Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

DETERMINANTS OF PARENT’S DECISIONS IN IMMUNIZING MEASLES RUBELLA (MR) VACCINE Devi Maya Arista; Dwiyanti Puspitasari; Sri Utami
Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal Vol. 4 No. 1 (2020): Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, January 2020
Publisher : UNIVERSITAS AIRLANGGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/imhsj.v4i1.2020.82-89

Abstract

AbstractBackground: The government’s effort to reduce measles and rubella transmission are by increasing MR immunization coverage. The immunization coverage was influenced by parent’s decisions. There were factors that related with parent’s decisions such as knowledge, perceived susceptibility, seriousness, benefit, barrier, self-efficacy, and cues to action. This study aimed to analyze factors  related with parent’s decisions in giving MR immunization. Methods: This was a cross sectional study using questionnaire among parents of children aged 10-30 months at working area of Kenjeran public health center, Surabaya. Data of knowledge, perceived susceptibility, seriousness, benefit, barrier, self-efficacy, and cues to action regarding MR immunization then analyzed using chi-square and logistic regression. Result: From 206 parents, 56.3% were giving MR immunization to their children. Parent’s knowledge (p=0.023; OR=18.08), perceived barrier (p=0.002; OR=46.79), and self-efficacy (p=0.033; OR=7.66) were related with parent’s decisions. Conclusion: Parent’s decisions in giving MR immunization was related with knowledge, perceived barrier, and self-efficacy. 
Sosialisasi kepada Masyarakat tentang Sifat Penyakit COVID-19 di Pondok Pesantren Hidayatullah Al Muhajirin Nanda Fadhilah Witris Salamy; Devi Maya Arista
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.508 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.836

Abstract

Corona virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). COVID-19 saat ini tidak hanya menyerang pernapasan, tetapi juga menyebabkan gangguan fungsi pada organ tubuh lainnya. Dahulu COVID-19 dianggap sebagai penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan saja, namun penyakit tersebut saat ini dianggap sebagai penyakit yang menyebabkan infeksi sistem organ tubuh yang menular melalui saluran pernapasan.Sifat penyakit COVID-19 ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat, termasuk di lingkungan pondok pesantren. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan terbaru serta memberikan wawasan atau edukasi kepada masyarakat pondok pesantren tentang COVID-19. Kegiatan tersebut termasuk dalam sebuah agenda besar bertajuk “Festival Santri Husada Bersatu Hadapi COVID-19”. Sasaran kegiatan ini adalah santri husada dan pengurus ponpes bidang kesehatan di pondok pesantren Hidayatullah Al Muhajirin. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu sosialisasi secara daring (webinar). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para santri dan pengurus memiliki pemahaman tentang penyakit COVID-19. Selain itu, dalam melaksanakan protokol kesehatan, para santri dan pengurus pondok pesantren juga telah memahami dengan baik karena sebelumnya telah disosialisasikan oleh pihak pondok pesantren. Terciptanya peningkatan pemahaman mengenai COVID-19, pemahaman cara penularanpenyakit COVID-19, dampak penularan penyakit COVID-19, dan pengetahuan tentang protokol kesehatan diharapkan dapat menjadi kebiasaan baru sehingga dapat membantu terhindar dari penularan dan adanya klaster baru COVID-19 di lingkungan pondok pesantren. Harapannya, melalui kegiatan ini dapat tercipta pemberdayaan, yaitu kemandirian pondok pesantren di bidang kesehatan dan sehingga dapat menjadi contoh bagi masyarakat maupun pondok pesantren lainnya.
Capacity Building Para Santri Melalui Penyuluhan “Hadapi Pandemi COVID-19 Jalani New Normal” di Pondok Pesantren Al-Jihad Surabaya Utami Ambarsari; Rudi Artanto; Siti Nurjannah; Nurul Kamariyah; Devi Maya Arista
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.561 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.897

Abstract

Penyakit COVID-19 merupakan penyakit menular yang telah dinyatakan sebagai pandemi oleh World Health Organization karena tingginya penyebaran dan tingkat penularan. COVID-19 saat ini menjadi pandemi global dan telah menyebabkan banyak kematian di berbagai negara. Pondok pesantren merupakan tempat yang potensial menyebabkan kerumunan dalam penyebaran penyakit COVID-19. Selain itu, terdapat beberapa santri yang masih berada di pondok pesantren dan terdapat santri yang sudah kembali ke pondok pesantren untuk mengikuti kegiatan belajar. Selama masa pandemi, pondok pesantren Al-Jihad Surabaya telah menyiapkan segala sesuatunya untuk memenuhi dan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Segala aktivitas dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta tetap menerapkan protokol kesehatan. Meskipun demikian, hal ini masih diperlukan penguatan capacity building agar para santri dan pengurus pondok pesantren tidak tertular penyakit COVID-19. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para santri di pondok pesantren Al Jihad Surabaya tentang penyakit COVID-19 dan upaya pencegahannya baik melalui protokol kesehatan maupun vaksinasi. Metode kegiatan yaitu penyuluhan berjudul “Hadapi Pandemi COVID-19 Jalani New Normal” pada tanggal 24 Juli 2021 berupa webinar yang dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting. Terdapat pengisian pretest dan post test oleh peserta. Kegiatan tersebut melibatkan 12 peserta santri pondok pesantren Al Jihad Surabaya dan satu narasumber, serta dua fasilitator dari Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UPPM FK UNUSA). Hasil kegiatan diperoleh bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang cara penyebaran virus corona, gejala penyakit COVID-19, 3M dan 3T, jenis-jenis masker, dan vaksinasi COVID-19. Harapannya, melalui kegiatan penyuluhan ini dapat menambah informasi dalam menjalani adaptasi kebiasaan baru sehingga dapat memutus rantai penularan penyakit COVID-19 di lingkungan pondok pesantren.
Sosialisasi Program Vaksinasi COVID-19 dalam Upaya Mendukung Pemulihan Ekonomi di Pondok Pesantren Hidayatullah Al Muhajirin Dyah Yuniati; Shobihatus Syifak; Devi Maya Arista
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.732 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.899

Abstract

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia menimbulkan dampak pada berbagai aspek kehidupan. Beberapa upaya, strategi dan kebijakan telah dilakukan pemerintah untuk mencegah dan mengurangi tingkat penularan penyakit COVID-19, termasuk dengan pelaksanaan vaksinasi. Vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap penyakit tertentu sehingga jika suatu saat terpapar penyakit tersebut, maka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Program vaksinasi COVID-19 perlu disosialisasikan secara masif kepada masyarakat, termasuk di lingkungan pondok pesantren. Kegiatan kali ini berfokus pada tujuan peningkatan pengetahuan tentang vaksinasi COVID-19 di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatullah Al Muhajirin. Alasan utama dipilihnya pondok pesantren sebagai pilot project yaitu karena adanya fungsi ketokohan dalam masyarakat tradisional Indonesia. Hal ini juga berkaitan dengan maraknya hoaks tentang vaksinasi COVID-19 di masyarakat. Pemberdayaan kesehatan dan ekonomi masyarakat berbasis pondok pesantren akan dapat memudahkan jangkauan kepada masyarakat luas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini termasuk dalam sebuah agenda besar yaitu “Festival Santri Husada Bersatu Hadapi COVID-19”. Strategi pengabdian masyarakat menggunakan metode sosialisasi secara daring (webinar) dengan tetap memperhatikan protokol kegiatan. Sasaran kegiatan ini adalah santri husada dan pengurus ponpes bidang kesehatan di pondok pesantren Hidayatullah Al Muhajirin. Hasil pengabdian masyarakat tentang vaksinasi COVID-19 ini memberikan kesadaran kepada para santri dan pengurus pondok pesantren tentang tujuan vaksinasi dan manfaatnya, serta didapatkan peningkatan pengetahuan seputar vaksin COVID-19 untuk mendukung program kesehatan dalam menurunkan risiko penyebaran penyakit COVID-19 melalui vaksinasi. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat mendukung akselerasi program vaksinasi ke masyarakat dan mendorong partisipasi masyarakat untuk melakukan vaksinasi.
Strategi Pemberdayaan Potensi Kesehatan Melalui Sosialisasi Herbal Medicine di Pondok Pesantren Hidayatullah Al Muhajrin Dwimantoro Iman Prlistyo; Dwikoryanto; Devi Maya Arista
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.945 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.917

Abstract

Pengobatan herbal merupakan salah satu jenis pengobatan yang memanfaatkan zat aktif pada tanaman sehingga dapat memberikan efek terapeutik. Pada masa pandemi COVID-19 ini, diketahui bahwa terdapat beberapa herbal yang sering dipakai pada semua tingkat gejala COVID-19, mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa kombinasi terapi herbal dan terapi medis dapat menjadi peluang untuk mengembangkan terapi COVID-19. Beberapa bahan herbal yang banyak digunakan di Indonesia sebagai pendamping terapi COVID-19 adalah jahe merah, meniran, cordyceps, sambiloto, daun sembung dan beberapa hebal lainnya. Bahan-bahan ini diekstrak senyawa aktifnya lalu diolah sebagai imunomodulator untuk penderita COVID-19. Potensi kesehatan melalui herbal medicine berpotensi sebagai strategi pemberdayaan masyarakat sehingga perlu disosialisasikan, termasuk di lingkungan pondok pesantren. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang herbal sederhana yang bermanfaat sebagai suplemen pendamping terapi COVID-19 di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatullah Al Muhajirin. Kegiatan pengabdian masyarakat ini termasuk dalam sebuah agenda besar yaitu “Festival Santri Husada Bersatu Hadapi COVID-19”. Metode kegiatan ini dilaksanakan dengan sosialisasi secara daring (webinar). Sasaran kegiatan yaitu santri husada dan pengurus ponpes bidang kesehatan di pondok pesantren Hidayatullah Al Muhajirin. Pemberdayaan kepada dua sasaran ini diharapkan agar tidak hanya menyentuh warga internal ponpes, tetapi juga hingga ke masyarakat sekitar ponpes. Hasil pengabdian masyarakat ini memberikan peningkatan pengetahuan tentang herbal sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di lingkungan pondok pesantren Hidayatullah Al Muhajirin. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini dapat menjadi strategi untuk mengembangkan potensi kesehatan di lingkungan pondok pesantren sehingga dapat memperoleh manfaat dari penggunaan herbal medicine pada masa pandemi COVID-19.
Predictive Analysis of NLR, Absolute Lymphocyte Count, and CT-Value on The Severity of Covid-19 Patients: Analisis Prediksi NLR, Absolute Lymphocyte Count, dan CT-Value Terhadap Derajat Keparahan Pasien Covid-19 Bastiana; Donastin, Adyan; Arista, Devi Maya; Surya, Prima Ardiansah
Medicra (Journal of Medical Laboratory Science/Technology) Vol. 5 No. 1 (2022): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/medicra.v5i1.1625

Abstract

Laboratory parameters in Covid-19 patients may have a relationship with the clinical severity of the patient on arrival. This study aims to Analyzing the relationship between NLR, ALC, and CT values with the clinical severity of Covid-19 patients on arrival. A total of 101 subjects were collected from medical records of RSI Jemursari Surabaya from April to September 2020. The correlation laboratory parameters (NLR, ALC, and CT-value) with the severity of Covid-19 patients (mild, moderate, severe and critical) were analyzed using One Way Anova and Kruskal Wallis. The relationship of NLR with severity (p-value=0.143), ALC with severity (p-value=0.165), and CT-value with severity (p-value= 0.987). Patients with COVID-19 tend to have a high NLR in all clinical conditions. The mean value of the ALC was within normal limits for all degrees of severity. There is no significant relationship between NLR, ALC, CT-value with the severity of Covid-19 patients.
DOES THE COMBINATION OF ROSMARINUS OFFICINALIS AND CENTELLA ASIATICA NANOEMULSIONS AFFECT BDNF EXPRESSION IN THE GESTATIONAL DIABETES MELLITUS MODEL IN ZEBRAFISH LARVAE Khotimah, Husnul; Lamadi, Sutini; Amelia, Rizki; Arista, Devi Maya; Prastiwi, Fajar Dwi; Raras, Tri Yudani Mardining
MNJ (Malang Neurology Journal) Vol. 10 No. 2 (2024): July
Publisher : PERDOSSI (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Cabang Malang) - Indonesian Neurological Association Branch of Malang cooperated with Neurology Residency Program, Faculty of Medicine Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mnj.2024.010.02.08

Abstract

Background: Pancreatic β-cells compensate for the increased insulin demand due to increasing glucose levels during pregnancy or in gestational diabetes mellitus (GDM). The enzyme that regulates the rate of gluconeogenesis production is PEPCK. Circulatory and metabolic disturbances in the brain caused by hyperglycemia could affect brain-derived neurotrophic factor (BDNF) expression as an agent for neurodevelopment. Objective:  The purpose of this work is to ascertain the impact of combining nanoemulsions of Rosmarinus officinalis and Centella asiatica on the expression of BDNF and PEPCK. Methods: This study was a true experimental laboratory using zebrafish larvae. The larvae were exposed to 3% glucose and a combination of nanoemulsion extracts. The study sample of zebrafish larvae at 72 hpf (hour post fertilization) was divided into control, glucose, treatment 1, 2, and 3, with the combination of Rosmarinus officinalis and Centella asiatica nanoemulsions at 2.5 μg/ml, 5 μg/ml, and 10 μg/ml, respectively. PEPCK and BDNF expression were measured by the real-time PCR method. Results: The expression of PEPCK increased significantly in the glucose group (3.05 ± 0.27). The combination of Rosmarinus officinalis and Centella asiatica nanoemulsions significantly decreased PEPCK (p-value 0,001 < 0.05). The BDNF level did not significantly differ (p-value 0.253 >0.05) among groups, but the highest level (1.06 ± 0.60) was gained in the T2 group, which received an embryonic medium (EM), 3% glucose, and the combination of Rosmarinus officinalis and Centella asiatica nanoemulsions at 5μg/ml. Conclusion: The combination of Rosmarinus officinalis and Centella asiatica nanoemulsions significantly reduces PEPCK expression but does not affect BDNF expression.
The use of smartphones as educational media for optimizing maternal and child health: A qualitative systematic review Devi Maya Arista; Nurvitriana, Nidya Comdeca; Karunia Wijayanti; Vina Firmanty Mustofa
Journal of Health Technology Assessment in Midwifery Vol. 7 No. 2 (2024): November
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jhtam.3794

Abstract

Introduction: Currently, communication technology shows great potential in exchanging information, including educational interactions for health messages through smartphones. The implementation of this educational communication scope can be a strategy to enhance maternal and child health. Various approaches from different scientific articles necessitate the examination of characteristics, strengths, weaknesses, and outcomes in delivering smartphone-based health education. Purpose: This study aims to review the literature of smartphone uses in implementing maternal and infant care practices. Method: This is a qualitative systematic review was conducted in the databases PubMed, ScienceDirect, and Cochrane using a combination of Medical Subject Headings (MeSH) and relevant keywords: “maternal” OR “mother” OR “pregnant women” AND “child” OR “baby” AND “health education” AND “smartphone” OR “mobile phone” OR “mobile application. Obtained a total of 9 articles for review. Results: This qualitative systematic review discusses 9 articles from several countries and covers 3 main topic themes. These themes included interactive voice response (IVR), direct counseling, and applications (SMS, Social Media, Health Platforms). Conclusion: Based on review, text/SMS messaging on smart phones was better at improving the implementation of maternal and infant care practices
PENGALAMAN SUAMI DALAM PERSPEKTIF SOCIAL CULTURE TERHADAP DUKUNGAN PEMBERIAN ASI: STUDI KUALITATIF Nurvitriana, Nidya Comdeca; Arista, Devi Maya
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 1 (2024): Vol. 7 No. 1 Edisi 3 Oktober 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i1.2757

Abstract

Abstract: Breast milk is the optimal source of nutrition for infants. The provision of exclusive breastfeeding can be influenced by various factors, including the support of the husband. This study aims to explore the experiences of husbands in supporting exclusive breastfeeding from a socio-cultural perspective. Using a qualitative approach, the study involved semi-structured interviews with 10 participants who were husbands of mothers with infants aged 0-6 months. The data collected were analyzed using Atlas.ti 9.0 software with a thematic analysis approach. Three main themes emerged from the analysis: the husband's role in breastfeeding preparation during pregnancy, direct emotional support from the husband, and the husband's readiness to assist in the breastfeeding process. The findings of this study suggest that the active involvement of husbands in supporting mothers, both emotionally, practically, and in preparing for breastfeeding, significantly influences the success of exclusive breastfeeding. The study recommends increasing social awareness to promote the involvement of husbands in supporting the successful implementation of exclusive breastfeeding.Keywords: Breastfeeding, fathers, qualitative study
DETEKSI DINI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI DENGAN KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN (KPSP) Arista, Devi Maya; Nurvitriana, Nidya Comdeca; Wijayanti, Karunia; Mustofa, Vina Firmanty; Khusmitha, Qatrunnada Naqiyyah; Wahyuni, Sri
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56089

Abstract

Screening preschool children's growth and development can help detect deviations or delays early, allowing for timely intervention before the child experiences worsening conditions or permanent disorders. Developmental delays in children may include speech and language disorders, autism, and attention deficit disorder. Therefore, it is essential to conduct developmental screenings appropriate to the child's age. This community service program implemented developmental screening using the Developmental Pre-Screening Questionnaire (KPSP) instrument for early childhood at PAUD Anggrek, Surabaya. A total of 26 children participated in this screening activity. The screening results were categorized based on the KPSP assessment: 22 children (85%) were classified as age-appropriate, 3 children (11%) were classified as doubtful, and 1 child (4%) showed developmental deviations. During the evaluation process, each child received a report that was submitted to their PAUD teacher and parents. This report contained the results of the developmental evaluation along with recommendations for age-appropriate stimulation activities.Skrining tumbuh kembang anak prasekolah dapat mendeteksi penyimpangan atau keterlambatan perkembangan anak sehingga dapat dicegah, sebelum anak jatuh dalam kondisi yang lebih buruk bahkan gangguan yang permanen. Kejadian keterlambatan perkembangan anak meliputi gangguan bicara/bahasa, autism, serta gangguan pemusatan perhatian. Dengan demikian, penting untuk dilakukan skrining perkembangan anak sesuai dengan usianya. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pelaksanaan skrining perkembangan dengan instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) kepada anak usia dini di PAUD Anggrek Kota Surabaya. Sebanyak 26 orang anak mengikuti kegiatan skrining ini. Hasil skrining diperoleh penilaian berdasarkan kategori hasil pada instrument KPSP, yakni sesuai umur sebanyak 22 anak (85%), meragukan sebanyak 3 anak (11%), dan penyimpangan sebanyak 1 anak (4%). Dalam proses evaluasi, setiap anak akan menerima rapor yang disampaikan kepada pengajar PAUD dan orang tua. Rapor ini berisi hasil evaluasi perkembangan anak dan saran tentang rekomendasi stimulasi berdasarkan usia anak.