Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pendampingan Masyarakat Melalui Pelestarian dan Pemanfaatan Pusaka Keris dan Tombak Peninggalan Majapahit Sebagai Warisan Budaya di Desa Wonorejo Listyawati, Muklisatum; Hidayati, Nurul; Ayunin Uswatun Chasanah; Durro qurrota A'yun; Erna Budiarti; Lailatul Fitriyah; Muchammad Syaifuddin Zuhri
Ta'awun Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Uluwiyah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47759/r9dnxg77

Abstract

Kegiatan Pengabdian yang dilakukan adalah pendampingan kepada masyarakat desa Wonorejo untuk menggali dan melestarikan berbagai peninggalan pusaka yang dimiliki desa Wonorejo. Salah satu yang ditemukan adalah keris dan tombak sebagai pusaka peninggalan Majapahit dalam mempertahankan warisan  budaya di desa Wonorejo. Melalui pendekatan etnografi, jeris, dan tombak menjadi simbol kekuatan spiritual dan warisan sejarah yang terus dilestarikan oleh masyarakat setempat. Keris dan tombak merupakan aspek sejarah, budaya dan sosial masyarakat Desa Wonorejo serta peran keris dan tombak dalam ritual adat dan kehidupan sehari-hari. Keris dan tombak bukan hanya benda mati, tetapi memiliki makna yang mendalam dalam kehidupan masyarakat lokal sebagai penjaga tradisi dan identitas budaya. Pemahaman yang lebih baik tentang nilai budaya lokal dan upaya mempertahankan warisan budaya di tengah tantangan zaman modern.
THE EFFECT OF SELF REGULATED LEARNING AND SELF EFFICACY ON STUDENTS’ LEARNING OUTCOMES IN ARCHIVE SUBJECT AT SMK NEGERI 10 SURABAYA Lailatul Fitriyah; Durinda Puspasari
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 5 No. 5 (2021): September
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v5i5.8414

Abstract

The study aimed to analyze: 1) the effect of self-regulated learning on students’ learning outcomes in archive subjects at SMK Negeri 10 Surabaya; 2) the effect of self-efficacy on students’ learning outcomes in archive subjects at SMK Negeri 10 Surabaya; 3) the effect of self-regulated learning and self-efficacy on students’ learning outcomes in archive subjects at SMK Negeri 10 Surabaya. This type of this study was a quantitative research. Data were collected through questionnaires and interviews. The population were all students at class X OTKP for as many as 108. The samples of this study were 85 students which were selected proportional random sampling. The instrument of this study was validity test and reliability test. Then, the data were analyzed through: 1) classical assumption test consisting of normality test, multicollinearity test, and heteroscedasticity test; 2) hypothesis testing using multiple linear regression. The results showed that: 1) there was a significant effect of self-regulated learning on student’ learning outcomes in archive subject at SMK Negeri 10 Surabaya; 2) there was a significant effect of self-efficacy on student’ learning outcomes in archive subject at SMK Negeri 10 Surabaya; 3) there was a significant effect of self-regulated learning and self-efficacy on students’ learning outcomes in archive subject at SMK Negeri 10 Surabaya.
Representasi Nilai Moral dalam Film Animasi Si Kancil dan Buaya Framz Hardiansyah; Lailatul Fitriyah; Imroatul Kamila; Khaila Etha Damayanti; M. Humam Maulana
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3726

Abstract

Dalam menginternalisasikan dan meningkatkan nilai-nilai moral pada anak sejak dini ada banyak strategi yang bisa dilakukan salah satunya adalah mengarahkan anak pada tontonan film animas yang didalamnya mengandung pesan moral dan agama. Film animasi merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk menginternalisasikan dan meningkatkan nilai- nilai moral atau nilai kebaikan. Dalam film animasi ini anak-anak bisa melihat lanngsung tokoh dan peran yang dilakukan oleh tokoh pada film animasi tersebut. Film animasi yang didalamnya mengandung nilai moral dan kebaikan sehingga bisa dijadikan tontonan pada anak-anak terutama anak usia dini adalah film animasi sikancil dan buaya. Film animasi sikancil dan buaya ini menggunakan cara bercerita yang mudah diperhatikan sehingga membuat anak cepat paham mengenai cerita yang ada pada film animasi tersebut, Karena dalam film sikancil dan buaya ini diceritakan dengan kata yang sederhana dan menarik sehingga bisa membuat anak lebih cepat memahami dari cerita yang ada pada film animasi sikancil dan buaya. Film animasi ini bisa digunakan sebagai media pembelajaran dalam membentuk kepribadian dan membimbing kecerdasan emosional anak.
ANALYSIS OF THE RELIEF STORY OF JAJAGHU TEMPLE AS A MEANS OF INSTILLING MORAL VALUES IN STUDENTS Lailatul Fitriyah
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i2.53707

Abstract

Education is an important aspect for instilling moral values in students, one of which is through history lessons. History lessons play a strategic role in instilling moral values in students through historical traces. Historical traces contain stories that contain important values to be taught to students, one of which is Jajaghu Temple. Jajaghu Temple or Jago Temple is a temple site left behind by the 13th-century Singhasari Kingdom, which has narrative reliefs rich in religious and mythological stories. The purpose of this study is to analyse the stories in the reliefs of Jajaghu Temple to identify moral values that can be instilled in students. This study uses a historical method consisting of five stages, namely topic selection, heuristics, verification, interpretation, and historiography. The results of the discussion show that Jajaghu Temple is a historical relic from the Hindu-Buddhist Kingdom era, which remains a source of history to this day. It is evident that Jajaghu Temple preserves important stories through its reliefs, namely the story of the crane and the turtle, the story of Ari Dharma, the story of Kunjarakarna (heaven and hell), the story of Partayatna, the story of Arjunawiwaha, and the story of Kresnayana. The story has the potential to instil moral values in students, enriching their character education as part of their cultural and moral heritage and preparing them to face the challenges of the future.