Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pelaksanaan Diabetes Self Management Education (DSME) Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Wahyuni, Liza; Khalizar
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 8 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v8i1.63

Abstract

Diabetes Self Management Education (DSME) kepada pasien penting dilakukan sebagai langkah dalam pengendalian penyakit diabetes melitus dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pasien sehingga pasien dapat melakukan pengobatan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pelaksanaan Diabetes Self Management Education (DSME) pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Muara Dua Kota Lhokseumawe Tahun 2023. Jenis penelitian deskriptif . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita diabetes mellitus (DM) tipe 2 yang terdaftar sebagai peserta prolanis berjumlah 74 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive samplingberjumlah 42 orang. Instrumen untuk memulai menggunakan alat ukur Diabetes Self-Management Questioner (DSMQ). Hasil penelitian efektivitas pelaksanaan Diabetes Self Management Education (DSME) pada pasien Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 melalui program prolanis menunjukkan lebih dari setengah responden menerapkan DSME dengan cara baik (66,6%) atau 28 orang. Edukasi yang diberikan tentang diabetes melitus kepada peserta melalui kegiatan prolanis sudah dilakukan secara rutin diharapkan peserta dapat memahami informasi yang sudah disampaikan, sehingga peserta prolanis dapat mengubah pola hidup yang lebih baik sesuai intervensi diabetes self management education (DSME). Responden disarankan untuk tetap mempertahankan keikutsertaan mereka dalam kegiatan prolanis secara rutin.
Hubungan Media Audio Visual Dengan Pengetahuan Ibu Tentang MP-ASI Rahayu, Inong Sri; Wahyuni, Liza; Natassya, Ananda Zia
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 8 No. 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v8i2.71

Abstract

Salah satu yang menjadi penyebab terjadinya kurang gizi pada balita terutama pada anak usia 6-20 bulan adalah kurangnya pengetahuan tentang cara pemeliharaan gizi dan mengatur rendahnya mutu dan jumlah Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Media audio visual dapat menyajikan informasi yang dapat didengar serta dilihat secara langsung oleh individu. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan media audio visual dengan pengetahuan ibu tentang MP-ASI di Gampong Geudong-Geudong Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yang berjumlah 114 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Desain yang digunakan bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Tehnik analisa data menggunakan Chi-square. Alat ukur menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan p-value = 0,003 < α= 0,05,yang berarti ada hubungan media audio visual dengan pengetahuan ibu tentang MP-ASI di Gampong Geudong-Geudong Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen. Diharapkan media audio visual ini dapat menambah informasi dan pengetahuan ibu tentang MP-ASI sehingga permasalahan kurang gizi dapat teratasi.  
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Dalam Penanganan Tersedak Pada Balita Wahyuni, Liza; Afzal, Muhammad; Rahayu, Inong Sri
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 8 No. 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v8i2.72

Abstract

Salah satu kejadian yang sering terjadi pada anak usia dini adalah tersedak. Hal ini dikarenakan masuknya benda asing seperti makanan, mainan, logam, kelereng, dan lain-lain yang masuk kedalam jalan nafas atas sehingga menimbulkan kegawatan pada sistem pernafasan. Orang tua masih belum mengetahui dampak tersedak dan menganggap tersedak kejadian yang sepele dan bukan kejadian gawat darurat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua khususnya dalam mekanisme, teknik penanganan back blows, chest trust dan Heimlich maneuver di Kabupaten Bireuen. Jenis penelitian yang digunakan cross sectional dengan populasi sebanyak 586 orang, dan sampel yang didapat 112 sampel dengan menggunakan teknik multistage random sampling. Instrumen menggunakan kuesioner yang telah di uji reliabilitas. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa ibu dengan pengetahuan tinggi sebanyak 19 orang (17,0%), pengetahuan sedang 62 orang (55,4%) dan pengetahuan rendah sebanyak 31 orang (27,7%). Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagaian besar ibu memiliki pengetahuan sedang dalam penanganan tersedak pada balita. Diharapkan ibu dapat lebih meningkatkan pengetahuan untuk menangani terjadinya tersedak pada anak.
Hubungan Beban Kerja Dengan Burnout Syndrome Pada Perawat Di Kota Lhokseumawe Wahyuni, Liza
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i1.88

Abstract

Melayani pasien merupakan tuntutan dan beban kerja yang tinggi, seperti pekerjaan rutin, jadwal kerja yang ketat, tanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan diri sendiri dan orang lain, hal ini menyebabkan terjadinya burnout syndrome pada perawat. Penelitian ini bertujuan ini untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan burnout syndrome pada perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit TK IV IM 07.01 Lhokseumawe. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 77 Perawat rawat inap, dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat, uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Pengumpulan data menggunakan kuesioner NASA-TLX dan kuesioner MBI-HSS. Penelitian ini telah dilaksakan pada tanggal 10- 14 Juli 2023 di ruang rawat inap Rumah Sakit TK IV IM 07.01 Lhokseumawe. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value = 0.324, yang berarti tidak ada hubungan antara beban kerja dengan burnout syndrome pada perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit TK IV IM Lhokseumawe. Diharapkan kepada responden agar menetapkan batasan jam bekerja, istirahat jika lelah, dan melakukan usaha yang optimal dalam pekerjaannya.
Hubunngan Kualitas Pelayanan Home Care Dengan Kepuasan Pasien Wahyuni, Liza
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v9i1.93

Abstract

Pelayanan home care pelayanan kesehatan yang dilakukan ditempat tinggal mereka untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan keluarga. Home care mengutamakan pemenuhan kepuasan pasien melalui kualitas pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa melanggar kode etik dan standar mutu pelayanan profesi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan home care dengan kepuasan pasien. Jenis penelitian ini analitik dengan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 105 pasien yang menggunakan pelayanan home care di wilayah kerja puskesmas peusangan kabupaten bireuen dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner The Patient Satisfacation Questionnaire Short Form (PSQ-18) dan kuesioner kualitas pelayanan home care. Hasil penelitian didapatkan kualitas pelayanan home care dengan kategori baik sebanyak (66.7%) dan kepuasan pasien pada kategori puas sebanyak (58.1%). Hasil uji statistik didapatkan nilai p_value = 0.007 artinya terdapat hubungan kualitas pelayanan home care dengan kepuasan pasien. Disarankan kepada pelayanan kesehatan sebagai pihak yang menyediakan pelayanan home care, agar meningkatkan kepuasan pasien dengan memberikan pelayanan yang berkualitas sehingga membantu pasien mendapatkan kembali kesehatannya secara optimal melalui pelayanan home care yang diberikan oleh perawat.
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA KOTA LHOKSEUMAWE Maulida Sari; Wahyuni, Liza
Jurnal Kesehatan Akimal Vol 4 No 2 (2025): EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58435/jka.v4i2.183

Abstract

Penderita diabetes mellitus yang memiliki efikasi diri rendah cenderung merasa tidak berdaya, khawatir terhadap kondisi kesehatannya, dan mengalami penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan tingkat kecemasan pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas wilayah kerja Kota Lhokseumawe. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Populasi terdiri dari seluruh pasien diabetes mellitus tipe 2 yang tercatat di Puskesmas wilayah kerja Kota Lhokseumawe sebanyak 276 orang. Sampel berjumlah 161 responden yang dipilih menggunakan simple random sampling dengan bantuan aplikasi OpenEpi dan memenuhi kriteria penderita DIABETES MELLITUS tipe 2. Instrumen yang digunakan meliputi Diabetes Management Self-Efficacy Scale (DIABETES MELLITUSSES) untuk menilai efikasi diri dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki efikasi diri rendah (52,8%) dan tingkat kecemasan berat (40,4%). Uji statistik menghasilkan nilai ρ = 0,000 (< α = 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan tingkat kecemasan pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas wilayah kerja Kota Lhokseumawe. Disarankan agar pasien lebih aktif mengikuti anjuran tenaga kesehatan serta meningkatkan pengetahuan melalui kegiatan edukasi dan penyuluhan tentang pengelolaan diabetes mellitus tipe 2 guna membantu mengontrol kecemasan terhadap penyakitnya.
Perawatan Ibu Postpartum dengan Pemanfaatan Tumbuhan Herbal Sesuai Kebiasaan Masyarakat di Kota Lhokseumawe Yusri Yusri; Mariyati Mariyati; Liza wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51683

Abstract

The utilization of herbal plants in postpartum care is rooted in familial and hereditary traditions and is believed to expedite the recovery process. Local customs support the use of these herbal plants as a cost-effective, readily accessible, and culturally familiar alternative for postpartum care, aimed at enhancing women's health. This study aims to investigate the utilization of herbal plants during the postpartum period. Employing a qualitative methodology, the study was conducted in the city of Lhokseumawe, utilizing a phenomenological approach. Data collection was executed through in-depth interview techniques, and data analysis was performed using content analysis. Respondents were selected using snowball sampling techniques. The primary data processing and analysis revealed six key themes, namely: purposes for utilizing herbal plants, varieties of plants utilized, sources of processing, benefits, adverse effects, and providers of the medicinal herbs treatment. The use of herbal plants during the postpartum period can provide great benefits if managed wisely and correctly. Recommendations for health professionals include providing counseling on the use of herbal plants.
Association of mental health and nutritional knowledge with drug abuse risk among islamic boarding school adolescents Gani, Abdul; Andala, Sri; Wahyuni, Liza; Agusri, Agusri
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 11, No 1 (2026): March
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v11i1.3199

Abstract

Drug abuse remains a significant public health concern among adolescents, including those attending Islamic boarding schools. Mental health and nutritional knowledge are important factors related to risky behaviors. This study aimed to examine the mental health status and nutritional knowledge in relation to drug abuse risk among adolescents. A cross-sectional study was conducted among 152 students at the Ihyauussunnah Islamic Boarding School in Lhokseumawe, Indonesia, selected using simple random sampling. Data were collected using a structured questionnaire assessing mental health, nutritional knowledge, and drug abuse risk. Descriptive statistics and chi-square tests with odds ratios were performed. Most participants had good nutritional knowledge (80.3%) and mental health status (86.8%), whereas 84.2% were categorized as having a low risk for drug abuse. Poor nutritional knowledge was associated with a higher risk of drug abuse (odds ratio [OR] =1.88; p=0.021), and poor mental health was associated with an increased risk (OR=1.72; p=0.042). Male students had a higher risk compared to female students (P =0.032). In conclusion, mental health status and nutritional knowledge were significantly associated with drug abuse risk among adolescents. These findings highlight the importance of integrated health education and mental health support programs in Islamic boarding schools.