Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Efektivitas dan Perbandingan Pengukuran Bidang Tanah Menggunakan Metode RTK-NTRIP dengan Metode RTK-Statik (Studi Kasus Kota Batam pada Tahun 2025) Bangun, Brema Handika; Susilo, Yunus
EL-JUGHRAFIYAH Vol 5, No 2 (2025): El-Jughrafiyah : August, 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v5i2.37990

Abstract

Pengukuran bidang tanah yang akurat sangat penting dalam mendukung administrasi pertanahan, perencanaan tata ruang, serta pembangunan infrastruktur. Seiring perkembangan teknologi, metode Real-time Kinematic (RTK) telah banyak digunakan dalam survei pengukuran tanah, khususnya RTK-NTRIP dan RTK-Statik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas kedua metode tersebut dalam hal akurasi, efisiensi waktu, serta keandalan hasil pengukuran di wilayah Kota Batam. Metode penelitian yang digunakan mencakup pengumpulan data primer melalui pengukuran langsung di lapangan menggunakan perangkat GNSS, serta analisis akurasi menggunakan perhitungan Root Mean Square Error (RMSE), Circular Error 90% (CE90), dan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RTK-NTRIP lebih unggul dari segi efisiensi waktu, sedangkan RTK-Statik memberikan akurasi yang lebih tinggi. Nilai CE90 sebesar 0.263 meter dan RMSE sebesar 0.173 meter menunjukkan bahwa hasil pengukuran memenuhi standar akurasi horizontal ≤ 0.5 meter. Uji statistik juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara hasil pengukuran dengan referensi orthofoto. Kesimpulannya, kedua metode dapat digunakan secara efektif dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan tujuan pengukuran.
Perencanaan Drainase di Wilayah Permukiman untuk Penyelesaian Masalah Banjir Apriliani, Rizki Astri; Asid, Nurul Jannah; Susilo, Yunus; Alina, Aldea Noor; Nurcahyo, Ardi
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.4108

Abstract

ABSTRACTUrban population density is increasing, causing significan problems. Population growth has an impact on demand for land and reduced water catchment areas. RW 08, which is in Wonorejo Village, Surabaya City, is developing into a dense residential area. Nearly all of the built-up settlements are buildings and leave no space for open land as absorption areas. Apart from these conditions, the construction carried out by the community does not follow the rules for a minimum distance of 0.5m between the yard fence and the outer edge of the channel. Not all houses have drainage channels because the development of the RW 08 area is not a well-organized housing complex, so awareness of the drainage channels for each house is different. The current condition of the drainage channels is also experiencing sedimentation and some have been damaged and require repair. The different dimensions of the channels also make the drainage flow into the river not smooth. Based on these problems, it is necessary to make efforts to prevent the recurrence of flooding with good drainage planning. The drainage planning stages consist of surveying existing drainage conditions as primary data, calculating and modeling rainfall data based on secondary data, hydrological analysis, and finally hydraulic analysis which will later be used in technical planning of drainage channels and dimensions. Keywords: Settlements, Drainage, Hydrology, Hydraulics ABSTRAKKepadatan masyarakat perkotaan semakin meningkat, mengakibatkan kesulitan yang signifikan. Pertambahan penduduk berdampak pada permintaan akan lahan dan berkurangnya daerah resapan air. RW 08 yang berada di Kelurahan Wonorejo Kota Surabaya berkembang menjadi kawasan pemukiman yang pesat. Pemukiman yang terbangun hampir keseluruhan berupa bangunan dan tidak menyisakan ruang untuk lahan terbuka sebagai area resapan. Selain kondisi tersebut, pembangunan yang dilakukan masyarakat tidak mengikuti aturan jarak pagar pekarangan dengan tepi luar saluran minimal 0,5m. Tidak semua rumah memiliki saluran drainase dikarenakan perkembangan wilayah RW 08 bukan merupakan perumahan yang terorganisir dengan baik, sehingga kesadaran akan membuat saluran drainase dari setiap rumah berbeda beda. Kondisi saluran drainase yang ada pada saat ini  juga ada yang mengalamii sedimentasi dan beberapa telah mengalami kerusakan sehingga memerlukan perbaikan. Dimensi dari saluran yang berbeda juga membuat tidak lancarnya aliran drainase menuju sungai. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu adanya upaya yang mampu mencegah terjadinya pengulangan banjir dengan perencanaan drainase yang baik. Tahapan perencanaan drainase terdiri dari survei kondisi drainase eksisting sebagai data primer, perhitungan dan pemodelan data curah hujan berdasarkan data sekunder, analisa hidrologi, dan yang terakhir adalah analisa hidrolika yang nantinya akan digunakan dalam teknis perencanaan saluran dan dimensi drainase. Kata Kunci: Permukiman, Drainase, Hidrologi, Hidrolika
Pemetaan Detil Situasi dengan Gnss Rtk untuk Penyelesaian Permasalahan Banjir Wilayah Permukiman Apriliani, Rizki Astri; Susilo, Yunus; Alina, Aldea Noor; Santosa, Rudy; Lauranda, M. Rendy
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.4252

Abstract

ABSTRACTUrban population density is increasing. Population growth has an impact on demand for land and a reduction in water catchment areas which are usually green conservation areas and are not allowed to become residential areas. RW 08, located in Wonorejo Village, Surabaya City, is developing into a rapid residential area. This condition reduces space for water absorption, causing flooding in the rainy season. The basic problem faced by RW 8, Wonorejo Village, is that it does not yet have a topographic map that describes it in detail to determine the height and low of the road surface. The next problem is the difficulty of implementing the Basic Building Coefficient (KDB) which requires at least 50% of the land to be built. Starting from the problems that exist in the RW 08 area, efforts are needed to prevent flooding from recurring. The first attempt to resolve the flooding problem was carried out by mapping the situation of the RW 08 area to produce a situation map of the land location with contour elevation information which will later be used as a reference for drainage planning in RW 08. Mapping the situation was carried out by delineating land boundaries by drawing on a work map and surveying straight to the field. After that, elevation mapping was carried out by measuring contours using GNSS using the Real Time Kinematic method. Keywords: Settlements, Flood, Topography, GNSS ABSTRAKKepadatan masyarakat perkotaan semakin meningkat. Pertambahan penduduk berdampak pada permintaan akan lahan dan berkurangnya daerah resapan air yang biasanya merupakan kawasan konservasi hijau dan tidak diperkenankan menjadi area pemukiman. RW 08 yang berada di Kelurahan Wonorejo Kota Surabaya berkembang menjadi area tempat tinggal yang pesat.  Kondisi ini mengurangi ruang untuk resapan air, menyebabkan banjir pada musim penghujan. Masalah mendasar yang dihadapi RW 8 Kelurahan Wonorejo belum mempunyai peta topografi yang menggambarkan secara detail guna mengetahui tinggi rendahnya permukaan jalan. Permasalahan selanjutnya yakni kesulitan untuk menerapkan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) yang mengharuskan setidaknya 50% tanah di bangun. Berangkat dari permasalahan yang ada di wilayah RW 08, maka perlu adanya upaya yang mampu mencegah terjadinya pengulangan banjir. Upaya penyelesaian masalah banjir yang pertama kali dilakukandengan melakukan pemetaan situasi kawasan RW 08 untuk menghasilkan peta situasi lokasi lahan dengan keterangan elevasi kontur yang nantinya akan digunakan sebagai acuan perencanaan drainase di RW 08. Pemetaan situasi dilakukan dengan delineasi batas lahan dengan penggambaran pada peta kerja dan peninjauan langsung ke lapangan. Setelahnya pemetaan elevasi dilakukan dengan melakukan pengukuran kontur menggunakan GNSS dengan metode Real Time Kinematic (RTK).Kata Kunci: Permukiman, Banjir, Topografi, GNSS
Odor Profiling of Blood Shells Using TGS Gas Sensor and PCA-SVM Analysis Astuti, Suryani Dyah; Funabiki, Nobuo; Soelistiono, Soegianto; Winarno; Arifianto, Deny; Ramadhani, Nadia Nur; Permatasari, Perwira Annissa Dyah; Yaqubi, Ahmad Khalil; Susilo, Yunus; Syahrom, Ardiyansyah
Emerging Science Journal Vol. 9 No. 5 (2025): October
Publisher : Ital Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/ESJ-2025-09-05-017

Abstract

Blood cockles (Andara granulosa) are among the most popular animal protein sources due to their rich nutritional content and high economic value. The storage period and temperature are two critical factors that significantly influence the freshness of blood cockles. One key indicator of blood cockle quality is the odor they emit. An unpleasant or inappropriate odor can indicate contamination or a decline in quality, posing potential food safety risks. However, conventional methods of odor quality testing are often subjective, require specialized skills, and may not always be reliable. To address the limitations of human olfaction, advancements in gas sensor technology, specifically gas array sensors (also known as the electronic nose), have been developed. This research aims to profile the freshness of blood cockles by identifying their odor under different storage conditions using electronic nose technology. The study used fresh blood cockle meat, which was stored under varying temperature conditions: at room temperature, in a cooler, and in a freezer. The storage periods for the samples were 1, 2, 3, 4, and 5 days. The samples were placed in sealed bottles and tested using a gas array sensor. The data collected from this process were in the form of voltage readings, which were analyzed using machine learning techniques, specifically Principal Component Analysis (PCA). The data were then classified using a Support Vector Machine (SVM) model. The study results showed that the gas array sensor successfully classified the odor profiles, with PCA explaining 93.83% of the variance in the data. The SVM model achieved an accuracy of 89.66% for PCA-reduced data and 91.44% for non-PCA data.
Pemberdayaan Tenaga Kesehatan Melalui Pelatihan Physiolaser untuk Meningkatkan Pelayanan di Puskesmas Polanharjo Klaten Jawa Tengah Astuti, Suryani Dyah; Suhariningsih; Winarno; Khusnul Ain; Susilo, Yunus; Alma, Ahmad Faizin; Rohman, Muchammad Nurur; Arifianto, Deny; Luthfiyah, Sari; Abror, Ghulam Muhammad
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.12733

Abstract

Mutu Permasalahan kesehatan terkait nyeri muskuloskeletal, seperti nyeri sendi, otot, dan nyeri punggung bawah, masih menjadi tantangan signifikan yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat, khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Menyadari urgensi tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan fisioterapi melalui pemberdayaan tenaga kesehatan di Puskesmas Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membekali tenaga kesehatan dengan pengetahuan dan keterampilan mutakhir dalam penggunaan inovasi teknologi Physiolaser, guna mengoptimalkan terapi nyeri dan meningkatkan efektivitas layanan fisioterapi yang diberikan kepada pasien. Metodologi yang diterapkan dalam program ini bersifat komprehensif dan sistematis, mencakup tahapan sosialisasi, pelatihan intensif, penerapan langsung teknologi, pendampingan, serta evaluasi berkelanjutan. Partisipasi aktif dari Puskesmas Polanharjo sebagai mitra kunci sangat krusial dalam menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Hasil evaluasi, yang dilakukan melalui pre-test dan post-test, menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan yang signifikan pada peserta setelah mengikuti pelatihan. Lebih lanjut, survei kepuasan peserta mengindikasikan tingkat kepuasan yang sangat tinggi, mencapai 99,3%, menegaskan bahwa program ini relevan dan memberikan manfaat substansial sesuai kebutuhan mereka. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil menunjukkan bahwa adopsi teknologi Physiolaser mampu secara signifikan meningkatkan kapabilitas pelayanan fisioterapi di Puskesmas Polanharjo. Capaian ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan, tetapi juga memberikan dampak positif yang nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang lebih baik dan inovatif. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model inspiratif bagi pengembangan pelayanan kesehatan serupa di wilayah lain, dengan rekomendasi untuk melaksanakan pelatihan dan evaluasi berkala guna menjamin keberlanjutan dan optimalisasi penggunaan teknologi Physiolaser di masa mendatang.