Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN PEMERAHAN DENGAN KEJADIAN MASTITIS SUBKLINIS DAN KERUSAKAN SUSU DI KECAMATAN CILONGOK DAN KECAMATAN PEKUNCEN Lamis, Nada Hayfa; Subagyo, Yusuf; Ifani, Merryafinola
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 2 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.894 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manajemen pemerahan dengan kejadian mastitis subklinis dan kerusakan susu pada peternakan sapi perah di Kecamatan Cilongok dan Kecamatan Pekuncen, serta membandingkan manajemen pemerahan antar kecamatan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu susu segar sapi perah, kemudian jumlah sampel susu segar yang dibutuhkan berdasarkan rumus slovin, sehingga sampel yang diambil sebanyak 21 peternak di Kecamatan Cilongok, dan 26 peternak di Kecamatan Pekuncen. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data primer berupa hasil uji California Mastitis Test (CMT) untuk mendeteksi mastitis subklinis dan uji alkohol untuk mendeteksi kerusakan susu, serta data sekunder melalui wawancara dengan peternak menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen pemerahan dengan kejadian mastitis subklinis di kedua kecamatan. Semakin baik manajemen pemerahan, maka semakin rendah kejadian mastitis subklinis. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen pemerahan dengan kerusakan susu di kedua kecamatan. Manajemen pemerahan berdasarkan uji T menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada kejadian mastitis subklinis dan kerusakan susu antara Kecamatan Cilongok dan Kecamatan Pekuncen. Dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen pemerahan yang baik sangat penting untuk menurunkan kejadian mastitis subklinis, meskipun belum berpengaruh langsung terhadap kualitas akhir susu berdasarkan uji alkohol. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengembangan strategi manajemen pemerahan yang lebih baik bagi peternak.
PENGARUH CELUP PUTING (TEAT DIPPING) IODIN 1% TERHADAP UJI REDUKTASE DAN PH SUSU SEGAR DI KECAMATAN PEKUNCEN, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH Rokhmah, Nurul; Subagyo, Yusuf; ifani, merryafinola
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 1 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Celup Puting (Teat Dipping) Iodin 1% Terhadap Reduktase dan Ph Susu Segar Di Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan atau membandingkan hasil susu segar dari sapi yang terkena mastitis pada sebelum dan setelah dilakukannya celup puting selama 7 hari. Penelitian ini dilaksanakan pada 9 Desember sampai dengan 23 Desember 2024, dengan pengambilan sampel susu sapi yang terkena mastitis dari peternak sapi perah di Kecamatan Pekuncen. Materi penelitian ini adalah susu segar pada sapi perah sebelum dan sesudah diberi perlakuan celup puting iodin 1%, kemudian susu dibawa ke Laboratorium Ternak Perah Fakultas Peternakan Unsoed untuk dilakukan pengujian. Penelitian dilakukan secara survei, kemudian jumlah sampel susu segar ditentukan berdasarkan rumus slovin, sehingga jumlah sampel yang diambil adalah susu segar yang berasal dari 26 sapi yang terindikasi mastitis subklinis. Susu segar pada sebelum dan sesudah dilakukan celup puting akan diuji menggunakan uji pH dan reduktase. Data yang terkumpul kemudian dilakukan uji t. Rataan hasil penelitian susu segar pada sebelum dan sesudah celup puting iodin 1% adalah sebagai berikut: a. pH 6,79 dan 6,73 b. reduktase 2,5 dan 3,9. Hasil analisis uji t menunjukan bahwa pH susu segar sebelum dan sesudah celup puting adalah tidak signifikan (P>0,05), sedangkan pada uji reduktase menunjukkan hasil yang signifikan (P<0,05). Dapat disimpulkan bahwa celup puting iodin 1% dapat menurunkan pH dan memperpanjang waktu reduktase, meskipun susu segar tersebut masih dalam kedaan normal sesuai dengan SNI 2011