Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Fasilitasi dan Pendampingan Proses Transformasi Digital Pengumpulan dan Penyaluran Zakat Terpadu R, Lukman; Warsono; Shiroth, Salman Fathy; Desyafitri, Naia; Marsella, Dhea
Dedikasi Sains dan Teknologi (DST) Vol. 4 No. 2 (2024): Artikel Riset Nopember 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/dst.v4i2.4760

Abstract

BAZNAS Kota Depok menghadapi tantangan dalam proses pengumpulan dan penyaluran zakat yaitu manajemen proses pengelolaan yang belum terdigitalisasi sepenuhnya dan keterampilan sumber daya manusia terkait digitalisasi yang belum siap sepenuhnya. Oleh karena itu, untuk memastikan efektivitas proses transformasi digital dalam pengelolaan zakat, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri dengan memberikan fasilitasi kepada organisasi BAZNAS Kota Depok. Selain itu, kegiatan ini juga memberdayakan sumber daya manusia BAZNAS Depok, baik pengurus maupun relawan, dalam penguasaan keterampilan pemanfaatan teknologi informasi dalam rangka digitalisasi pengelolaan zakat. Fasilitasi transformasi digital diberikan terutama melalui penyediaan sistem informasi terpadu berbasis web yang diimplementasikan yang memungkinkan akses yang fleksibel dari segi lokasi dan waktu oleh semua pemangku kepentingan yang terkait dengan pengelolaan zakat di BAZNAS Kota Depok, sedangkan peningkatan keterampilan sumber daya manusia dicapai melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Pelaksanaan fasilitasi dan pendampingan telah meningkatkan pemahaman dan kemampuan anggota BAZNAS Kota Depok terhadap proses dan kunci kesuksesan transformasi digital yang sedang dilaksanakan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan diharapkan dapat mengoptimalkan manajemen proses pengelolaan zakat di BAZNAS Kota Depok dan juga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat yaitu mempermudah pendataan masyarakat muzakki dalam menyerahkan zakat serta mempercepat penyaluran ke masyarakat mustahik secara tepat sasaran.
ANALISIS HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF TENTANG PENGANGKATAN ANAK DALAM KANDUNGAN (Studi Kasus Di Desa Sidoharjo Kecamatan Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan) Iqbal; M.Syekh Ikhsan Syaipudin; Warsono
Journal Tafkirul Iqtishodiyyah Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL TAFKIRUL IQTISHODIYYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/10.63761/.2023.v3.i1.a73

Abstract

Proses pengangkatan anak dalam kandungan memerlukan perhatian khusus dalam hukum Islam dan hukum positif Indonesia. Persetujuan dari orang tua biologis, prosedur hukum yang berlaku, kepentingan dan kepentingan terbaik anak, serta hak dan kewajiban anak yang diangkat dalam kandungan harus menjadi perhatian utama dalam proses pengangkatan tersebut. Meskipun ada perbedaan pandangan antara hukum Islam dan hukum positif Indonesia mengenai adopsi anak dalam kandungan, dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku dalam kedua sistem hukum tersebut, proses pengangkatan anak dalam kandungan dapat dilakukan dengan benar dan sesuai dengan hukum yang berlaku. Oleh karena itu, konsultasi dengan ahli hukum yang kompeten dalam kedua sistem hukum tersebut sangat penting untuk memastikan proses pengangkatan anak dalam kandungan dapat dilakukan secara sah dan resmi. Ini lah masalah yang akan di kaji dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui bagaimana proses pengangkatan anak dalam kandungan pada masyarakat desa Sidoharjo Kecamatan Lempuing Ogan Komering Ilir. (2) Untuk mengetahui apakah proses pengangkatan anak yang masih dalam kandungan sesuai dengan hukum Islam dan hukum positif. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (filed research). Penelitian ini bersifat deskriptif analisis yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisa mengenai subyek yang diteliti, dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif yaitu pendekatan yang menuju dan mengarah pada persoalan ditetapkannya suatu berdasarkan teks-teks Al-Qur’an dan Hadist, serta pendapat para ulama yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti. Data primer yang ada dalam penelitian yaitu data yang diperoleh secara langsung dari Masyarakat desa Sidoharjo Kecamatan Lempuing Ogan Komering Ilir. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara sebagai data primer. Sedangkan data sekunder menggunakan metode dokumentasi. Metode analisa yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif sehingga dapat ditarik kesimpulan sebagai jawaban dari permasalahan yang ada dengan menggunakan pendekatan berfikir induktif adalah berangkat dari data yang khusus, peristiwa yang konkrit. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa masyarakat desa Sidoharjo Kecamatan Lempuing Ogan Komering Ilir dalam mengadopsi anak dalam kandungan tidak melalui proses-proses yang ada pada hukum Islam dan hukum Positif, adopsi anak ini hanya berdasarkan hukum adat dan kebiasaan. Masyarakat desa Sidoharjo Kecamatan Lempuing Ogan Komering Ilir memutuskan bahwa dalam mengadopsi anak dalam kandungan itu, anak yang diadopsi tersebut dijadikan sebagaimana anak kandung sendiri, dan Mengenai harta warisan yang dimiliki oleh kedua orangtua angkatnya jatuh kepada anak angkat, karena menurut orangtua angkat, anak angkat itulah yang berhak atas semua harta warisan yang dimiliki oleh kedua orangtua angkatnya.
HAK HAK ISTRI DALAM POLIGAMI SIRRI MENURUT HUKUM POSITIF DAN ISLAM Putri Alfia Frisca Hidayat; M.Syekh Ikhsan Syaipudin; Warsono
Journal Tafkirul Iqtishodiyyah Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL TAFKIRUL IQTISHODIYYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syrari’ah Daru ‘Ulum (STSDU) Lampung Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63761/10.63761/.2023.v3.i1.a74

Abstract

Poligami sirri adalah praktik poligami yang dilakukan secara rahasia tanpa persetujuan atau pengetahuan istri pertama atau pihak lain yang berwenang. Dalam Islam, poligami diizinkan dengan syarat-syarat tertentu, termasuk kemampuan untuk memenuhi hak-hak istri-istri tersebut secara adil dan seimbang. Namun, poligami sirri dianggap melanggar syarat-syarat tersebut karena tidak ada persetujuan atau kesepakatan dari semua pihak yang terlibat. Permasalahan yang menarik untuk diungkap dengan rumusan masalah: 1 bagaimana persamaan dan perbedaan poligami Sirri menurut hukum positif dan hukum Islam: 2 bagaimanakah hak istri dalam poligami sirrimenurut hukum positif dan hukum Islam. Tujuan penulis, ingin mengetahui tentang poligami sirri menurut hukum positif, hukum Islam dan tentang hak istri dalam poligami sirri menurut hukum poitif dan hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan antara lain: Metode penelitian pengumpulan data, yang berupa Library Research, dan metode penelitian analisis data dan laporan hasil penelitian kualitatif. Sudut pandang positif dalam hal ini menekankan pentingnya kejujuran, kepercayaan, dan komitmen dalam hubungan suami-istri serta pentingnya komunikasi yang jujur dan terbuka. Meskipun ada argumen yang menyatakan bahwa poligami sirri dapat menjadi alternatif bagi orang-orang yang menghadapi masalah dalam pernikahan mereka, praktik ini tetap kontroversial dan dianggap tidak etis karena tidak melibatkan persetujuan dan kesepakatan dari semua pihak yang terlibat. Dalam Islam, poligami seharusnya dilakukan dengan izin dan persetujuan dari istri pertama serta memenuhi syarat-syarat tertentu yang menjamin keadilan dan keseimbangan hak-hak istri-istri tersebut. Poligami yang dilakukan tanpa persetujuan dan kesepakatan dari semua pihak yang terlibat, termasuk poligami sirri, dianggap melanggar hukum Islam. Hasil pembahasan Poligami sirri praktik pernikahan di mana seorang suami menikahi wanita lain secara rahasia tanpa persetujuan atau pengetahuan istri pertamanya. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang hak-hak istri dalam poligami sirri menurut hukum positif dan hukum Islam. Dalam hukum positif, poligami sirri dianggap melanggar hak-hak perempuan karena istri tidak diberikan hak untuk memberikan persetujuan terhadap pernikahan kedua suaminya dan tidak memiliki hak untuk meminta ganti rugi atas pelanggaran tersebut. Oleh karena itu, dalam hukum positif, poligami sirri dilarang dan dianggap tidak sah karena melanggar persyaratan hukum perkawinan yang sah. Sementara itu, dalam hukum Islam, poligami sirri diizinkan asalkan suami dapat memenuhi hak-hak istri-istri secara adil dan seimbang. Hak-hak istri dalam poligami sirri menurut hukum Islam antara lain adalah hak untuk memberikan persetujuan terhadap pernikahan kedua suaminya, hak untuk menentukan syarat-syarat untuk pernikahan kedua tersebut, dan hak untuk diperlakukan secara adil dan seimbang oleh suami dalam hal pemberian nafkah, waktu, dan kasih sayang. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hak-hak istri dalam poligami sirri menurut hukum positif dan hukum Islam memiliki perbedaan yang signifikan. Dalam hukum positif, hak-hak istri tidak diakui dan poligami sirri dilarang, sedangkan dalam hukum Islam, hak-hak istri diakui dan diatur secara tegas untuk melindungi kepentingan istri-istri dalam pernikahan poligami. Dalam hal ini, hukum Islam memberikan perlindungan yang lebih besar terhadap hak-hak istri dalam poligami sirri.
The Influence of Technological Readiness, Instructional Leadership and Workload Management on Teacher Performance: Penelitian Riyanti, Apriani; Osman, Isnawati; Rais, Rinovian; Warsono; Haddar, Gamar Al; Rif'an, Muhamad
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4232

Abstract

The main goal of the study is to analyze how technology readiness, instructional leadership, and workload management together influence teacher performance. The researchers have pointed out the necessity of teaching professionals in the digital era to be not only trained but also paid well, which will be the case when the teachers take the lead in the learning process. The study was designed as a quantitative explanatory research method involving the participation of 150 teachers who were chosen intentionally. Data collection was done through a five-point Likert scale questionnaire while multiple linear regression analysis was the statistical method used. The research tool was initially subjected to validation, reliability testing with Cronbach's Alpha, and classical assumptions before analysis. The findings indicated that each of the three independent variables significantly and positively affected teacher performance. Theoretical implications of the research have reached the area of educational management and human resources in education. The practical implications of the research, on the other hand, indicate that there are school strategies to enhance teacher performance in terms of technology, instructional leaders, and managing workload.
THE EFFECT OF INFLUENCER MARKETING AND PRICE PERCEPTION ON PURCHASE DECISIONS FOR GLAD2GLOW SKINCARE PRODUCTS IN BEKASI CITY Intan Permata Desi; Warsono; Dian Berliansyah Putra; Natal Indra
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Influencer marketing and price perception are two important factors that influence consumer behavior, especially in the currently rapidly growing skincare industry. This study aims to analyze the influence of influencer marketing and price perception on purchasing decisions for Glad2Glow skincare products in Bekasi City. This study uses a quantitative descriptive method with a population of Glad2Glow product consumers. The research sample consisted of 96 respondents determined using the Lemeshow formula, with data collection techniques through questionnaires. The collected data were processed using the SPSS application version 24 through validity tests, reliability tests, classical assumptions, multiple linear regression, and hypothesis testing. The results indicate that influencer marketing has a positive and significant effect on purchasing decisions, with a significance value of 0.000 < 0.05 and a t-count of 4.238 > t-table 1.616. Similarly, price perception also exerts a positive and significant influence on purchasing decisions, with a significance value of 0.000 < 0.05 and a t-count of 13.048 > t-table 1.616. Furthermore, influencer marketing and price perception simultaneously have a significant effect on purchasing decisions, as evidenced by a significance value of 0.000 < 0.05 and an F-count of 391.777 > F-table 3.09. These findings suggest that effective marketing strategies through influencers combined with appropriate pricing can enhance consumer interest and strengthen purchasing decisions, thereby contributing to the competitiveness of local skincare brands.
IMPLEMENTASI ECO-LEADERSHIP SISWA BERBASIS NILAI PANCASILA DALAM PENGELOLAAN LIMBAH MBG MENJADI KOMPOS, MAGGOT, DAN ECO ENZYME DI SMPN 30 SURABAYA utami, Siti; Warsono; Jatiningsih, Oksiana
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.51844

Abstract

This study aims to analyze the implementation of eco-leadership based on Pancasila values in managing Free Nutritious Meal (MBG) waste into compost, maggot, and eco enzyme at SMPN 30 Surabaya. This research employed a descriptive qualitative approach involving students of grades 7, 8, and 9 who are members of the environmental cadre. Data were collected through observation, interviews, and documentation.The results indicate that the implementation of eco-leadership is carried out systematically through stages of collecting, sorting, and processing MBG waste into environmentally valuable products, namely compost, maggot, and eco enzyme. These activities reflect the internalization of Pancasila values, particularly mutual cooperation, responsibility, environmental awareness, and social justice in students’ real practices. Furthermore, this implementation contributes to enhancing students’ environmental care character and leadership skills in managing environment-based activities.The findings imply that school-based waste management through an eco-leadership approach can serve as an effective contextual learning model in integrating environmental education and character education based on Pancasila values.