Claim Missing Document
Check
Articles

Pretreatment Delignifikasi Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit Dengan DES Sebagai Material Bioplastik Andin Asmara Putri; Denny Dermawan; Tarikh Aziz Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan karena timbulan limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang mencapai 10,35 ton pertahun. Limbah TKKS biasanya hanya dibiarkan ditempat sampai membusuk atau dibakar. TKKS mengandung selulosa yang dapat berpotensi sebagai biopolimer material bioplastik karena sifatnya yang terbarukan dan mudah terurai. Selulosa pada TKKS dapat diisolasi dengan proses delignifikasi. Delignifikasi adalah proses untuk meningkatkan kandungan selulosa dengan mengurangi kandungan lignin pada biomassa. Delignifikasi dilaksanakan dengan larutan Deep Eutectic Solvent (kolin klorida – asam laktat). Deep Eutectic Solvent (DES) berperan sebagai pelarut hijau untuk mengisolasi selulosa dari biomassa. Setelah melewati proses delignifikasi, TKKS dianalisa dengan metode chesson datta untuk mengetahui kadar selulosa dan ligninnya. Proses delignifikasi dengan DES terhadap TKKS dapat meningkatkan kadar selulosa dari 33% hingga 47,5% dan menurunkan kadar lignin dari 19,2% hingga 15,37%.
Potensi Selulosa Ampas Tebu Sebagai Bahan Baku Bioplastik Ramah Lingkungan shresy febi pracetyowati; Denny Dermawan; Sekarsari Wibowo
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebu merupakan salah satu komoditas penting dalam kehidupan, karena dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan gula, tetapi pemanfaatan limbah ampas tebu di Indonesia masih belum maksimal, padahal serat ampas tebu cukup melimpah sekitar 30% dari total berat tanaman tebu. Kandungan ampas tebu terdiri dari 40%-52,7% selulosa dan 3%-24,2% lignin. Ampas tebu memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi, sehingga berpotensi menjadi salah satu alternatif sumber selulosa yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi selulosa dari limbah ampas tebu menggunakan metode alkalisasi dengan larutan NaOH 8% selama 90 menit. Karakterisasi selulosa dilakukan dengan menggunakan uji Chesson datta. Chesson datta merupakan metode untuk menganalisis kandungan selulosa dan lignin yang terkandung dalam ampas tebu. Kandungan selulosa yang terkandung dalam ampas tebu sebesar 31,3% dan lignin sebesar 13,4%. Nilai kandungan selulosa meningkat setelah dilakukan proses delignifikasi yaitu menjadi 66,8% sedangkan lignin mengalami penurunan menjadi 4,3%.