Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI JENIS LIMBAH KONSTRUKSI PADA PROYEK KONSTRUKSI PABRIK MINYAK GORENG Febe Yemima Henvy; Alma Vita Sophia; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia mengalami perkembangan sarana-prasarana seperti pembangunan fasilitas umum, gorong-gorong, pabrik, dan gudang. Perkembangan ini dapat menimbulkan peningkatan jumlah limbah konstruksi. Limbah konstruksi yang dihasilkan bisa berbeda-beda tergantung jenis konstruksi dan manajemen proyek. Limbah konstruksi memiliki dampak negatif seperti pencemaran tanah dan degradasi lingkungan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis limbah konstruksi berdasarkan bentuk, sifat, dan proses dalam konstruksi pabrik minyak goreng. Penelitian ini menggunakan metode kuesioner dan menyebarkannya kepada kontraktor, konsultan, warga sekitar, dan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan uji friedman untuk mengidentifikasi hubungan perbedaan jenis pekerjaan dengan hasil kuesioner sedangkan mean value untuk menganalisis jawaban. Limbah konstruksi yang ada di proyek ini berupa sisa kayu (2,97), pembungkus semen (3,19), sisa potongan besi atau baja (3,03), kaleng cat (2,72), ember cat (2,75), sisa tanah galian (2,97), serta batu pecah (2,94). Limbah konstruksi berupa fisik dan tergolong menjadi inert, non inert, natural waste, dan direct waste. Limbah konstruksi yang termasuk inert seperti sisa potongan besi, batu pecah, kaleng, dan ember cat. Limbah konstruksi yang termasuk non inert seperti pembungkus semen, sisa kayu, dan sisa tanah galian.Natural waste pada proyek ini seperti sisa tanah sedangkan yang termasuk direct waste seperti sisa kayu, pembungkus semen, kemasan cat, dan batu pecah.
Isoterm Adsorpsi Karbon Aktif Tulang Ikan Dalam Penurunan Konsentrasi Metilen Biru Ilul Zakiyah Rahmatika; Tarikh Azis Ramadani; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metilen biru merupakan zat warna kationik yang bersifat toksik dan karsinogenik. Keberadaannya di lingkungan akibat dari kegiatan industri dapat membahayakan lingkungan dan makhluk hidup, sehingga konsentrasinya harus rendah. Adsorpsi adalah teknologi pengolahan limbah cair yang dapat diaplikasikan untuk menurunkan polutan metilen biru. Tulang ikan mengandung senyawa hidroksiapatit (HAp) yang stabil dengan berbagai karakteristik permukaan yang menguntungkan, sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai karbon aktif pada proses adsorpsi. Penelitian ini memanfaatkan limbah tulang ikan yang dijadikan sebagai karbon aktif untuk menurunkan konsentrasi metilen biru. Model isoterm Langmuir dan Freundlich dilakukan analisis untuk memperkirakan kapasitas adsropsi karbon aktif tulang ikan. Tulang ikan dilakukan kalsinasi pada suhu 600°C selama 2 jam dan dilakukan aktivasi dengan NaOH 3,0 M selama 24 jam. Pengujian adsorpsi dilakukan secara batch dengan variasi konsentrasi awal metilen biru (100-400 mg/L) pada waktu kontak 180 menit, dosis adsorben 0,025 g, dan pH 7. Hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa pengujian adsorpsi mengikuti model isoterm Langmuir dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 303,03 mg/g. Model isoterm ini menunjukkan adsorspi metilen biru dengan karbon aktif tulang ikan terjadi mekanisme secara kimia.
Studi Efektivitas Sistem Seeding Reaktor Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) Menggunakan Media Modifikasi Tutup Botol Bekas Vanessa Alfarizka Ranani; Ulvi Pri Astuti; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab air sungai tercemar yaitu dilakukannya pembuangan air limbah industri tahu ke badan airtanpa adanya pengolahan. Selain itu, perilaku konsumtif dalam membeli minuman kemasan botol plastik dapat meningkatkan jumlah timbulan sampah dari tutup botol plastik. Penelitian ini memanfaatkan tutup botol plastik bekas yang dimodifikasi dengan benang tampar sebagai media untuk menumbuhkan mikroorganisme yang kemudian dibandingkan dengan kinerja media komersial. Penelitian ini menggunakan variasi pada sistem seeding, yaitu sistem seeding batch dan sistem seeding batch-kontinu. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis efektivitas sistem seeding batch dan batch-kontinu media tutup botol bekas sebagai media biofilter pada reaktor Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Proses seeding dilakukan selama 14 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem seeding batch dengan media modifikasi tutup botol bekas mampu menurunkan konsentrasi COD dengan efisiensi sebesar 96,07%, sedangkan sistem seeding batch-kontinu menggunakan media modifikasi tutup botol bekas mampu menurunkan konsentrasi COD dengan efisiensi sebesar 84,14%. Kesimpulan penelitian ini yaitu sistem seeding batch mampu menurunkan pencemar COD lebih baik dari sistem seeding batch-kontinu. Hal tersebut membuktikan bahwa tutup botol bekas berpotensi digunakan sebagai media biofilter pada reaktor MBBR.
Pengaruh PH Terhadap Kapasitas Efisiensi Penyisihan Komposit Adsorben untuk Pengolahan Limbah Industri Penyamakan Kulit Aulia Diva Satriavi; Denny Dermawan; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam kromium heksavalen (Cr(VI)) merupakan salah satu polutan berbahaya yang sering ditemukan dalam air limbah industri, terutama dari industri penyamakan kulit. Cr(VI) sangat toksik dan karsinogenik, bahkan pada konsentrasi rendah, serta dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia. Salah satu metode yang efektif dan ekonomis untuk menghilangkan Cr(VI) dari air limbah adalah melalui proses adsorpsi. Biochar dari ampas tebu dan nano zero-valent iron (nZVI) merupakan kombinasi adsorben yang menunjukkan potensi besar dalam menghilangkan Cr(VI) dari air limbah. Ampas tebu, dengan kandungan lignin tinggi sebesar 25-28%, berpotensi menjadi biochar bermutu tinggi. Nano zero valent iron (nZVI) memiliki magnetisasi tinggi sehingga efektif dalam mengikat logam berat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan komposit biochar-nZVI sebagai adsorben untuk menghilangkan logam Cr(VI). Ampas tebu diubah menjadi biochar melalui metode pirolisis plasma dan dikompositkan dengan nZVI. Adsorpsi diuji secara batch dengan variasi konsentrasi awal Cr(VI), waktu kontak, pH, dan dosis adsorben. Adsorpsi optimum terjadi pada konsentrasi awal Cr(VI) 175 mg/L, waktu kontak 180 menit, dan massa adsorben 1 g/L pada pH 2, dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 118.09 mg/g.
Pengaruh pH terhadap Kemampuan Komposit Adsorben Hidroksiapatit Tulang Ikan-Biochar Kulit Pisang Kepok untuk Menurunkan Limbah Pewarna Industri Tekstil Dyah Isna Nurhidayati; Nora Amelia Novitrie; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tekstil yang ada di Indonesia sebanyak 1.540 industri. Produksi tekstil di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang melebihi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02% pada periode yang sama. Industri tekstil berpotensi pencemaran dikarenakan menghasilkan zat pewarna seperti methylene blue. Kulit pisang kepok mempunyai kandungan lignin sebesar 20,21% sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai biochar. Proses karbonisasi menggunakan plasma dengan power 1,2kW, gas 9 SLM, dan waktu 5 menit. Selain itu, tulang ikan memiliki kandungan kalsium sebesar 60% untuk pembuatan hidroksiapatit. Kemampuan hidroksiapatit untuk menganalis pengaruh variasi pH. Biochar dan hidroksiapatit dikompositkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Konsentrasi yang digunakan 500 ppm dengan variasi pH 2, 4, 6, 8, 10, dan 12, serta menggunakan massa adsorben 1 g/l. Efisiensi penyisihan methylene blue tertinggi terjadi pada massa adsorben 0,5 g/L dengan konsentrasi 500 ppm pada pH 12 dalam 180 menit yaitu sebesar 99,89% dengan kapasitas adsorpsi sebesar 288,527 mg/g. Adsorben dalam pengujian adsorpsi konsentrasi methylene blue sebesar 500 ppm di uji menggunakan spektrofotometri Uv-Vis. Ini menyiratkan bahwa kondisi optimal pH untuk adsorpsi methylene blue menggunakan adsorben komposit adalah pada pH basa, khususnya pH 12. Pada penelitian ini menggunakan uji statistika ANOVA.
Kajian Daur Hidup Terhadap Proses Produksi Sodium Metabisulfite Menggunakan Metode CML-IA Baseline Naufal Fawwaz Alesandry; Alma Vita Sophia; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sodium Metabisulfite merupakan salah satu jenis bahan kimia yang banyak dipergunakan, umumnya sebagai pemutih dan pengawet makanan. Salah satu produsen Sodium Metabisulfite berada di Kota Gresik dengan skala pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak lingkungan yang dihasilkan dari proses produksi Sodium Metabisulfite. Penelitian dilakukan dengan cakupan kajian gate-to-gate. Dalam menunjang pelaksanaan penelitian, dipergunakan software SimaPro 9.5.0.0 sebagai alat bantu, untuk dapat menganalisis dampak yang dihasilkan. Metode CML-IA baseline dipergunakan sebagai metode analisis dampak. Berdasarkan hasil penelitian, didapati bahwa nilai untuk kategori dampak abiotic depletion adalah sebesar 7,78E+02 kg Sb eq, abiotic depletion (fossil fuels) sebesar 2,26E+05 MJ, global warming sebesar 6,46E+07 kg CO2 eq, human toxicity sebesar 9,89E+02 kg 1,4-DB eq, photochemical oxidation sebesar 6,94E+03 kg C2H4 eq, acidification sebesar 1,72E+05 kg SO2 eq, dan eutrophication sebesar 1,07E+02 kg PO4--eq. Hasil analisis hotspot menunjukkan bahwa global warming menjadi kategori dampak dengan kontributor dampak terbesar.
Suistainable Material Melalui Pemanfaatan Limbah Sandblasting dan Fly Ash sebagai Bata Ringan dengan Variasi Foam Agent Eva Nur Suroidah; Luqman Cahyono; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan bata ringan dan banyaknya limbah sandblasting dan fly ash yang tidak terolah. Satu industri galangan kapal menghasilkan 12.100 Kg limbah sandblasting per bulan, sementara satu PLTU menghasilkan 600.000 ton FABA dalam satu bulan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah sandblasting dan fly ash menjadi bata ringan dengan tambahan foam agent. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan eksperimen untuk mengidentifikasi komposisi bata ringan terbaik. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan foam agent 3,5% menghasilkan bata ringan dengan kuat tekan 10,18 Mpa dan massa jenis 1.580 Kg/m3, tetapi tanpa menggunakan limbah. Berdasarkan SNI 8640:2018, massa jenis maksimal bata ringan adalah 1.400 Kg/m3 dan kuat tekan minimal 2 Mpa. Variasi persentase foam agent yang digunakan pada penelitian ini adalah 5%, 7,5%, 10%, dan 12,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase foam agent 7,5% menghasilkan bata ringan dengan kuat tekan 3,4 Mpa dan massa jenis 1.282,05 Kg/m3, sehingga disimpulkan bahwa limbah sandblasting dan fly ash dapat dimanfaatkan menjadi bata ringan yang memenuhi standar SNI 8640:2018 menggunakan persentase foam agent 7,5%.
Pengaruh Plasticizer Kitosan pada Biodegradability dan Water Resistance pada Bioplastik Limbah Nata de Coco Syahreza Palevi; Nora Amelia Novitrie; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah plastik terus meningkat dan telah mencapai 64 juta ton/tahun. Indonesia juga mengalami peningkatan limbah sisa makanan sebesar 42,3%. Hal ini memerlukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Penggunaan bioplastik dapat mereduksi 80% gas rumah kaca, menggunakan kurang dari 52% NonRenewable Energy, dan terdegradasi lebih cepat. Limbah Nata de Coco memiliki polimer selulosa sebagai bahan ideal untuk membuat bioplastik, sedangkan kitosan merupakan senyawa alami turunan kitin yang dapat digunakan sebagai plasticizer. Penambahan kitosan sebagai placticizer mengoptimalkan water resistance dan biodegradabilitas bioplastik. Penelitian ini menganalisis pengaruh plasticizer kitosan dengan variasi 1% dan 4% pada kemampuan biodegradabilitas dan water resistance bioplastik limbah Nata de Coco yang dibuat dengan metode solvent casting. Bioplastik yang dibuat dengan penambahan plasticizer kitosan 1% dan 3% terdegradasi sebesar 34,88 % dan 45,55 % dalam 12 hari dan memperoleh nilai water resistance sebesar 79,90 % dan 85,72%. Variasi plasticizer kitosan berpengaruh terhadap biodegradabilitas dan water resistance bioplastik. Semakin banyak plasticizer kitosan yang digunakan dalam pembuatan bioplastik Nata de Coco maka semakin tinggi biodegradability dan water resistance yang diperoleh.
Pemanfaatan Pasir Silika Limbah Blasting sebagai Agregat Halus Bata Ringan CLC ( Celluler Lightweight Concrete ) Ach. Wuddadin Ilmi Zamzami; Wiwik Dwi Pratiwi; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh menumpuknya timbulan limbah sandblasting dari industri galangan kapal. Saat ini dalm industri galangan kapal timbulan limbah sandblasting dapat mencapai angka 12.100 kg/bulan, Bahkan di negara Taiwan timbulan limbah sandblasting mencapai angka 2.168 ton/tahun. Salah satu solusi alternatif yang dapat dilakukan atas permasalahan tersebut yaitu dengan memanfaatkan limbah sandblastingsebagai bahan pengganti agregat halus (pasir), untuk material kontruksi bangunan yaitu bata ringan. Bata ringan pada umumnya terbuat dari campuran semen, agregat halus, air, dan foaming agent, tetapi dalam penelitian ini pembuatan dilakukan pergantian bahan yang awalnya pasir sebagai agregat halus digantikan dengan pasir silika limbah blasting. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pasir silika limbah blasting sebagai pengganti agregat halus terhadap kualitas kuat tekan bata ringan yang mengacu pada SNI8640:2018. Metode pembuatan bata ringan maupun pengujian kuat tekan penelitian ini mengacu pada SNI 8640:2018. Variabel dalam pembuatan bata ringan yang direncanakan yaitu mix design dengan digantinya pasir dengan pasir silika limbah blasting. Komposisi yang digunakan pada penelitian ini adalah variasi komposisi antara pasir silika limbah blasting dan semen yaitu komposisi 1:1, 1:1,5, 1:2,3, dan 1,4. Hasilnya ada tigavariasi yang telah memenuhi standart bata ringan yaitu variasi 1:1, 1:1,5, dan 1,2,3 sedangan untuk variasi 1:4 tidak memenuhi standar bata ringan. Hasil terbaik didapat pada variasi 1:2,3 dengan nilai kuat tekan sebesar 2,83 MPa. Penelitian ini membuktikan bahwa pemanfaatan limbah sandblasting dapat menghasilkan produk bata ringan yang berpotensi memilki nilai jual.
Kajian Dampak Lingkungan Proses Produksi Emas PT Indo Muro Kencana menggunakan Metode Life Cycle Assessment (LCA) Regina Ismudarisa Ragat; Alma Vita Sophia; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Indo Muro Kencana adalah perusahaan produksi emas yang berpotensi memunculkan dampak lingkungan karena menghasilkan limbah berupa tailing dari penggunaan bahan kimia pada proses ekstraksinya, dan emisi dari penggunaan bahan bakar dan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak lingkungan dari proses produksi emas PT Indo Muro Kencana dengan metode Life Cycle Assessment (LCA). Batasan sistem yang digunakan adalah gate to gate mulai dari pengumpulan bijih emas (ore) hingga menjadi dore bullion. Analisis dampak lingkungan menggunakan software SimaPro 9.0 dengan metode CML AI Baseline. Hasil penelitian menunjukkan besarnya nilai dampak untuk proses produksi emas abiotic depletion potential (Fossil-Fuels) sebesar 4,29E+02 MJ, global warming potential (GWP100a) sebesar 1,20E+07 kg CO2 eq,human toxicity sebesar 2,06E+06 kg 1,4-DCB eq, freshwater aquatic ecotoxicity sebesar 3,25E+02 kg 1,4 DCB eq, marine aquatic ecotoxicity sebesar 1,96E+05 kg 1,4-DCB eq, terrestrial ecotoxicity sebesar 1,7E+01kg 1,4-DCB eq, photochemical oxidant sebesar 1,07E+05 kg C2H4 eq, acidification potential sebesar 1,20E+06kg SO2 eq, dan eutrophication potential sebesar 5,28E-05 kg PO4 eq. Titik hotspot pada proses produksi emas berada pada unit proses elution dengan dampak paling besar adalah global warming potential (GWP100a). Aksi mitigasi terbaik yang diusulkan untuk menurunkan dampak GWP pada unit elution dari proses produksi emas PT Indo Muro Kencana yaitu dengan penambahan economizer sebagai preheater steam (uap pemanasan awal) untuk memanaskan air umpan sebelum memasuki boiler.