Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN ETNOBOTANI (UPACARA ADAT SUKU ACEH DI PROVINSI ACEH) Rahimah Rahimah; Hasanuddin Hasanuddin; Djufri Djufri
Biotik Vol 6, No 1 (2018): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v6i1.4045

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui upacara adat, jenis tumbuhan yang digunakan, pengetahuan masyarakat terhadap pemanfaatan tumbuhan yang digunakan pada upacara adat suku Aceh di Provinsi Aceh. Penelitianini dilakukan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2016 pada masyarakat suku Aceh (Aceh Utara, Pidie dan Aceh Besar) di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan metode survey eksploratif dan Rapid Rural Appraisal (RRA).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suku Aceh terdapat upacara adat kelahiran, pernikahan, kematian dan beberapa upacara adat lain seperti sunat rasul, kenduri blang, kenduri padee bijeh, kenduri jeurat, peusijuk naik haji, rumah baru dan kendaraan baru. Upacara adat suku Aceh menggunakan 28 jenis tumbuhan antara lain: 11 jenis tumbuhan yang digunakan pada upacara penyambutan kelahiran, 20 jenis pada upacara perkawinan dan 11 jenis tumbuhan pada upacara kematian. Pengetahuan masyarakat tentang penggunaan dan makna simbolik dari tumbuhan yang digunakan pada upacara adat sangat baik.
Optimalisasi Pembelajaran Dengan E-Book Dan Media pembelajaran Berbasis Multimedia Untuk Meningkatkan Hasil belajar Siswa Kelas X SMA Pada Materi Dunia Tumbuhan Nurlia Zahara; Djufri Djufri; M. Ali Sarong
Biotik Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Biotik
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v2i2.243

Abstract

Penelitian yang berjudul “Optimalisasi Pembelajaran dengan E-Book dan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMA pada Materi Dunia Tumbuhan” telah dilakukan pada tanggal 23 April sampai dengan 13 Mei 2013 di MAN Model Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan membuat dan mengembangkan E-Book sebagai media pembelajaran elektronik berbasis web, mengimplementasikan E-Book dunia tumbuhan E-Book sebagai sumber belajar dan melihat pengaruh E-Book serta media pembelajaran berbasis multimedia untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian Pretest-posttes Control Group Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes objektif berupa tes pilihan ganda. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan pretes, postes, dan pemberian angket. Pengolahan data dilakukan dengan mencari N-Gain dan membandingkan N-Gain kelas experimen dengan N-Gain kelas kontrol. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t independen sample t-tes. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai t-hitung untuk kelas experimen adalah 3,53, maka t-hitung>dari t-tabel 1,645. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya peningkatan. Hasil belajar siswa dengan menggunakan e-Book dan media pembelajaran berbasis multimedia, E-Book dapat diimplementasikan sebagai sumber belajar dunia tumbuhan, serta E-Book dapat dikembangkan sebagai bahan ajar dunia tumbuhan. Kata Kunci: E-Book, Media Pembelajaran Multimedia dan Hasil Belajar. A research entitled, "Optimizing Learning by Using E-Book and Multimedia-Based Instructional media to Improve Students’ outcome at Class X of Senior High School in The material of Plant World" has been carried out on April 23 until May 13, 2013 in MAN Model Banda Aceh. This study aimed at designing and developing E-Book as a web-based electronic learning media, implementing Plant World E-Book as one of sources of learning and see the impact of the E-Book and multimedia-based instructional media to optimize students’ learning outcomes. It was an experimental research with pre-test post-tes control group design. The data were collected by giving pre-test, post-test, and questionnaire. The instruments used in this study were an objective test in the form of multiple-choices and questionnaires. The data then processed by calculating and comparing the N-Gain of experimental class to the N-Gain of control class. They were analyzed by using independent sample t-test. Statistical analysis showed that the value of t-test for experimental class was 3.53, then the t-count > t-table was 1.645. It can be concluded that there were improvement of students’ learning outcome after using E-book and multimedia-based instructional media, E-Book can be implemented as one of sources of learning the plant world, also E-Book can be developed as one of teaching materials of plant world. Keyword: E-Book, Multimedia-based Instructional Media and Learning Outcomes
PERAN LEMBAGA PEUTUA UTEUN (PANGLIMA HUTAN) DALAM MELESTARIKAN HUTAN DI PEDALAMAN KECAMATAN GEUMPANG KABUPATEN PIDIE Azwir Azwir; Jalaluddin Jalaluddin; Abdullah Abdullah; Djufri Djufri
JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 5 No 2 (2016): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan lembaga adat petuah uteun (panglima hutan) dalam pelestarian hutan di Kecamatan Geumpang Kabupaten pidie. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie. Penelitian menggunakan metode deskriptif yaitu teknik wawancara (deeply interview), observasi (direct observation) dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan Peutuah uteun dalam pelestarian hutan belum maksimal karena kurangnya kedasadaran dari masyarakat dan juga kerjasama dari pihak pemerintah setempat dalam mengupaya pelestarian hutan. Upaya peningkatan pelestarian hutan melalui peranan Peutua Uteun dengan merangkul dan bermit­ra dengan masyarakat dalam melaksana­kan pengelolaan hutan sehingga kelestarian hutan menjadi meningkat. Hasil observasi hutan di wilayah Geumpang sudah tergolong baik, terlihat dari wilayah permukiman masih terdapat hutan lindung yang sangat alami. Dari pengamatan tersebut tidak terdapat illegal logging dari perusahaan atau HPH di wilayah Geumpang. Keberadaan Peutua Uteun (panglima hutan) merupakan salah satu ujung tombak dalam menjaga kelestarian hutan. Kata kunci            : Petua uteun (Panglima Hutan), Pelestarian Hutan.
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PENCEGAHAN ILLEGAL LOGING DAERAH PEDALAMAN KECAMATAN GEUMPANG KABUPATEN PIDIE Azwir Azwir; Ibrahim Ibrahim; Abdullah Abdullah; Djufri Djufri
JESBIO : Jurnal Edukasi dan Sains Biologi Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Edukasi dan Sains Biologi
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan Geumpang merupakan salah satu kawasan hutan lindung yang berada di Kabupaten pidie juga tidakluput dari praktek  illegal loging,   baik yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan oleh berbagai oknum, sehingga kelestarian hutan wilayah tersebut terus teramcam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai kearifan lokal qanun daerah pedalaman Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie. Penelitian ini dilaksanakan pada 1 Juni 2017 hingga 30 Juli 2017 di pedalaman Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Penelitian menggunakan metode etnografi melalui Participatory Rural Appraisal (PRA). Populasi dalam penelitian ini adalah Mukim, Pawang Hutan, kepala Desa dan Masyarakat 10 orang di Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie, Ke semua unsur tersebut diperkirakan berjumlah 20 orang, jumlah sumber data tersebut bisa bertambah sesuai dengan data-data yang terkait pada saat pengumpulan data di lapangan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan hutan berbasis kearifan lokal terdapat pada aktivitas pengelolaan hutan, nilai-nilai kearifan lokal dalam anjuran dan larangan, serta kelembagaan adat. Potensi pengembangan hutan desa yaitu landasan hukum, dukungan LSM Lingkungan dan lembaga pengelola hutan desa. Persepsi dan sikap masyarakat terhadap pelaksanaan menunjukkan persepsi yang kuat dan sikap yang kuat ditunjukkan oleh masyarakat di tiga gampong; Bangkeh, Keunie, Pulo Lho. Namun, masyarakat Gampong, Pucok dan Leupue menunjukkan persepsi dan sikap lemah. Simpulan kearifan lokal terancam oleh kegiatan penambangan emas dan perambahan hutan tanpa izin. Masyarakat membutuhkan ekonomi alternatif yang tidak bergantung pada sumber daya hutan. Kata kunci: Illegal logging, Kearifan lokal, Geumpang
ETNOBOTANI MASAYARAKAT GAYO DI KECAMATAN BLANGKEJEREN KABUPATEN GAYO LUES DALAM PELAKSANAAN UPACARA ADAT Dewi Andayani; Djufri Djufri; Tuti Wahyuni; Hasanuddin Hasanuddin; Cut Nurmaliah
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 9, No 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IX 2021
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.217 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v9i1.11591

Abstract

Etnobotani merupakan ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan yang digunakan manusia untuk keperluan sehari-hari dan pola pemikiran masyarakat terhadap sumber daya nabati yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis, kategori konservasi dan upaya konservasi tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan upacara adat masyarakat di Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues. Penelitian ini merupakan penelitian despriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan survei ekploratif. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2019. Hasil penelitian menunjukan bahawa terdapat 23 spesies tumbuhan yang dimanfaatkan untuk kepentingan upacara adat. Kategori konservasi tumbuhan yang digunakan sebagai bahan upacara adat adalah resiko rendah (75%). Masyarakat melakukan kegiatan penanaman tumbuhan yang digunakan sebagai bahan upacara adat di perkarangan rumah dan kebun sebagai upaya konservasi
ANALISIS VEGETASI PADA TEGAKAN YANG TERINVASI AKASIA (Acacia nilotica) DI TAMAN NASIONAL BALURAN JAWATIMUR Djufri Djufri
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 3, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK III 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.346 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v3i1.2680

Abstract

The objectives of this research are : to determine species composition, importance value of species, diversity index and evenness index, similarity index, distribution pattern of species, and species association. This research used quadratic method. The determination of the species distribution was calculated using Poisson distribution formula. The determination of association was calculated using contingency table and classification of community using similarity index formula and cluster analysis. The results of this research indicated that, there were 63 species of plants including 18 family. The importance value was between 0,97-42,58 and species with high and medium importance value are Brachiaria reptans, Thespesisa lanpas, Oplismenus burmanii, Dichantium coricosum, Axonopus compressus, and Synedrella nudiflora. The diversity index was between 1,1504-2,7556 and evenness index was between 1,1067-1,7854. The distribution pattern of species indicated that 16 species were distributed in a clumped, 5 species were in a reguler, and 4 species were at random distribution pattern. The grass-group tend to have a clumped distribution pattern, and non-grass-group tend to have a reguler or random distribution pattern. The determine association indicated that 6 species had very high association index Brachiaria reptans, Dichantium coricosum, Thespesia lanpas, Achyrantes aspera, Stachytarpeta indica, Axonopus compressus and Oplismenus burmanii.
POTENSI PADANG RUMPUT (GRASLAND) SEBAGAI PELUANG USAHA PROSPEKTIF BELUM DIMANFAATKAN SECARA OPTIMAL Djufri Djufri
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 4, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IV 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.144 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v4i1.2526

Abstract

Adanya keuntungan yang diperoleh dari memanfaatkan padang rumput untuk memelihara sapi dan menghasilkan daging telah mendorong terbentuknya suatu bentuk pertanian padang rumput (grassland agriculture). Pertanian ini bertumpu pada tata-laksana pemanfaatan lahan untuk budidaya rumput-rumputan dan Leguminosa (Fabaceae) atau kacang-kacangan dalam rangka usaha produksi ternak ruminansia. Hal ini telah terjadi di negara-negara maju seperti Amerika, Eropa, dan Australia. Pola peternakan ekstensif di negara-negara tersebut umumnya bersifat monokultur. Seorang peternak sapi potong atau sapi perah atau kambing, dapat dikatakan bahwa pendapatannya sepenuhnya bergantung pada usaha peternakannya itu. Lahan yang mereka miliki atau kuasai, dialokasikan secara khusus untuk produksi ternak ruminansia. Untuk itu, lahan sepenuhnya digunakan untuk budidaya jenis-jenis rumput dan/atau Fabaceae pakan ternak hasil seleksi yang mempunyai manfaat secara spesifik untuk ruminansia. Berbeda dengan situasi diatas, pada kawasan pertanian campuran (mixed farming) dimana ruminansia umumnya dipelihara secara intensif seperti halnya di Jawa, Bali dan Madura, maka lahan yang dimiliki atau dikuasai oleh petani-ternak umumnya diprioritaskan untuk budidaya tanaman pangan dan/atau tanaman industri. Ternak ruminansia diberi pakan secara zero grazing. Hal ini pemanfaatan lahan potensi padang rumput (grasland) belum sepenuhnya diamnfaatkan secara optimal. Jika sumberdaya ini dimanfaatkan secara optimal, tentunya nilai ekonomis lahan rumput yang kosong dan idle itu akan meningkat. Lebih lanjut, jika total produksi ternak ruminansia yang hidup dari padang rumput alam atau buatan, termasuk tenaga kerja dan pupuk yang dihasilkannya dihitung maka boleh diyakini bahwa padang rumput yang saat ini kosong dan idle itu adalah sumberdaya bernilai tinggi dan sekaligus merupakan potensi ekonomi untuk masa depan. Sejarah perkembangan produksi ternak ruminansia di Eropa, Amerika dan Australia menunjukkan bahwa lahan berupa padang rumput alam yang dianggap tidak produktif untuk pertanian tanaman ternyata adalah aset bernilai ekonomi tinggi untuk produksi ternak ruminansia.
Diversity Of Mangrove Species In Gampong Alue Naga, Shiah District, Kuala Banda Aceh City Keanekaragaman Spesies Mangrove Di Gampong Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh Vera Anggreana; Djufri Djufri; Hasanuddin Hasanuddin; Supriatno Supriatno; Cut Nurmaliah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the level of mangrove diversity in the Gampong Alue Naga area, Syiah Kuala District, Banda Aceh City. This research was conducted from October to December 2020. The study used a survey method, with a purposive sampling technique at each observation station. Determination of the location is in accordance with the characteristics of the mangrove forest habitat that grows in intertidal areas with muddy, loam and sandy soil conditions. The results showed that the value of mangrove diversity was classified into the medium category with an H value of 1.71. The composition of the mangrove species composition is Rhizophora mucronata Lam, Rhizophora apiculata Blume, Avicennia alba Blume, Rhizophora Stylosa Griff, Avicennia marina Forsk, Sesuvium portulacastrum Lam, Soneratia caseolaris Linn, Ipomoea pescaprae L. Sweet. The dominant type of mangrove in the Mangrove ecosystem area of Gampong Alue Naga is Avicennia marina Forsk with an INP value of 278% and the species with the lowest INP value is Soneratia caseolaris Linn with an INP value of 1%. The conclusion of this study shows that the mangrove ecosystem area of Gampong Alue Naga has a moderate Diversity value and shows that the mangrove ecosystem is still relatively stable. Keywords: Mangrove, Diversity, Purposive sampling, Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman mangrove yang terdapat dikawasan Gampong Alue Naga Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dari bulan Oktober – Desember 2020. Penelitian menggunakan metode survei, dengan teknik purposive sampling pada setiap stasiun pengamatan. Penentuan lokasi sesuai dengan kondisi karakteristik habitat hutan mangrove yang tumbuh pada daerah intertidal dengan kondisi jenis tanah berlumpur, berlempung dan berpasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keanekaragaman mangrove tergolong ke dalam kategori sedang dengan nilai H’ 1,71. Komposisi spesies mengrove penyusun yaitu:     Rhizophora mucronata Lam, Rhizophora apiculata Blume, Avicennia alba Blume, Rhizophora Stylosa Griff, Avicennia marina Forsk, Sesuvium portulacastrum Lam, Soneratia caseolaris Linn, Ipomoea pescaprae L. Sweet. Jenis mangrove yang mendominasi di kawasan ekosistem Mangrove Gampong Alue Naga adalah spesies              Avicennia marina Forsk dengan dan spesies terendah yaitu Soneratia caseolaris Linn Kesimpulan dari penelitian ini menujukkan bahwa kawasan ekosistem mangrove Gampong Alue Naga memiliki nilai Keanekaragaman sedang dan menunjukkan bahwa ekosistem mangrove masih tergolong stabil. Kata kunci:  Mangrove, Keanekaragaman, Purposive sampling.
PERANAN POLISI HUTAN DAN PETUA UTEUN (PANGLIMA HUTAN) DALAM MENJAGA PELESTARIAN HUTAN DI PEDALAMAN KECAMATAN GEUMPANG KABUPATEN PIDIE Azwir Azwir; Ibrahim Ibrahim; Abdullah Abdullah; Djufri Djufri
Prosiding Seminar Nasional USM Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional USM
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.649 KB)

Abstract

Hutan Geumpang merupakan salah satu kawasan hutan lindung yang berada di Kabupaten Pidie jugatidak luput dari praktek illegal loging, baik yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupunsecara terang-terangan oleh berbagai oknum, sehingga kelestarian hutan wilayah tersebut terusteramcam keberadaannya Petua Uteun (Pawang Hutan) dan polisi hutan merupakan salah satumemiliki otoritas hukum dalam mengatur tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan. Peran dankiprahnya yang besar menjadi mobilisator yang mampu mengendalikan illega logging dan pelestarianhutan diwilayah hutan di pedalaman Kecamatan Geumpang Pidie. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui bagaimana peran lembaga adat uteun (panglima hutan) dan Polisi hutan dalampelestarian hutan di Kecamatan Geumpang Kabupaten pidie. Penelitian ini dilaksanakan diKecamatan Geumpang Kabupaten Pidie. Penelitian menggunakan metode deskriptif yaitu teknikwawancara (deeply interview), observasi (direct observation) dan dokumentasi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa peranan Peutuah uteun dan polisi hutan dalam pelestarian hutan belum maksimalkarena kurangnya kedasadaran dari masyarakat dan juga kerjasama dari pihak pemerintah setempatdalam mengupaya pelestarian hutan. Upaya peningkatan pelestarian hutan melalui peranan PeutuaUteun dan polisi hutan dengan merangkul dan bermitra dengan masyarakat dalam melaksanakanpengelolaan hutan sehingga kelestarian hutan menjadi meningkat. Hasil observasi hutan di wilayahGeumpang sudah tergolong baik, terlihat dari wilayah permukiman masih terdapat hutan lindung yangsangat alami. Dari pengamatan tersebut tidak terdapat illegal logging dari perusahaan atau HPH diwilayah Geumpang. Keberadaan Peutua Uteun (panglima hutan) dan polisi hutan merupakan salahsatu ujung tombak dalam menjaga kelestarian hutan.
PLANT INVENTORY OF CAMPUS AREA AT UNIVERSITAS SYIAH KUALA, BANDA ACEH Vivera Ruselli Puspa; Djufri Djufri; Suji Hartini; Muhammad Rusdi
BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan Vol 10, No 2 (2022): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v10i2.15110

Abstract

Syiah Kuala University is one of the public universities in Banda Aceh, where each office unit has an Open Green Space (OGS). The green space is planted by plants, both intentionally and wildly. There are several plant habitus, including herbs, shrubs, and trees. There is no information on the list of flora species on the campus of Syiah Kuala University. Therefore, it is necessary to carry out an inventory of plant species in the campus area has been carried out. The study was conducted using a survey method at 21 observation sites. The survey results show that there are 130 species from 41 families. Species with the highest number of species were Poaceae, Asteraceae, and Arecaceae. The most common habitats found were trees (50.77%), herbs (28.46%), shrubs (16.92%), and bush (3.86%). The species are trees intentionally planted for the open green space to function as a shade or shelter.