Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Karakteristik Lumpur Intake Perusahaan Pembangkit Listrik Kusnul Dwi Ratnasari; Denny Dermawan; Moch. Choirul Rizal
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan produksi listrik membutuhkan air yang cukup banyak untuk air pengisi boiler, sehingga untuk memenuhi kebutuhan air dilakukan pengambilan air laut. Dari kegiatan pengambilan air laut menghasilkan sedimen yang cukup banyak pada intake. Selama ini lumpur intake diambil dan ditampung pada tempat penampungan sementara dengan volume storage pond A sebesar 125.443,32 m3 dan storage pond B sebesar 361.335,24 m3. Melihat potensi lumpur yang begitu banyak, penelitian ini mencoba menganalisa karakteristik pada lumpur intake agar dapat dilakukan pemanfaatan. Metode yang digunakan adalah pengujian ukuran butir sesuai SNI 3423:2008, selanjutnya diplotkan pada segitiga tanah menurut United State Departement of Agriculture (USDA). Pengujian kandungan senyawa maupun unsur pada lumpur intake dengan menggunakan metode X-Ray Flourescence Spectrometer (XRF), selanjutnya dikomparasikan dengan kandungan senyawa-senyawa maupun unsur-unsur pada lempung. Hasil penelitian ini menunjukkan lumpur intake tergolong pada tanah lempung sesuai dengan ploting pada segitiga USDA. Kandungan senyawa terbesar yaitu Silika Dioksida (SiO2) sebesar 34,59% untuk sampel grab dan 45,7 - 46% untuk sampel composite place, dan unsur terbesar yang terkandung adalah Silika (Si) sebesar 32,7% – 32,8%, sehingga dapat disimpulkan bahwa lumpur intake secara teknis layak dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan produk dari tanah liat.
Uji Campuran Bahan Limbah Karbit Terhadap Nilai Setting Time Afifah Diyah Nur'aini; Denny Dermawan; Ridho Bayuaji
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah karbit adalah limbah dari produksi pembuatan gas asetilen yang berasal dari reaksi antara karbit dan air. Limbah karbit di golongkan dalam jenis kapur padam karena memiliki sifat-sifat kapur untuk bahan bangunan sesuai dengan SII 0024-80. PP No 101 Tahun 2014 menyatakan bahwa limbah karbit merupakan limbah berbahaya dengan kategori bahaya kronis. Pengujian kualitas dan kelayakan bahan limbah karbit yang akan digunakan sebagai bahan bangunan dapat dilakukan dengan pengujian setting time. Pengujian setting time dilakukan dengan menggunakan jarum vicat. Setting time terdiri dari setting time awal dan setting time akhir. Penelitian ini menggunakan 4 variabel yaitu menggunakan semen, air dan limbah karbit, dengan prosentase limbah karbit sebesar 0%; 2,5%; 5%; dan 7,5%. Berdasarkan hasil percobaan didapatkan nilai setting time awal dan akhir secara berturut-turut yaitu 77,5 menit; 75,75 menit; 73 menit ; dan 67,5 menit serta untuk nilai pengikat akhirnya yaitu 135 menit, 120 menit, 115 menit, dan 105 menit. Berdasarkan data tersebut didapatkan waktu pengikatan dan pengerasan yang akan berlangsung semakin cepat seiring dengan bertambahnya limbah karbit yang digunakan.
Perancangan Ulang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit (Studi Kasus: RSUD Dr. R. Koesma Tuban) Anjan Victor Perdana; Moch. Luqman Ashari; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RSUD Dr. R. Koesma Tuban memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan kapasitas pengolahan 100 m3/hari. Rumah Sakit Tuban melakukan pengembangan luas bangunan untuk meningkatkan standart Rumah Sakit dari tipe C ke tipe B. Tahun 2017/2018 rumah sakit menambah dua gedung baru yaitu Graha Aryo Tejo 1 dan 2, sehingga kebutuhan air bersih dan debit air limbah yang dihasilkan Rumah Sakit meningkat. Hal ini mengakibatkan overflow pada IPAL eksisting, karena debit air limbah yang dihasilkan rumah sakit melebihi kapasitas IPAL eksisting. Oleh karena itu perlu dilakukan perancangan ulang IPAL rumah sakit, dengan cara penambahan IPAL baru untuk mengolah penambahan debit air limbah rumah sakit. Metode yang digunakan adalah metode wawancara dan pengumpulan data meliputi jumlah tempat tidur, jumlah karyawan, jam operasi laundry dan gizi, jumlah jenazah, layout Rumah Sakit, hasil uji karakteristik air limbah, luas lahan, dan dimensi IPAL eksisting. Hasil perhitungan dimensi IPAL baru didapatkan dimensi bak ekualisasi : 4 m x 4 m x 2,3 m, bak extended aerasi : 6,6 m x 2,2 m x4,3 m, bak pengendap diameter = 2,4 m dan tinggi = 3 m, bak penampung : 1,5 m x 0,75 m x 1,3 m dan bak desinfeksi : 1 m x 0,75 m x 1,3 m.
Pengaruh Penambahan Laju Udara dan Lumpur Aktif Dalam Meremoval Kandungan COD pada Pengolahan Limbah Cair Domestik PLTU PAITON Della Mahdalina; Denny Dermawan; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 1 No. 1 (2018): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan pembangkit listrik tenaga uap dengan bahan bakar batu bara menghasilkan air limbah, salah satunya adalah limbah cair domestik yang berasal dari kegiatan kamar mandi dan kantin atau kegiatan dapur. Limbah cair domestik yang dihasilkan, diproses pada Sanitary Wastewater Treatment Plant (SWTP). Proses pengolahan limbah domestik dilakukan secara aerob dengan penambahan oksigen (O2) menggunakan air blower dan terdapat mikroorganisme (bakteri aerobik) selama proses aerasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari penambahan laju udara dan lumpur aktif yang ditambahkan dalam meremoval kandungan COD yang ada di dalam air limbah. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasi penambahan laju udara, lumpur aktif dan waktu aerasi kedalam reaktor aerasi pada skala laboraturium, variasi penambahan sebagai berikut: penambahan laju udara: 366 cc/menit, 180 cc/menit, dan 90 cc/menit, penambahan lumpur aktif: 25%, 35%, 50%, dan waktu aerasi selama: 4, 6, dan 8 jam. Konsentrasi COD awal pada air limbah yang masuk adalah sebesar 331 ppm. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penurunan konsentrasi COD yang tertinggi adalah pada penambahan laju udara 90 cc/menit dengan penambahan lumpur aktif 50% dan pada waktu aerasi selama 8 jam yaitu dengan konsentrasi COD sebesar 69 ppm. Prosentase (%) removal COD pada penambahan laju udara 90 cc/menit mencapai 79%.
Pengaruh Kalsium Oksida (CaO) Abu Cangkang Kemiri dengan Penambahan Silika (SiO2) sebagai Substitusi Semen terhadap Kuat Tekan Batako Berlubang Yulia Riska Dwi Sinta; Luqman Cahyono; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu cangkang kemiri merupakan limbah dari sisa pembakaran boiler industri kecap dan sirup dengan jumlah 3 ton/hari dan belum dimanfaatkan sehingga dikirim kejasa pembuangan. Silika (SiO2) merupakan bahan kimia yang dapat beraksi dengan kapur bebas dalam campuran batako berlubang. Kalsium oksida dan silika termasuk komponen utama dalam semen yang dapat mempengaruhi kekuatan semen. Metode penelitian ini yaitu eksperimen dengan tujuan menganalisis potensi kalsium oksida pada abu cangkang kemiri dengan penambah silika sebagai substitusi semen pada kuat tekan batako berlubang. Analisis yang dilakukan yaitu pengujian sifat fisik material yaitu berat jenis pasir lumajang dan abu cangkang kemiri dan pengujian kuat tekan batako berlubang dengan 6 (enam) variasi batako yaitu 100 % semen, 0% silika : 5% abu, 5% silika : 0% abu, 5% silika : 10% abu, 5% silika : 15% abu, dan 5% silika : 20%. Pembuatan batako berukuran 30 cm × 15 cm × 10 cm dengan perbandingan pasir dan semen yaitu 5 : 1, FAS (0,5). Hasil kuat tekan batako pada masing – masing variasi batako umur 28 hari yaitu 34,20 kg/cm2; 41 kg/cm2; 41 kg/cm2; 17,42 kg/cm2; 26,13 kg/cm2; 17,63 kg/cm2. Kuat tekan optimum padasubstitusi 5% silika : 15% abu cangkang kemiri dengan kuat tekan 26,13 kg/cm2.
Studi Kinetika Adsorpsi Metilen Biru Menggunakan Adsorben Komposit Hidroksiapatit – Karbon Aktif Tongkol Jagung Tria Arum Kusumawati; Adhi Setiawan; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metilen biru merupakan zat warna yang banyak digunakan pada industri tekstil. Pencemaran zat metilen biru dapat direduksi dengan metode adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan komposit karbon aktif tongkol jagung dan hidroksiapatit (HAp) tulang ikan sebagai adsorben dalam zat warna metilen biru. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan tongkol jagung (Zea Mays L.) yang diolah mejadi karbon aktif dan tulang ikan yang diekstraksi menjadi HAp sebagai komposit adsorben untuk mengetahui kemampuan penyerapan yang dapat mengurangi kontaminasi zat warna metilen biru, serta menganalisis kinetika pada orde nol, satu dan dua. Variasi yang digunakan adalah waktu kontak adsorpsi yaitu 5, 15, 30, 60, 90, 120, 150 dan 180 menit,sedangkan konsentrasi larutan sebesar 200 mg/L. Efisiensi penyisihan terbaik dalam menyisihkan metilen biru sebesar 36,96% selama 180 menit. Pada kinetika adsorpsi yang terjadi mengikuti persamaan orde dua dengan nilai R2 = 0,9741. Hasil adsorpsi menunjukkan kinetika mekanisme adsorpsi terjadi secara fisika dan kimia dengan didominasi oleh mekanisme secara kimia.
Studi Pengaruh Karbon Monoksida (CO) Terhadap Kejadian Pneumonia pada Balita di Kota Surabaya Shinta Bella Irvania; Denny Dermawan; Adhi Setiawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mempengaruhi jaringan paru-paru (alveoli) dan merupakan salah satu penyebab kematian Balita terbesar di Indonesia, dan merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan menjadi salah satu penyebab utama dalam kematian bayi dan balita. Kejadian Pneumonia pada balita juga dari faktor pencemaran udara salah satunya yaitu gas karbon monoksida (CO), kota dengan jumlah kejadian pneumonia pada balita paling banyak di Jawa Timur pada Tahun 2020 adalah Kota Surabaya dengan jumlah penderita pneumonia mencapai 6248 kejadian, maka dari data tersebut maka penting untuk dilakukan analisis pengaruh CO terhadap kejadian pneumonia yang terjadi di Kota Surabaya. Dalam metode penelitian ini menggunakan analisis desain penelitian yaitu Cross Section, dengan data konsentrasi rata-rata CO di Kota Surabaya dari tahun 2017-2021 dengan jumlah total kejadian Pneumonia pada balita di Kota Surabaya dari tahun 2017-2021. Hasil uji penelitian ini menggunakan regresi linear sederhana dengan menggunakan programSPSS. Hasil pada penelitian ini menunjukkan jika variabel yang diuji secara parsial menggunakan regresi linear sederhana tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan Karbon Monoksida CO terhadap kejadian pneumonia (0,278 > 0,05).
Analisis Kualitas Paving Block Menggunakan Limbah Tulang Ikan dan Abu Sekam Padi sebagai Substitusi Semen Pramudya Ananta Candra; Denny Dermawan; Luqman Cahyono
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah makanan, terutama tulang ikan, merupakan salah satu jenis limbah organik yang sering dihasilkan dalam industri perikanan dan rumah tangga. Untuk mengatasi masalah ini, perlu diterapkan upaya pengelolaan limbah yang lebih baik, terutama dengan memanfaatkan potensi kandungan yang terkandung dalam tulang ikan. Hasil abu sekam padi yang dihasilkan dalam produksi genteng selama ini masih belum dimanfaatkan dengan baik. Pemanfaatan limbah tulang ikan dan abu sekam padi dilakukan penelitian sebagai campuran pada paving block. Paving block merupakan suatu bahan bangunan yang banyak diminati masyarakat sebagai bahan lapisan penutup permukaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas paving block dengan menggunakan bahan campuran limbah tulang ikan dan abu ampas tebu sebagai pengganti sebagian semen dengan menggunakan metode perawatan yaitu tutup karung goni basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan campuran ini menghasilkan paving block dengan kuat tekan rata-rata sebesar 36,56 MP pada variasi 5%. Dalam kesimpulannya, penggunaan campuran semen dengan limbah tulang ikan dan sekam padi dalam pembuatan paving block dapat menghasilkan produk berkualitas baik, sesuai dengan standar SNI 03-0691-1996. Dengan memanfaatkan limbah ini, kita tidak hanya mengurangi limbah industri, tetapi juga menciptakan solusi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam konstruksi jalan. Namun, penting untuk memperhatikan batas penambahan limbah agar tidak mengurangi kualitas paving block dan menjaga keandalan struktur jalan.
Analisis Indeks Kualitas Air Sungai Widas Kabupaten Nganjuk Azhar Nur Afifah; Alma Vita Sophia; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Widas merupakan salah satu badan air yang digunakan oleh masyarakat Kabupaten Nganjuk sebagai sarana rekreasi air, budidaya ikan, dan pengairan tanaman. Perkembangan aktivitas manusia yang menghasilkan banyak zat pencemar yang dibuang ke badan air akan mengakibatkan akumulasi pencemaran,sehingga dapat menurunkan kualitas dari badan air. Evaluasi kualitas badan air penting dilakukan mengingat penggunaannya sebagaisumber air bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuistatus mutu Sungai Widas menggunakan Metode Indeks Pencemaran (IP), serta hasil pembobotan Indeks Kualitas Air (IKA). Parameter yang dianalisis yaitu pH, DO, BOD, COD, TSS, NO3-N, Total Fosfat, dan Fecal Coliform. Titik yang telah dilakukan analisis yaitu Jembatan Pasar Bagor danJembatan Lengkong. Nilai IP di Jembatan Pasar Bagor pada Tahun 2020, 2021, dan 2022 secara berturut-turut yaitu 5,248; 1,263; dan 3,901; sedangkan pada Jembatan Lengkong sebesar 2,301; 1,963; dan 3,743. Semakin tinggi nilai IP menunjukkan pada daerah tersebut tingkat pencemaran semakin tinggi. Nilai IKA Sungai Widas pada Tahun 2020, 2021, dan 2022 secara berturut-turut yaitu 40, 50, dan 50. Semakin rendah nilai IKA menunjukkan bahwa status mutu Sungai Widas termasuk dalam kondisi tercemar.
Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan dan Abu Ampas Tebu Sebagai Substitusi pengganti Sebagian Semen Dalam Pembuatan Paving Block Naufal Gagas Santosa; Denny Dermawan; Moch. Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulang ikan merupakan salah satu bentuk limbah dari industri pengolahan ikan yang memiliki kandungan kalsium yang tinggi dan abu ampas tebu merupakan hasil limbah pembakaran dari pabrik gula. Paving block merupakan suatu bahan bangunan yang banyak diminati masyarakat sebagai bahan lapisan penutuppermukaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas paving block dengan menggunakan bahan campuran limbah tulang ikan dan abu ampas tebu sebagai pengganti sebagian semen dengan menggunakan metode perawatan yaitu tutup karung goni basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan campuran ini menghasilkan paving block dengan kuat tekan rata-rata sebesar 45,152 MPa. Kandungan tinggi kalsium pada tulang ikan dan silika pada abu ampas tebu memberikan kontribusi dalam meningkatkan kekuatan tekan paving block. Penggunaan campuran semen dengan limbah tulang ikan dan abu ampas tebu dalam pembuatan paving block dapat menghasilkan produk berkualitas baik, sesuai dengan standar SNI 03-0691-1996. Dengan memanfaatkan limbah ini, kita tidak hanya mengurangi limbah industri, tetapi juga menciptakan solusi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam konstruksi jalan. Namun, penting untuk memperhatikan batas penambahan limbah agar tidak mengurangi kualitas paving block dan menjaga keandalan struktur jalan. Denganmemadukan inovasi dan pemanfaatan limbah, kita dapat mendorong pengembangan konstruksi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan yang positif.