Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pelaku Tindak Pidana Penganiyaan Bustomi
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 6 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah sosial merupakan suatu gejala sosial yang mempunyai banyak aspek dan banyak dimensi. Oleh sebab itu, usaha untuk memahami gejala tersebut semestinya dibekali oleh suatu pengertian akan adanya kompleksitas dari objek yang akan dipelajari. Lebih lanjut dapat dipahami, apabila suatu kejahatan tindak pidana penganiyaan disebabkan banyak faktor pendorong seperti kesalah pahaman, cemburu sosial dan lainnya, yang demikian bisa menyebabkan persoalan hukum yang harus diproses dan menuntut perlakuan secara objektivitas dalam menanganinya. Indonesia berdasarkan negara hukum menurut amanat Undang-Undang Nomor 1 ayat 3 “Negara Hukum” sehingga dalam prinsip hukum semua sama dihadapan hukum equality before the law tanpa membeda-bedakan satu dengan lain, jika terbukti melakukan kriminalitas proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Tindak pidana penganiayaan tertulis dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 351 tentang penganiayaan yang bisa menyebabkan orang rasa sakit, dan luka
Urgensi Kriminalisasi Perundungan (Bullying) Di Sekolah Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak: The Urgency of Criminalizing Bullying in Schools in the Juvenile Criminal Justice System Hendrikus Haipon; Bustomi; Anna Veronica Pont; Mohamad Fadli Dg Patompo; Stelvia W. Noya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9566

Abstract

Kasus perundungan di lingkungan sekolah menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir dan memunculkan konsekuensi serius bagi perkembangan fisik maupun psikologis anak. Meskipun Indonesia telah memiliki regulasi yang mengatur perlindungan anak, seperti UU Perlindungan Anak dan UU Sistem Peradilan Pidana Anak, perundungan belum diatur secara eksplisit sebagai tindak pidana yang berdiri sendiri. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian hukum, terutama ketika aparat penegak hukum harus menafsirkan tindakan perundungan melalui pasal-pasal kekerasan umum yang tidak sepenuhnya menggambarkan sifat perundungan yang berulang, terstruktur, dan melibatkan ketimpangan relasi kuasa. Artikel ini mengkaji urgensi kriminalisasi perundungan sebagai upaya preventif dan represif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta menjamin perlindungan maksimal bagi anak, baik sebagai korban maupun pelaku. Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan analisis kualitatif, penelitian ini menelaah kekosongan norma dalam peraturan yang ada, dampaknya terhadap penanganan kasus, serta kebutuhan pembaruan kebijakan hukum yang lebih responsif terhadap dinamika sosial di sekolah. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kriminalisasi perundungan secara jelas dalam sistem peradilan pidana anak diperlukan untuk memberikan kepastian hukum, mendorong penanganan yang lebih terukur, serta memastikan penerapan keadilan restoratif yang tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU MALADAPTIF PADA SISWA Tisna Yanti; Bustomi; Sri Redjeki; Yunita; Siti Mulyani; Bunga Rania Eka Putri; Ali Imron; Siti Salwa Azzahro
Jurnal Ilmiah Wijaya Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Wijaya
Publisher : Wijaya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46508/jiw.v17i2.269

Abstract

Perilaku maladaptif pada remaja adalah ketidakmampuan remaja dalam menyesuaikan diri terhadap aturan yang berlaku di lingkungan sosial seperti membolos, tawuran, dan sulit diatur. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan optimalisasi dukungan keluarga dengan perilaku maladaptif pada siswa. Metode yang digunakan desain deskriptif korelasi dengan dengan metode cross sectional, besar sampel 291responden dipilih secara simple random sampling. Pengambilan data 2 minggu dengan google formulir. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s Rank. Dukungan Keluarga ‘Baik’ memiliki Perilaku Maladaptif ‘Negatif’ sebanyak 52.2%. Kesulitan keluarga memberikan dukungan adalah remaja sulit menjalin komunikasi terbuka terhadap keluarga. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan dengan optimalisasi dukungan keluarga dengan perilaku maladaptif pada siswa (ρ value 0.993). Remaja hendaknya lebih terbuka terhadap masalah yang sedang dialami untuk melaksanakan dukungan keluarga yang lebih optimal.