Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Efikasi Diri terhadap Kecemasan Akademik dalam Mata Pelajaran Matematika Siswa MTs Negeri 1 Pontianak Aisah Eka Fitriani; Widya Lestari; Rizki Fitlya
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v4i1.5474

Abstract

Mathematics education is a cornerstone in developing students’ critical and analytical thinking skills. This study aimed to examine the effect of self-efficacy on academic anxiety among students of MTs Negeri 1 Pontianak. A quantitative correlational design was employed with 148 students selected via proportional stratified random sampling. Data were collected using the Self-Efficacy Questionnaire for Mathematics (SEQ-M, 20 items) and an adapted 18-item State-Trait anxiety Inventory. Content validity was established by expert panels and reliability coefficients were α = 0.931 for self-efficacy and α = 0.965 for anxiety. Inferential analyses included Kolmogorov–Smirnov normality tests, scatterplot linearity assessments, Pearson correlation, and simple linear regression. Results indicated a significant negative correlation between self-efficacy and academic anxiety (r = –0.438; p < 0.001). The regression coefficient of –0.609 shows that each unit increase in self-efficacy reduces academic anxiety by 0.609 points. Self-efficacy accounted for 19.2% of the variance in anxiety levels (R² = 0.192). Descriptive findings revealed most students scored at moderate levels of self-efficacy (69.1%) and anxiety (86.4%). These outcomes support Bandura’s social cognitive theory, emphasizing belief in one’s capabilities as a buffer against negative emotional responses in mathematics. Practical implications include designing mastery-oriented learning activities, providing targeted positive feedback, and implementing coping strategies and emotion-regulation training. Future research should investigate moderating factors such as social support and self-regulated learning, and adopt qualitative approaches to capture students’ subjective experiences.
IMPLEMENTASI EDUKASI DAN DONOR DARAH MASSAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEPEDULIAN SOSIAL Rini Rahmayanti; Sri Suciana; Yani Maidelwita; Widya Lestari; Farida Ariyani; Yulia Arifin
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol 6 No 1 (2026): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/skptbs19

Abstract

Latar Belakang: Ketersediaan darah yang aman dan mencukupi merupakan salah satu komponen penting dalam pelayanan kesehatan. Namun, kebutuhan darah sering kali belum seimbang dengan jumlah pendonor sukarela akibat masih rendahnya pengetahuan, motivasi, dan kepedulian masyarakat terhadap donor darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian sosial masyarakat melalui edukasi kesehatan dan pelaksanaan donor darah massal. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2024 di Universitas Mercubaktijaya bekerja sama dengan Unit Tranfusi Darah (UTD) RSUP Dr. M.Djamil Padang. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum dan civitas akademika yang memenuhi persyaratan sebagai pendonor sebanyak 54 orang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, skrining kesehatan, dilanjutkan dengan pelaksanaan donor darah massal. Evaluasi dilakukan berdasarkan jumlah peserta yang mengikuti edukasi, jumlah calon pendonor yang memenuhi syarat, dan jumlah kantong darah yang berhasil dikumpulkan. Hasil: Kegiatan diikuti oleh 60 peserta yang mengikuti edukasi donor darah. Setelah dilakukan skrining kesehatan, sebanyak 90 % peserta memenuhi syarat sebagai pendonor dan berhasil menyumbangkan darah sebanyak 54 kantong. Edukasi yang diberikan meningkatkan pemahaman peserta mengenai manfaat donor darah, persyaratan menjadi pendonor, serta pentingnya donor darah secara rutin sebagai bentuk kepedulian sosial. Antusiasme peserta dan kolaborasi yang baik dengan PMI menjadi faktor pendukung utama keberhasilan kegiatan.