Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Penggunaan APD dan Lama Kerja dengan Keluhan Pernapasan pada Pekerja Pabrik Hanger di Kersanagara Kota Tasikmalaya Amaliya Nurma Latifah; Najwa Septi Adwitiya; Tyara Pratama Yuniar; Annora Yaspisa Lie; Hasna Haifa Aminudin; Neni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7447

Abstract

Perkembangan sektor industri meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada pekerja akibat paparan debu dan partikel berbahaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara penggunaan alat pelindung diri (APD) dan lama kerja dengan keluhan pernapasan pada pekerja pabrik hanger. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi sekaligus sampel adalah seluruh pekerja pabrik hanger berjumlah 31 orang menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test (α = 0,05). Hasil menunjukkan 77,42% pekerja mengalami keluhan pernapasan. Tidak terdapat hubungan bermakna antara masa kerja (p=0,413), jam kerja (p=1,000), penggunaan masker (p=0,187), dan jenis masker (p=0,156) dengan keluhan pernapasan. Keluhan tertinggi ditemukan pada pekerja yang tidak pernah menggunakan masker (100%). Disimpulkan bahwa keluhan pernapasan dipengaruhi tidak hanya oleh penggunaan APD dan lama kerja, tetapi juga oleh faktor lain seperti kondisi ventilasi dan cara pemakaian masker yang tidak tepat. Penguatan program K3 dan edukasi penggunaan APD yang benar sangat direkomendasikan. 
Hubungan Posisi dan Lama Kerja dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) pada Pedangan Kaki Lima (PKL) di Alun-alun Dadaha Kota Tasikmalaya Tahun 2026 Rif’an Haqqi Fakhrulloh; Selma Mawa Lugina; Raisa Mutia Ghaida; Asma Nadia Ramadanti; Lafida Nisa Fauziah; Neni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7450

Abstract

Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan kondisi nyeri yang dirasakan pada area punggung bagian bawah yang sering dikaitkan dengan aktivitas kerja, terutama pada posisi kerja yang tidak ergonomi. LBP juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang meliputi faktor individu, pekerjaan, dan lingkungan. LBP paling umum dirasakan oleh pedagang, termasuk pedagang kaki lima yang seringkali bekerja dalam waktu lama dengan posisi yang tidak ergonomis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik menggunakan desain cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan lama kerja dan posisi kerja dengan kejadian low back pain (LBP) pada pedagang kaki lima di Alun-Alun Dadaha Kota Tasikmalaya, dengan sampel melibatkan 80 responden pedagang kaki lima di lokasi penelitian dan mendapatkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa 62,5% responden bekerja lebih dari 4 jam sehari dan 52,5% memiliki posisi kerja yang tidak ergonomis. Sebanyak 52,5% dari total responden mengalami keluhan LBP. Berdasarkan analisis, lama kerja lebih dari 4 jam meningkatkan risiko LBP sebesar 7,69 kali lipat, sementara posisi kerja yang tidak ergonomis meningkatkan risiko LBP sebesar 2,78 kali lipat dibandingkan posisi yang ergonomis. Terdapat hubungan yang signifikan antara lama kerja dan posisi kerja dengan kejadian Low Back Pain. Pedagang kaki lima disarankan untuk lebih memperhatikan ergonomi saat bekerja dan mengatur durasi kerja guna mengurangi risiko nyeri punggung bawah.
FAKTOR LAMA JAM KERJA, PERILAKU KERJA, PENGGUNAAN APD DAN STATUS MEROKOK YANG BERHUBUNGAN DENGAN RISIKO ISPA PADA PEKERJA RUMAH POTONG AYAM ALFARAZ Irna Helena Siahaan; Diana Rahma Dayanti; Rindi Garni Jaya; Felisha Aprilia Nur Faridah; Syalsa Isna Nurseha; Neni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7513

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah gangguan kesehatan yang paling banyak ditemui pada pekerja di industri perunggasan. Pekerja Rumah Potong Ayam (RPA) terpapar berbagai agen biologis dan kimia seperti debu bulu, ammonia, dan partikel organik setiap harinya, sehingga berisiko tinggi mengalami gangguan pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama jam kerja, perilaku kerja, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, dan status merokok dengan kejadian ISPA pada pekerja RPA Alfaraz Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan total sampel 52 pekerja RPA Alfaraz yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan observasi langsung. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact Test. Dari empat variabel yang diteliti, penggunaan masker (p = 0,001) dan perilaku kerja (p = 0,01) menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian ISPA. Sebaliknya, lama jam kerja (p = 0,159) dan status merokok (p = 0,82) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Penggunaan masker dan perilaku kerja terbukti berhubungan dengan risiko ISPA pada pekerja RPA Alfaraz.