Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Penerapan Arsitektur Neo Vernakular Pada Gedung Fakultas Syariah Iain Lhokseumawe Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1043

Abstract

Arsitektur neo vernakular merupakan pendekatan dalam desain yang muncul dari aliran postmodern, yang memadukan unsur-unsur arsitektur modern dengan nilai-nilai tradisional lokal dari arsitektur vernakular. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penerapan konsep arsitektur neo vernakular pada Gedung Fakultas Syariah Iain Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, dokumentasi visual, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gedung tersebut menerapkan pendekatan arsitektur neo vernakular melalui bentuk atap, penggabungan elemen bangunan tradisional dengan pendekatan modern, Meskipun penggunaan material batu bata sebagai elemen lokal tidak ditampilkan secara langsung karena telah dilapisi dengan plaster semen, struktur dasarnya tetap mencerminkan pemanfaatan material tradisional dalam bentuk yang telah disesuaikan dengan konstruksi modern, pengintegrasian antara interior dan exterior, serta penggunaan warna-warna kontras, penyesuaian desain terhadap budaya dan kondisi lingkungan sekitar.
Representasi Arsitektur Tradisional Aceh Pada Gedung Lama Dprk Aceh Utara Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1044

Abstract

Gedung Lama DPRK Aceh Utara yang terletak di Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Tergerusnya penerapan elemen-elemen arsitektur lokal dalam pembangunan gedung pemerintahan modern jadi fenomena yang perlu dikaji secara mendalam. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, yang memungkinkan penelusuran mendalam terhadap nilai-nilai budaya yang terintegrasi dalam elemen bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gedung Lama DPRK Aceh Utara masih mempertahankan berbagai elemen khas arsitektur tradisional Aceh seperti atap tumpang, struktur rumah panggung, kolong rumah, serta ornamen geometris dan flora yang memiliki makna simbolik mendalam. Temuan ini mengungkapkan bahwa elemen-elemen tersebut tidak hanya berfungsi sebagai estetika visual, tetapi juga sebagai ekspresi identitas budaya dan simbol kekuasaan lokal. Meskipun bangunan mengalami kerusakan fisik, nilai-nilai simbolik tetap kuat dalam persepsi masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman bahwa arsitektur vernakular masih relevan dalam konteks institusional modern. Implikasi praktisnya adalah perlunya strategi pelestarian arsitektur berbasis lokalitas dalam kebijakan pembangunan, serta pentingnya restorasi konservatif terhadap bangunan bersejarah.
Edukasi Dasar terhadap Bentuk dan Ruang Arsitektur pada Siswa SMP IT Azkia Bireun Yenny Novianti; Armelia Dafrina; Cut Azmah Fithri; Soraya Masthura Hasan; Fidyati
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i1.23240

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan oleh Tim pelaksana dari Program Studi Arsitektur Universitas Malikussaleh pada Fakultas Teknik dengan Mitra pengabdian adalah siswa siswi SMP IT Azkia Bireun. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan bentuk dan ruang arsitektur kepada siswa dan siswi melalui pendekatan pembelajaran visual dan kontekstual. Permasalahan utama adalah minimnya pemahaman siswa terhadap lingkungan binaan dan kurangnya materi edukatif yang memperkenalkan perkembangan arsitektur sejak dini dan meningkatkan minat siswa terhadap arsitektur yang sering dianggap rumit. Metode yang digunakan adalah edukatif-partisipatif. Hasil akhir menunjukan tercapainya pemahaman edukasi terhadap bentuk dan ruang arsitektur sebagai pengalaman baru yang menyenangkan dalam pembelajaran ilmu arsitektur. Hasil evaluasi menunjukan pemahaman, sikap dan antusias serta apresiasi siswa yang tinggi terhadap perkembangan bentuk dan ruang sebagai karya seni arsitektur.
Pelatihan Mewarnai Baju Putih dalam Upaya Menciptakan Anak-anak Ceria Kreatif dan Berkarakter di Desa Geuceu Kayee Jato Banda Aceh Dafrina, Armelia; Novianti, Yenny; Khairani Sofyani, Diana; Wilis, Ruhalena
PabMa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Elfarazy Media Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64068/ys0z9h02

Abstract

Salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran anak PAUD adalah perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif anak merupakan kemampuan otak anak dalam memperoleh informasi. Salah satu pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak adalah pembelajaran sains. Pembelajaran sains memiliki peranan penting dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya di dalam menghasilkan peserta didik yang berkualitas yaitu manusia yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan logis. Tujuan pembelajaran sains di PAUD adalah melatih anak melakukan eksplorasi terhadap berbagai benda di sekitarnya. Di dalam eksplorasinya, anak mengggunakan lima inderanya untuk mengenal berbagai gejala alam melalui kegiatan observasi (penginderaan) sehingga kemampuan observasinya meningkat seperti melihat, meraba, merasakan dan mendengar. Anak akan memperoleh pengetahuan baru dari hasil interaksinya dengan berbagai benda yang diobservasinya. Mengatasi permasalahan di atas maka perlu bagi guru memahami pembelajaran sains untuk PAUD serta latihan mewarnai supaya anak ceria kreatif dan berkarakter.
Perencanaan Tata Ruang Kawasan Dusun Pancasila Desa Pusong Mirsa, Rinaldi; Novianti, Yenny; Andriani, Dela; Dafrina, Armelia; Ardyan, Muhammad; Alashri, Haris; Fahrizal, Effan
PabMa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Elfarazy Media Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64068/qyrddp94

Abstract

This study focuses on the planning and environmental management challenges in Pusong Village, Lhokseumawe City, particularly addressing issues of unmanaged waste and inadequate infrastructure. Despite regulatory frameworks provided by the Law No. 26 of 2007 on Spatial Planning, the implementation requires further legal research and effective enforcement. The research involves redesigning Dusun Pancasila area, emphasizing structured waste management and improved infrastructure, including healthcare facilities and community centers reflecting local cultural identity. The findings underscore the need for enhanced integration of updated regulations with practical implementation and community engagement to foster sustainable development and improve living conditions in Pusong Village.
Kajian Dampak Alih Fungsi Terhadap Perubahan Fasad Bangunan Bioskop Ria Pematangsiantar Cahyani, Retno; Fahrizal, Effan; Novianti, Yenny
Jurnal Etnik: Ekonomi-Teknik Vol 2 No 9 (2023): ETNIK : Jurnal Ekonomi dan Teknik
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/etnik.v2i9.248

Abstract

Ria Cinema is located in Pematangsiantar City. This cinema was built in 1953 and started operating actively in 1955. This building is a cinema building that was built after the end of the Dutch occupation of Indonesia. In 2003, this cinema was no longer actively operating. The main reason is because the cinema does not support the city's economy, in 2022 the former cinema building has been restored and revived by changing its function as a food court which is named Foodcourt Ria Heritage. Transfer of function is the process of an activity that changes the initial function into a new function of a room, a building. Transfer of building functions is a strategy in building preservation. As a historical relic in the field of film, the existence of this building certainly has a lot of potential. This study discusses the description of the changes in the building of the former Ria Cinema in terms of building facades and spatial planning. This study uses a qualitative method with a descriptive approach that aims to describe the observed object. In this study it was found that the conversion of the former Ria cinema building was determined by several elements, namely the facade elements (walls, doors, windows, roof and structures) and spatial elements. This research concludes that the conversion of the former Ria cinema building into a Ria Heritage food court has affected the change in facade elements
Signage Sebagai Elemen Perancangan Kota dalam Peningkatan Citra Kota (Studi Kasus Gampong Lancang Garam Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe) Novianti, Yenny; Muliana, Erna; Andriani, Dela
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 1, No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota yang baik terlihat dengan adanya sistem informasi maupun penanda yang baik, jelas dan terarah secara spasial. Hal ini tentunya, tak terlepas dari perencanaan dan perancangan kota yang terorganisir secara spasial serta banyak melibatkan berbagai pihak (akademisi, pemerintah dan masyarakat) agar dapat mewujudkan suatu perancangan kota yang baik. Kota Lhokseumawe merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Aceh yang diapit oleh Kabupaten Bireun dan Aceh Utara. Mobilitas penduduk meningkat setiap tahunnya, didukung dengan adanya beberapa fasilitas pendidikan Perguruan Tinggi yang mampu menyerap pertambahan jumlah penduduk di Kota Lhokseumawe. Mobilitas penduduk kurang maksimal secara spasial karena tidak didukung oleh adanya sistem informasi ataupun penanda di kota tidak memenuhi kelayakan baik secara desain dan penempatan lokasinya. Oleh karena itu, tidak memiliki identitas kota yang baik dan kualitas citra visual tidak baik maupun kumuh. Lokasi mitra berada pada Kecamatan Banda Sakti Gampong Lancang Garam, khususnya pelaksanaan pengabdian ini dilakukan oleh dosen di Prodi Arsitektur dan mahasiswa,mitra pengabdian merupakan masyarakat umum yang berada di kawasan ruang lingkup kajian serta toko-tokoh setempat dan aparatur Gampong setempat. Harapannya adalah agar mampu memberikan solusi terhadap ketidak-teraturan sistem penanda yang; mampu memberikan kajian dari idnetifikasi terhadap penanda (signage) yang ada di kawasan mitra pengabdian dan penerapan desain signage yang baik dan terarah secaraspasial; sehingga mampu memberikan informasi yang mudah dibaca, dipahami dan terarah (wayfinding) sehingga memiliki identitas kota yang baik. Luaran dari pengabdian yang merupakan bagian dari sosialisasi signage sebagai elemen kota dalam peningkatan citra kota terkait bentuk dan fungsi serta penempatannya di Gampong Lancang Garam Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.
Identifikasi Karakteristik Arsitektur Regionalisme pada Fasad Gedung Kantor DPRK Lhokseumawe Ardian, Hanan Doni; Dafrina, Armelia; Andriani, Dela; Novianti, Yenny
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1066

Abstract

Abstrak Berkembanganya arsitektur modern dengan international style berdampak pada krisisnya identitas bangunan di suatu daerah, khususnya di Aceh. Sehingga kehadiran arsitektur regionalisme sebagai upaya pengembalian identitas daerah sangat diperlukan yang diperketat melalui peraturan daerah agar membangun gedung yang berciri khas adat/budaya setempat, salah satunya yaitu Peraturan Gubernur Aceh Nomor 13 Tahun 2023. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan karakteristik arsitektur regionalisme pada fasad gedung kantor DPRK Lhokseumawe yang diduga memiliki unsur ciri khas kedaerahan serta sebagai salah satu kantor yang memiliki peran penting di pemerintahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menjabarkan, mengidentifikasi dan menganalisis penerapan karakteristik arsitektur regionalisme melalui observasi dan wawancara kepada perancang gedung kantor DPRK Lhokseumawe. Temuan dari penelitian ini yaitu diketahui bahwa terdapat beberapa elemen fasad yang menerapkan arsitektur regionalisme sebagai upaya pelestarian budaya Aceh, seperti atap, kolom, dinding, bukaan, entrance, warna dan ornamen. Kata kunci: Arsitektur Regionalisme, Aceh, Gedung Kantor DPRK Lhokseumawe  Abstract The development of modern architecture with international styles has an impact on the crisis of building identity in a region, especially in Aceh. So the presence of regionalism in architecture as an effort to restore regional identity is needed, which is tightened through regional regulations in order to build buildings characterized by local customs and culture, one of which is Aceh Governor Regulation Number 13 of 2023. Therefore, the purpose of this research is to find out how the application of regionalism architecture characteristics on the facade of the DPRK Lhokseumawe office building, which is thought to have elements of regional characteristics and is one of the offices that has an important role in government, The method used in this research is descriptive-qualitative to describe, identify, and analyze the application of regionalism's architectural characteristics through observation and interview with the designer of the DPRK Lhokseumawe office building. The findings of this research are that there are several facade elements that apply regionalism architecture in an effort to preserve Acehnese culture, such as roof, column, wall, opening, entrance, color, and ornamental Keywords: Regionalism Architecture, Aceh, DPRK Lhokseumawe Office Building
The Physical Setting of Street Food on Jalan Darussalam, Lhokseumawe City. Samirah, Fathya; Novianti, Yenny; Muliana, Erna
Rumoh Journal of Architecture Vol. 15 No. 1 (2025): Rumoh: Journal of Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/rumoh.v15i1.240

Abstract

The Spatial Configuration of Street Food on Jalan Darussalam, Banda Sakti District, Lhokseumawe City: A Qualitative Study The street food corridor of Jalan Darussalam, located in Banda Sakti District, Lhokseumawe City, is one of the main roads with a strategic role in the activities of the local community. This road serves as a hub for economic and social activities, featuring various businesses such as shops, stalls, and street food vendors lining its sides.The purpose of this study is to identify the factors influencing the spatial physical setting of street food establishments in the urban space of Jalan Darussalam, Banda Sakti District, Lhokseumawe City. Through field observations and interviews with street food vendors, consumers, and local residents, the study reveals that adequate infrastructure enhances the attractiveness of the street food area, increases vendors’ incomes, and supports food security and community welfare. This study employs a qualitative method with a behavior mapping approach. The findings highlight spatial variables such as location, distance, proximity, adjacency, and territoriality. Street food tends to concentrate in strategic locations with high accessibility, such as city centers, market areas, and major transportation routes. The spatial patterns, including the distance between vendors and their proximity to supporting facilities like terminals, offices, and residential areas, form a spatial network that contributes to economic and social activities. The adjacency of vendors creates clusters that serve as an added attraction for consumers. From a territorial perspective, street food connects various urban space functions but also has the potential to generate conflicts over space usage, particularly in densely populated areas.
Pelatihan dan Simulasi Mitigasi Bencana bagi Siswa SMP Negeri 8 Blang Pulo Siska, Deassy; Azhari; Sofyan; Haykal, Muhammad; Novianti, Yenny; Khalsiah
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i1.25249

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang berada pada wilayah tektonik paling aktif di dunia sehingga memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami. Wilayah pesisir seperti Desa Blang Pulo Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe termasuk dalam kawasan yang berisiko tinggi terhadap kedua jenis bencana tersebut. Kondisi ini menuntut masyarakat dan lingkungan sekolah di sekitar kawasan tersebut untuk memiliki pemahaman serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat, tim dosen Universitas Malikussaleh melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan judul “Simulasi Mitigasi Bencana pada Siswa SMP Negeri 8 Blang Pulo Kecamatan Muara Satu – Lhokseumawe.” Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswa serta guru dalam menghadapi situasi darurat bencana gempa bumi melalui sosialisasi dan simulasi lapangan. Metode kegiatan meliputi ceramah edukatif, tanya jawab interaktif, serta simulasi evakuasi gempa bumi yang melibatkan siswa, guru, dan mahasiswa pendamping dari UKM SAR Unimal. Kegiatan diawali dengan koordinasi dan penandatanganan MoA antara Universitas Malikussaleh dan pihak sekolah, dilanjutkan dengan sosialisasi tentang langkah-langkah penyelamatan diri, serta latihan evakuasi menuju titik kumpul aman di halaman sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap prosedur tanggap darurat. Guru juga memperoleh tambahan pengetahuan dalam pengintegrasian materi kebencanaan ke dalam pembelajaran. Kegiatan ini memberikan dampak sosial dan edukatif yang nyata berupa terbentuknya budaya sadar bencana di lingkungan sekolah serta terjalinnya kolaborasi antara universitas, sekolah, dan masyarakat sekitar. Diharapkan program ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan menuju terbentuknya “Sekolah Tangguh Bencana” di wilayah pesisir Lhokseumawe. Kata kunci: mitigasi bencana, gempa bumi, kesiapsiagaan, siswa SMP, pengabdian masyarakat