p-Index From 2021 - 2026
7.222
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha Jurnal Pendidikan Akuntansi (JPAK) Ekuitas: Jurnal Pendidikan Ekonomi Jurnal Promosi Pendidikan Ekonomi Et-Tijarie: Jurnal Hukum dan Bisnis Syariah Monex: Journal of Accounting Research JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial Akuntabel : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Forum Ekonomi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan JURNAL EKONOMI PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) Humaniora JAE (Jurnal Akuntansi dan Ekonomi) Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Akun Nabelo : Jurnal Akuntansi Netral, Akuntabel, Objektif Jurnal Edukasi (Ekonomi, Pendidikan dan Akuntansi) Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti (JAICB) VALUE: Jurnal Ilmiah Akuntansi, Keuangan dan Bisnis Basic and Applied Education Research Journal (BAERJ) Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Jubaedah) Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pendidikan Ekonomi, Akuntansi dan Kewirausahaan (JPEAKU) Education Journal: Journal Educational Research and Development Journal of Management, Economic, and Accounting Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ekuitas Jurnal Pnedidikan Ekonomi CENDEKIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Penerapan Model Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran Ekonomi Menggunakan Model CIPP Di SMAN 1 Kencong Jember Mulyo Budi Santuso; Pudjo Suharso; Dwi Herlindawati
CENDEKIA: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN Vol 12 No 2 (2024): CENDEKIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : STKIP Paris Barantai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33659/cip.v12i2.355

Abstract

Kegiatan evaluasi penerapan model PBL dapat memberikan manfaat untuk melihat capaian model pembelajaran yang dilaksanakan selama ini dan kendala-kendala yang dihadapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian penerapan model pembelajaran berbasis masalah di SMAN 1 Kencong pada mata pelajaran ekonomi ditinjau menggunakan model evaluasi CIPP. Metode pengumpulan data adalah observasi, dokumen dan wawancara. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari seluruh komponen yang dievaluasi ditemukan bahwa penerapan model PBL yang diterapkan oleh guru ekonomi di SMAN 1 Kencong hampir sesuai dengan standar penerapan model PBL. Persentase setiap komponen yaitu evaluasi context sebesar 100% dengan tingkat kesesuaiannya yaitu sangat sesuai, evaluasi input sebesar 75% dengan tingkat kesesuaian “sesuai”, evaluasi process sebesar 94,73% dengan tingkat kesesuai “sangat sesuai” dan evaluasi product sebesar 100% dengan tingkat kesesuaian “sangat sesuai”. Salain itu, ditemukan juga ketidaksesuain antara lain; guru ekonomi belum memiliki sertifikasi profesi guru, keterbatasan jumlah sarana dan prasarana seperti projector.
Disaster Resilience Through Social Capital Among Indonesian Migrant Workers in Taiwan Mukhamad Zulianto; Dwi Herlindawati; Bambang Triyono; Nia Devita Sari; Damayanti Masduki
Humaniora: Journal of Indonesia Culture and Society Vol. 17 No. 1 (2026): Humaniora: Journal of Indonesian Culture and Society
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v17i1.14044

Abstract

This research examines how Indonesian Migrant Workers (IMWs) in Taiwan build disaster resilience by mobilizing social capital, particularly in contexts where formal institutional support is limited or absent. Using an interpretive qualitative approach, the study adopts a case study design that includes semi-structured interviews and participant observation. The findings reveal that bonding and bridging social capital, developed through informal community connections, digital platforms, and shared religious and cultural practices, serve as critical assets for disaster preparedness and response. These networks enable mutual aid, timely information exchange, and collective action among IMWs during disaster situations. However, linking social capital appears weak, indicating limited engagement with formal institutions and restricted access to public resources and legal protections. Informal leadership structures and culturally rooted coping strategies continue to play a significant role in fostering grassroots resilience. Nonetheless, systemic challenges such as language barriers, precarious legal status, and digital exclusion continue to impede broader institutional integration. By highlighting the experiences and agency of IMWs, this research contributes meaningfully to the discourse on disaster governance. It underscores the importance of inclusive frameworks that acknowledge the capabilities of migrant communities as active disaster actors rather than passive recipients of aid. It advocates for the inclusion of community-based organizations in national disaster policies and recommends comparative studies across different migrant-receiving contexts to deepen understanding of transnational resilience dynamics.