Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Al-Kainah: Journal of Islamic Studies

Berdzikir dan Berpikir Sebagai Proses Pendidikan Islam Munasir; Andewi Suhartini
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2024): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v3i1.624

Abstract

Berdzikir (mengingat Allah) dan berpikir (refleksi atau pemikiran rasional) adalah konsep penting dalam pendidikan Islam yang membentuk karakter dan perkembangan intelektual seseorang. Untuk mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan pengetahuan spiritual, dan memperkuat hubungan dengan-Nya, orang melakukan dzikir dengan mengulang nama-nama Allah atau doa-doa tertentu. Sebaliknya, berpikir Islam mengacu pada proses yang diilhami oleh Al-Quran dan Hadis untuk berpikir kritis, menganalisis, dan membuat keputusan berdasarkan pengetahuan dan hikmah. Keduanya saling melengkapi dalam membentuk kepribadian yang seimbang antara aspek intelektual dan spiritual. Pendidikan Islam idealnya menggabungkan kedua ide ini untuk mendidik manusia yang tidak hanya taat secara ritualistik tetapi juga memiliki kemampuan untuk berpikir kritis dan bijak saat menghadapi tantangan hidup. Akibatnya, kombinasi berdzikir dan berpikir dapat menghasilkan insan kamil, atau manusia sempurna, yang berakhlak mulia, memiliki pengetahuan yang luas, dan mampu berkontribusi positif kepada masyarakat.
Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Akhlak dalam Konsep Pendidikan Umum Munasir
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2022): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v1i2.15

Abstract

Akhlak sebagai ilmu berarti dapat dipelajari dan diajarkan dengan berbagai metode dan cara yang tepat. Untuk itu diperlukan pembahasan tentang epistemologi akhlak, agar diperoleh pemahaman yang benar bagaimana cara mengajarkan akhlak kepada peserta didik. Kemudian jika akhlak diartikan sebagai amal, maka tentunya ini akan berdampak positif bagi pelakunya, orang-orang di sekitarnya, lingkungannya dan secara lebih luas lagi bagi negaranya. Berdasarkan tujuan pendidikan nasional di atas, bangsa Indonesia berharap dengan adanya pendidikan dapat mengembangkan dan meningkatkan peradaban bangsa Indonesia dengan memiliki sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan demokratis serta bertanggung jawab. Salah satu sasaran yang ingin dibangun dan dicapai oleh bangsa Indonesia melalui pendidikan adalah agar peserta didik berakhlak mulia. Sehingga di masa depan ia mampu menjadi manusia yang memiliki akhlak mulia yang mampu memajukan peradaban dan meningkatkan harga diri bangsa Indonesia. Bangsa yang memiliki manusia-manusia yang berakhlak mulia akan menjadi bangsa yang kokoh dan berperadaban tinggi.