Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Mamangan Social Science Journal

DAMPAK SOSIAL KONFLIK ETNIK DI KINALI 1999-2010 Welly Ibrahim; Ansofino Ansofino; Ahmad Nurul Huda
Jurnal Mamangan Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas PGRI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.344 KB) | DOI: 10.22202/mamangan.v1i2.1353

Abstract

Kinali is an area inhabited by diverse ethnic with different cultures, namely Minangkabau, Mandailings, and Java. The area consists of diverse ethnic, there is always the potential for conflict. The conflict in 1999 between ethnic Minang and Mandailing in the wake of misunderstanding between the two warring ethnic ie ethnic Mandailing ethnic Minang and eventually led to a major conflict anarchistic. The impact of the conflict in the district Kinali West Pasaman on society viewed from social and cultural factors that people prefer not to socialize and interact with other ethnic groups, the social and economic factors of conflict have an impact on the decrease in public income and region for post-conflict societies choose to not interact and one of which is not to the market. Social factors are political, namely the attitude of the ethnic Mandailing are not adaptive in the pattern of relationship with the dominant culture in Kinali caused by the attitude of discriminative ethnic Minang in Kinali against ethnic Mandailing in various facets of life which they live for these finally bear aversion to mambaur and mingle normal and reasonable.Kinali adalah daerah yang ditinggali beragam etnik dengan latar budaya yang berbeda, yakni etnik Minankabau, Mandailing, dan Jawa. Daerah yang terdiri dari beragam etnik, selalu ada potensi munculnya konflik. Konflik yang terjadi pada tahun 1999 antara etnik Minang dan etnik Mandailing di latarbelakangi karena kesalahpahaman antara kedua etnik yang bertikai yaitu etnik Minang dan etnik Mandailing akhirnya berujung ke konflik besar yang bersifat anarkis. Dampak dari konflik di Kecamatan Kinali Pasaman Barat terhadap masyarakat dilihat dari faktor sosial budaya yaitu masyarakat lebih memilih untuk tidak bersosialisasi dan berinteraksi dengan etnik lain, pada faktor sosial ekonomi konflik berdampak kepada terjadinya penurunan penghasilan masyarakat dan daerah karena pasca konflik masyarakat memilih untuk tidak berinteraksi dan salah satunya tidak kepasar. Faktor sosial politik yaitu sikap orang etnik Mandailing yang tidak adaptif dalam pola hubungannya dengan kebudayaan dominan yang ada di Kinali disebabkan oleh sikap deskriminatif etnik Minang di Kinali terhadap etnik Mandailing dalam berbagai segi kehidupan yang mereka jalani selama ini yang akhirnya berbuah keengganan untuk mambaur dan bergaul secara normal dan wajar.
KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PETANI NILAM DI DESA TAIKAKO, KEC. SIKAKAP, KAB. KEPULAUAN MENTAWAI Yanti Murni; Ansofino Ansofino; Meldawati Meldawati
Jurnal Mamangan Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas PGRI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.085 KB) | DOI: 10.22202/mamangan.v1i2.1352

Abstract

Desa Taikako is a village form three villages in Kecamatan Sikakap, Kabupten Kepulauan Mentawai.  Most of the population is a traditional farmer with kinds of commodities such as coconut, clove, banana, taro and sago. Since 1960 when patchouli is popular in farmer and significance prices in 1997 was improve the economy of farmers. This article describe the growth of patchouli cultivation, socio-economic situation of farmers in Taikako during 1997-2010. Result is the patchouli cultivation well developed in terms of cultivation and plant area. These developments affected the patchouli price. The development of cultivation of patchouli effected to social and economic life of farmers in the period 1997-2010. Desa Taikako merupakan salah satu desa dari tiga desa yang berada di Kecamatan Sikakap, Kab. Kepulauan mentawai. Sebagian besar penduduknya adalah petani tradisional dengan jenis komoditi seperti kelapa, cengkeh, pisang, keladi, sagu. Masuknya tanaman nilam pada tahun 1960-an dan mengalami kenikan harga yang signifikan pada tahun 1997 telah meningkatkan ekonomi petani. Artikel ini akan menjelaskan perkembangan usaha budidaya tanaman nilam, keadaan sosial ekonomi petani nilam di Desa Taikako selama periode 1997-2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya tanaman nilam di Desa Taikako mengalami perkembangan dengan baik dalam hal budidaya dan luas tanaman yang dikelola. Perkembangan tersebut dipengaruhi  oleh nilai jual minyak nilam di pasaran. Perkembangan budidaya tanaman nilam berpengaruh positif terhadap kehidupan sosial ekonomi petani  dalam periode 1997-2010. 
PERSEPSI MASYARAKAT PETANI KELAPA TERHADAP PENDIDIKAN TINGGI ANAK DI KECAMATAN SIBERUT BARAT, KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI A. Tisnawati Tapondhadhai; Ansofino Ansofino; Ranti Nazmi
Jurnal Mamangan Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas PGRI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.533 KB) | DOI: 10.22202/mamangan.v1i2.1357

Abstract

Education is one of social institution that has important role to enhance prestiges and human's dignities. Education helps people to build a good relation each others. Higher education usually indicate better social life. Therefore, parents have the responsibility to their children's education. Government also have responsibility to make a good system that agree with development of various fields. Coconut farming communities generally have low income, but they have good motivation to send their children to university.This study aims to know  the motivation of farmers to provide a better education for their children and also some of  factors that influences their successful studies. Based on this study, to get a better social life than their parents is the motivation of coconut farmers that their children get higher education. Meanwhile, the success rate of farmer's son graduated depending on the favorable situation to supporting them to learn better and also good financial supports from their families during the studiesPendidikan merupakan suatu lembaga sosial dalam membentuk individu dalam bersosialisasi untuk meningkatkan harkat martabat manusia. Pendidikan merupakan tanggung jawab masyarakat sebagai orang tua dan pemerintah, maka itu pendidikan perlu menyesuaikan dengan tuntutan pembangunan yang memerlukan berbagai jenis keterampilan dari berbagai bidang. Masyarakat petani kelapa pada umumnya memiliki penghasilan yang rendah, akan tetapi mereka memiliki motivasi yang kuat agar anak-anak mereka bisa mengecap pendidikan sampai ke Perguruan Tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi petani untuk memberikan pendidikan yang lebih baik untuk anaknya dan juga beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari anak petani untuk mewujudkan cita-citanya tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa motivasi petani ingin anaknya mengecap pendidikan hingga perguruan tinggi adalah agar anak mereka memperoleh kehidupan yang lebih baik. Sementara itu, faktor yang mendukung keberhasilan anak petani dalam menyelesaikan pendidikan mereka di perguruan tinggi adalah situasi kondusif yang mendukung mereka untuk belajar dengan lebih baik dan juga dukungan ekonomi yang baik dari keluarga selama menempuh pendidikan.