Claim Missing Document
Check
Articles

PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN LITERASI NUMERASI DALAM KURIKULUM MERDEKA TERHADAP PENINGKATAN MINAT BACA TULIS DAN HITUNG SISWA DI SDN 12 SARAE KOTA BIMA Nunung Karlina; Fuaddudin; Ahmadin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.25136

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum maksimalnya kemampuam membaca, menulis, dan berhitung (calistung) siswa di kelas IV SDN 12 Sarae Kota Bima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program kegiatan literasi numerasi dalam kurikulum merdeka terhadap peningkatan minat baca tulis dan menghitung siswa kelas IV di SDN 12 Sarae Kota Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pegumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan literasi numerasi yang dikenal dengan nama Gelidang (Gerakan Literasi Digital dan Manual serta Numerasi). Manual Gerakan Literasi dilakukan dengan membaca buku, menulis dan menghitung bersama di halaman SDN 12 Sarae Kota Bima secara konverasional. Sementara itu, gerakan literasi digital memanfaatkan aplikasi Quizizz, Canva dan wordwall dalam bentuk permainan edukatif. Program ini juga melibatkan kunjungan ke perpustakan sekolah dan daerah. Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan tersebut, meskipun minat membaca siswa terhadap buku cetak masih rendah dan minimnya keterlibatan orang tua. Faktor pendukung keberhasilan program yaitu, sarana dan prasarana, dukungan dari tenaga pendidik, peran kepala sekolah. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program literasi numerasi dalam kurikulum merdeka berkontribusi terhadap peningkatan minat baca tulis dan hitung siswa dikelas IV SDN 12 Sarae Kota Bima.
PENERAPAN MEDIA MIND MAPPING DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SDN 51 KOTA BIMA Nur Hasanah; Ahmadin; Aris iwansyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.25368

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial ( IPAS), yang ditandai dengan kurangnya partisipasi siswa dalam bertanya, berdiskusi, menganalisis imformasi, serta keterampilan menyampaikan pendapat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kela V melalui penerapan media mind mapping digital dalam proses pembelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yag dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 51 Kota Bima yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, Angket/kuesioner, tes, dokumentasi, refleksi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkann bahwa penggunaan media mind mapping digital dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pada siklus I, rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa berada pada kategori cukup dengan persentase ketuntasan sebesar 55%. Setelah dilakukan perbaikan pembelajatan pada siklus II, rata-rata kemampuan berpikir kritis meningkat dengan persentase ketuntasan mencapai 90% berada pada kategori baik. Dengan demikian, penerapan media mind mapping digital terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPAS. Media ini mendorong siswa untuk leboh aktif, berpikir logis, dan mampu mengorganisasikan informasi secara visual dan sistematis.
The Spatial Awareness Behind the Naming of Social Groups and Geographical Areas in Mainland South Sulawesi Ahmadin
Formosa Journal of Sustainable Research Vol. 3 No. 3 (2024): March, 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjsr.v3i3.8648

Abstract

In the sociological paradigm of space, as a place whatever its form and name as long as it is inhabited or used as a base for human activity, it is not a passive natural entity but rather dynamic. This is made possible by the spatial dialectics and social reproduction that take place accompanying the development of a space along with the meaning of it which is always changing and dynamic. This paper examines spatial identity in naming social groups and geographical areas in Sulawesi using place identity theory, social identity theory, and identity process theory. This type of research is a literature review with a sociology of space approach that uses data and analysis descriptively from a number of relevant literature. The results showed that some social group names in Sulawesi are a representation of the geographical structure of a space, so that when mentioning the name of the group or its residential center, it will reflect its spatial identity. This fact is sociologically a spatial awareness that has been created in the long history of Sulawesi as well as can be categorized as local community intelligence
Lessons from the past: The bale-bale as a model for sustainable and participatory public space design Ahmadin
Jurnal Ekonomi dan Riset Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL EKONOMI DAN RISET PEMBANGUNAN (JERP)
Publisher : Research Agency for Humanity and Urban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the role of Bale-bale in the socio-historical landscape of various rural communities in Indonesia. Beyond its basic function as a place of rest, this traditional pavilion is discussed through a sociological paradigm in the context of public spaces that played a vital role in the dialectic of communal life in the past. This study uses qualitative methods through historical and ethnographic literature reviews, which aim to reveal the dynamics of the Bale-bale as a multifunctional space. The results show that historically, the Bale-bale facilitated daily social interactions, served as a vehicle for information and deliberation, was a center of economic activity, and was a space for cultural practices such as the transmission of local knowledge and values. Its open and accessible architectural design represents the principles of togetherness, mutual cooperation, and transparency. Learning from the past, the role of the social institution known as Bale-bale can be reflected upon in the modern era to provide a perspective on the value of conceptualizing participatory and sustainable public spaceshome
Religious-Based Maritime Education for the Introduction of Bugis- Makassar Marine Traditions and Culture at SD 82 Pattene Maros Rifal; Dyan Paramitha Darmayanti; Ahmadin; Muh. Rasyid Ridha; Hasni
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2025): November
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/yzecgv19

Abstract

This community engagement program titled “Religious-Based Maritime Education for Introducing Bugis-Makassar Sea Traditions and Culture at SD 82 Pattene Maros” was conducted in response to the declining awareness of local maritime traditions among young students due to modernization and limited exposure to cultural and religious values in formal education. The community partners—teachers and students in a coastal primary school—faced challenges in integrating local maritime knowledge and spiritual values into daily learning. To address this, the team designed a participatory-educative approach by developing a thematic module combining Islamic moral teachings with Bugis-Makassar maritime traditions such as sailing, fishing, and coastal rituals. The implementation took place one week before the Haul Akbar of Tarekat Khalwatiyah Samman, a local religious event, to strengthen students’ understanding of spirituality, community solidarity, and cultural heritage. Activities included classroom learning, storytelling, field observation at coastal areas, and reflection sessions guided by teachers and community leaders. The results showed significant improvements in students’ enthusiasm, religious character, social cooperation, and ecological awareness. They demonstrated greater respect for local culture, care for the marine environment, and appreciation of their Bugis-Makassar identity. This program concludes that integrating religious and maritime education effectively preserves local wisdom while fostering moral and cultural character formation among coastal students in Indonesia.
Reclaiming urban space: Socio-economic dynamics in the Car-Free Day Boulevard of Makassar Misbawati; Ahmadin
Jurnal Ekonomi dan Riset Pembangunan Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL EKONOMI DAN RISET PEMBANGUNAN (JERP)
Publisher : Research Agency for Humanity and Urban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One interesting urban phenomenon is urbanization and its resulting impacts, often neglecting the function of public space for the sake of motorized vehicles. This results in reduced social interaction and local economic opportunities. Therefore, the Car Free Day program exists as a form of tactical urbanism to reclaim temporary street space by transforming it from a transportation corridor into a public space filled with activity. This article analyzes the practices of social interaction and economic activity that occur in this area, as well as the perceptions of visitors and business owners regarding the meaning of this public space. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the practice of utilizing space on the Boulevard highway has created a new socio-economic ecosystem in Makassar City. This government program also motivates the restoration of the social function of the road and forms a form of local economic empowerment. The findings of this study can even serve as recommendations for the city government for sustainable public space planning oriented towards fulfilling the social rights of city residents.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SDN 2 TAWALI Ahmadin; Desy Ningsih Komalasari; Zulkifli
Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59584/jundikma.v5i1.110

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang implementasi kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS di SD Negeri 02 Tawali-Wera serta hambatan dalam pengimplementasiannya. Subjek pada penelitian ini adalah guru IPAS kelas V dan siswa kelas V SDN 02 Tawali, Metode penelitian yang digunakan berupa metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik wawancara, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan sesuai dengan pendapat dengan menganalisis data. Hasil dari penelitian ini adalah SD Negeri 02 Tawali telah menerapkan Kurikulum Merdeka terutama pada pembelajaran IPAS. Dalam praktiknya, implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran IPAS di kelas V melibatkan beberapa perubahan yang signifikan, seperti penerapan pendekatan integratif. Guru mulai menggunakan berbagai metode pembelajaran yang lebih interaktif, seperti proyek berbasis masalah dan diskusi kelompok, namun dalam pengimplementasiannya masih ditemukan beberapa hambatan seperti keterbatasan sumber daya, kesulitan guru dalam menyesuaikan media pembelajaran, kurangnya kemampuan guru dalam mengkondisikan kelas, media pembelajaran tidak dimanfaatkan secara optimal, kurang banyaknya penilaian yang dilakukan, waktu yang singkat untuk menilai
Integrasi Sejarah Perjuangan Hj. Andi Depu Kedalam Pembelajaran Sejarah di SMAN 1 Tikke Raya Amri; Muhammad Rasyid Ridha; Ahmadin; Najamuddin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6009

Abstract

Integrasi Sejarah Perjuangan Hj. Andi Depu Kedalam Pembelajaran Sejarah. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan tentang Bagaimana sejarah perjuangan Hj. Andi Depu dalam memperjuangkan kemerdekaan dan Bagaimana proses integrasi sejarah perjuangan Hj. Andi Depu kedalam mata pelajaran sejarah di SMAN 1 Tikke Raya. Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang bersifat deskriptif dan menggunakan tiga tahapan dalam teknik analisis data, yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Andi Depu adalah seorang Pahlawan Nasional yang berasal dari Sulawesi Barat. berdasarkan Keputusan Presiden Nomor: 123/TK/2018 pada tanggal 6 November 2018 dan menjadi wanita pertama yang menjadi raja Balanipa ke 52 yang memimpin berbagai organisasi perjuangan seperti KRIS MUDA dan FUJINKAI. Integrasi dilakukan dengan dua metode, untuk kelas IPA diterapkan metode diskusi dan untuk kelas IPS diterapkan metode bermain peran.
Measuring the Effectiveness of Blended Learning in the Post‑Pandemic Era: A Comparative Quantitative Analysis of Flipped Classroom and Hybrid Flexible (HyFlex) Models on Cognitive Achievement and Student Engagement in Indonesian Senior High Schools Lindawati, Lindawati; Mendrofa, Netti Kariani; Wahdah; Ahmadin; A. Fitriani
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 5 No. 1 (2026): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v5i1.1735

Abstract

The COVID‑19 pandemic accelerated the adoption of blended learning across Indonesian senior high schools (SMA), but systematic evidence comparing different blended models remains limited. This quantitative study conducts a comparative secondary data analysis of flipped classroom–based blended learning and Hybrid Flexible (HyFlex) models with respect to cognitive achievement and student engagement at the upper‑secondary level. Drawing on a national meta‑analysis of blended learning in Indonesia (27 studies, 2016‑2020), quasi‑experimental studies of flipped classroom implementations in SMA, and international HyFlex evaluations, the study synthesizes standardized mean differences, mean score differences, and survey‑based engagement indicators. Blended learning overall demonstrates a large positive effect on Indonesian students’ learning outcomes, including at senior high school (SMD ≈ 1.00 vs conventional instruction). Within this, flipped classroom–based blended learning yields substantial gains in critical thinking and other higher‑order cognitive outcomes, although effects on writing performance depend strongly on students’ self‑regulation. HyFlex implementations at the tertiary level generally match face‑to‑face instruction in cognitive outcomes but produce mixed patterns in grade distributions and student satisfaction. The discussion interprets these findings for Indonesian SMA in the post‑pandemic context, arguing that flipped classroom designs have stronger empirical support than HyFlex for raising cognitive achievement and structured engagement under current infrastructural and policy conditions
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR STUDI KASUS: SDN 15 NTOBO KOTA BIMA Muhammad; Ahmadin; Zulkifli; Didit Haryadi
Pendidikan Dasar dan Manajemen Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2025): Pendidikan Dasar dan Manajemen Pendidikan
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI JAWA TENGAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/bahusacca.v6i2.2149

Abstract

Kurikulum di Indonesia mengalami banyak perkembangan. Saat ini kurikulum yang diimpelentasikan yaitu kurikulum merdeka. Tujuan penelitian ini untuk 1) mengetahui implementasi kurikulum merdeka 2) mengetahui metode penerapan kurikulum merdeka 3) mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi kurikulum merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Studi Kasus. Alasan peneliti memilih studi kasus karena jenis pendekatan ini sangat cocok untuk mengambarkan keadaan dan situasi implementasi kurikulum di SDN 15 Ntobo Kota Bima yang merupakan tempat penelitian. Subjek pada penelitian ini adalah Kepala sekolah, Waka Kurikulum, Guru kelas dan Beberapa guru yang bersedia untuk di wawancarai. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Observasi dan wawancara dengan Triangulasi sumber. Teknik analisis dengan menggunakan Model Miles Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Implementasi Kurikulum merdeka di SDN 15 Ntobo Kota Bima Sudah berjalan dengan baik 2) Metode yang dilakukan dalam implementasi Kurikulum merdeka adalah baru kelas 1-4 yang menggunakan Kurikulum Merdeka 3) Faktor yang penting dalam implementasi kurikulum merdeka adalah kesiapan guru dalam menerima kurikulum merdeka. Kata kunci: Implementasi, Kurikulum Merdeka, Belajar