Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengembangan Alat Pengering Pisang Sale untuk Meningkatkan Kualitas Produksi dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kampung Baroh, Langsa Fadhilla, Cut Alna; Isra, Muhammad; Harmin, Amalia; Gunawan, Chichi Rizka; Bravikawati, Marini; Rizki, Muhammad Nuzan; Kamar, Iqbal
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v3i2.20412

Abstract

Pengeringan pisang sale merupakan langkah krusial dalam proses produksi pisang sale, sebuah produk olahan tradisional yang menjadi sumber mata pencaharian utama bagi masyarakat Kampung Baroh, Langsa. Namun, metode pengeringan tradisional yang selama ini digunakan sering kali tidak efisien, memakan waktu lama, dan kurang memenuhi standar kebersihan. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan alat pengering pisang sale yang sederhana, efisien, dan mudah digunakan oleh masyarakat setempat, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas produksi serta memberdayakan ekonomi lokal. Proses pengembangan alat pengering ini melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat Kampung Baroh. Tim pengabdian bekerja sama dengan warga untuk merancang, menguji, dan memperbaiki prototipe alat pengering yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan budaya setempat, serta memenuhi standar keamanan pangan dan sanitasi. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa penggunaan alat pengering yang dikembangkan mampu menghasilkan pisang sale dengan kualitas yang lebih baik, baik dari segi tekstur, rasa, maupun kebersihan. Selain itu, alat ini juga mempercepat proses pengeringan yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari menjadi hanya sekitar 10 jam. Dampak positif dari keberadaan alat ini adalah peningkatan produktivitas masyarakat Kampung Baroh, yang kini dapat memasok pisang sale ke pasar lokal dan regional dengan lebih cepat dan efisien.
Sosialisasi Penyelesaian Soal Pada Aplikasi Quizzy Dengan Menggunakan Chromebook Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas Vi SD Negeri 03 Lapang Faisal, Faisal; Rizki, Muhammad Nuzan; Kamar, Iqbal; Bahri, Syamsul; Fibarzi, Wiza Ulfa; Ulfa, Raudhatul
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v3i2.19646

Abstract

Motivasi untuk belajar di pihak siswa dianggap sebagai salah satu faktor kritis dalam menentukan keberhasilan proses pengajarannya. Penelitian ini, di sisi lain, bertujuan untuk menilai bagaimana penggunaan aplikasi Quizzy dengan bantuan perangkat Chromebook telah mempengaruhi minat belajar siswa kelas VI di SD Negeri 03 Lapang. Pelaksanaan pengabdaian dilakukan dengan survey lokasi, pengumpulan data,  pretest dan posttest kepada siswa. Pengabdian dilakukan selama 1 hari. Sosialisasi berisi materi mengenai pengenalan, pemafaatan, dan penerapan Cromebook.  Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan terkait motivasi dan minat belajar untuk mayoritas siswa setelah penerapan aplikasi quizzy dengan bantuan  cromebook.
PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (PANDANUS AMARYLLIFOLIUS ROXB) SEBAGAI INHIBITOR KOROSI PADA BAJA SS 400 DALAM LARUTAN H2SO4 1 M Umairoh, Ummi; Jalaluddin, Jalaluddin; Kamar, Iqbal; Bahri, Syamsul; Kurniawan, Eddy; Faisal, Faisal
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Mei 2024
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v13i1.16546

Abstract

Korosi terjadi sebagai hasil dari reaksi elektrokimia yang terjadi di lingkungan logam. Dengan menambah inhibitor korosi, baik organik maupun anorganik, atau bahan kimia, korosi dapat dicegah. Istilah "inhibitor korosi" mengacu pada zat yang memiliki kemampuan untuk mencegah korosi logam saat berada di lingkungannya. Inhibitor organik daun pandan wangi ekstrak, yang mengandung tanin, memiliki kemampuan untuk membentuk senyawa kompleks pada permukaan logam, yang memperlambat laju korosi logam. Studi tentang aplikasi ekstrak daun pandan wangi untuk mengurangi korosi pada plat baja SS 400, yang merupakan kelompok baja karbon rendah dengan karbon 0,20% dan kekuatan tarik 400-520 Mpa. Penelitian ini belum pernah dilakukan sebelumnya, tetapi belum pernah menggunakan larutan korosif asam sulfat (H2SO4). Plat baja SS 400 dicampur dengan asam sulfat (H2SO4) dengan konstrasi 1 M, dan ekstrak daun pandan wangi adalah inhibitor organiknya. Konsentrasi inhibitor 0, 50, 100, dan 150 ppm digunakan selama perendaman selama 4 hari, 8 hari, 12 hari, dan 16 hari. Metode kehilangan berat dapat digunakan untuk menghitung laju korosi baja. Penelitian ini menemukan bahwa ekstrak daun pandan wangi dapat mengurangi laju korosi baja dengan konsentrasi inhibitor 150 Ppm sebesar 30,67 mmpy dan efisiensi 92,05 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak daun pandan wangi dapat digunakan sebagai pengganti inhibitor organik.
SINTESIS ASAM OKSALAT DARI LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA) DENGAN METODE OKSIDASI ASAM NITRAT (HNO3) Zulnazri, Zulnazri; Kamar, Iqbal; Holila, Manna; Sylvia, Novi; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i3.15143

Abstract

Buah pisang kepok (Musa Paradisiaca), yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, seringkali hanya dimanfaatkan bagian daging buahnya oleh masyarakat. Kulitnya seringkali dianggap limbah dan digunakan sebagai pakan ternak. Namun, berdasarkan kandungannya, kulit pisang kepok memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan baku dalam produksi asam oksalat. Kulit pisang kepok mengandung 15,36% lignin dan 60-65% selulosa. Asam oksalat adalah senyawa kristal tidak berwarna yang larut dalam air dengan rumus C2H2O4. Dalam beberapa penelitian sebelumnya, metode oksidasi dengan asam nitrat telah digunakan untuk menghasilkan asam oksalat dari bahan baku lain, seperti batang rami, yang menghasilkan hasil sekitar 25,4%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsentrasi asam nitrat dan waktu oksidasi pada kulit pisang kepok berdampak pada jumlah asam oksalat yang dihasilkan dan kualitas yang dihasilkan. Konsentrasi asam nitrat dan waktu pemanasan adalah faktor utama dalam proses oksidasi yang digunakan dalam metodologi penelitian. Variabel independen termasuk konsentrasi asam nitrat (3M, 4M, dan 5M) dan waktu oksidasi (60, 70, dan 80 menit) pada 75°C. Penelitian ini sudah pernah dilakukan dengan menggunakan limbah kulit durian, maka dari itu di penelitian kali ini menggunakan bahan yang disebutkan. Konsentrasi asam nitrat dikaitkan dengan tingkat produksi asam oksalat yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air setelah pengeringan sebesar 12,8%, sementara kadar asam oksalat, yang diukur dengan metode titrasi permanganometri, mencapai nilai tertinggi sekitar 96%. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kondisi optimal dicapai selama 60 menit dengan konsentrasi HNO3 sebesar 5M, yang menghasilkan hasil 8,712%.
PERBANDINGAN BIOAKTIVATOR PADA FERMENTASI PUPUK ORGANIK CAIR DARI KULIT KOPI DAN AIR TAHU Mulya, Maulana Heru; Kurniawan, Eddy; Jalaluddin, Jalaluddin; Ibrahim, Ishak; Kamar, Iqbal
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i1.20953

Abstract

Pupuk adalah material yang diberikan kepada tumbuhan sebagai sumber nutrisi tambahan. Pembuatan pupuk dapat menggunakan limbah yang berasal dari tumbuhan seperti limbah kulit kopi dan limbah buangan industri berupa air tahu. Dalam pembuatan pupuk organik cair dibutuhkan bioaktivator untuk mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan kualitas pupuk menjadi lebih baik. Jenis bioaktivator yang digunakan dapat mempengaruhi kualitas yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan bioaktivator yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas kandungan pada pupuk organik cair sesuai dengan Menteri Pertanian No.261/KPTS/SR.310/M/4/2019 menggunakan bioaktivator M21 Dekomposer dan EM4 dengan volume masing-masing 75 ml dan waktu fermentasi selama 14 hari. Parameter yang di analisa adalah kandungan Nitrogen, Posfor, kalium, C-Organik, dan Rasio C/N. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan bioaktivator M21 Dekomposer dalam pengolahan pupuk organik cair menghasilkan hasil terbaik dengan Kadar Nitrogen 0,84%, Posfor 0,52%, kalium 0,45%, C-organik 12,21, dan rasio C/N 14,54%. Sedangkan EM4 dengan kadar Nitrogen 0,77%, Posfor 0,47%, kalium 0,33%, C-organik 8,80%, dan rasio C/N 11,43%. Bioaktivator M21 Dekomposer lebih unggul dibandingkan EM4 disebabkan jumlah mikroorganisme yang terkandung di dalamnya lebih tinggi. Jumlah mikroorganisme akan terus berkembang sehingga akan meningkatkan kandungan bahan organik pada pupuk. Namun demikian hasil penelitian belum memenuhi baku mutu berdasarkan menteri pertanian No.261/KPTS/SR.310/M/4/2019 meskipun C-organik dan C/N sudah  memenuhi persyaratan.
Peningkatan Literasi Matematika melalui Media Ular Tangga Matematika di SD Negeri 10 Syamtalira Bayu Faisal, Faisal; Kamar, Iqbal; Rizki, Muhammad Nuzan; Fibarzi, Wiza Ulfa; Ulfa, Raudhatul; Bahri, Syamsul; Yani, Firda Tirta
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i1.22839

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa SD melalui pendekatan permainan edukatif “Ular Tangga Matematika” dan juga salah satu program kampus mengajar dalam meningkatkan asistensis sekolah dasar di daerah-daerah terutama literasi dan numerasi. Permainan ini dirancang untuk membantu siswa memahami konsep dasar matematika seperti operasi hitung, satuan ukuran, dan geometri dalam bentuk yang menyenangkan. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas V SD Negeri 10 Syamtalira Bayu. Metode pelaksanaan meliputi tahap perencanaan, implementasi media ular tangga matematika, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa media ini mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap pelajaran matematika. Literasi matematika siswa meningkat signifikan, ditandai dengan peningkatan hasil tes dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran
Pembuatan Sabun Mandi Padat dengan Memanfaatkan Minyak Jelantah untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Desa Paloh Lada Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Bahri, Syamsul; Kamar, Iqbal; Ginting, Zainuddin; Faisal, Faisal; Ulfa, Raudhatul; Absa, Munzir; Fibarzi, Wiza Ulfa
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v3i1.15829

Abstract

Makanan sangat diperlukan bagi keberadaan semua makhluk hidup. Manusia saat ini mengonsumsi jutaan jenis makanan berlemak. Saat ini, meskipun manfaatnya sangat besar, minyak merupakan penyumbang masalah lingkungan yang signifikan. Tanpa memperhatikan lingkungan, pembuangan limbah minyak jelantah secara terus-menerus dapat berdampak buruk baik bagi lingkungan maupun kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, inovasi harus diperkenalkan kepada masyarakat dalam upaya mengurangi pencemaran rumah tangga, khususnya yang berpotensi merusak lingkungan. Sabun dapat diolah kembali dari sisa minyak jelantah yang dihasilkan oleh penggorengan di dapur atau penjual gorengan. Untuk mengendalikan pencemaran lingkungan, layanan ini berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah lingkungan dan menawarkan instruksi dan dukungan pembuatan sabun. Yang digunakan adalah sistem industri yang bebas limbah untuk mengolah sampah minyak jelantah. Upaya yang telah dilakukan telah membuahkan hasil dalam meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat dan kemahiran mereka dalam memproduksi deterjen dari limbah minyak jelantah. Sabun yang dihasilkan selanjutnya dikemas dan diberi label dengan nama MIJA agar menjadi sebuah kenang-kenangan yang bernilai ekonomis. 
PENGOLAHAN AMMONIUM NITROGEN DARI LIMBAH CAIR INDUSTRI PUPUK UREA DAN BITTERN SEBAGAI PEMBENTUK PUPUK STRUVITE Ulfa, Raudhatul; Kamar, Iqbal; Faisal, Faisal; Rizki, Muhammad Nuzan
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i2.15231

Abstract

Industri pupuk menghasilkan limbah cair yang mengandung kadar amonium (NH4+) yang tinggi sehingga akan sangat berbahaya bila limbah ini dibuang secara langsung ke perairan karena akan langsung merusak ekosistem perairan. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, perlu adanya recoveriy atau pengurangan kadar amonium dalam limbah. Struvite (MgNH4PO4.6H2O) memiliki karakteristik yang slow release, artinya pupuk dapat melepas secara lambat senyawa yang diperlukan tanaman. Limbah garam (bittern) adalah pereaksi yang merupakan sumber Mg2+ pada produksi struvite. Untuk menurunkan biaya produksi sedapat mungkin digunakan limbah sebagai pereaksi untuk menghasilkan produk tersebut. Tujuan penelitian ini ialah untuk menurunkan konsentrasi limbah cair industri pupuk urea dengan pembuatan struvite. Pembentukan kristal struvite  dengan variabel tetap yaitu pH 9 dan variabel bebas yaitu perbandingan reaktan Mg:PO4. Hasil penelitian dari perbandingan molar Mg:NH4+:PO4 1:1:1 penurunan NH4+ maksimum adalah 132.5 mg/L. Penurunan konsentrasi  NH4+ meningkat pada molar reaktan Mg2+ yang lebih besar yaitu pada rasio molar Mg:PO4 1,2:1 mencapai penurunan konsentrasi optimum 75 mg/L. Produk struvite yang dihasilkan juga diperoleh pada molar reaktan pada Mg:PO4 1,2:1 yaitu 11.4 gr. Produk pupuk struvite dianalisa menggunakan XRD.
KARAKTERISASI PLASTIK BIODEGRADABLE DARI PATI SAGU DENGAN PENAMBAHAN FILLER KALSIUM SILIKAT DAN KAOLIN Salsabil, Safyra Qathrunnada; Masrullita, Masrullita; Suryati, Suryati; Kamar, Iqbal; Meriatna, Meriatna; Maulinda, Leni; Safriwardy, Ferri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.14965

Abstract

Bioplastik adalah jenis plastik yang terbuat dari bahan-bahan alam yang fungsinya sama seperti plastik konvensional, tetapi dapat terurai secara alami dan lebih cepat dengan bantuan mikroorganisme. Karena memiliki sifat yang dapat terurai dengan cepat dialam, bioplastik termasuk bahan plastik yang ramah terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan bahan baku pati sagu dengan penambahan sorbitol 30% sebagai plasticizer dan filler kalsium silikat dan kaolin dengan variasi konsentrasi 3%, 6%, 9%, 12% dari berat pati. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dari bioplastik dengan penambahan filler kalsium silikat dan kaolin serta kualitas bioplastik manakah yang terbaik antara penambahan kedua filler tersebut. Penambahan filler pada bioplastik berguna untuk menyempurnakan sifat mekanik yaitu meningkatkan kuat tarik dan menurunkan sifat penyerapan bioplastik terhadap air. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental, bioplastik dari pati sagu dengan penambahan sorbitol serta  filler kalsium silikat dan kaolin diharapkan menjadi suatu material yang dapat diperbaharui sehingga dapat mengurangi dan mencegah kerusakan lingkungan. Pada penelitian ini diperoleh hasil biodegradasi terbaik yaitu pada variasi bioplastik dengan  filler kaolin dengan konsentrasi 3% dan 6%, kemudian uji swelling terbaik diperoleh pada  variasi bioplastik dengan filler kaolin 12% dimana nilai swellingnya sebesar 11,10 % , dan hasil uji kuat tarik terbaik diperoleh pada variasi bioplastik dengan filler kalsium silikat 6% dimana nilai kuat tarik diperoleh sebesar 1.49 MPa. 
Pengaruh Temperatur dan Waktu Terhadap Karakteristik Pektin dari Campuran Kulit Pisang Kepok dan Kulit Rambutan Menggunakan Pelarut Asam Asetat Puteri, Febbyola; Jalaluddin, Jalaluddin; Kurniawan, Eddy; Muhammad, Muhammad; Kamar, Iqbal
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.15162

Abstract

Pektin yaitu senyawa hidrokoloid yang sering digunakan pada industri makanan dan minuman, banyak digunakan sebagai penstabil dalam industri farmasi dan makanan karena kemampuan untuk membentuk koloid dan gel dalam larutan. Permintaan pektin di Indonesia terus meningkat. Sayangnya, limbah kulit pisang kepok dan kulit rambutan masih banyak yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Kulit pisang kepok seringkali hanya dianggap sebagai sampah organik atau digunakan sebagai pakan ternak, sementara kulit rambutan meskipun dihasilkan dalam jumlah besar akibat konsumsi masyarakat, umumnya hanya dibuang begitu saja tanpa pengolahan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur dan waktu terhadap karakteristik pektin dari campuran kulit pisang kepok dan kulit rambutan menggunakan pelarut asam asetat. Metode ekstraksi yang digunakan untuk penelitian ini melibatkan pelarut CH3COOH. Setelah itu, selama dua puluh jam, endapan pektin ditambahkan dengan etanol 96% untuk mengurangi residu asam. Endapan kemudian dikeringkan dalam oven selama tiga jam pada suhu 105oC untuk menghasilkan pektin kering. Variabel tetap penelitian ini adalah berat bubuk sampel sebesar 30 gram dan volume pelarut sebanyak 300 ml. Sementara itu, varibel yang divariasikan adalah temperatur (70oC, 80oC, 90oC, 100oC, dan 110oC) dan waktu (30 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit, dan 150 menit). Yield, kadar air, berat ekivalen, kadar metoksil, kadar galakturonat, dan derajat esterifikasi adalah karakteristik pektin yang dipelajari. Menurut hasil penelitian, suhu dan waktu ekstraksi memiliki pengaruh besar terhadap hasil pektin. Suhu ekstraksi yang lebih tinggi dan durasi ekstraksi yang lebih lama menunjukkan bahwa rendemen, kadar metoksil, dan kadar galakturonat akan meningkat. Berdasarkan hasil penelitian yang dicapai dalam penelitian ini mencakup rendemen pektin tertinggi 9,296%, kadar air terendah sebesar 9,555%, kadar metoksil tertiggi sebesar 6,262%, dan kadar galakturonat tertinggi sebesar 66,880%.