Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis karbon operasional di Kampus IPB Dramaga Putra, Heriansyah; Erizal, Erizal; Purwanto, Mohammad Yanuar Jarwadi; Saptomo, Satyanto Krido; Qayim, Ibnul; Utami, Anisa Dwi; Ramadhanis, Zainab Dwi; Khoirunnisa, Hana
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.9.2.128-143

Abstract

The pursuit of a carbon-neutral campus is a critical goal for universities aiming to contribute to global sustainability efforts. As one of the largest universities in Indonesia, IPB University has stated a vision of sustainability as a long-term goal. This study examines the operational carbon at the IPB Dramaga Campus during 2022 to 2024, contribution of transportation aspect and energy consumption. The results show that the operational campus increases from 9,439 to15,937 tons CO2eq or 69% during 2022-2024. The increase in electricity consumption of 53% significantly contributes to carbon production from 10,557,427 kWh to 16,156,871 kWh in 2022 to 2024, respectively. In addition, the increase in the number of cars and motorbikes entering the university also contributes to the increase in operational carbon, with the daily number of cars and motorbikes entering the university increasing from 755 cars and 2,803 motorbikes in 2022 to 2,950 cars and 12,128 motorbikes in 2024. In conclusion, the management of operational carbon, including the use of renewable energy and green transportation, should be addressed to ensure that the target of the carbon balance of the 2030 IPB University can be realized.
STRATEGI KOMUNIKASI DINAS SOSIAL KABUPATEN SUKOHARJO DALAM PROGRAM KARTU INDONESIA SEHAT (KIS) DI KELURAHAN GAYAM UTAMI, ANISA DWI
JURNAL KOMUNITAS Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Komunitas
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Communication strategy has important role in a communication process. In the government institution, communication strategy is very needed for process in delivering message or program instigation that will be arranged from the government to the society. The function of government institution is a place for society in expressing their opinions, it can make the government institution it is possible to do mutual communication well and effectively. It due to the fact that the information and message deliver to society can be absorb well so there will not be wrong line or miss communication. This research is conducted in Kabupaten Sukoharjo Social Service Agency and the subject of the research is poor society who recived KIS program. Kabupaten Sukoharjo Social Service Agency implements five step models of communication strategy from Hafied Cangara which are Penelitian (Research), Perencanaan (Plan), Pelaksanaan (Execution), Pengukuran (Measurement) and Pelaporan (Reporting). Besides, it also implements information integration theory and changes of attitude from Heath and Littlejohn that mention information as attitude influence tools, the attitude is difficult to change, attitude Variable influence: Valence and weight of information and application of information integration theory in practice and public relations research. Base of the results, it can be known that communication strategy implemented by Kabupaten Sukoharjo Social Service Agency use five step five models of communication strategy from Hafied Cangara and also the change of attitude from Heath and Littlejohn. It also show that communication strategy has already applied appropiate although there are some obstacles such as technical, semantics, physical problems & organuk and also culture.
STRATEGI KOMUNIKASI DINAS SOSIAL KABUPATEN SUKOHARJO DALAM PROGRAM KARTU INDONESIA SEHAT (KIS) DI KELURAHAN GAYAM UTAMI, ANISA DWI
JURNAL KOMUNITAS Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Komunitas
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Communication strategy has important role in a communication process. In the government institution, communication strategy is very needed for process in delivering message or program instigation that will be arranged from the government to the society. The function of government institution is a place for society in expressing their opinions, it can make the government institution it is possible to do mutual communication well and effectively. It due to the fact that the information and message deliver to society can be absorb well so there will not be wrong line or miss communication. This research is conducted in Kabupaten Sukoharjo Social Service Agency and the subject of the research is poor society who recived KIS program. Kabupaten Sukoharjo Social Service Agency implements five step models of communication strategy from Hafied Cangara which are Penelitian (Research), Perencanaan (Plan), Pelaksanaan (Execution), Pengukuran (Measurement) and Pelaporan (Reporting). Besides, it also implements information integration theory and changes of attitude from Heath and Littlejohn that mention information as attitude influence tools, the attitude is difficult to change, attitude Variable influence: Valence and weight of information and application of information integration theory in practice and public relations research. Base of the results, it can be known that communication strategy implemented by Kabupaten Sukoharjo Social Service Agency use five step five models of communication strategy from Hafied Cangara and also the change of attitude from Heath and Littlejohn. It also show that communication strategy has already applied appropiate although there are some obstacles such as technical, semantics, physical problems & organuk and also culture.
Strategi Pengembangan Pasar Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Indonesia Utami, Anisa Dwi; Baga, Lukman M; Yanuar, Rahmat; Syamsiah, Tita Nur; Busaid; Mahanani, Yekti
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 4 No 4 (2022): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0404.427-433

Abstract

Seiring dengan perubahan perilaku masyarakat di era digital persaingan di industri keuangan semakin meningkat sehingga menyebabkan industri BPRS mengalami “middle-child syndrome”. Hal ini membutuhkan strategi pengembangan pasar BPRS yang tidak hanya mengandalkan pasar yang selama ini dilayani. Di satu sisi, BPRS dihadapkan beberapa permasalahan fundamental di dalam internal industri khususnya terkait permodalan, SDM dan kesiapan infrastruktur informasi teknologi serta kejelasan model bisnis. Perkembangan digitalisasi menuntut BPRS untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak baik di dalam internal industri maupun lembaga keuangan lain, pemerintah dan berbagai lembaga di masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, berkembangnya berbagai komunitas di masyarakat baik di sektor UMKM maupun non-UMKM dapat menjadi peluang pengembangan pasar BPRS.
Reformulasi Cadangan Pangan Pemerintah Daerah dalam Tata Kelola Cadangan Pangan Indonesia Utami, Anisa Dwi; Harianto; Apriande, Cila; Dewi, Triana Gita
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 5 No 2 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0502.598-603

Abstract

Penentuan jumlah cadangan pangan pemerintah yang mempertimbangkan menipisnya persediaan pangan yang menandai krisis pangan global, fluktuasi harga dan pasokan pangan dunia, potensi bencana alam, serta jumlah penduduk miskin dan rawan pangan yang masih tinggi di Indonesia diharapkan dapat menciptakan ketahanan pangan nasional dan menjaga keseimbangan cadangan pangan baik pada level nasional maupun level daerah. Langkah kebijakan strategis yang perlu dilakukan oleh Badan Pangan Nasional (BAPANAS) adalah melakukan penyesuaian perhitungan cadangan pangan yang termasuk di dalamnya adalah Cadangan Pangan Pemerintah Daerah khususnya Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CBPD). Formulasi CBPD perlu mengacu pada kebutuhan cadangan beras dengan mempertimbangkan kondisi kerawanan pangan dan kebencanaan yang terjadi di setiap daerah. Sebagai indikator aspek kebencanaan, dapat digunakan persentase wilayah yang terdampak bencana dan kondisi kerawanan pangan dengan menggunakan indikator berupa persentase prevalensi kerawanan pangan (Prevalence of undernourishment). Sebagai faktor pembobot dapat digunakan indeks risiko kerawanan bencana (IRBI) sebagai pendekatan dalam menghitung tingkat risiko kebencanaan yang diasumsikan akan menjadi faktor utama terjadinya kerawanan pangan dan juga memengaruhi stabilitas harga pangan. Dengan demikian penghitungan kebutuhan cadangan beras diperoleh dengan mengalikan variabel-variabel tersebut dengan jumlah penduduk dan konsumsi beras per kapita selama satu tahun untuk setiap Kabupaten/Kota. Dengan memperhitungkan sebaran kepemilikan (penguasaan) beras di masyarakat, CBPD ditetapkan sebesar 0.5% dari total kebutuhan cadangan beras yang terdiri dari 20% CBPD pemerintah provinsi dan 80% merupakan cadangan beras pemerintah daerah tingkat Kabupaten/Kota. Adapun penghitungan CBPD untuk setiap kabupaten/kota sebaiknya ditentukan dengan mempertimbangkan faktor produksi dan kemampuan anggaran dengan menghitung proporsi setiap faktor tersebut dibandingkan dengan total nilai dalam satu provinsi.
Risiko Produksi Kopi Arabika Sistem Agroforestri Dan Non Agroforestri Di Kabupaten Bandung, Jawa Barat Ratnawati, Melania Isti; Fariyanti, Anna; Utami, Anisa Dwi
Forum Agribisnis Vol. 14 No. 2 (2024): FA VOL 14 NO 2 SEPTEMBER 2024
Publisher : Magister Science of Agribusiness, Department of Agribusiness, FEM-IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/fagb.14.2.30-40

Abstract

Produktivitas kopi yang terus berfluktuasi menunjukkan adanya risiko produksi yang dihadapi petani setiap tahunnya. Sistem budidaya kopi di Kabupaten Bandung terdiri dari agroforestri dan non-agroforestri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan risiko produksi pada budidaya kopi arabika agroforestri dan non-agroforestri di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Responden penelitian adalah petani agroforestri sebanyak 144 orang dan petani non agroforestri sebanyak 56 orang. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan transfromasi logaritma model Just and Pope yang diestimasi dengan metode OLS (Ordinary Least Square), sedangkan fungsi risiko produksi diestimasi dengan metode MLE (Maximum Likelihood Estimation). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan faktor produksi dan faktor risiko produksi pada kedua sistem budidaya kopi. Perbedaan faktor produksi terletak pada input tenaga kerja yang hanya berpengaruh positif signifikan terhadap sistem agroforestri. Sedangkan input pupuk anorganik dan pestisida anorganik berpengaruh positif signifikan terhadap sistem non-agroforestri. Perbedaan faktor risiko produksi terletak pada input yang merupakan faktor pemicu risiko, terdapat tenaga kerja dan pupuk organik pada sistem agroforestri, dan input yang merupakan faktor pengurang risiko, terdapat pupuk anorganik pada sistem agroforestri. Persamaan faktor pemicu risiko pada kedua sistem adalah luas lahan dan pestisida anorganik. Penelitian ini nantinya berguna untuk merumuskan kebijakan efektif peningkatan produksi kopi yang tetap berkelanjutan dari berbagai aspek.
Mitigasi Longsor Berbasis Komunitas Melalui Penerapan Metode Bioengineering Rumput Vetiver di Desa Petir Putra, Heriansyah; Sutoyo, Sutoyo; Ramadhanis, Zainab; Apriadi, Apriadi; Utami, Anisa Dwi; Khayyira, Avrill; Aryanti, Windy D; Bilqist, Fitri W; Praditya, Meindika R; Faiq, Muhammad F; Munawar, Muhammad A I; Hutapea, Jose T; Athourrohman, Muhammad
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 6 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i6.1457

Abstract

Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan tanah longsor yang tinggi. Kondisi topografi yang curam, curah hujan tinggi, serta sejarah kejadian longsor yang telah menimbulkan korban jiwa menjadi alasan diperlukan mitigasi yang efektif dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat upaya mitigasi longsor berbasis komunitas melalui penerapan metode soil bioengineering menggunakan tanaman rumput vetiver (Vetiveria zizanioides). Kegiatan dilaksanakan pada Juni sampai Oktober 2025 yang mencakup empat tahapan, yaitu pengukuran kemiringan lereng, sosialisasi bencana longsor dan metode bioengineering, penanaman vetiver, penetapan daerah rawan. Hasil pengukuran di RW 03 dan RW 04 mengidentifikasi kemiringan lereng 17,7°–35° ,yang tergolong sesuai untuk penanaman vetiver berdasarkan pedoman teknis PUPR (2012). Dua titik di RW 03 dan RW 04 Desa Petir dijadikan sebagai prioritas penanaman rumput vetiver karena letaknya yang dekat dengan pemukiman warga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode bioengineering berbasis vegetasi dapat diaplikasikan secara di wilayah tersebut. Selain membentuk barisan vegetasi penguat lereng, kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memahami serta melaksanakan mitigasi bencana yang ramah lingkungan.