Latar belakang penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran Pemuda Muhammadiyah dalam penguatan dakwah Islam di Desa Wonosari, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur. Latar belakang dari penelitian ini adalah maraknya pengaruh budaya Barat yang secara masif masuk ke Indonesia tanpa filter nilai, sehingga menyebabkan krisis moral, khususnya di kalangan generasi muda. Masa remaja merupakan masa transisi yang rentan terhadap penyimpangan perilaku, dan jika tidak ditangani secara serius, dapat berdampak buruk pada tatanan sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemuda Muhammadiyah memainkan peran yang sangat penting dalam memperkuat dakwah dan membina generasi muda. Peran ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan edukatif seperti kajian rutin bulanan, sharing time, safari Ramadhan, bakti sosial, serta pembinaan kader. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai media dakwah, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, peningkatan wawasan keislaman, dan penguatan semangat pengabdian sosial di kalangan pemuda. Strategi dakwah yang diterapkan mencakup empat pendekatan utama, yaitu: dakwah bil hikmah (edukatif), dakwah bil mau’izhah hasanah (emosional dan moral), dakwah bi al-hal (keteladanan dan aksi nyata), serta dakwah digital (melalui media sosial). Keberhasilan dakwah ini ditopang oleh sejumlah faktor pendukung, baik internal maupun eksternal, seperti semangat dan militansi anggota, dukungan tokoh masyarakat, struktur organisasi Muhammadiyah yang kuat, ketersediaan sarana dan prasarana, sinergi dengan organisasi otonom dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), partisipasi aktif masyarakat, serta kemampuan adaptasi terhadap teknologi. Kata kunci: Dakwah; krisis moral; pemberdayaan pemuda; pemuda muhammadiyah; strategi dakwah