Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Variasi Konsentrasi Fase Gerak pada Analisis Hidrokuinon dalam Sabun Pemutih dengan Metode Kromatografi Kertas Anik Eko Novitasari; Lailatul Fitriyah; Rosidah Rosidah
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Juli : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v2i4.637

Abstract

Hydroquinone is a compound that is often used in skin whitening beauty products. According to BPOM 2007, the use of hydroquinone at levels above 2% can cause skin disorders, namely hyperpigmentation which can lead to skin cancer. This research was conducted to qualitatively analyze the hydroquinone compound found in skin whitening soap which does not have a BPOM number. The aim of this research is to determine the presence of hydroquinone compounds contained in skin whitening soap samples and to determine the differences in Rf values ​​resulting from the comparison of the concentrations of the mobile phase used. Qualitative analysis was carried out by calculating the Rf value of paper chromatography using a comparison of variations in mobile phase concentration, namely 50% ethanol: chloroform (1: 1) and 90% ethanol: chloroform (1: 1). The analysis results show that the standard Rf value of hydroquinone from the eluent of 50% ethanol and chloroform is 0.46, where this Rf value is the same as the Rf value from sample number 5, namely 0.46. Meanwhile, the Rf value using 90% ethanol and chloroform eluents in sample No. 5 is 0.67, which is not the same as the standard Rf value, namely 0.56. Of the whitening soap samples, 1 sample showed a positive result containing hydroquinone.
Pendampingan Masyarakat Melalui Pelestarian dan Pemanfaatan Pusaka Keris dan Tombak Peninggalan Majapahit Sebagai Warisan Budaya di Desa Wonorejo Listyawati, Muklisatum; Hidayati, Nurul; Ayunin Uswatun Chasanah; Durro qurrota A'yun; Erna Budiarti; Lailatul Fitriyah; Muchammad Syaifuddin Zuhri
Ta'awun Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/r9dnxg77

Abstract

Kegiatan Pengabdian yang dilakukan adalah pendampingan kepada masyarakat desa Wonorejo untuk menggali dan melestarikan berbagai peninggalan pusaka yang dimiliki desa Wonorejo. Salah satu yang ditemukan adalah keris dan tombak sebagai pusaka peninggalan Majapahit dalam mempertahankan warisan  budaya di desa Wonorejo. Melalui pendekatan etnografi, jeris, dan tombak menjadi simbol kekuatan spiritual dan warisan sejarah yang terus dilestarikan oleh masyarakat setempat. Keris dan tombak merupakan aspek sejarah, budaya dan sosial masyarakat Desa Wonorejo serta peran keris dan tombak dalam ritual adat dan kehidupan sehari-hari. Keris dan tombak bukan hanya benda mati, tetapi memiliki makna yang mendalam dalam kehidupan masyarakat lokal sebagai penjaga tradisi dan identitas budaya. Pemahaman yang lebih baik tentang nilai budaya lokal dan upaya mempertahankan warisan budaya di tengah tantangan zaman modern.
THE EFFECT OF SELF REGULATED LEARNING AND SELF EFFICACY ON STUDENTS’ LEARNING OUTCOMES IN ARCHIVE SUBJECT AT SMK NEGERI 10 SURABAYA Lailatul Fitriyah; Durinda Puspasari
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 5 No. 5 (2021): September
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v5i5.8414

Abstract

The study aimed to analyze: 1) the effect of self-regulated learning on students’ learning outcomes in archive subjects at SMK Negeri 10 Surabaya; 2) the effect of self-efficacy on students’ learning outcomes in archive subjects at SMK Negeri 10 Surabaya; 3) the effect of self-regulated learning and self-efficacy on students’ learning outcomes in archive subjects at SMK Negeri 10 Surabaya. This type of this study was a quantitative research. Data were collected through questionnaires and interviews. The population were all students at class X OTKP for as many as 108. The samples of this study were 85 students which were selected proportional random sampling. The instrument of this study was validity test and reliability test. Then, the data were analyzed through: 1) classical assumption test consisting of normality test, multicollinearity test, and heteroscedasticity test; 2) hypothesis testing using multiple linear regression. The results showed that: 1) there was a significant effect of self-regulated learning on student’ learning outcomes in archive subject at SMK Negeri 10 Surabaya; 2) there was a significant effect of self-efficacy on student’ learning outcomes in archive subject at SMK Negeri 10 Surabaya; 3) there was a significant effect of self-regulated learning and self-efficacy on students’ learning outcomes in archive subject at SMK Negeri 10 Surabaya.
Representasi Nilai Moral dalam Film Animasi Si Kancil dan Buaya Framz Hardiansyah; Lailatul Fitriyah; Imroatul Kamila; Khaila Etha Damayanti; M. Humam Maulana
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3726

Abstract

Dalam menginternalisasikan dan meningkatkan nilai-nilai moral pada anak sejak dini ada banyak strategi yang bisa dilakukan salah satunya adalah mengarahkan anak pada tontonan film animas yang didalamnya mengandung pesan moral dan agama. Film animasi merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk menginternalisasikan dan meningkatkan nilai- nilai moral atau nilai kebaikan. Dalam film animasi ini anak-anak bisa melihat lanngsung tokoh dan peran yang dilakukan oleh tokoh pada film animasi tersebut. Film animasi yang didalamnya mengandung nilai moral dan kebaikan sehingga bisa dijadikan tontonan pada anak-anak terutama anak usia dini adalah film animasi sikancil dan buaya. Film animasi sikancil dan buaya ini menggunakan cara bercerita yang mudah diperhatikan sehingga membuat anak cepat paham mengenai cerita yang ada pada film animasi tersebut, Karena dalam film sikancil dan buaya ini diceritakan dengan kata yang sederhana dan menarik sehingga bisa membuat anak lebih cepat memahami dari cerita yang ada pada film animasi sikancil dan buaya. Film animasi ini bisa digunakan sebagai media pembelajaran dalam membentuk kepribadian dan membimbing kecerdasan emosional anak.