Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Penggunaan APD dan Lama Kerja dengan Keluhan Pernapasan pada Pekerja Pabrik Hanger di Kersanagara Kota Tasikmalaya Amaliya Nurma Latifah; Najwa Septi Adwitiya; Tyara Pratama Yuniar; Annora Yaspisa Lie; Hasna Haifa Aminudin; Neni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7447

Abstract

Perkembangan sektor industri meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada pekerja akibat paparan debu dan partikel berbahaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara penggunaan alat pelindung diri (APD) dan lama kerja dengan keluhan pernapasan pada pekerja pabrik hanger. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi sekaligus sampel adalah seluruh pekerja pabrik hanger berjumlah 31 orang menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test (α = 0,05). Hasil menunjukkan 77,42% pekerja mengalami keluhan pernapasan. Tidak terdapat hubungan bermakna antara masa kerja (p=0,413), jam kerja (p=1,000), penggunaan masker (p=0,187), dan jenis masker (p=0,156) dengan keluhan pernapasan. Keluhan tertinggi ditemukan pada pekerja yang tidak pernah menggunakan masker (100%). Disimpulkan bahwa keluhan pernapasan dipengaruhi tidak hanya oleh penggunaan APD dan lama kerja, tetapi juga oleh faktor lain seperti kondisi ventilasi dan cara pemakaian masker yang tidak tepat. Penguatan program K3 dan edukasi penggunaan APD yang benar sangat direkomendasikan. 
Hubungan Posisi dan Lama Kerja dengan Kejadian Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) pada Pedangan Kaki Lima (PKL) di Alun-alun Dadaha Kota Tasikmalaya Tahun 2026 Rif’an Haqqi Fakhrulloh; Selma Mawa Lugina; Raisa Mutia Ghaida; Asma Nadia Ramadanti; Lafida Nisa Fauziah; Neni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7450

Abstract

Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan kondisi nyeri yang dirasakan pada area punggung bagian bawah yang sering dikaitkan dengan aktivitas kerja, terutama pada posisi kerja yang tidak ergonomi. LBP juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain yang meliputi faktor individu, pekerjaan, dan lingkungan. LBP paling umum dirasakan oleh pedagang, termasuk pedagang kaki lima yang seringkali bekerja dalam waktu lama dengan posisi yang tidak ergonomis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik menggunakan desain cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan lama kerja dan posisi kerja dengan kejadian low back pain (LBP) pada pedagang kaki lima di Alun-Alun Dadaha Kota Tasikmalaya, dengan sampel melibatkan 80 responden pedagang kaki lima di lokasi penelitian dan mendapatkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa 62,5% responden bekerja lebih dari 4 jam sehari dan 52,5% memiliki posisi kerja yang tidak ergonomis. Sebanyak 52,5% dari total responden mengalami keluhan LBP. Berdasarkan analisis, lama kerja lebih dari 4 jam meningkatkan risiko LBP sebesar 7,69 kali lipat, sementara posisi kerja yang tidak ergonomis meningkatkan risiko LBP sebesar 2,78 kali lipat dibandingkan posisi yang ergonomis. Terdapat hubungan yang signifikan antara lama kerja dan posisi kerja dengan kejadian Low Back Pain. Pedagang kaki lima disarankan untuk lebih memperhatikan ergonomi saat bekerja dan mengatur durasi kerja guna mengurangi risiko nyeri punggung bawah.
FAKTOR LAMA JAM KERJA, PERILAKU KERJA, PENGGUNAAN APD DAN STATUS MEROKOK YANG BERHUBUNGAN DENGAN RISIKO ISPA PADA PEKERJA RUMAH POTONG AYAM ALFARAZ Irna Helena Siahaan; Diana Rahma Dayanti; Rindi Garni Jaya; Felisha Aprilia Nur Faridah; Syalsa Isna Nurseha; Neni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7513

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah gangguan kesehatan yang paling banyak ditemui pada pekerja di industri perunggasan. Pekerja Rumah Potong Ayam (RPA) terpapar berbagai agen biologis dan kimia seperti debu bulu, ammonia, dan partikel organik setiap harinya, sehingga berisiko tinggi mengalami gangguan pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama jam kerja, perilaku kerja, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, dan status merokok dengan kejadian ISPA pada pekerja RPA Alfaraz Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan total sampel 52 pekerja RPA Alfaraz yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan observasi langsung. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact Test. Dari empat variabel yang diteliti, penggunaan masker (p = 0,001) dan perilaku kerja (p = 0,01) menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian ISPA. Sebaliknya, lama jam kerja (p = 0,159) dan status merokok (p = 0,82) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Penggunaan masker dan perilaku kerja terbukti berhubungan dengan risiko ISPA pada pekerja RPA Alfaraz.
Islamic Religious Education Teachers as Character-Mentoring Agents: Strengthening Early-Adolescent Self-Control in an Indonesian Public Junior Secondary School PutriHidayah, Mega; Neni
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 17 No 3 (2026): Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/atjpi.v17i3.30620

Abstract

This qualitative descriptive case study examines how Islamic Religious Education (IRE) teachers strengthen self-control among seventh-grade students at State Junior Secondary School 19 Merangin, Jambi, Indonesia. Data were generated through classroom observation, semi-structured interviews, and documentation involving the school principal, the IRE teacher of Class VII C, and seventh-grade students. The findings show that student self-control was moderate and uneven: some students displayed politeness, prayer habits, orderly participation in religious activities, and peer reminders, whereas others showed impulsive speech, limited concentration, classroom joking, emotional reactivity, and difficulty completing tasks. IRE teachers supported self-control through four interconnected roles: religious habituation, moral role modeling, personal guidance, and contextual integration of Islamic values into daily learning. The process was enabled by teacher-parent collaboration, homeroom support, school religious routines, and a respectful school culture, but constrained by limited parental supervision, peer provocation, excessive mobile-device use, unconducive classroom situations, and early-adolescent emotional instability. The study contributes a school-based IRE character-mentoring model that links spiritual habituation, relational pedagogy, and collaborative guidance for sustainable self-regulation development.
PENANAMAN NILAI-NILAI AKHLAK DALAM MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 26 SAROLANGUN Sodri, Ahmad; Neni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.50449

Abstract

This research is based on the importance of character formation in students amidst the increasingly complex development of the times, thus requiring the active role of teachers in instilling moral values through the learning process. This study aims to describe the installation of moral values in Islamic Religious Education material for eighth-grade students at SMP Negeri 26 Sarolangun. This research uses a qualitative approach with a descriptive research type. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. The subjects of the research include Islamic Religious Education teachers and eighth-grade students. The research results show that the installation of moral values in Islamic Religious Education material is carried out through several strategies, namely PAI learning, advice, question and answer, assignment giving, reinforcement and reprimand, and exemplary stories. The moral values instilled include honesty, discipline, responsibility, politeness, and mutual respect. Supporting factors in instilling moral values include; a curriculum that incorporates character education, cooperation between teachers and the school, the use of engaging teaching methods, and school programs based on religious principles. Meanwhile, the inhibiting factors are the lack of awareness among some students and the influence of the external environment. In conclusion, the instillation of moral values in the Islamic Religious Education curriculum for the eighth grade at SMP Negeri 26 Sarolangun has been carried out quite well through various teaching strategies, although there are still some obstacles that need to be addressed.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENERAPKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS VIII DI SMPN 11 TANJUNG JABUNG TIMUR Alif Subhan, Muhammad; Neni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.58507

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) instruction still faces various challenges, including the predominance of the lecture method, low student engagement in the learning process, and the suboptimal application of the contextual approach, all of which result in students’ limited understanding of the material being taught. This study aims to describe the strategies used by Islamic Religious Education teachers in applying the contextual approach, identify the factors supporting and hindering its implementation, and analyze the solutions implemented to improve the understanding of eighth-grade students at SMPN 11 Tanjung Jabung Timur. This study employed a descriptive qualitative approach, with research subjects including Islamic Religious Education teachers, the school principal, teachers of related subjects, and eighth-grade students. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that teachers have implemented the contextual approach through seven main components: constructivism, inquiry, questioning, learning community, modeling, reflection, and authentic assessment. The implementation of these strategies is supported by the principal’s commitment, structured religious education programs, the sociocultural characteristics of the school environment, and increased student motivation to learn. The challenges faced included limited access to technology, heterogeneity in students’ prior knowledge, limited time allocated for learning, and a lack of family support. Solutions implemented included the use of offline learning materials, the implementation of peer tutoring, the reinforcement of reflection through portfolios, and the development of religious parenting programs to support more meaningful learning