Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “T” Umur 39 Tahun di TPMB Eny Nuryanti Siswati; Heni Hirawati Pranoto
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The MMR in Temanggung Regency in 2021 has increased compared to 2020. In 2020 it was 95.83 per 100,000 KH (10 cases) and in 2021 it was 174.38 per 100,000 KH (17 cases). The highest cause of death occurs when a mother gives birth due to heart disease, followed by the second highest cause, namely preeclampsia. As for other causes of maternal death, in 2021, most MMR is caused by heart disease, pre-eclampsia/eclampsia, bleeding, infection, anemia and Covid-19. The Infant Mortality Rate (IMR) in Temanggung Regency in 2022 has increased from in 2021. In 2021 the infant mortality rate was 12.72 and in 2022 it was 13.23 per 1,000 KH (123 cases), with the main causes being asphyxia, LBW and also congenital abnormalities. This requires more attention from the Health Service and Temanggung Regency Government in efforts to reduce the Infant Mortality Rate (Temanggung Health Service, 2023). The method in this research is descriptive in the form of a case study, namely examining a problem through a case consisting of a single unit. The single unit in question can contain 1 person, a group of residents affected by a problem. The author carried out monitoring of pregnant women 3 times in the third trimester. The monitoring results obtained were complaints in the third trimester in the form of back pain which was physiological. Delivery by caesarean section at Gunung Sawo Hospital on January 14 2024 at 07.15 WIB, female. The author carried out KF 2 to KF 4 care well without any problems. The mother used MOW birth control and found no problems. Care has been provided comprehensively and there is no gap between theory and cases in Mrs. T and By. Mrs. T at TPMB Eny Nuryanti.   Abstrak AKI di Kabupaten Temanggung pada tahun 2021 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020. Tahun 2020 sebanyak 95,83 per 100.000 KH (10 kasus) dan tahun 2021 menjadi  174,38 per 100.000 KH (17 kasus). Penyebab kematian tertinggi terjadi pada saat ibu bersalin disebabkan karena penyakit jantung dan diikuti penyebab tertinggi kedua yaitu preeklamsia. Adapun penyebab kematian ibu lainnya yaitu pada Tahun 2021 paling banyak AKI di sebabkan oleh penyakit jantung, pre-eklampsi/eklampsi, perdarahan, infeksi, anemia, dan Covid-19.. Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Temanggung Tahun 2022 megalami peningkatan dari tahun 2021. Tahun 2021 Angka Kematian Bayi  sebesar 12,72 dan tahun 2022 sebesar 13,23  per 1.000 KH (123 kasus), dengan penyebab utamanya adalah asfiksia, BBLR dan juga kelainan kongenital. Hal ini membutuhkan perhatian lebih dari Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam upaya penurunan Angka Kematian Bayi (Dinas Kesehatan Temanggung, 2023). Metode dalm penelitian ini diskriptif  yang berupa studi penelaahan kasus  (case study) yaitu meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal yang dimaksud dapat berisi 1 orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah. Pemantauan ibu hamil dilakukan penulis sebanyak 3x di trimester III. Hasil pemantauan yang didapatkan adalah keluhan pada trimester III berupa nyeri punggung yang merupakan  hal fisiologis. Persalinan secara sectio caesaria di RS Gunung Sawo pada tanggal 14 Januari 2024 pukul 07.15 WIB, jenis kelamin perempuan. Asuhan KF 2 sampai  KF 4 penulis laksanakan dengan baik tanpa masalah. Ibu menggunakan KB MOW dan tidak ditemukan masalah. Asuhan telah diberikan secara komprehensif  dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus  pada Asuhan Komprehensif Ny. T dan By. Ny. T di TPMB Eny Nuryanti.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan MP ASI terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita di Dusun Gelangan Desa Tlogomulyo Siswati; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutrition is an important component in life. Fulfillment of nutrition does not only focus on the type and amount but must pay attention to the method, quantity, age of babies and toddlers. For babies aged 0-6 months, nutrition can be met with breast milk alone. However, after the age of 6 months, additional nutrition is needed in the form of complementary foods for breast milk (MP ASI), which are foods/drinks with balanced nutrition for toddlers aged 6-24 months. Providing MP-ASI is a gradual process of transitioning intake from breast milk to semi-solid family food in terms of type, quantity, frequency, texture and consistency according to the needs of toddlers. Providing correct MP-ASI affects the child's growth and development process and his intelligence. However, inappropriate MP-ASI will cause problems in children's nutritional status, one of which is malnutrition. A phenomenon that is still often encountered is the mother's lack of understanding in providing appropriate complementary foods. The problem of lack of maternal knowledge affects the growth and development of toddlers. Based on the problems that arise, community service activities are needed to overcome these problems. This activity began with a pre-test related to MP ASI which was attended by 10 mothers of stunted toddlers who then provided material about MP ASI and continued with an evaluation in the form of a post test. From this activity, the result was an increase in the knowledge of mothers of toddlers about MP ASI.   Abstrak Nutrisi merupakan salah satu komponen penting dalam kehidupan. Pemenuhan nutrisi tidak hanya berfokus pada jenis dan jumlahnya saja tetapi harus memperhatikan cara, kuantitas, umur bayi dan balita. Bagi bayi usia 0-6 bulan, nutrisi dapat dipenuhi dengan ASI saja. Namun, setelah usia 6 bulan dibutuhkan gizi tambahan berupa Makanan Pendamping ASI (MP ASI) yang merupakan makanan/ minuman dengan zat gizi seimbang bagi balita usia 6-24 bulan. Pemberian MP-ASI merupakan proses transisi asupan dari ASI menuju makanan keluarga semi padat secara bertahap baik jenis, jumlah, frekuensi, tekstur dan konsistensinya sesuai kebutuhan balita. Pemberian MP-ASI yang benar, berpengaruh pada proses tumbuh kembang anak dan kecerdasannya. Namun, MP-ASI yang tidak sesuai akan menimbulkan masalah dalam status gizi anak salah satunya masalah gizi kurang/ gizi buruk. Fenomena yang masih banyak ditemui adalah kurangnya pemahaman ibu dalam pemberian MP ASI yang tepat. Masalah kurangnya pengetahuan ibu ini mempengaruhi tumbuh kembang balita. Berdasarkan masalah yang muncul, maka diperlukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk mengatasi hal tersebut. Kegiatan ini diawali dengan pre test berkaitan dengan MP ASI yang diikuti oleh 10 ibu balita stunted kemudian memberikan materi tentang MP ASI dan dilanjutkan dengan evaluasi berupa post test. Dari kegiatan tersebut didapatkan hasil adanya peningkatan pengetahuan ibu balita tentang MP ASI.
Literature Review: Hubungan KB Suntik dengan Efek Samping KB Suntik Lestari, Latri; Septiana, Ayun Rizqi; Setyowati; Noviyanti, Harina; Siswati; Aneka TS, Rila; Sari, Kartika
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Central Statistics Agency (BPS) reported that as many as 53.61% of young women and their previously married partners were undergoing a family planning (KB) program in March 2023. Therefore, selecting an effective and appropriate type of contraception must go through a series of processes including counseling with a doctor. or the midwife who handles it. Openness of information between prospective acceptors and health workers, including information on general physical conditions, the presence of disorders or bodily abnormalities caused by certain diseases, will minimize the impact of contraceptive use. The aim of this study was to determine the side effects of administering hormonal contraception. This research uses a literature study research design, namely by conducting a study of previous research with the same title to obtain a comparison of the results of previous research. The conclusion is that hormonal injection contraception can cause side effects of weight gain, increase in BMI, menstrual disorders, and these side effects affect the anxiety of the acceptor.   Abstrak Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, sebanyak 53,61% pemuda perempuan dan pasangannya yang pernah kawin sedang menjalani program keluarga berencana (KB) pada Maret 2023. Oleh karena itu pemilihan jenis kontrasepsi yang efektif dan tepat haruslah melalui serangkaian proses diantaranya konseling dengan dokter atau bidan yang menanganinya. Keterbukaan informasi antara calon akseptor dengan tenaga kesehatan meliputi informasi keadaan umum fisik, adanya gangguan atau kelainan tubuh yang disebabkan oleh penyakit tertentu akan meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari penggunaan kontrasepsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek samping dari pemberian kontrasepsi hormonal. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi literatur yakni dengan melakukan kajian dari penelitian yang sudah ada sebelumnya dengan judul yang sama untuk mendapatkan perbandingan dari hasil-hasil penelitian sebelumnya. Kesimpulannya adalah kontrasepsi suntikan hormonal dapat menyebabkan efek samping kenaikan berat badan, kenaikan IMT, gangguan menstruasi , dan efek samping itu mempengaruhi kecemasamn akseptornya.
Peningkatan Pemahaman Tentang Pengendalian Tekanan Darah Melalui Kualitas Tidur dan Manajemen Stres di Desa Puton Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang Praningsih, Supriliyah; Siswati; Maryati, Heni; Khoiri, Ahmad Nur
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v2i2.121

Abstract

Hipertensi merupakan  penyakit yang bisa terjadi  sejalan dengan penambahan usia.  Semakin bertambah usia tekanan darah semakin meningkat.   tres dan gangguan tidur memicu peningkatan tekanan darah. Stres dapat merangsang saraf simpatis yang mengakibatkan curah jantung dan tekanan darah meningkat.  Kualitas tidur mempengaruhi tekanan darah dengan merubah fungsi sistem saraf otonom dan fungsi fisiologis lainnya. Pengabdian masyarakat bertujuan memberikan pendidikan kesehatan tentang stres dan kualitas tidur yang dapat berpengaruh terhadap tekanan darah. Metode yang digunakan adalah pemberian pendidikan kesehatan mencakup stres dan kualitas tidur yang berhubungan dengan perubahan tekanan darah.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif, dimana peserta  berperan aktif dalam proses dan pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan memahami hubungan stres dan kualitas tidur terhadap perubahan tekanan darah.  memanajemen stres dan meningkatkan kualitas tidur dalam upaya menstabilkan tekanan darah. Pengabdian masyarakat dilaksanakan tanggal 12 Desember 2022 di Desa Puton Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang dihadiri oleh 5 kader kesehatan 1 Bidan dan 20 lansia.  Paserta tampak antusias dengan adanya diskusi dan tanya jawab. Pengabdian masyarakat yang diselenggarakan di Di Desa Puton Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang berlangsung dengan baik dan lancar. Pengalaman lansia menderita hiperteni sangat berpengaruh dalam menghidupkan diskusi, berbagi pengalaman terkait stres dan kualitas hidup dalam pengendalian tekanan darah membantu malancarkan jalannya diskusi.
Upaya Peningkatan Kesadaran Gizi Ibu Nifas Melalui Pendidikan Kesehatan pada Ibu Post Partum Siswati; Heni Hirawati Pranoto
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3170

Abstract

The postpartum period is considered a safe period because the baby and placenta have been born. However, health problems are still frequently encountered, including less than optimal breast milk production, less smooth milk production, and the healing process of perineal suture wounds and caesarean section suture wounds will take a long time. The timing of breast milk production and wound healing is closely related to postpartum mothers' nutritional needs and knowledge about maternal nutrition during the postpartum period. Efforts to provide health education to postpartum mothers regarding nutrition for postpartum mothers aim to speed up the healing process of perineal wounds and postpartum caesarean wounds and increase breast milk production in postpartum mothers. In connection with this problem, this community service program provides a solution to increase postpartum mothers' knowledge about postpartum mothers' nutrition. This activity was carried out on post partum mothers who were being treated in Shofa Room I, PKU Muhammadiyah Hospital, Temanggung Regency. This activity was carried out on 10 post partum mothers, both those who gave birth normally and those who gave birth via Sectio Caesarea (SC). Starting with assessing the knowledge of post-partum mothers with a pre-test related to post-partum mother nutrition, then providing health education/counseling about post-partum mother nutrition and then conducting a post-test. The results of this community service show an increase in postpartum mothers' knowledge about postpartum mothers' nutrition, from previously an average score of 67 after being given counseling to 99. This shows a significant increase in knowledge among postpartum mothers after being given health education. ABSTRAK Masa nifas dianggap sebagai masa yang aman karena bayi dan plasenta sudah lahir. Namun, masih sering ditemui masalah kesehatan diantaranya produksi ASI kurang optimal, pengeluaran ASI kurang lancar, proses penyembuhan luka jahitan perineum dan luka jahitan sectio caesaria akan berlangsung lama. Waktu pengeluaran ASI dan penyembuhan luka ini berkaitan erat dengan  pemenuhan gizi dan pengetahuan ibu post partum tentang gizi ibu pada masa nifas. Upaya pemberian pendidikan kesehatan kepada ibu post partum tentang gizi ibu nifas bertujuan untuk mempercepat proses penyembuhan luka perineum dan luka post sectio caesaria serta meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Berkaitan dengan masalah tersebut, program pengabdian masyarakat ini memberikan solusi untuk meningkatkan pengetahuan ibu post partum tentang gizi ibu nifas. Kegiatan ini dilakukan pada ibu post partum yang dirawat di Ruang Shofa I Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini dilakukan pada 10 ibu post partum baik yang bersalin secara normal maupun yang bersalin secara  Sectio Caesaria (SC). Diawali dengan penilaian pengetahuan ibu post partum dengan pre test yang berkaitan dengan gizi ibu nifas kemudian memberikan pendidikan kesehatan/ penyuluhan tentang gizi ibu nifas lalu dilakukan post test. Hasil dari pengabdian masyarakat  ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu post partum tentang gizi ibu nifas, yang sebelumnya nilai rata- rata 67 setelah diberikan penyuluhan menjadi 99. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan signifikan pada ibu nifas setelah diberikan pendidikan kesehatan.
Factors Influencing Motivation for Home Blood Pressure Monitor in Elderly with Hypertension Siswati; Sari, Desy Siswi Anjar; Dianita, Eka Mei; Maryati, Heni; Praningsih, Supriliyah; Nurmalisyah, Fitri Firranda
Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol 4 No 3: December 2024
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/jkki.v4i3.440

Abstract

Background: Home blood pressure measurement by hypertensive patients is still very low, even though it is important to help control complications and manage therapy. Aims: This study aims to analyze the factors that can influence the motivation of sufferers to measure blood pressure at home. Method: This study used an explanatory design, a sample of 30 respondents with a purposive sampling technique. Data was collected using a questionnaire and analyzed using common factor analysis. Results: The results of the statistical test obtained the KMO and Barlett Test p values <0.000 and the MSA value> 0.5, which indicates that the variables can be continued for further analysis to determine the most dominant factors by looking at the eigenvalue> 1, with the final results of the five variables (Education, occupation, knowledge, social support, and disease conditions) studied only three variables met the statistical test criteria two variables that did not meet the test, namely Education, and occupation. Conclusion: Three main variables influence the motivation of the elderly to measure blood pressure at home, namely knowledge, social support, especially health workers, and disease conditions. It is hoped that health workers will provide advice on the importance of measuring blood pressure at home.
The Role of Posyandu for Adolescents on Adolescent Behavior in Stunting Prevention Masturoh; Siswati; Setyatama, Ike Putri
Jurnal Kesehatan Vol 17, No 3 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v17i3.6884

Abstract

Pendahuluan: Malnutrisi merupakan masalah global yang tidak hanya dihadapi oleh Indonesia, tetapi juga negara-negara di seluruh dunia. Status gizi yang dimaksud adalah ancaman terhadap perawakan pendek (stunting) dan kurus (wasting) pada anak. Pencegahan stunting dengan melibatkan remaja memiliki banyak manfaat baik secara ekonomi maupun sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran posyandu remaja terhadap perilaku remaja dalam mencegah stunting. Metode: Metode penelitian ini bersifat deskriptif analitis, dengan rancangan komparatif. Sedangkan jenis penelitiannya adalah kuantitatif dengan uji statistik yang digunakan Mann Whitney. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang mendatangi posyandu remaja dan berdomisili di Desa Harjosar Kidul, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, sebanyak 50 orang remaja. Pengambilan sampel dilakukan secara insidental pada saat kegiatan posyandu remaja, dengan jumlah sampel sebanyak 47 orang remaja. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasional dengan kuesioner terstruktur. Hasil: Hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan peran posyandu remaja terhadap perilaku pencegahan stunting pada remaja yang ditunjukkan dengan nilai p value < 0,05 dan nilai mean rank yang menunjukkan adanya perbedaan antara responden yang aktif mengikuti posyandu remaja dengan yang tidak aktif yaitu 6,20 dan 28,81. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah peran posyandu remaja terhadap perilaku pencegahan stunting memiliki pengaruh yang signifikan.   Introduction: Malnutrition is a global problem that is not only faced by Indonesia, but also countries around the world. The nutritional status in question is a threat to short stature (stunting) and thinness (wasting) in children. Prevention of stunting involving adolescents has many benefits both economically and socially. The purpose of this study was to determine the role of adolescent posyandu on adolescent behavior in preventing stunting. Method: This research method is descriptive analytical, with a comparative design. While the type of research is quantitative with statistical tests used Mann Whitney. The population in this study were adolescents who attended adolescent posyandu and lived in Harjosar Kidul Village, Adiwerna District, Tegal Regency, as many as 50 adolescents. Sampling was carried out incidentally during adolescent posyandu activities, with a sample size of 47 adolescents. The data collection technique in this study was observational with a structured questionnaire. Result: The results of this study are that there is a significant difference in the role of adolescent posyandu on stunting prevention behavior in adolescents as indicated by a p value <0.05 and a mean rank value indicating a difference between respondents who actively participate in adolescent posyandu and those who are not active, namely 6.20 and 28.81. Conclusion: The conclusion of this study is that the role of adolescent posyandu on stunting prevention behavior has a significant effect.
Evaluasi Implementasi Aplikasi Zi.Care dalam Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura Erwinto , Fransiskus; Siswati; Dina Sonia; Nanda Aula Rumana
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v10i2.286

Abstract

Evaluasi adalah proses pengumpulan data terkait performa suatu entitas, seperti metode, manusia, atau peralatan, untuk mendukung pengambilan keputusan. Evaluasi sistem di rumah sakit dapat membantu mengukur, menilai, dan memperbaiki kinerja layanan, serta mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh pengguna dan organisasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi aplikasi Zi.Care di Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura menggunakan model HOT-Fit. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data primer melalui survei dan penyebaran kuesioner yang berfokus pada aspek-aspek HOT-Fit. Terdapat 75 responden dalam penelitian ini, sebagian besar berjenis kelamin perempuan, berpendidikan sarjana, dan memiliki masa kerja 1-5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel Human, 57% responden menyatakan baik, sementara 43% menyatakan tidak baik. Pada variabel Organization, 55% responden menyatakan baik dan 45% menyatakan tidak baik. Pada variabel Technology, 43% responden menilai baik dan 57% menyatakan tidak baik. Sedangkan pada variabel Net Benefit, 68% responden menyatakan baik, sementara 32% menilai tidak baik. Hasil evaluasi ini diharapkan menjadi panduan untuk perbaikan sistem dan peningkatan kinerja layanan rumah sakit.
Pemberian KIE Tanda Bahaya Masa Nifas Pada Ibu Masa Nifas dan Menyusui Adrestia Rifki Naharani; Rina Febri Wahyuningsih; Ike Putri Setyatama; Siswati
Jurnal Suara Pengabdian 45 Vol. 3 No. 4 (2024): Desember: Jurnal Suara Pengabdian 45
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/pengabdian45.v3i4.2192

Abstract

Asuhan masa nifas pada ibu bayi setelah melahirkan membutuhkan perawatan khusus yang ditentukan berdasarkan adanya komplikasi pada masa nifas, tingkat pendidikan ibu, maupun pekerjaan ibu nifas. Tanda bahaya masa nifas merupakan suatu tanda abnormal yang mengindikasikan adanya bahaya atau komplikasi yang dapat terjadi selama masa nifas, apabila tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu. Pemberin KIE tentang tanda bahaya masa nifas bertujuan memberikan edukasi kepada ibu nifas sehingga ibu nifas dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami salah satu tanda bahaya nifas tersebut.Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Harjosari Kidul diikuti oleh 15 ibu nifas. Setelah diberikan KIE tentang tanda bahaya ibu nifas didapatkan evaluasi bahwa ibu nifas sudah mengetahui dan memahami apa saja yang termasuk tanda bahaya ibu nifas beserta tanda dan gejalanya dan bersedia untuk ke tenaga kesehatan jika mengalaminya.
Understanding Of Hypertension In Adolescents: Pemahaman Tentang Hipertensi Pada Remaja Praningsih, Supriliyah; Heni Maryati; Eka Mei Dianita; Siswati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2024): JPM SEPTEMBER 2024
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v10i2.2360

Abstract

Hipertensi atau darah tinggi menunjukkan adanya beban berlebih pada jantung dan pembuluh darah. Hipertensi  dapat meningkatkan  resiko  gagal  jantung, gagalginjal,stroke dan serangan jantung. Secara umum,  hipertensi terjadi pada orang yang lebih tua, namun bisa juga terjadi pada remaja. Pengabdian masyarakat bertujuan memberikan pendidikan kesehatan tentang hipertensi atau darah tinggi pada remaja.  Metode yang digunakan adalah pemberian edukasi terkait hipertensi atau darah tinggi disertai dengan refleksi dan diskusi.  Pendekatan partisipatif dilakukan dalam kegiatan ini melalui peran aktif dari peserta.  Pengabdian masyarakat dilaksanakan tanggal tanggal 29 November 2023 Di SMP Negeri 1 Gudo Kabupaten Jombang dihadiri oleh siswa 30 siswa.  Siswa sangat antusias dalam kegiatan ini.  Melalui diskusi dan tanya jawab kegiatan berjalan dengan baik. Siswa menyadari bahwa remaja juga bisa menderita hipertensi, sehingga pencegahan awal sangat diperlukan. Pemberian pemahaman tentang hipertensi melaui pendidikan kesehatan dapat dipertahankan untuk melakukan pencegahan, khususnya terkait hipertensi pada remaja