Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengembangan Media Catur Konstitusi untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran PPKn Alanur, Shofia Nurun; Jamaludin, Jamaludin; Sukmawati, Sukmawati; Nasran, Nasran
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1786

Abstract

The ever-evolving needs of students require the development of innovative, contextual, and engaging learning media. This article describes the development process and results of the Constitutional Chess learning tool, proposed as an alternative learning medium for Civic Education (PPKn) aligned with the Merdeka Curriculum. This study employs a Research and Development (RD) approach, applying the ADDIE model with students from Grade X of SMA Negeri 3 Palu as the research subjects. Data was collected through surveys and interviews with teachers and students. The research findings indicate that the Constitution Chess tool effectively enhances students' critical thinking skills and reinforces the values outlined in the Pancasila Student Profile particularly in the area of critical reasoning. By presenting constitutional content through an interactive and strategic game format, this media facilitates active and meaningful learning experiences. It is hoped that the results of this study will contribute valuable insights to the development of contextual and value-oriented educational media within the Merdeka Curriculum framework.ABSTRAKKebutuhan siswa yang terus berkembang memerlukan pengembangan media pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan menarik. Artikel ini menjelaskan proses pengembangan dan hasil dari alat pembelajaran Catur Konstitusi, yang diusulkan sebagai media pembelajaran alternatif untuk Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) yang selaras dengan Kurikulum Merdeka. Studi ini menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (RD), menerapkan model ADDIE dengan siswa kelas X SMA Negeri 3 Palu sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui survei dan wawancara dengan guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Catur Konstitusi secara efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dan memperkuat nilai-nilai dalam Profil Siswa Pancasila terutama dalam bidang penalaran kritis. Dengan menyajikan konten konstitusional melalui format permainan interaktif dan strategis, media ini memfasilitasi pengalaman belajar yang aktif dan bermakna. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi berharga bagi pengembangan media pendidikan yang kontekstual dan berorientasi nilai dalam konteks Kurikulum Merdeka.
Implementasi Profil Pelajar Pancasila Dalam Pemberlakuan Kurikulum Merdeka di SMA Negeri Olahraga Tadulako Palu Rahman, Putri Wahida; Sukmawati, Sukmawati; Amus, Sunarto; Nasran, Nasran; Alannur, Shofia Nurun; Jamaludin, Jamaludin
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) implementasi profil pelajar Pancasila di SMA Negeri Olahraga Tadulako; (2) kendala dalam pelaksanaannya; dan (3) upaya pengintegrasian nilai-nilai profil tersebut. Subjek penelitian mencakup 11 orang, termasuk guru penggerak, guru berbagai mata pelajaran daru rumpun keilmuan, penanggung jawab keolahragaan, dan siswa dari kelas X hingga XII. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dalam tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Implementasi nilai profil pelajar Pancasila mencakup elemen seperti beriman, bertakwa dan berakakhlak mulia, kebhinekaan, gotong royong, kemandirian, bernalar kritis, dan kreatif, yang sebagian besar terlaksana dengan baik namun perlu penguatan lebih lanjut dalam kehidupan sehari-hari siswa. (2) Kendala utama meliputi rendahnya motivasi siswa (internal) serta pengaruh lingkungan keluarga dan pertemanan (eksternal). (3) Program Sekolah Penggerak menggunakan berbagai strategi seperti budaya sekolah, pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler untuk membentuk karakter siswa sesuai nilai Pancasila dan mendukung keberhasilan akademik dan olahraga.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Melalui Model Pembelajaran Decision Making pada Pelajaran PPKn di Kelas VII B SMP Negeri 20 Palu Nazar, Ibnu; Sukmawati, Sukmawati; Jamaludin, Jamaludin; Nasran, Nasran; Alannur S, Shofia Nurun; Amus, Sunarto
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas VII B SMP Negeri 20 Palu pada mata pelajaran PPKn melalui model pembelajaran decision making. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metote Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu penelitian yang dilakukan guru dalam kelas untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru, sehingga keterampilan berpikir kritis siswa menjadi lebih meningkat. Dengan penerapan model pembelajaran decision making menunjukkan adanya perubahan positif dalam perilaku siswa. Dari hasil analisis yang telah dilakukan di ketahui bahwa dengan model pembelajaran decision making dapat meningkatkan keterampilan berpikr dan hasil belajar siswa mata pelajaran PPKn di SMP Negeri 20 Palu, hal ini dapat dilihat dari presentase dari siklus I ke siklus II yakni keterampilan berpikir kritis siswa di peroleh dari pertemuan ke I mendapat presentase 58%, pertemuan ke II mendapat presentase 75%. Pada siklus II pertemuan ke I mendapat presentase 87%, dan pada pertemuan ke II mendapat presentase 95%, pada siklus II. hasil observasi juga menunjukan peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dari siklus I ke siklus II, yaitu sebanyak 37%, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model decision making dapat meningkatkan keterampilan berpir kritis pada pembelajaran PPKn siswa kelas VII B SMP Negeri 20 Palu.
Comparison Of Judicial Review: A Critical Approach To The Model In Several Countries Wijaya, Ahmad; Nasran, Nasran
JURNAL LEGALITAS Vol. 14, No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.05 KB) | DOI: 10.33756/jelta.v14i2.11809

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to analyze the comparative model of judicial review in Indonesia and other countries. This research uses normative legal research. The approaches used by researchers in compiling this research are, among others: the legal approach; historical approach; and comparative approach. The results of this study indicate that in principle the constitutional review system in several countries shows a variety of color gradations that are tailored to the needs of each country. In general, there are 3 (three) constitutionality testing mechanisms that have been developed to date, namely: First, the constitutionality testing of laws is carried out by existing judicial institutions or non-special adjudication, namely the Supreme Court. The country that adopts this system is the United States of America. Second, the constitutionality test of the law is carried out by a special judicial institution, namely the Constitutional Court. Countries that have adopted this system are Indonesia, Germany, South Korea, South Africa, Russia, Thailand and Turkey. The constitutionality of the law is examined by non-judicial institutions. The country that adopted this system is France.
Pelatihan Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Online bagi Guru di SMKN 2 Banggai Hasdin, Hasdin; Nasran, Nasran; Sukmawati, Sukmawati; Alanur, Shofia Nurun
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1661

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan kepada guru dalam memanfaatkan media pembelajaran secara online dalam melaksanakan pembelajaran agar lebih kretif dan inovati sehingga guru lebih adaktif mengikuti perkembangan teknologi dalam bidang Pendidikan. Guru sebagai tenaga pendidik profesional yang berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran dituntut memiliki kreativitasnya untuk menggali potensi sumber dan media pembelajaran yang ada di lingkungannya agar dapat memeberikan pembelajarkan kepada siswa secara berkualitas. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini terdiri atas lima metode yaitu (1) identifikasi dan analisis masalah, (2) Sosialisasi, (3) Simulasi, (4) Pendampingan, (5) Evaluasi. Pengabdian ini fokus memanfaatkan media pembelajaran online seperti google classroom, Google Meet dan canva yang bisa dimanfaatkan secara online serta aksesnya gratis. Ketiga media pembelajaran online ini merupakan sistem yang memudahkan para guru dan siswa selama proses pembelajaran. Pada kegiatan pengabdian ini guru lebih tertarik dan memahami penggunaan aplikasi Google Meet serta dapat dikombinasikan dengan media google classroom yang selama ini telah digunakan para guru dalam melakukan proses pembelajaran.
Kearifan Lokal Dalam Integrasi Masyarakat Multietnik Di Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Laut Hasdin, Hasdin; Amus, Sunarto; S, Shofia Nurun Alanur; Nasran, Nasran; Makmur, Windy
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.9932

Abstract

Penelitian ini bermaksud mengeksplorasi dan menganalisis kearifan lokal dalam integrasi masyarakat multietnik di Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Laut. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk kearifan lokal dalam integrasi masyarakat multietnik di Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Laut; dan (2) menganalisis pendayagunaan kearifan lokal dalam integrasi masyarakat multietnik di Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Laut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi deskriptif-eksploratif. Lokasi penelitian di Kecamatan Banggai Kabupaten Banggai Laut. Subyek penelitian ditetapkan secara purposif, yaitu Camat, tokoh masyarakat, dan tokoh adat, di Kecamatan Banggai. Data dihimpun melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara tidak terstruktur dan tape recorder untuk menggali pandangan dan penilaian subyek penelitian terhadap kearifan lokal sebagai modal sosial dalam integrasi masyarakat multietnik. Observasi dan studi dokumentasi dimaksudkan untuk memperoleh data tentang bentuk-bentuk kearifan lokal dalam integrasi masyarakat multietnik, dan jumlah penduduk berdasarkan etnik/suku bangsa. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan tiga tahapan yang dilakukan secara bersamaan yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Bentuk-bentuk kearifan lokal yang ada di masyarakat Kecamatan Banggai terdiri dari bentuk kearifan lokal berupa bangunan, kearifan lokal dalam bentuk nyanyian, kearifan lokal dalam bentuk tarian, kearifan lokal dalam bentuk bahasa daerah, kearifan lokal dalam bentuk tradisi menanam atau memanen hasil perkebunan, kearifan lokal dalam bentuk aturan adat yang dijadikan pedoman dalam bersikap dan bertindak disuatu interaksi sosial, bentuk kearifan lokal dalam hal mengelola serta menjaga lingkungan dan sumber daya alam yang ada. 2) Pendayagunaan kearifan lokal dalam integrasi masyarakat multietnik di Kecamatan Banggai dilakukan secara persuasif dan kekeluargaan atau tidak melalui paksaan. Kesimpulan: 1) Terdapat 7 (tujuh) bentuk kearifan lokal dalam integrasi masyarakat multietnik di Kecamatan Banggai; 2) Pendayagunaan kearifan lokal dalam integrasi masyarakat multietnik di Kecamatan Banggai dilakukan secara persuasif dan kekeluargaan atau tidak melalui paksaan.
Bela: Budaya Altruistik Dan Pilar Harmoni Warga Negara Amus, Sunarto; Jamaludin, Jamaludin; Nadjamuddin, Lukman; Hasdin, Hasdin; Nasran, Nasran; S, Shofia Nurun Alanur
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.9933

Abstract

Kearifan lokal bela tumbuh dalam relasi sosial etnik Bajo dan Banggai secara turun-temurun, dilatarbelakangi keterbatasan akses pemenuhan kebutuhan pokok, perbedaan kecakapan dan area domisili, serta menjadi wahana pembinaan persaudaraan, kebersamaan, dan kohesifitas. Pelembagaan nilai-nilainya patut digali sebagai modal sosial guna menekan potensi konflik, pertentangan dan kekerasan, memperkokoh solidaritas masyarakat, dan mengembangkan karakter baik warga negara. Subyek penelitian adalah Lima keluarga etnik Bajo dan etnik Banggai yang telah menjalin relasi bela selama 10-35 tahun, dan berprofesi sebagai nelayan, petani, pedagang, pengusaha, dan pensiunan PNS. Data dihimpun melalui wawancara, telaah dokumen, diskusi kelompok terfokus, dan dianalisis dengan model alir Miles dan Huberman (1992). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelembagaan bela melalui relasi budaya-ekonomi secara simultan, periodik, dan berkelanjutan. Di dalamnya terbina kepekaan sosial, solidaritas, kerjasama, gotong royong, integritas, persatuan, keadilan, dan jiwa altruistik. Esensinya menanamkan, mengaktualisasikan, dan mengajarkan pembumian nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerjasama, gotong royong, dan keadilan komunal sebagai pilar harmoni warga negara
Implementasi Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka di SMP Kabupaten Donggala Rore, Idrus A.; Efendi, Rustam; Nadjamuddin, Lukman; Zaki, Mohammad; Lumanggino, Wilman; Makmur, Windy; Nasran, Nasran
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18971

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan P5 pada satuan pendidikan pelaksana Kurikulum Merdeka jenjang SMP di Kabupaten Donggala ditinjau dari dimensi: 1) standar dan tujuan; 2) sumber daya; 3) karakteristik agen pelaksana; 4) komunikasi antar organisasi; 5) kondisi dan lingkungan sosial, ekonomi, dan politik; dan 6) disposisi implementor. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Kabupaten Donggala menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data; 1) wawancara, 2) observasi, dan 3 dokumentasi. Informan mencakup; kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, siswa, dan orang tua siswa. Teknik analisis data menggunakan Milles dan Huberman, terdiri atas; 1) Pengumpulan data; 2) condentation; 3) display; dan 4) verifikasi atau kesimpulan. Hasil dan temuan penelitian menunjukkan implementasi P5 pada SMP pelaksana Kurikulum Merdeka di Kabupaten Donggala: 1) sudah efektif pada dimensi standar dan tujuan; 2) belum efektif pada dimensi sumber daya; 3) belum efektif pada dimensi karakteristik agen pelaksana; 4) belum efektif pada dimensi komunikasi antar organisasi; 5) sudah efektif pada dimensi kondisi dan lingkungan ekonomi, politik, dan sosial; dan 6) sudah efektif pada dimensi disposisi implementor.