahasa yang digunakan oleh masyarakat Desa Gunung Sejuk, dalam teknik observasi ini peneliti menggunakan dua jenis observasi yaitu, observasi bebas dan observasi terencana. Teknik kerja sama dengan informan teknik memperoleh data dengan bekerja sama dengan informan mengenai bentuk-bentuk ungkapan honorifik dalam berbahasa Ciacia, teknik simak dan catat yaitu mencatat keseluruhan data yang diperoleh dari informan. teknik rekam yaitu teknik yang digunakan untuk merekam pembicaraan informan di lingkungan masyarakat Desa Gunung Sejuk. Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai Analisis Bentuk-bentuk Honorifik dalam Berbahasa Ciacia. Maka penulis dapat menyimpulkan bahwa masyarakat Desa Gunung Sejuk menggunakan bentuk-bentuk honorifik dalam berkomunikasi. Bentuk-bentuk honorifik tersebut dikategorikan dalam lima jenis honorifik yaitu, honorifik kekerabatan, honorifik pronomina persona, honorifik gelar, honorifik jabatan dan honorifik profesi. Penggunaan bentuk-bentuk honorifik tersebut digunakan dalam proses komunikasi pada masyarakat Desa Gunung Sejuk berdasarkan tingkat kedudukan sosial dalam masyarakat.
Lessons from the past: The bale-bale as a model for sustainable and participatory public space design Ahmadin
Jurnal Ekonomi dan Riset Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL EKONOMI DAN RISET PEMBANGUNAN (JERP)
Publisher : Research Agency for Humanity and Urban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the role of Bale-bale in the socio-historical landscape of various rural communities in Indonesia. Beyond its basic function as a place of rest, this traditional pavilion is discussed through a sociological paradigm in the context of public spaces that played a vital role in the dialectic of communal life in the past. This study uses qualitative methods through historical and ethnographic literature reviews, which aim to reveal the dynamics of the Bale-bale as a multifunctional space. The results show that historically, the Bale-bale facilitated daily social interactions, served as a vehicle for information and deliberation, was a center of economic activity, and was a space for cultural practices such as the transmission of local knowledge and values. Its open and accessible architectural design represents the principles of togetherness, mutual cooperation, and transparency. Learning from the past, the role of the social institution known as Bale-bale can be reflected upon in the modern era to provide a perspective on the value of conceptualizing participatory and sustainable public spaceshome
Religious-Based Maritime Education for the Introduction of Bugis- Makassar Marine Traditions and Culture at SD 82 Pattene Maros Rifal; Dyan Paramitha Darmayanti; Ahmadin; Muh. Rasyid Ridha; Hasni
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2025): November
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/yzecgv19

Abstract

This community engagement program titled “Religious-Based Maritime Education for Introducing Bugis-Makassar Sea Traditions and Culture at SD 82 Pattene Maros” was conducted in response to the declining awareness of local maritime traditions among young students due to modernization and limited exposure to cultural and religious values in formal education. The community partners—teachers and students in a coastal primary school—faced challenges in integrating local maritime knowledge and spiritual values into daily learning. To address this, the team designed a participatory-educative approach by developing a thematic module combining Islamic moral teachings with Bugis-Makassar maritime traditions such as sailing, fishing, and coastal rituals. The implementation took place one week before the Haul Akbar of Tarekat Khalwatiyah Samman, a local religious event, to strengthen students’ understanding of spirituality, community solidarity, and cultural heritage. Activities included classroom learning, storytelling, field observation at coastal areas, and reflection sessions guided by teachers and community leaders. The results showed significant improvements in students’ enthusiasm, religious character, social cooperation, and ecological awareness. They demonstrated greater respect for local culture, care for the marine environment, and appreciation of their Bugis-Makassar identity. This program concludes that integrating religious and maritime education effectively preserves local wisdom while fostering moral and cultural character formation among coastal students in Indonesia.
Reclaiming urban space: Socio-economic dynamics in the Car-Free Day Boulevard of Makassar Misbawati; Ahmadin
Jurnal Ekonomi dan Riset Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL EKONOMI DAN RISET PEMBANGUNAN (JERP)
Publisher : Research Agency for Humanity and Urban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One interesting urban phenomenon is urbanization and its resulting impacts, often neglecting the function of public space for the sake of motorized vehicles. This results in reduced social interaction and local economic opportunities. Therefore, the Car Free Day program exists as a form of tactical urbanism to reclaim temporary street space by transforming it from a transportation corridor into a public space filled with activity. This article analyzes the practices of social interaction and economic activity that occur in this area, as well as the perceptions of visitors and business owners regarding the meaning of this public space. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the practice of utilizing space on the Boulevard highway has created a new socio-economic ecosystem in Makassar City. This government program also motivates the restoration of the social function of the road and forms a form of local economic empowerment. The findings of this study can even serve as recommendations for the city government for sustainable public space planning oriented towards fulfilling the social rights of city residents.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SDN 2 TAWALI Ahmadin; Desy Ningsih Komalasari; Zulkifli
Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59584/jundikma.v5i1.110

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang implementasi kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS di SD Negeri 02 Tawali-Wera serta hambatan dalam pengimplementasiannya. Subjek pada penelitian ini adalah guru IPAS kelas V dan siswa kelas V SDN 02 Tawali, Metode penelitian yang digunakan berupa metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik wawancara, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan sesuai dengan pendapat dengan menganalisis data. Hasil dari penelitian ini adalah SD Negeri 02 Tawali telah menerapkan Kurikulum Merdeka terutama pada pembelajaran IPAS. Dalam praktiknya, implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran IPAS di kelas V melibatkan beberapa perubahan yang signifikan, seperti penerapan pendekatan integratif. Guru mulai menggunakan berbagai metode pembelajaran yang lebih interaktif, seperti proyek berbasis masalah dan diskusi kelompok, namun dalam pengimplementasiannya masih ditemukan beberapa hambatan seperti keterbatasan sumber daya, kesulitan guru dalam menyesuaikan media pembelajaran, kurangnya kemampuan guru dalam mengkondisikan kelas, media pembelajaran tidak dimanfaatkan secara optimal, kurang banyaknya penilaian yang dilakukan, waktu yang singkat untuk menilai