Claim Missing Document
Check
Articles

Spawning Technique of Abalone (Haliotis squamata) Broodstock at Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok Aini, Kuratul; Dwiyanti, Septiana
Journal of Fish Health Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Fish Health
Publisher : Aquaculture Department, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v5i2.6411

Abstract

Abalone is one of the species of the Gastropoda class. There are 7 types of abalone that are spread throughout Indonesian waters, including Haliotis asinina, H. varia, H. squamata, H. ovina, H. glabra, H. planate and H. crebrisculpta. Abalone Haliotis squamata is one of the abalone species that is cultivated at Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok. The abalone breeding technique at BPBL Lombok is carried out massively with a ratio of male and female abalone breeders of 1:3. The success rate of abalone breeding is determined by the level of gonad maturity, water quality, irradiation period as well as the length and weight of the abalone body. Abalone breeding begins with container preparation by adding 300 chlorinated limes (kaporit). Abalone breeders are maintained by placing them in a 300 x 80 x 80 cm fiber tank containing four baskets, three baskets containing female abalones and one basket containing male abalones. The feed given to abalone breeders is Gracilaria sp. and Ulva sp., while the feed for larvae is Nitzchia sp. feed. Abalone breeding begins with breeder selection. Breeders used are those that have mature gonads or gonads that have entered TKG 3 which are marked by gonad size larger than the shell. Abalone breeders must be over 4 cm in size and free from disease and. Abalone breeding is marked by the presence of a fishy smell and cloudy water in the container. The number of eggs produced from mass breeding is 1,041,600 grains.
Ammonia and Nitrite Control Techniques in Vannamei Shrimp Cultivation Media at PT. Panen Berkat Sejahtera Bersama (PBSB) Sambelia, East Lombok Setiawan, Rifky; Dwiyanti, Septiana
Journal of Fish Health Vol. 5 No. 4 (2025): Journal of Fish Health
Publisher : Aquaculture Department, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v5i4.8571

Abstract

Intensive cultivation of vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) requires good water quality management to support the growth, health, and survival of the shrimp. This research was conducted at PT. Panen Berkat Sejahtera Bersama (PBSB), East Lombok, for 25 days (April 9–May 3, 2025) with the aim of determining the control techniques for ammonia (NH₃) and nitrite (NO₂) in the cultivation media. The method used was descriptive with primary data collection through observation, active participation, interviews, and field documentation, as well as secondary data from company archives and related literature. The water quality management techniques applied included siphoning the pond bottom, waste disposal through a central drain system, and the use of Aquastar Pond probiotics. The water quality parameters observed included ammonia, nitrite, dissolved oxygen (DO), salinity, and pH. The results showed that ammonia levels were stable at 0.0000 mg/L and nitrite was in the range of 0.007–0.059 mg/L, remaining within safe limits for whiteleg shrimp. DO, salinity, and pH parameters were also within optimal ranges, supporting metabolism, osmoregulatory balance, and nitrifying microbial activity. The application of siphoning techniques, waste disposal, and probiotics has proven effective in maintaining stable water quality and creating optimal cultivation conditions for the growth and health of vannamei shrimp.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN TEKNIS KARANTINA BENIH LOBSTER PASIR Panulirus homarus DI KUB SEGARE LAUQ DUSUN UJUNG BETOK JEROWARU LOMBOK TIMUR Asri, Yuliana; Hizbulloh, Lalu; Diniariwisan, Damai; Sumsanto, Muhammad; Affandi, Rangga Idris; Dwiyanti, Septiana; Farizi, Muh. Rizawan
Jurnal Pepadu Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i3.8474

Abstract

Lobster pasir (Panulirus homarus) salah satu komoditas perikanan dengan nilai ekonomi tinggi yang memiliki permintaan besar di pasar lokal maupun internasional. Peningkatan kebutuhan tersebut menjadikan budidaya lobster pasir sebagai peluang usaha yang potensial dan menguntungkan bagi masyarakat pesisir di Dusun Ujung Betok. Dusun Ujung Betok merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi sumber daya laut dan wilayah yang ditetapkan sebagai kawasan budidaya lobster pasir di NTB. Masyarakat nelayannya memiliki sebuah Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang bernama Segare Lauq yang bergerak dibidang perikanan dan hasil budidaya laut terutama lobster. Kendala utama yang dihadapi oleh pembudidaya adalah kondisi benih tidak 100% sehat dan siap dibudidayakan. Hampir 50% benih yang didatangkan dari luar atau ditangkap dari alam, dalam satu hingga dua hari pemeliharaan akan mengalami kematian. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan cara penanganan (karantina) benih di dalam sebuah wadah yang disebut wadah karantina sebelum ditebar. Tim pengabdian melakukan sosialisasi dan pendampingan teknis dalam pembuatan wadah karantina dan pemanfaatannya. Wadah karantina didisain berbentuk tabung dengan ketinggian 1,5 m, diameter 1 m dan ukuran mata jaring 1 inch. Melalui penyediaan wadah karantina diharapkan mampu mendukung kegiatan budidaya lobster untuk menghasilkan benih yang lebih sehat, seragam dan siap dibudidayakan. Selain itu wadah karantina berfungsi untuk menampung lobster yang baru dipanen, sehingga dapat memudahkan pembudidaya dalam sortasi dan  mengurangi stress pada lobster yang siap kirim. Kegiatan program pengabdian melalui skema Pengabdian Karya Dosen yang Dimanfaatkan Masyarakat ini juga diharapkan bisa meningkatkan kinerja yaitu pada IKU 5, hasil kerja dosen dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
TEKNIK PEMIJAHAN IKAN KOKI GEMOY DENGAN REKAYASA ARUS DAN KETINGGIAN AIR PADA PEMBUDIDAYA AIQ AMBUR DESA PETELUAN INDAH KECAMATAN LINGSAR. Dwiyanti, Septiana; Asri, Yuliana; Scabra, Andre Rachmat; Marzuki, Muhammad; Hizbulloh, Lalu; Attamimi, Muhammad Ridho Ilham
Jurnal Pepadu Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i3.8487

Abstract

Kegiatan budidaya ikan air tawar di Desa Peteluan mencakup budidaya ikan konsumsi maupun ikan hias. Salah satunya ikan mas koki gemoy. Kendala utama dalam produksi ikan mas koki yaitu terbatasnya produski benih yang dihasilkan  karena teknik pemijahan tidak tepat. Tujuan pengabdian ini untuk berkolaborasi dalam meningkat produktivitas benih ikan mas koki gemoy melalui teknik pemijahan dengan rekayasa arus dan ketinggian air. Metode penelitian ini terdiri dari 2 tahapan yaitu tahapan persiapan diantaranya observasi dan identifikasi sedangkan tahap selanjutnya merupakan tahapan pelaksanaan yaitu sosialisasi teknik pemijahan serta pelatihan dalam teknik pemijahannya serta dilakukan evaluasi dan monitoring diakhir kegiatan pengabdian. Pengabdian ini bermitra dengan pembudidaya Aiq Ambur yang merupakan mitra yang berfokus pada budidaya ikan nila dan ikan hias di desa Peteluan Indah. Hasil pengabdian terkait teknik pemijahhan dilaksanakan penuh antusias hal ini dbuktikan dengan banyaknya pertanyaan dan masukkan dari mitra ke tim pengabdian. Teknik pemijahan pada kegiatan ini merupakan pemijahan alami yang dirangsang dengan kenaikan air dan arus. Kenaikkanair yang digunakana secara bertahap yakni dimulai dengan 20 cm hingga 40 cm dan sedangkan utnuk memperoleh arus digunakan beberapa titik aerasi pada kolam pemijahan. Kegiatan pengabdian berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan pembudidaya ikan mas koki Gemoy di Desa Peteluan Indah, khususnya dalam penerapan teknik pemijahan dengan memanfaatkan rekayasa arus dan pengaturan ketinggian air.