Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Daur Ulang Limbah Dalam Mewujudkan Lingkungan Berkelanjutan dan Bernilai Ekonomi di Gampong Alue Lim Kota Lhokseumawe Novianti, Yenny; Dafrina, Armelia; Andrani, Dela; Sitti Nurfebruary , Nanda; Muthmainnah; Olivia, Sisca; Fadzri, Raihan; Setiawan, Rizky
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i2.170

Abstract

Kesadaran akan lingkungan hidup dan kelestarian masih terabaikan. Saat ini, tengah digalakkan program green and clean, yaitu program yang mewujudkan kota bersih dan nyaman tanpa sampah yang melibatkan peran warga dalam mengurangi dan memanfaatkan sampah. Hal inilah sebagai dasar pelaksanaan pengabdian. Fenomena limbah merupakan masalah kesehatan dan lingkungan sehingga tujuan utamanya adalah menanggulangi limbah. Pemanfaatan limbah sebagai alternatif baru dalam peningkatan energi baru terbarukan dengan menggunakan limbah organik untuk mewujudkan kelestarian lingkungan, membentuk perilaku dengan tingkat kepedulian pada lingkungan hidup, nilai produtif dari adaptasi limbah dalam aktifitas sosial. Metode yang digunakan adalah eksperiment dengan model pengabdian berupa workshop dan diakhiri dengan evaluasi hasil dari produk. Hasil kegiatan menunjukan daur ulang limbah organik menghasilkan batako dan pakan ternak. Setelah dilaksanakan kegiatan PKM diperoleh adalah meningkatnya pemahaman, ketrampilan dan kemampuan membuat batako dan pakan ternak. Kesimpulan hasil evaluasi yang dilakukan juga menunjukan kegiatan pengabdian ini bermanfaat bagi masyarakat.
Analisis Ergonomi tempat wudhu Masjid di Kota Lhokseumawe berdasarkan Antropometri Ansar, Ikhwanul; Hasan, Soraya Masthura; Novianti, Yenny
Jurnal Rekayasa Teknik dan Teknologi Vol 8 No 2: Jurnal Rekayasa Teknik dan Teknologi, Juli, 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/rkt.v8i2.2061

Abstract

Salah satu elemen penting yang menentukan tingkat kenyamanan Masjid adalah tempat berwudhu, yang meliputi akses ke tempat berwudhu, rambu-rambu dan prasarana, serta komponen aliran air wudhu itu sendiri. Penelitian tentang fasiltas wudhu belum banyak yang dilakukan, terlebih lagi pada fasilitas wudhu di Kota Lhokseumawe. Batasan penelitian ini hanya dilakukan pada 10 Masjid dengan kriteria yang sudah ditentukan dalam pemilihan objek penelitian yang merujuk pada ergonomi tempat wudhu khusus pria. Masjid-Masjid yang terpilih ini merupakan Masjid yang aktif digunakan oleh jama’ah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif (kuesioner) dan kuantitatif (terukur) dengan analisa kajian perbandingan, yaitu membandingkan dengan standar ergonomi yang ada lalu menuangkan dalam bentuk tabulasi dan memberikan skala penilaian dan penjelasan dengan sumber data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka ditemukan 5 masjid yang sudah menggunakan standar ergonomi dan 5 lainnya belum menggunakan standar ergonomi ruang wudhu secara keseluruhan. Terdapat 2 masjid yang menggunakan fasilitas wudhu khusus duduk dan 8 masjid lainnya hanya menggunakan fasilitas wudhu khusus berdiri. Adapun rekomendasi desain yang diusulkan secara keseluruhan untuk jarak antar kran, ketinggian kran, kondisi dan material lantai dan juga disertakan rekomendasi desain secara keseluruhan untuk masjid yang terdapat di Kota Lhokseumawe.
Analisis Sistem Akustik Pada Multi Purpose Building Perta Arun Gas Lhokseumawe Julpan Hasbi Putra; Adi Safyan; Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 2 (2024): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i2.905

Abstract

Auditorium (multipurpose) arun yang dirancang untuk menunjang kegiatan yang ada di perusahaan PT. Perta Arun Gas dalam berbagai kegiatan, Bangunan serbaguna ini memiliki fleksibilitas dalam menyesuaikan kebutuhan yang berbeda-beda, auditorium ini di teliti disebabkan terbatas nya Gedung multipurpose di kota lhokseumawe dan banyaknya masyarakat umum yang menggunakan Gedung tersebut untuk berbagai kegiatan oleh karena itu pentingnya kualitas suara yang ditinjau dari pengukuran waktu tunda, waktu dengung, dan penempatan material, hal yang harus diperhatikan sebagai usaha akustik yang berkaitan dengan material. Penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan evaluatif. Mencari masalah dan menghasilkan hipotesis melalui penilaian lapangan dan teori akustik. seperti waktu dengung yang menjadi variabel yang digunakan dalam penelitian ini. dari pengukuran lapangan dan meninjau material yang ada di auditorium tersebut perhitungan waktu dengung yang sudah dikategorikan baik namun harus ada rekomendasi material, perhitungan secara manual menggunakan rumus sabine agar mendapatkan hasil yang memenuhi standar waktu dengung pada gedung auditorium serbaguna sedangkan hasil perhitungan waktu tunda pada Gedung tersebut sudah memenuhi. Pada penempatan penggunaan material dan peletakan reflector, diffuser dan absorber di gedung ini sesuai.dan waktu dengung setelah melakukan rekomendasi material menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dari hasil perhitungan dan observasi lapangan pada gedung auditorium ini sudah memenuhi tingkat kenyaman pengguna pada Gedung tersebut nabum harus ada rekomendasi material tambahan untuk menghasilkan tingkat kenyamanan akustik pada auditorium menjadi labih baik lagi dalam berbagai kegiatan yang di lakukan pada auditorium tersebut
SOIL AND WATER RESTORATION THROUGH BIOPORE INFILTRATION IN LANCANG GARAM VILLAGE LHOKSEUMAWE: RESTORASI TANAH DAN AIR MELALUI RESAPAN BIOPORI DI GAMPONG LANCANG GARAM KOTA LHOKSEUMAWE Cut Azmah Fithri; Yenny Novianti; Ruhalena Wilis
WISDOM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Wisdom Vol. 2 No. 1 (2025): JPKM WISDOM 3, 2025
Publisher : PT. ROCE WISDOM ACEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71275/wisdom.v2i1.70

Abstract

The city of Lhokseumawe frequently experiences flooding during the rainy season and waterlogging caused by rainwater. One environmentally friendly technology developed to address these issues is the biopore. Biopores are infiltration holes designed to enhance rainwater absorption and process organic waste. This technology offers various benefits, including reducing organic waste, improving soil fertility, preventing flooding, and maintaining groundwater quality. Biopores serve as an alternative solution in urban areas with limited open spaces. This community service enterprise was enforced through socialization and training styles, emphasizing the role of biopores in mitigating the urban environment. The activities involved public outreach and continued assistance in constructing biopores. These efforts aim to increase awareness of the importance of biopores, highlighting their easy, fast, and cost-effective application. The results demonstrate that biopores are an effective and sustainable approach to supporting environmental conservation.
Evaluasi Purna Huni Perumahan Subsidi Bedasarkan Aspek Teknis (Studi Kasus: Perumahan Firya Mansion Bukit Panggoi Kota Lhokseumawe) Khaijar Apandi; Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 5 No. 2 (2024): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v5i2.906

Abstract

Keterbatasan kualitas hunian subsidi di Indonesia sering kali menjadi permasalahan yang mengemuka, terutama dalam hal ketidaksesuaian antara desain awal dengan kebutuhan aktual penghuni. Meskipun program perumahan subsidi telah membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah, tantangan terkait aspek teknis, kenyamanan, dan keberlanjutan masih sering ditemukan. Evaluasi Purna Huni (EPH) adalah proses penilaian sistematis terhadap bangunan atau lingkungan terbangun setelah digunakan oleh penghuninya dalam jangka waktu tertentu untuk memahami sejauh mana bangunan tersebut memenuhi kebutuhan fungsional, estetika, dan keselamatan penghuni sesuai standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan fisik dan fungsi bangunan pada Perumahan Subsidi Firya Mansion Bukit Panggoi di Lhokseumawe melalui pendekatan EPH. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian kondisi bangunan dengan standar Permen PU No. 534/KPTSN 2001 dari aspek teknis, termasuk struktur, ventilasi dan sanitasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan analisis dokumen untuk memahami fenomena perubahan yang terjadi serta persepsi penghuni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas rumah mengalami modifikasi signifikan, seperti penambahan ruang dan renovasi struktur, yang dipengaruhi oleh kebutuhan ekonomi dan sosial penghuni. Meskipun modifikasi tersebut meningkatkan tingkat kepuasan dan kualitas hidup penghuni, beberapa aspek teknis, seperti aksesibilitas dan keamanan, masih memerlukan perbaikan. Temuan ini menekankan pentingnya EPH sebagai alat untuk mengidentifikasi kesenjangan antara desain awal dan kebutuhan aktual penghuni, serta memberikan rekomendasi bagi peningkatan kualitas hunian di masa depan.
KAJIAN KARAKTERISTIK ARSITEKTUR MODERN PADA ELEMEN FASAD MASJID SYUHADA DI KOTA LHOKSEUMAWE Mahira, Ulfa; Dafrina, Armelia; Novianti, Yenny
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i1.4795

Abstract

Lhokseumawe adalah Kota yang berfungsi sebagai pusat aktivitas masyarakat, dengan tingkat penduduk yang relatif rendah. Kota ini menjadi tempat pertemuan berbagai kelompok dari berbagai daerah, dengan banyak keberadaan masjid, gedung pemerintah, lembaga pendidikan, serta fasilitas hiburan dan pusat perbelanjaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam fenomena sosial yang terjadi. Metode ini dipilih untuk memahami suatu kejadian atau kondisi dalam konteks alami tanpa ada upaya untuk memanipulasi atau mempengaruhi variable yang ada. Perencanaan dari Masjid Syuhada sudah cukup baik dalam mengimplementasikan ciri arsitektur modern dengan sentuhan ornamen yang minimalis, dari keseluruhan desain fasad masjid ini lebih menonjolkan prinsip-prinsip arsitektur modern yang menekankan kesederhanaan, penggunaan material baru, dan pencahayaan alami.
Fenomena Wisata DI Pulo Sarok (Studi Kasus: Wisata Pulo Sarok, Singkil): Fenomena Wisata di Pulo Sarok Abrar, Taufiq; Effan; Novianti, Yenny
Jurnal Rekayasa Teknik dan Teknologi Vol 8 No 1: Jurnal Rekayasa Teknik dan Teknologi (Rekatek), Januari, 2024
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Al Muslim - Bireuen Aceh- Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/rkt.v8i1.2346

Abstract

Indonesia memiliki wisata bahari, banyak tempat wisata yang belum sepenuhnya dikembangkan. Pariwisata bahari pada hakikatnya adalah upaya untuk mengembangkan objek dan daya tarik wisata baharinya. Termasuk dengan wisat di Pulo Sarok. Potensi daya tarik wisata di Pulo Sarok sangat banyak yaitu pantai yang memiliki sunset dan sunrise, memiliki sejarah fenomena yang berbeda beda di setiap lokasi wisata di pulo sarok. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui identifikasi fenomena kawasan wisata di wisata Pulo Sarok. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif dengan cara mengkaji secara identifikasi melalui wawancara, observasi. Penelitian identifikasi merupakan penelitian yang bertujuan untuk membuat bukti-bukti dan menegakkan fakta- fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat. Penelitian ini menggunakan teori Genius Loci Norberg-Schulz yaitu Spirif of Space. Elemen yang diteliti dalam penelitian ini berupa Fenomena wisata di Pulo Sarok. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Spirit of Space adalah tempat, arsitek menciptakan tempat yang memiliki makna sehingga mendorong orang bermukim. Sebuah tempat terdiri dari komponen tiga dimensi yang sebut ruang, karakter diwakili oleh lapisan, setiap tempat ruang yang sama dan berbeda dapat memiliki karakter yang berbeda, tergantung pada bagaimana pengguna memperlakukan elemen ruang. Hasil dan pembahasan yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu Fenomena wisata di Pulo Sarok memiliki daya tarik bagi wisatawan meskipun wisata pulo sarok sudah tidak diperhatikan baik dari warga setempat maupun dinas terkait. Fenomana wisata di Pulo Sarok mulai dari tahun 60an merupakan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke wisata pulo Sarok karena banyak bekas bekas dan peninggalan yang masih untuk di lokasi wisata Pulo sarok. Fenomena yang ada di Pulo Sarok ini menunjukkan bahwa wisata Pulo Sarok berpotensi untuk kemajuan wisata yang ada di kota Singkil karena mempunyai Fenomena dari tahun 60an smpai sekarang masih memiliki identitas dan bekas peninggalan yang menjadi identik.
Pendekatan Arsitektur kontemporer Melalui Desain Fasad Terminal Paya Ilang Di Takengon Elvi Damayanti; Yenny Novianti; Dela Andriani
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.996

Abstract

Terminal Tipe A Paya Ilang mengalami transformasi yang signifikan, baik dari segi fasilitas dan estetika bangunan. Terminal ini merupakan salah satu fasilitas transportasi umum yang melayani masyarakat lokal dan pengunjung. Dengan latar belakang yang unik, desain fasad terminal seharusnya dapat menciptakan identitas yang kuat dan menarik bagi pengunjung. Desain fasad yang menarik dan kontekstual dapat berkontribusi signifikan terhadap persepsi pengguna dan integrasi terminal dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini diharapkan dapat membantu menciptakan desain terminal yang lebih baik yang memenuhi kebutuhan Masyarakat. Metode yang digunakan penelitian deskriptif, penelitian ini akan mengkaji tentang karakteristik arsitektur kontemporer pada fasad diantaranya yaitu komposisi ekspresif dan dinamis, konsep ruang terbuka, harmoni ruang luar dan ruang dalam, memiliki fasad transparan, kenyamanan hakiki, eksplorasi elemen lanskap, dan bangunan yang kokoh. Hasil dari analisa pada gedung utama Terminal Tipe A Paya Ilang secara keseluruhan sudah menerapkan arsitektur kontemporer pada fasad bangunannya. Elemen-elemen seperti penggunaan material kaca dan ACP, serta desainnya mengedepankan fungsi dan efisiensi serta estetika, telah terlihat dalam bentuk serta struktur bangunan. Penerapan dapat dilihat dari beberapa aspek berupa penggunaan material beton bertulang dan kaca, Beton bertulang memberikan kesan kuat dan kokoh, sedangkan kaca memberikan kesan transparan dan terang. Warna kontras menciptakan Kesan cerah dan terbuka, dinding dan lantai menggunakan warna terang. Pada bentuk Gedung utama terminal dapat menjawab kesan ekspresif dan dinamis bangunan, terminal juga sudah memiliki kenyamanan hakiki yang ramah untuk semua pengguna.
Identifikasi Karakteristik Arsitektur Tradisional Aceh Pada Fasad Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kota Lhokseumawe Muhammad Rofi; Mohd. Hafez Al-Shahzam; Yenny Novianti; Armelia Dafrina
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1036

Abstract

Disetiap wilayah Indonesia memiliki kearifan dan ciri arsitektur tradisional yang berbeda-beda, salah satunya arsitektur tradisional Aceh. Arsitektur tradisional Aceh merupakan sebuah ciri khas yang melambangkan simbol kebudayaan bagi suku Aceh, hal ini dilambangkan melalui arsitektur yaitu Rumoh Aceh. Namun seiring berkembangnya gaya arsitektur membuat tingginya peminat arsitektur modern hingga banyak gedung dan kantor berlomba lomba untuk menggunakan konsep arsitektur modern hal ini membuat perlahan lahan arsitektur tradisional Aceh mulai memudar dan dilupakan oleh masyarakat Aceh sendiri. Gedung Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kota Lhokseumawe merupakan bangunan pemerintahan yang fungsi utamanya untuk sebagai pusat pelayanan pajak pada masyarakat. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa deskriptif kualitatif dengan beberapa tahap seperti studi literatur, observasi, pengumpulan data, dan menganalisis data. hasil analisis menunjukkan bahwa fasad kantor KPP Pratama tetap mempertahankan konsep tradisional sebagai representasi budaya lokal, namun terdapat perbedaan material. Secara fisik, bangunan kantor KPP Pratama mencerminkan ciri khas arsitektur tradisional Aceh.
Analisis Elemen Arsitektur Tradisional Aceh Pada Rumah Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v6i1.1042

Abstract

Penelitian ini menganalisis elemen visual arsitektur tradisional Aceh pada fasad Rumah Cut Meutia di Kabupaten Aceh Utara, yang merupakan replika dari rumah kediaman pahlawan nasional Cut Nyak Meutia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi literatur. Analisis mengacu pada teori Mirsa yang membagi struktur Rumah Aceh menjadi tiga bagian utama: kepala (atap, ornamen dan warna), badan (dinding dan jendela), serta kaki (kolom). Variabel utama yang dikaji meliputi kolom, atap, dinding, jendela, ornamen, dan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Cut Meutia mempertahankan prinsip-prinsip arsitektur tradisional Aceh secara bentuk dan makna. Fasad bangunan dihiasi ornamen bermotif flora, fauna, alam, religius, dan geometris yang merepresentasikan nilai spiritual, filosofi hidup, dan identitas sosial masyarakat Aceh. Penggunaan warna merah, putih, kuning, hijau, dan hitam semakin memperkuat ekspresi budaya. Rumah ini berfungsi tidak hanya sebagai artefak fisik, tetapi juga sebagai ruang simbolik yang mendukung pelestarian budaya dan pendidikan sejarah.