Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pekarangan Produktif dengan Vertiminaponik sebuah Inovasi Hijau untuk Ketahanan Pangan Keluarga dan Literasi Digital Perempuan Jumiatun; Harlianingtyas, Irma; Pertami, Rindha Rentina Darah; Pratiwi, Berlina Yudha; Kusuma, Satria Indra
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1734

Abstract

Pekarangan di wilayah yang padat penduduk jarang dimanfaatkan sebagai sumber pangan keluarga. Rambipuji merupakan desa yang ada di Kabupaten jember dan salah satu permasalahan di desa tersebut adalah produktivitas lahan yang menurun. Oleh karena itu tim melakukan kegiatan dengan memberdayakan anggota PKK melalui program vertiminaponik. Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan perempuan anggota PKK Curah Ancar, Desa Rambipuji, melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah dengan teknologi vertiminaponik. Waktu pelaksanaan dimulai pada bulan Juli sampai dengan November 2025. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta mengenai konsep urban farming berbasis zero waste. Materi meliputi pengenalan sistem vertiminaponik, perakitan instalasi, budidaya tanaman sayuran dan ikan, serta pengemasan dan pemasaran produk secara digital. Hasil sosialisasi menunjukkan respons positif, di mana peserta aktif berdiskusi dan menunjukkan minat kuat untuk mengembangkan teknologi ini di rumah masing-masing. Pada tahap penerapan, dilakukan instalasi sistem vertiminaponik sederhana di pekarangan percontohan, yang kemudian diikuti pendampingan teknis hingga peserta mampu merawat tanaman dan ikan secara mandiri. Monitoring dan evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek pengetahuan, keterampilan, dan motivasi kewirausahaan peserta. Beberapa anggota berhasil memanen sayuran pertama, mengemas produk secara higienis, dan memasarkan melalui platform digital. Program ini terbukti memberikan dampak nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha kecil berbasis rumah tangga. Dengan demikian, penerapan vertiminaponik tidak hanya mendukung ketersediaan pangan sehat, tetapi juga memperkuat pemberdayaan sosial ekonomi perempuan di Desa Rambipuji.
Uji Organoleptik Teh Hitam (Camellia sinensis) Berdasarkan Perbedaan Lama Waktu Fermentasi Terhadap Tingkat Kesukaan Konsumen Murti, Danang Tri; Nuraisyah, Anni; Kusuma, Satria Indra; Madjid, Abdul; Tri Murti, Danang
Jurnal Javanica Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Terapan Agribisnis
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi Jl. Raya Jember km. 13 Labanasem, Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur (68461) Telp. (0333) 636780

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/javanica.v4i2.2025.102-110

Abstract

Teh Hitam merupakan jenis Teh yang banyak diproduksi di Indonesia dan merupakan tanaman perkebunan yang memiliki aroma dan cita rasa yang khas Fermentasi merupakan proses pembentukan aroma dan citarasa pada daun teh yang dilakukan dengan menggunakan suhu dan waktu yang terkontrol. Pada saat ini masih banyak yang belum mengetahui cara mengolah teh hitam serta mengetahui bagaimana proses fermentasi yang tepat untuk menghasilkan produk teh hitam yang berkualitas. Kurangnya penyesuaian yang terjadi pada suhu dan lama proses fermentasi dapat menyebabkan over fermented. Untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen pada teh hitam maka perlu melakukan proses fermentasi berdasarkan perbedaan lama waktu fermentasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2024. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari 2 kontrol dan 3 perlakuan yaitu P0 (kontrol low grade), P1 (1 jam), P2 (2 jam), P3 (3 jam) serta P4 (kontrol high grade). Kemudian parameter yang diamati adalah warna, rasa, aroma, untuk teh seduh dan warna, bentuk, aroma, tekstur untuk teh bubuk. Analisis data yang diperoleh dari hasil pengamatan dengan menggunakan analisis varian (Anova) taraf 5% dengan uji dengan uji F tabel. Apabila terdapat beda nyata antar perlakuan maka dilakukan uji lanjut BNT 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pengujian organoleptik teh hitam. berdasarkan lama waktu fermentasi berbeda sangat nyata terhadap rasa, aroma dan berbeda nyata terhadap warna pada pengujian teh seduh, serta berbeda sangat nyata terhadap warna, bentuk, tekstur dan non signifikan terhadap aroma pada pengujian teh bubuk.
Pengaruh Ekstrak Bawang Merah Terhadap Pertumbuhan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas Bululawang Aprianti Rahmatullah, Nurul; Kusuma, Satria Indra
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/c1gxaa81

Abstract

Pendahuluan. Tebu (Saccharum officinarum L.) adalah bahan baku pembuatan gula. Namun, produksi gula domestik belum mampu memenuhi permintaan. Kualitas tebu yang kurang optimal dapat ditingkatkan dengan menggunakan bibit unggul melalui teknik bud chip. Untuk mempercepat pertunasan dan pertumbuhan akar pada tebu bisa menggunakan Zat Pengatur Tumbuh. Bawang merah adalah ZPT alami yang mengandung auksin dan giberelin untuk membantu mempercepat pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan bibit tebu dan dosis yang efektif terhadap pertumbuhan bibit tebu.  Metode Pengumpulan Data. terdiri dari 1 faktor yaitu pemberian ekstrak bawang merah dengan taraf: P0 (Kontrol), P1 (250 gr/tanaman), P2 (300 gr/tanaman), P3 (350 gr/tanaman), P4 (400 gr/tanaman), P5 (450 gr/tanaman). Sehingga pada penelitian ini mendapatkan 6 perlakuan, total tanamanya yaitu 120 yang akan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 24 unit percobaan. Penelitian ini menggunakan metode uji Rancangan Acak Kelompok Non-Faktorial Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak bawang merah berpengaruh tidak nyata pada parameter panjang tanaman, diameter batang dan jumlah daun. Ekstrak bawang merah berpengaruh sangat nyata pada parameter jumlah tunas pada umur 75 HST dan 90 HST. Dosis ekstrak bawang merah yang efektif terhadap pertumbuhan bibit tebu yaitu P4 yang menunjukkan hasil terbaik pada parameter jumlah tunas dengan rata-rata 3.15 tunas, jumlah daun dengan rata-rata 12.48 helai, perlakuan P5 menunjukkan hasil terbaik pada parameter diameter batang dengan rata-rata 1mm dan perlakuan P3 menunjukkan hasil terbaik pada parameter panjang tanaman dengan rata–rata 68.23cm. Simpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa. Perlakuan pemberian ekstrak bawang merah pada pertumbuhan bibit tebu berpengaruh sangat nyata pada parameter jumlah tunas pada umur 75 HST dan 90 HST. Dosis ekstrak bawang merah yang efektif terhadap pertumbuhan bibit tebu yaitu P4 pada parameter jumlah tunas, jumlah daun ,perlakuan P5 menunjukkan hasil terbaik pada parameter diameter batang dan perlakuan P3 menunjukkan hasil terbaik pada parameter panjang tanaman. Kata kunci: Tebu, Ekstrak Bawang Merah, Bud Chip
Pengaruh Pupuk KNO3 dan Asam Amino Berbahan Ikan Lemuru Terhadap Pertumbuhan Bibit Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Varietas H-382 Fernando, Moch Ricko; Kusuma, Satria Indra; Setyoko, Ujang; Irawan, Triono Bambang
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/tjtx4h81

Abstract

Pendahuluan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Pupuk KNO3 dan Asam Amino Berbahan Ikan Lemuru Terhadap Pembibitan Tanaman Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Varietas H-382. Penelitian ini dilaksanaka pada bulan Mei 2023 – Juni 2023 Kebun PTPN 1 Regional 4, Desa. Ajung, Kec. Ajung, Jember. Metode Pengumpulan Data. Terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk KNO3 yang terdiri dari 3 taraf yaitu K0 = Tanpa pemberian KNO3 (Kontrol), K1= 10 g pupuk KNO3/ polybag, K2= 20 g pupuk KNO3/ polybag. Faktor kedua adalah konsentrasi pemberian asam amino berbahan ikan lemuru yang terdiri dari 3 taraf yaitu P0= Tanpa pemberian asam amino berbahan ikan lemuru (Kontrol), P1= 5%, P2= 10%. Analisa Data. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data Yang diperoleh dari Hasil Penelitian di Analisa Menggunakan Anova Kemudian di Uji Lanjut Menggunakan BNJ taraf 5%. Hasil dan Diskusi. Pemberian asam amino berbahan ikan lemuru terhadap pertumbuhan bibit tanaman tembakau berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman dengan perlakuan terbaik P2 dengan konsentrasi 10 %. Asam amino juga berpengaruh nyata pada parameter diameter batang dengan perlakuan terbaik P1 dengan konsentrasi 5% dan panjang akar dengan perlakuan terbaik P2 dengan konsentrasi 10 %. Terdapat interaksi pemberian pupuk KNO3 dan asam amino berbahan ikan lemuru terhadap pertumbuhan bibit tanaman tembakau pada parameter tinggi tanaman dan panjang akar dengan perlakuan terbaik adalah K2P2 (KNO3 20 gr/polibag dan asam amino 10%). Simpulan. Pengaruh pemberian pupuk KNO3 terhadap pertumbuhan bibit tanaman tembakau berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman dan panjang akar dengan perlakuan terbaik adalah K2 dengan dosis 20 gram per polybag.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kulit Buah Kakao Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Romadhoni, Ahmad Laiq; Kusuma, Satria Indra
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/pjap1472

Abstract

Pendahuluan. Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Indonesia yang memiliki peran penting dalam meningkatkan pendapatan devisa negara. Namun, produktivitas tanaman kakao saat ini mengalami kendala akibat banyaknya tanaman yang telah berusia tua, mengalami kerusakan, serta kurang produktif. Selain itu, tanaman kakao juga rentan terhadap serangan hama dan penyakit, yang berdampak pada penurunan hasil panen. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan memanfaatkan limbah kulit buah kakao sebagai pupuk organik, mengingat kandungannya yang kaya akan unsur hara esensial bagi pertumbuhan tanaman. Metode Pengumpulan Data. Terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 ulangan yaitu K0 (kontrol, tanpa pupuk), K1 (250 gram/polibag), K2 (350 gram/polibag), dan K3 (450 gram/polibag). Parameter pengamatan yaitu tinggi bibit (cm), diameter batang (mm), jumlah daun (helai), berat basah akar (gram), dan berat kering akar (gram). Analisa Data. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non-Faktorial dan dianalisis menggunakan ANOVA, apabila hasil menunjukkan pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut BNT taraf 5%. Hasil dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik berbahan kulit buah kakao memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi bibit, diameter batang, dan jumlah daun. Namun, pemberian pupuk ini tidak memberikan dampak nyata terhadap berat basah dan berat kering akar. Simpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka disimpulkan bahwa pemberian pupuk organik kulit buah kakao berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi bibit (cm), diameter batang bibit (mm), dan jumlah daun (helai) pada umur 12 MST. Namun, pada parameter berat basah akar (gram) dan berat kering akar (gram), tidak memberikan pengaruh yang signifikan serta perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah perlakuan K2 dengan dosis 350 g/polybag.