Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Hubungan Mutu Pelayanan dengan Kepuasan Pasien di Klinik Pratama Rutan Kelas I Pondok Bambu Jakarta Timur Harahap, Sarah Geltri; Ellynia, Ellynia; Salim, Catherine Hermawan; Panjaitan, Ribka Sabarina; Zahra, Faiza Al; Feronica, Cindy; Tobari, Mochamad Ichrom; Nabella, Naeluni; Silviani, Silviani; Stefany, Rebeca; Oryza, Stefanova; Niyatazahra, Syakira
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 05 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i05.4039

Abstract

Pelayanan kesehatan yang berkualitas adalah pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pasien. Pengukuran tingkat kepuasan pasien perlu menjadi prioritas utama yang tidak dapat dipisahkan dari mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara mutu pelayanan dengan kepuasan pasien di Klinik Pratama Rutan Kelas 1 Pondok Bambu Jakarta Timur dengan menggunakan model SERVQUAL yang memiliki lima dimensi yakni Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Empathy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 230 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data selanjutnya dianalisa menggunakan uji bivariat dengan α = 5%. Hasil uji statistik yang dilakukan menunjukkan seluruh dimensi Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Empathy adalah kategori baik, dan hasil bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara dimensi Reliability (p=0,001), Responsiveness (p=0,021) dengan kepuasan pasien, sedangkan dimensi Tangible (p=<0,898), Assurance (p=0,382) dan Empathy (p=0,154) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien. Temuan ini merekomendasikan optimalisasi dan evaluasi terhadap mutu pelayanan sebagai upaya dalam meningkatkan kepuasan pasien dalam menerima pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan.
Lansia Sehat Bugar Produktif Dan Bahagia di RW 09 Pademangan Timur Jakarta Utara DKI Jakarta Mailintina, Yurita; Harahap, Sarah Geltri; Ludovikus, Ludovikus; Prawitasari, Shinta; Rahmaningsih, Ary; Refti, Weni Guslia; Hafiizh, Muhammad; Naufal, Hanif Zain; Hafizh, Muhammad Raihan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 2 No. 1 (2023): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v2i1.67

Abstract

28-35% lansia di atas 65 tahun setidaknya jatuh satu kali dalam satu tahun dan meningkat pada usia di atas 75 tahun sebesar 32-42%. Jadi, sangat penting bagi lansia untuk menjaga dan memelihara kekuatan otot, Secara umum kegiatan ini bertujuan untuk terbentuknya kesadaran dan pengetahuan lansia dan memiliki kapasitas fisik yang kuat, Metode pre dan post test Hasil penelitian menunjukkan skor N-Gain sebesar 58,26605 dari 23 pertanyaan dapat disimpulkan bahwa metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini dinilai cukup efektif. Nilai N-Gain Score sebesar 58,26605 menunjukkan adanya peningkatan pemahaman atau dua hasil inkuiri yang signifikan setelah mengikuti kegiatan belajar. Hasil analisis menunjukkan rata-rata pengetahuan lansia meningkat, variasi pengetahuan menurun, dan terdapat hubungan positif kuat antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan kontribusi penting untuk memahami pentingnya meningkatkan pengetahuan khususnya di kalangan lansia.
Hubungan Strategi Pemasaran Dengan Upaya Peningkatan Pasien Di Poliklinik Rumah Sakit X Zuariyah, Siti; Ellynia; Harahap, Sarah Geltri
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1769

Abstract

Bauran pemasaran (marketing mix) ialah bagian penting yang dibutuhkan perusahaan/organisasi dalam berbisnis guna menghasilkan pangsa pasar yang tetap sesuai dengan apa yang di harapkan perusahaan/organisasi. Bauran pemasaran terdiri dari “7P” ialah : produk, harga, tempat, serta promosi, orang, bukti fisik, dan proses. Upaya pemasaran rumah sakit akan membuat konsumen/pasien yang berkunjung ke rumah sakit memiliki pengetahuan yang cukup mengenai informasi pelayanan di rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan strategi pemasaran dengan upaya peningkatan pasien di poliklinik Rumah Sakit X. Metode penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu pasien rawat jalan yang datang ke Rumah Sakit X dengan sampel 150 responden. Teknik yang di gunakan pada penelitian ini yaitu purposive sampling. Hasil dari penelitian ini yaitu produk p value = 0.001, harga p value = 0.001, tempat p value = 0.013, promosi p value = 0.013, orang p value = 0.013, bukti fisik p value 0.013, proses p value = 0.001, maka dapat di simpulkan bahwa terdapat hubungan antara 7p dengan upaya peningkatan pasien.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Pencegahan Stunting Menuju Generasi Emas Tahun 2045 Harahap, Sarah Geltri; Ellynia , Ellynia; Gunawan, Tania; Panjaitan, Ribka Sabarina; Salim, Catherine Hermawan
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.511

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang masih menjadi rencana pembangunan jangka menengah nasional. Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang diterima anak pada masa kritis pertumbuhan. Oleh karena itu, tingkat pengetahuan keluarga khususnya ibu menjadi penting sebagai langkah penanganan kasus tersebut. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tingkat pengetahuan masyarakat dapat dipengaruhi oleh pendidikan kesehatan yang diberikan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Penelitian dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test sebanyak 20 soal sebelum dan sesudah edukasi dengan melibatkan 30 partisipan. Hasil penelitian kemudian dianalisis secara univariat untuk mengetahui nilai dari setiap uji yang dilakukan dan bivariat untuk melihat pengaruh yang ditimbulkan. Analisis univariat menunjukkan terdapat perbedaan kategori yang dihasilkan antara pre- test dan post-test yaitu pada post-test sebanyak 100% responden termasuk dalam kategori pengetahuan tinggi. Kemudian, pada perbandingan bivariat, ditemukan adanya pengaruh yang dihasilkan oleh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat (p = <0,001) mengenai pencegahan stunting. Dengan demikian, setelah pendidikan kesehatan dilakukan, diharapkan masyarakat mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan stunting secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari
Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar Fatimah, Siti; Harahap, Sarah Geltri; Salim, Catherine Hermawan
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 04 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i04.20

Abstract

Sistem layanan kesehatan terkini menekankan kualitas pelayanan melalui pencapaian standar profesional dan pemanfaatan sumber daya yang efisien. Kepuasan pasien menjadi indikator penting yang berdampak tidak hanya pada individu pasien, tetapi juga pada reputasi dan keberlanjutan fasilitas kesehatan. Kepuasan pasien berdasarkan rasa puas yang dialami oleh pasien jika kinerja dari pelayanan kesehatan mempunyai hal yang melebihi harapan berdasarkan perasaan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar dan mengetahui dimensi ketersediaan (availability), ketanggapan (responsiveness), kenyamanan (convenience), tepat waktu (timeliness) dengan kepuasan pasien di Puskesmas Kecamatan Sawah Besar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 202 orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan (nilai p < 0,001), ketersediaan (availability) (nilai p < 0,001), ketanggapan (responsiveness) (nilai p < 0,001), kenyamanan (convenience) (nilai p < 0,001), dan ketepatan waktu (timeliness) (nilai p < 0,001) dengan kepuasan pelanggan. Penelitian ini menjelaskan mayoritas mengatakan pelayanan kesehatan sesuai terhadap keempat dimensi ini dan merasa puas terhadap Puskesmas Kecamatan Sawah Besar. Sebaiknya Puskesmas Kecamatan Sawah Besar mempertahankan kualitas pelayanan yang ada.
An Overview of the Quality of Outpatient Administrative Registration Service at Pengayoman Cipinang Hospital Jakarta in 2025 Anggareini, Marshella; Harahap, Sarah Geltri; Juliani, Enni
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v5i1.4843

Abstract

Outpatient registration administration services are the first gateway to interaction between patients and hospitals. This study aimed to analyze the quality of outpatient registration administration services at Pengayoman Cipinang Hospital in 2025 based on hospital service standards, focusing on four key aspects: availability, responsiveness, comfort, and timeliness. The approach used was descriptive quantitative, with a sample of 42 outpatient respondents who met the criteria. Data were collected using a Likert-based questionnaire instrument, then analyzed to describe respondents' perceptions of the four service dimensions. The analysis results showed that the majority of patients gave a positive assessment of service quality, with the highest percentage in the comfort dimension (76.2%), followed by punctuality (75.5%), availability (74.4%), and responsiveness (70.24%). These findings indicated that although the service system has been running quite effectively, there are still gaps for improvement to achieve excellent service standards. Recommendations proposed include optimizing the number of service counters during peak hours, conducting regular training for administrative staff, improving waiting room facilities, and implementing a digital information system capable of providing real-time queue status updates to patients. These efforts are expected to maintain the existing quality of administrative registration services at Pengayoman Cipinang Hospital.
Intervensi Nonfarmakologis sebagai Solusi Kelelahan pada Pasien Kanker Payudara: Sebuah Tinjauan Sistematik Ribka Sabarina Panjaitan; Khalida Ziah Sibualamu; Sarah Geltri Harahap; Shinta Prawitasari; Tri Setyaningsih; Ludovikus Ludovikus
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22320

Abstract

ABSTRACT Fatigue is one of the most common and debilitating symptoms experienced by breast cancer patients, particularly during chemotherapy. Pharmacological management often remains insufficient, highlighting the need for safe and effective non-pharmacological interventions. To systematically identify and analyze various non-pharmacological interventions used to manage fatigue in breast cancer patients undergoing chemotherapy. This study employed a systematic review method following the PRISMA and Joanna Briggs Institute guidelines. Literature was searched from databases including PubMed, ScienceDirect, and Sagejournal using PICOT-based keywords. Included articles were Randomized Controlled Trials (RCTs) studies, published in English between 2015 and 2025.Results: Out of 585 articles identified, 6 met the inclusion criteria. The reviewed studies demonstrated the effectiveness of several non-pharmacological interventions in reducing cancer-related fatigue, including ATAS acupuncture, structured physical exercise programs (aerobic and strength training), yoga, and traditional Chinese herbal medicine (XBYRT). These interventions also showed additional benefits on sleep quality, anxiety, depression, and overall quality of life. Non-pharmacological interventions show significant potential in alleviating fatigue among breast cancer patients undergoing chemotherapy. A holistic approach that integrates physical, psychological, and spiritual strategies is recommended to improve patient well-being. Further large-scale and long-term studies are warranted to strengthen these findings. Keywords: Breast Cancer, Chemotherapy, Fatigue Non-Pharmacological Interventions ABSTRAK Kelelahan merupakan salah satu gejala paling umum dan melemahkan yang dialami pasien kanker payudara, terutama selama menjalani kemoterapi. Penanganan kelelahan dengan pendekatan farmakologis seringkali belum optimal, sehingga diperlukan strategi tambahan berupa intervensi nonfarmakologis yang aman dan efektif. Mengidentifikasi dan menganalisis secara sistematik berbagai intervensi nonfarmakologis yang digunakan untuk mengatasi kelelahan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Penelitian ini menggunakan metode systematic review dengan mengacu pada panduan PRISMA dan Joanna Briggs Institute Guideline. Pencarian literatur dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Sagejournal dengan  kata kunci sesuai format PICOT. Artikel yang dianalisis berjenis Randomized Controlled Trial (RCT), berbahasa Inggris, dan dipublikasikan dalam rentang 2015–2025. Dari 585 artikel yang ditemukan, sebanyak 6 artikel memenuhi kriteria inklusi. Intervensi nonfarmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan kelelahan meliputi akupunktur ATAS, program latihan fisik (aerobik dan kekuatan), yoga, dan ramuan herbal TCM (XBYRT). Efek positif juga terlihat pada aspek tambahan seperti kualitas tidur, kecemasan, depresi, dan kualitas hidup pasien. Intervensi nonfarmakologis terbukti memberikan manfaat signifikan dalam mengurangi kelelahan pada pasien kanker payudara selama kemoterapi. Penggabungan pendekatan fisik, psikologis, dan spiritual melalui intervensi yang terencana dapat menjadi strategi holistik dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar dan durasi yang lebih panjang untuk memperkuat temuan ini. Kata Kunci: Intervensi Nonfarmakologis, Kanker Payudara, Kelelahan, Kemoterapi.
Hubungan Customer Relantionship Management (CRM) dengan Loyalitas Pasien di Bagian Administrasi Rumah Sakit Umum Daerah Pademangan Zahra Aurelia; Ria Efkelin; Sarah Geltri Harahap
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i11.17202

Abstract

ABSTRACT Patient loyalty is greatly influenced by the perception of the patient's family and society. In addition to technical care, it is also important to pay attention to comfort and daily interactions with patients. This shows the company's efforts in getting to know, attracting and retaining patients. Customer Relationship Management (CRM) helps analyze visit patterns, service preferences and patient needs, so that administrative staff can provide more personalized and relevant services. This research uses quantitative methods with a cross-sectional design and involves patients who have received administrative services at least twice at the Pademangan Regional General Hospital. The sample was selected using Purposive Sampling with a total of 100 respondents. The research results showed that 108.1% of respondents were satisfied with competence and good service, and 109.1% were satisfied with good technology. Overall, there is a positive relationship between competence, service, knowledge and technology and patient loyalty. Most respondents (97.8%) rated CRM as good on the competency, service, knowledge and technology indicators.  Keywords: Patient Loyalty, Customer Relationship Management, Administrative ServiceABSTRAK Loyalitas pasien sangat dipengaruhi oleh persepsi keluarga pasien dan masyarakat. Selain perawatan teknis, penting juga memperhatikan kenyamanan dan interaksi harian dengan pasien. Ini menunjukkan upaya perusahaan dalam mengenal, menarik, dan mempertahankan pasien. Customer Relationship Management (CRM) membantu menganalisis pola kunjungan, preferensi layanan, dan kebutuhan pasien, sehingga staf administrasi bisa memberikan layanan yang lebih personal dan relevan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan pasien yang telah menerima layanan administrasi minimal dua kali di Rumah Sakit Umum Daerah Pademangan. Sampel dipilih menggunakan Purposive Sampling dengan total 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 108,1% responden puas dengan kompetensi dan pelayanan yang baik, serta 109,1% puas dengan teknologi yang baik. Secara keseluruhan, terdapat hubungan positif antara kompetensi, pelayanan, pengetahuan, dan teknologi dengan loyalitas pasien. Sebagian besar responden (97,8%) menilai CRM pada indikator kompetensi, pelayanan, pengetahuan, dan teknologi sebagai baik.Kata kunci: Loyalitas Pasien, Customer Relationship Management, Pelayanan Administrasi