Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

HUBUNGAN POSISI KERJA DENGAN KEJADIAN MSDS PADA PEKERJA PEMANEN DI PT X Isnaeni, Lira Mufti Azzahri; Gustriana, Etri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

x
ANALISIS KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI ANCAMANAN BENCANA KEBAKARAN DI KABUPATEN KAMPAR Isnaeni, Lira Mufti Azzahri; Gustriana, Etri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan pertumbuhan bila tidak dikenali dan ditangani sejak dini akan mempengaruhi prestasi belajar dan masa depan anak. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan intraseluler, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan pada anak usia pra sekolah diantaranya yaitu pengetahuan ibu, pendidikan dan pendapatan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang berhubungan dengan pertumbuhan anak usia pra sekolah di Paud Terpadu Adzkyah Bangkinang Kota. Desain penelitian adalah Deskriptik Analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anak Usia Pra Sekolah yang ada di Paud Terpadu Adzkyah Bangkinang Kota. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total sampling yaitu sebanyak 30 responden. Alat pengumpulan data yaitu berupa kuesioner. Hasil penelitian yang dilakukan di dapatkan yaitu ada hubungan pengetahuan ibu dengan pertumbuhan anak usia pra sekolah dengan P value = 0,003 (P0,05). Hasil uji statistik didapat ada hubungan pendapatan keluarga dengan pertumbuhan anak usia pra sekolah dengan P value = 0,001 (P
EDUKASI BURN OUT DAN UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA DI PT SCU Isnaeni, Lira Mufti Azzahri; Gustiana, Etri Gustiana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i2.20950

Abstract

Abstrak
EDUKASI METODE MENGANGKAT ERGONOMIS BAGI PEMANEN DI PT X Isnaeni, Lira Mufti Azzahri; Gustiana, Etri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): Volume 2 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i3.20951

Abstract

EDUKASI METODE MENGANGKAT ERGONOMIS BAGI PEMANEN DI PT X
EDUKASI PENANGANAN SAMPAH MEDIS PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Isnaeni, Lira Mufti Azzahri; Gustiana, Etri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.20954

Abstract

abstrak
Faktor-Faktor Penyebab Kejadian Stunting pada Balita Usia 12-24 Bulan di Desa Karya Mulya, Provinsi Riau Ayuni, Sri Susi; Rizqi, Eka Roshifita; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.1.48-55

Abstract

The factors that cause stunting in toddlers include incomplete immunization of toddlers, failure to provide exclusive breastfeeding or early weaning, and inappropriate provision of Complementary feeding (MP-ASI). The research aims to analyze the factors causing the incidence of stunting in toddlers aged 12–24 months in Karya Mulya Village in 2023. The type of research is quantitative with a cross-sectional design. The research was conducted in April 2023 with a sample size of 52 mothers of toddlers aged 12–24 months using a total sampling technique. Data were collected using questionnaires, Maternal Child Health books, and body length measurements. The data analysis used was univariate and bivariate analysis with the Fisher Exact Test. The results of the univariate analysis showed that 9 toddlers (17.3%) experienced stunting, 21 toddlers (40.4%) did not give exclusive breast milk at the age of 0–6 months, 27 toddlers (51.9%) gave complementary feeding incorrectly. The Fisher Exact Test results found that there was no relationship between complete immunization and the incidence of stunting (p-value=1.000), there was a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting (p-value=0.002), there was a relationship between giving complementary feeding and the incidence of stunting (p-value=0.025). The conclusion is that there is no significant relationship between the completeness of immunization in toddlers, but there is a significant relationship between exclusive breastfeeding and Complementary feeding and the incidence of stunting in toddlers aged 12–24 months in Karya Mulya Village in 2023. It is hoped that mothers of toddlers will continue to monitor the growth of toddlers every month, providing routine immunizations, exclusive breastfeeding, and MP-ASI by guidelines to prevent stunting.
Hubungan Hygiene Sanitasi Makanan dan Kebiasaan Jajan dengan Kejadian Diare pada Balita Usia 12-59 Bulan di Kelurahan Air Tiris Angraini, Dela Nofri; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri; Kusumawati, Nila
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 25 No 2 (2025): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v25i2.1765

Abstract

The World Health Organization (WHO) states that diarrhea is the third leading cause of death in children aged 1–59 months. Each year, this disease causes the death of approximately 443,832 children under 5 years of age, and 50,851 children aged 5 to 9 years. The purpose of this study was to determine the relationship between food hygiene and sanitation and snacking habits with the incidence of diarrhea in toddlers aged 12–59 months in Air Tiris Village. The study design used a quantitative approach with a cross-sectional design. The population of this study was all mothers who had toddlers in Air Tiris Villag e. The sample in this study amounted to 114 respondents taken using cluster sampling. The results of the study obtained a significant relationship between food hygiene and sanitation with the incidence of diarrhea in toddlers aged 12–59 months in Air Tiris Village, with a p-value of 0.003. There was a significant relationship between snacking habits and the incidence of diarrhea in toddlers aged 12–59 months in Air Tiris Village, with a p-value of 0.016. Parents, especially mothers of toddlers, are expected to pay closer attention to the hygiene and sanitation of the food they provide to their children and to monitor their toddlers' snacking habits.
PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, KEBIASAAN JAJAN DAN RISIKO GIZI LEBIH PADA BALITA USIA 6-24 BULAN Iqbal fadillah; Widawati, Widawati; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i1.1039

Abstract

Risiko gizi lebih merupakan  masalah gizi yang disebabkan oleh asupan makanan yang berlebih atau pengeluaran energi yang kurang. Kurangnya pemberian ASI eksklusif menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan gizi dan perkembangan balita. Selain itu, kebiasaan jajan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko gizi lebih pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan kebiasaan jajan dengan kejadian risiko gizi lebih pada balita usia 6-24 bulan di desa Salo wilayah kerja Puskesmas Salo. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 44 balita usia 6-24 bulan dengan teknik cluster random sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan pengukuran berat badan dan tinggi badan, kuesioner serta wawancara FFQ (Food Frequency Questionnaire). Analisis yang digunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian sebanyak 23 balita (52,3%) dengan tidak risiko gizi lebih, 24 balita (54,5%) tidak diberikan ASI eksklusif dan 25 balita (56,8%) memiliki kebiasaan jajan tidak baik. Kesimpulan terdapat hubungan pemberian ASI eksklusif  (P=0,000) dan kebiasaan jajan (P=0,0,58) dengan risiko gizi lebih pada balita. Disarankan untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif,  menerapkan kebiasaan jajan yang sehat pada balita dan memantau status gizi balita.
FAKTOR – FAKTOR PENGHAMBAT IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEKERJA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI PT. TASMA PUJA KAMPAR Inaya, Nur; Luthfi, Amir; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i2.1053

Abstract

Implementasi K3 sangat penting untuk melindungi pekerja dari risiko dan bahaya yang mungkin muncul dari peralatan kerja atau lingkungan kerja. Tingkat persepsi, pengawasan dan pelatihan tentang K3 memiliki peranan dalam implementasi K3. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetauhi faktor-faktor penghambat implementasi K3 pada pekerja perkebunan kelapa sawit di PT. Tasma Puja Kampar. Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 192 responden dan 130 dijadikan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian didapatakan bahwa adanya hubungan faktor persepsi bahaya dengan nilai p value 0,000, pengawasan K3 dengan nilai p value 0,001, dan pelatihan K3 dengan nilai p value 0,000. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara persepsi bahaya, pengawasan K3, pelatihan K3 dengan implementasi K3 pada pekerja perkebunan kelapa sawit di PT. Tasma Puja Kampar Tahun 2024. Diharapkan kepada PT. Tasma Puja untuk meningkatkan pengawasan dan pelatihan tentang K3 bagi pekerja Perkebunan kelapa sawit, sehingga pekerja memperoleh pengetahuan lebih supaya dapat berperilaku aman dan patuh dalam penggunaan APD sehingga mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
GAMBARAN TINGKAT KEPADATAN LALAT DAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA WILAYAH KERJA UPT. PUSKESMAS AIR TIRIS Darmawan, Dwiki; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri; R, Zurrahmi Z.; Yuristin, Devina
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i2.1087

Abstract

Penyakit diare merupakan penyakit yang paling sering terjadi pada anak balita dengan disertai muntah dan mencret, penyakit diare apabila tidak segera diberi pertolongan pada anak dapat mengakibatkan dehidrasi. Timbulnya penyakit diare dapat dipengaruhi oleh tingkat kepadatan lalat. Dampak diare adalah dehidrasi ringan hingga berat, sepsis, infeksi berat yang bisa menyebar ke organ lain dan malnutrisi terutama pada anak dengan usia kurang dari 5 tahun, yang dapat mengakibatkan menurunnya kekebalan tubuh anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kepadatan lalat kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Air Tiris. Desain penelitian ini adalah menggunakan metode cross sectional. Kesimpulan terdapat 47 (54,0%) responden memiliki tingkat kepadatan lalat yang rendah dan 46 (52,9%) responden yang mengalami kejadian diare. Diharapkan kepada masyarakat agar dapat menciptakan lingkungan yang sehat bagi balita seperti agar terhindar dari vektor penyebab penyakit dan untuk mencegah terjadinya diare pada balita.