Claim Missing Document
Check
Articles

Kemiskinan Subjektif pada Mahasiswa di Kota Makassar Riska Marsya; Ahmadin; Bakhtiar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9413

Abstract

Kemiskinan adalah kondisi seseorang atau kelompok dalam memenuhi kebutuhan dasar yang memiliki berbagai konsep seperti absolut, relatif dan subjektif. Setiap konsep kemiskinan memiliki bentuk yang dihadirkan sama halnya pada kemiskinan subjektif di mana bentuk – bentuk yang hadir diantaranya perasaan kuran dalam bentuk materi serta non materi. Penelitian ini berfokus pada konsep kemiskinan subjektif dalam bentuk materi dan non materi. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memahami dan membahas kemiskinan subjektif yang terjadi pada mahasiswa di Kota Makassar.
Pelecehan Seksual Sri Wulandari; Ahmadin; Bakhtiar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9417

Abstract

Pelecehan seksual merupakan masalah serius yang mengancam individu di berbagai kalangan dan lingkungan, baik di tempat kerja, pendidikan, maupun ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman tentang bentuk-bentuk pelecehan seksual dan dampaknya terhadap korban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelecehan seksual dapat berupa tindakan verbal, fisik, visual, dan online, yang semuanya memiliki dampak negatif yang signifikan. Meskipun masyarakat semakin menyadari pentingnya penanganan isu ini, masih terdapat banyak tantangan dalam penegakan hukum dan stigma terhadap korban. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan yang komprehensif melalui pendidikan, kebijakan yang tegas, dan penciptaan lingkungan yang aman dan inklusif.
Body Shaming Lisdawati; Ahmadin; Bakhtiar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9418

Abstract

Body shaming merupakan tindakan merendahkan atau mengkritik seseorang berdasarkan penampilan fisik yang dianggap tidak sesuai dengan standar kecantikan sosial. Dalam konteks remaja, kondisi ini diperparah oleh pengaruh media sosial yang kerap menampilkan citra tubuh ideal secara berlebihan dan tidak realistis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif para remaja yang menjadi korban body shaming.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa body shaming berdampak negatif terhadap citra diri, memicu rasa malu, rendah diri, bahkan gangguan mental. Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan upaya yang mencakup pemahaman bahwa body shaming bukan kesalahan korban, penguatan self-esteem dan self-compassion, penetapan batasan, dukungan emosional, serta pengelolaan media sosial secara bijak.
Hak Asasi Manusia (HAM): Hakikat, Prinsip, dan Pelanggaran Ramli, Muh. Ramli; Ahmadin; Bakhtiar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9456

Abstract

Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak fundamental yang melekat pada setiap individu sejak lahir, tanpa diskriminasi berdasarkan ras, agama, jenis kelamin, kewarganegaraan, atau latar belakang sosial lainnya. Hakikat HAM berakar pada konsep hak kodrati yang bersifat universal, inheren, dan tidak dapat dicabut oleh kekuasaan manapun, sebagaimana ditegaskan dalam berbagai instrumen hukum nasional dan internasional. Prinsip-prinsip dasar HAM: universalitas, tidak dapat dibagi, saling bergantung, saling terkait, kesetaraan, non-diskriminasi dan martabat manusia menjadi fondasi normatif yang mengatur perlindungan dan pemajuan HAM di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan untuk menganalisis hakikat dan prinsip-prinsip HAM serta mengidentifikasi berbagai bentuk pelanggaran HAM yang masih terjadi di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah memiliki landasan hukum yang kuat dan meratifikasi instrumen internasional, pelanggaran HAM masih menjadi persoalan serius akibat lemahnya penegakan hukum, kurangnya akuntabilitas, dan kesenjangan antara norma hukum dengan praktik di lapangan. Kajian ini menegaskan pentingnya penguatan pemahaman dan implementasi prinsip-prinsip HAM secara menyeluruh agar perlindungan HAM dapat terwujud secara efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan wacana akademik dan menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan serta aparat penegak hukum dalam mendorong sistem perlindungan HAM yang komprehensif dan adil di Indonesia.
Strategi Pembelajaran Saintifik Dalam Meningkatkan Keterampilan Berfikir Ilmiah Siswa Lidia; Ahmadin; Muslim
Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Amin Vol. 4 No. 1 (2025): April
Publisher : STAI AL-AMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54723/ejpgmi.v4i1.323

Abstract

The background of the problem raised in this study is the importance of developing scientific thinking skills from an early age, which is the basic foundation for mastering science and problemsolving skills, namely developing the ability to observe, experiment, and in-depth analysis so that the learning strategies applied at PAUD Alfasalam can improve children's scientific thinking skills. The research method used is qualitative with a descriptive approach. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews, and supporting documents. The data sources in this study were PAUD teachers, students, and relevant documents. Research procedures include direct observation of learning activities that use scientific strategies and interviews with teachers regarding the methods they apply. Data analysis techniques were conducted using a thematic approach, which identified patterns and themes that emerged from observations and interviews. The results showed that the application of scientific learning strategies has effectively improved scientific thinking skills seen in several aspects including student involvement, curiosity, observation ability, analysis ability and scientific thinking skills. The achievement of the application of scientific learning strategies in Alfasalam PAUD cannot be separated from several efforts that have been made by teachers including project-based learning, simple experiments, and utilization of educational game-based media, proven effective in developing children's ability to think critically and analytically.
Construction of Drug User Identity at South Sulawesi BNNP Rehabilitation Center Pitang, Silvester Edwin Surya; Idham Irwansyah Idrus; Ahmadin
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 5 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v5i2.153

Abstract

This study aims to determine: 1) how the construction of drug user identity is formed and developed in rehabilitation centers 2) how the self-identity of drug users in the community 3) how the role of the environment on the self-identity of drug users. The type of research used is qualitative research with a descriptive approach. The number of informants consisted of 12 people, with the criteria namely: 1) clients who undergo outpatient treatment at BNNP South Sulawesi 2) counselors at BNNP South Sulawesi. Data collection techniques used were observation, documentation, and interviews. Data validity check is done by a member check. Data analysis is data condensation, data presentation, and conclusion. The results of the study found that the construction of the identity of drug users was strongly influenced by their environment, this research occurs that many clients who use drugs because of the incitement of friends and environmental influences and an important point that BNNP be the vanguard to make the clients recover productive and functioning socially in society
KREATIVITAS GURU PENGGERAK DALAM MENDESAIN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK MEMALUI PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DI TK NEGERI PEMBINA WOHA Masytah; Ahmadin; Retnoningsih
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume 10 No. 2 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.24517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kreativitas guru penggerak dalam mendesain pembelajaran berbasis proyek melalui penerapan Kurikulum Merdeka di TK Negeri Pembina Woha. Kreativitas guru menjadi faktor kunci dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru penggerak di TK Negeri Pembina Woha mampu mengintegrasikan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proyek-proyek pembelajaran. Guru menunjukkan kreativitas dalam memilih tema yang relevan, merancang kegiatan yang berpusat pada anak, serta memanfaatkan sumber daya lokal untuk mendukung pembelajaran. Penerapan pembelajaran berbasis proyek ini tidak hanya meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif anak, tetapi juga memperkuat karakter positif sesuai profil Pelajar Pancasila. Temuan ini menegaskan pentingnya peran guru penggerak sebagai agen perubahan dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara efektif di satuan pendidikan anak usia dini.
Implementation of Collaborative Learning Model to Improve Student Literacy at Muhammadiyah Elementary School in Bima City Musfirah; Ades S. Anhar; Ahmadin
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i3.2248

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the implementation of the Collaborative Learning Model starting from the need to create a more interactive learning environment based on cooperation between students. Traditional learning that is more passive, where the teacher is the main source of information, is considered less effective in developing students' social skills, critical thinking, and problem solving abilities. Education is the key to an individual's success. Therefore, we as educators must be able to develop ourselves as whole individuals, as members of society and citizens of the nation. In other words, being able to know ourselves, the surrounding community, and our nation. This introduction process requires the development of cognitive, affective abilities, including imagination and inspiration (Hamid Hasan, 1993: 128). The results of this study indicate that the implementation of the collaborative learning model can significantly increase student literacy, collaborative students have higher literacy, collaboration needs to be applied among students and students in schools. These collaborative learning methods further motivate or encourage students to be active and interactive and work together in completing academic tasks in class. Thus, collaborative learning is fundamentally different from the conventional-traditional approach that has been carried out so far, which is more direct-transfer or one-way transmission model. The conclusion is that learning model research can be used as an alternative to improve literacy. In this case, students become the only source of knowledge or skills. Collaborative learning views the learning process more as learner-centered and not teacher-centered.
PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING) DALAM PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMP NEGERI 9 SATAP WERA Adawiyah, Rabiatun; Ahmadin; Ferdiansyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.27879

Abstract

Cooperative learning is an educational method that emphasizes cooperation among students to achieve common learning goals. This research aims to explore the application of cooperative learning in teaching Islamic Religious Education at SMP Negeri 9 Satap Wera. The method used was descriptive qualitative approach, with data collection through interviews and observations of teachers and students. The results showed that the application of cooperative learning is very effective in increasing students' participation, improving material understanding, and developing social skills. Students felt more confident and active in discussions, while teachers noted an increase in classroom interaction. The implication of this study shows that cooperative learning can be a useful strategy in education, especially in subjects that require social interaction. This research also provides novelty by filling a gap in the literature regarding the application of cooperative learning in the context of Islamic Religious Education, as well as highlighting the challenges faced by teachers in its implementation.
Deskripsi Pemahaman Peserta Didik dalam Profil Pelajar Pancasila pada Dimensi Bergotong Royong Hasanah, Nur; Enteding, Almustari; Ilham, M Jayadin; Ahmadin; Tahengo, Spentri
Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2023): Linear : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53090/jlinear.v7i2.584

Abstract

Peneliti mendapati bahwa ada beberapa peserta didik yang belum memahami profil pelajar pancasila yang diterapkan. Oleh karena itu, melalui penerapan profil pelajar pancasila pada peserta didik, peserta didik akan mampu memahami, menghayati dan melaksanakan nilai pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi pemahaman peserta didik pada dimensi bergotong royong dalam profil pelajar pancasila. Penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 3 Luwuk. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dimensi bergotong royong dalam profil pelajar pancasila sudah diterapkan, peserta didik mampu menyelaraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan bersama di lingkungan sekolah serta memberi semangat kepada teman lain untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama, tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan sekolah serta mengupayakan hal yang dianggap penting dan berharga kepada temannya di lingkungan sekolah yang membutuhkan bantuan. Dapat disimpulkan bahwa peserta didik dapat memahami dan menerapkan profil pelajar pancasila pada dimensi bergotong royong di SMP Negeri 3 Luwuk. Nilai karakter gotong-royong sangat  penting dimiliki oleh peserta didik  karena peserta didik yang tidak memiliki pengalaman berpartisipasi dalam kegiatan gotong-royong  akan berdampak kurang baik terhadap perilaku di lingkungan sosialnya.