Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Penetapan Kadar Protein pada Belut Sawah (Monopterus albus Zuieuw) Liar dan Budidaya Sholikhah Deti Andasari; Saifudin Zukhri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.416 KB)

Abstract

Belut merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik dalam jumlah maupun mutunya. Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Protein mempunyai fungsi khas yaitu membangun serta memelihara sel-sel jaringan tubuh. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran tentang kadar protein pada belut liar dan belut budidaya. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode observasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah belut yang dibudidaya masyarakat di daerah Polanharjo sebanyak 3 ekor dan belut sawah dari pencari belut yang diperoleh di sawah di daerah Wedi sebanyak 3 ekor. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang dibuat peneliti. Masing-masing sampel diekstraksi terlebih dahulu dengan metode sentrifugasi. Setelah ekstrak protein diperoleh kemudian dihitung kadar proteinnya dengan Spektrofotometri Visibel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kadar protein yang terkandung pada belut budidaya adalah 0,124% sedangkan kadar protein pada belut liar adalah 0,109%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar protein pada belut budidaya lebih besar secara signifikan dibandingkan dengan belut liar.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Daerah Operasi Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea S Setianingsih; Saifudin Zukhri; Nunik Indriani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.739 KB)

Abstract

Infeksi Daerah Operasi (IDO) dapat memberikan dampaknegatif berupa reheacting, memperpanjang lama rawat pasien,peningkatan biaya rumah sakit, menurunkan mutu rumah sakit dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kejadian Infeksi daerah operasi pada pasien post operasi sectio caesarea di Rumah SakitUmum Islam Klaten. Jenis penelitian ini adalah observasionaldengan desain case control. Sampel penelitian ini adalah 194 (97kasus dan 97 kontrol) pasien yang menjalani sectio caesarea (SC) diRumah Sakit Umum islam Klaten pada bulan Januari 2017 sampaidengan November 2019. Uji statistik menggunakan regresi logistikberganda. Hasil penelitian diperoleh faktor intrinsik yangberhubungan dengan kejadian infeksi daerah operasi adalahperdarahan (p= 0,000) dan anemia (p= 0,000) sedangkan yang tidakberhubungan dengan infeksi daerah operasi adalah umur (p= 0,973),usia kehamilan (p= 0,504), gravida (p= 0,856), tingkat pendidikan(p= 0,159), KPD (p= 0,278), suhu tubuh (p= 0,748), diabetes melitus(p= 0,471). Faktor ekstrinsik yang berhubungan dengan kejadianinfeksi daerah operasi adalah lama hari rawat (p= 0,025), ASAScore (p= 0,042), sifat operasi (p= 0,004) dan lama operasi (p=0,000) sedangkan yang tidak berhubungan dengan infeksi daerahoperasi adalah antibiotik profilaksis (p= 0,174) (α = 0,05).Kesimpulan penelitian ini adalah faktor yang paling dominanmempengaruhi infeksi daerah operasi adalah anemia dengan hasilp= 0,000 (α; 0,05) dan OR 12,591 artinya ibu yang mengalamianemia beresiko sebesar 12,591 kali mengalami kejadian infeksidaerah operasi.
PENGARUH METODE SCHOOL WATCHING TERHADAP PERILAKU KESIAPSIAGAAN BENCANA ANAK SEKOLAH Fitri Suciana; Ulva Nur Aini; Saifudin Zukhri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.501 KB)

Abstract

Metode schoolwatchingBencana merupakan kejadian yang tidak pernah diduga dan menimbulkan bahaya serta risiko. Indonesia secara geografis termasuk negara yang rawan terjadi bencana terutama gunung meletus gunung meletus sehingga perlu adanya kesiapsiagaan bencana. Banyak korban jiwa akibat bencana gunung meletus ini adalah anak-anak, sehingga salah satu upaya dalam meningkatkan siap siaga bencana pada anak adalah dengan menggunakan metode watching school. Tujuan : mengetahui pengaruh metode school watching terhadap perilaku kesiapsiagaan bencana pada anak sekolah dasar. Metode: menggunakan desain penelitian one group post test with control group desain dengan jumlah sampel 25 responden kelompok intervensi dan 25 responden kelompok kontrol. Hasil penelitian terdapat pengaruh metode school watching terhadap perilaku siap siaga pada anak dengan P value 0,000.
Hubungan Pengetahuan Dengan Tingkat Dukungan Keluarga dalam Upaya Mengontrol Hipertensi pada Lansia Endang Sawitri; Saifudin Zukhri; Romadhani Romadhani; Elin Agenesa Oktavia
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 4, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v4i2.8611

Abstract

Hipertensi adalah kondisi keadaan dimana tekanan darah systole dan diastole mengalami kenaikan yang melebihi batas normal (tekanan darah systole diatas 140 mmHg dan diastole diatas 90 mmHg. Penyakit hipertensi merupakan the silent disease karena orang sering tidak mengetahui dirinya terkena hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Prevalensi hipertensi yang mreningkat setiap tahun yang masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat dikarenakan kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit hipertensi. Dukungan keluarga diperlukan dalam mengontrol hipertensi pada lansia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tingkat dukungan keluarga dalam upaya mengontrol hipertensi pada lansia. Metode penelitian ini adalah kuantitatif yang berjenis deskripsi analitik dengan pengambilan data metode cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga yang memiliki lansia hipertensia di Desa Jambukidul berjumlah 65 keluarga lansia danTehnik pengambilan sampel dengan Total sampling sebanyak 65 sampel. Analisa penelitian dengan menggunakan Uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian adalah responden yang pengetahuan cukup (43,1%), dan dukungan keluarga dalam upaya mengontrol hipertensi pada lansia baik (64,6%). Hasil analisis Spearman Rho diperoleh p value = 0,002 < α = 0,05, r = 0,385. Hubungan antara pengetahuan dengan dukungan keluarga dalam upaya mengontrol hipertensi pada lansia adalah lemah. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan dengan dukungan keluarga dalam upaya mengontrol hipertensi pada lansia.
AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL PELEPAH PISANG RAJA (Musa x paradisiaca L.) PADA BAKTERI Staphylococcus Auresus Saifudin Zukhri; Nurul Hidayati
Gaster Vol 15 No 2 (2017): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.566 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v15i2.208

Abstract

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kulit dan pelepah pisang mengandung senyawa flavonoid dan saponin, yang memilki aktifitas anti mikroba. Penelitian mengenai aktifitas anti mikroba ekstrak pelepah pisang raja belum pernah dilakukan. Peneilitan ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak etanol pelepah pisang pada bakteri Staphylococcus aureus.Disain yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen, 500 gram pelepah pisang raja yang masih segar diekstraksi menggunakan etanol 70 %. Ekstrak kemudian dilakukan uji kualitatif untuk mengetahui ada tidaknya saponin dan flavonoid, dan dibuat variasi konsentrasi 12,5%, 25 %, 37,5 %, dan 50 % dengan air suling.. Kedalam tiap-tiap larutan tersebut direndamkan kertas cakaram ukuran 6 mm, selama 5 menit. Strain bakteri Staphylococus yang diperoleh dari laboratorium Biologi UGM, diinokulasi selam 24 jam dan ditanam pada media Nutrient Agar Plate (NPA) pada sebuah cawan petri. Kertas cakram yang sudah direndam ditutupkan cawan petri yang sudah dilakukan penanaman bakateri staphylococcus aureus, kemudian diinkubasi pada suhu 37 â—¦C selam 24 jam. Setelah inkubasi 24 jam kemudian dilakukan pengukuran zona hambat, yang ditandai warna bening disekeliling kertas cakram. Sebagai control negative digunakan air suling, dan sebagai control positif digunakan amoksilin 500 gr sebanyak 25 mg.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pelepah pisang raja mengandung senyawa flavonoid dan saponin. Hasil pengujian aktifitas antimikroba ekstrak pelepah pisang pada bakteri Stapylococcus untuk konsentrasi 12, 5%, 25 %, 37,5 %, dan 50 % secar bertuut-turut adalah ; 16,3 mm, 20 mm, 23,66 mm dan 25,33 mm. Sedangkan zona hambat pada control negative dan positif secar berturut-turut adalh 0 mmm dan 26 mm.Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak pelepah pisang raja mengandung senyawa flavonoid dan saponin, yang memilki akitiftas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus,
Dukungan Keluarga Berhubungan dengan Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Marwanti Marwanti; Stifani Azizah Islamiati; Saifudin Zukhri
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.075 KB)

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronis merupakan penyakit yang dinyatakan tidak dapat dipulihkan. Fungsi ginjal dapat mengalami penurunan secara mendadak maupun progresif. Pada kondisi ini pasien gagal ginjal kronik sangat membutuhkan motivasi untuk semangat melanjutkan hidup. Peranan keluarga sangat dibutuhkan untuk memberikan dukungan kepada keluarga tersebut. Keluarga  diharapkan memberikan dukungan agar mengurangi kecemasan dalam menghadapi terapi hemodialisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodidalisa. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional, jumlah sampel adalah 51 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner yang telah di uji dengan hasil valid dan reliable. Data dianalisis menggunakan analisa univariat dan bivariate (spearman rho). Hasil dalam penelitian ini adalah mayoritas dukungan keluarga adalah tinggi dengan 27 responden (52,9%). Mayoritas responden memiliki status cemas sedang dengan 26 responden (51,0%). Setelah dilakukan uji statistic dengan spearman rho di dapatkan hasil bahwa p-value=0,012. Maka dapat diambil kesimpulan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.
Korelasi Beban Kerja Mental Terhadap Kecemasan Perawat Selama Merawat Pasien Covid-19 Fitri Suciana; Puput Risti Kusumaningrum; Saifudin Zukhri; Qorry Setyarini
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 5 No. 4 (2022): 30 November 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jikj.v5i4.1814

Abstract

Pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia pada awal tahun 2020. Tenaga medis belumdiberikan vaksin dan belum persiapan secara matang sehingga muncul beban kerjasecara mental pada perawat. Perawat harus menyelesaikan tugas pada waktu tertentuselama merawat pasien Covid-19, hal ini dapat menyebabkan pada kecemasan perawatdalam merawat pasien Covid. Peran tersebut juga dapat berdampak pada beban kerjamental perawat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desainpenelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel bebas dalampenelitian ini adalah beban kerja mental, variabel terikat yaitu kecemasan perawat.Populasi dalam penelitian ini adalah perawat covid-19 berjumlah 29 orang. Tekniksampling penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan metodetotal sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 29 responden. Kriteria Inklusi adalahsemua perawat yang bersedia menjadi responden. Setting penelitian karena masih dalampandemi Covid-19 maka kuesioner yang sudah dibagikan dan diisi oleh responden,dikumpulkan ke diklat dan peneliti mengambil kuesioner ke diklat. Instrumen penelitianmenggunakan kuesioner tentang beban kerja mental menggunakan kuesioner NASA-TLX dan kecemasan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS).Uji statistik Kendall Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p value = 0,000 berarti pvalue < 0.05 sehingga ada hubungan beban kerja mental terhadap kecemasan perawatdalam merawat pasien Covid-19. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubunganbeban kerja mental terhadap kecemasan perawat merawat pasien Covid-19.Kata kunci: beban kerja, covid-19, tingkat stres kerja perawat
Uji Sifat Fisik dan Antibakteri Salep Ekstrak Daun Katuk (sauropus androgynus (l) merr.) Saifudin Zukhri; Kencana Murni Sari Dewi; Nurul Hidayati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v11i1.90

Abstract

Abstrak Penenlitian terdahulu telah menemukan bahwa daun katuk (Sauropus androgynus L (Merr.)) memiliki kandungan tanin, saponin, flavonoid, dan alkaloid yang mampu memberikan efek antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  konsentrasi ekstrak daun katuk yang paling memenuhi kriteria  sifat fisik salep yang baik dan daya hambat pertumbuhan  Staphylococcus aureus yang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental, simplisia daun katuk sebanyak 100 gram dieksteraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak yang dihasilkan dibuat menjadi 3 formula salep dengan konsentrasi  10%, 15%, dan  20 %. Hasil uji dianalisis dengan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Formula I (10 %) mampu memenuhi semua sifat fisik salep yang baik. Formula II (15 %) dan Formula III (20%)  tidak mampu memenuhi sifat fisik daya lekat salep.  Daya hambat pertumbuhan bakteri untuk formula  10 %, 15%, dan 20 % secara berurutan adalah 4,3 mm, 6,7 mm dan 10 mm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa salep dengan  konsentrasi ekstract 10 % memenuhi kriteria  sifat fisik salep yang terbaik dan   salep dengan konsentrasi ekstrak 20 % memilki anti bakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus yang paling efektif.   Kata kunci : Ekstrak daun katuk, uji sifat fisik salep, uji efektivitas antibakteri, Staphylococcus aureus Abstract Earlier studies have found that the leaf katuk (Sauropus androgynus L (Merr.)) Contains tannins, saponins, flavonoids, and alkaloids that are capable of providing antibacterial effects. The purpose of this study was to determine the concentration of katuk leaf extract that most meet the criteria of physical properties of good ointment and effective staphylococcus aureus growth inhibition. The research method used was experimental, 100ml katuk leaf simplicia was extracted by maseration method using ethanol 70%. The resulting extracts were made into 3 ointment formulas with concentrations of 10%, 15%, and 20%. The test results were analyzed by One Way ANOVA. The results showed that Formula I (10%) was able to meet all physical properties of good ointment. Formula II (15%) and Formula III (20%) were not able to meet the physical properties of  attachment power of ointment. The inhibitory properties of bacterial growth for the 10%, 15%, and 20% formulas are respectively 4.3 mm, 6.7 mm and 10 mm. The conclusion of this study is that an ointment with extract concentration of 10% meets the criteria of the best physical properties of ointment and an ointment with a concentration of 20% extract has the most effective anti-bacterial to Staphylococcus aureus bacteria. Keywords: Sauropus androgynus (L) Extract, physical properties of ointment test , antibacteriatest,Staphylococcusaureus.
Hubungan Pola Makan dan Pola Aktivitas Dengan Pengendalian Kadar Asam Urat Penderita Hiperurisemia Saifudin Zukhri; Devi Permatasari
TRIAGE Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/triage.v9i2.598

Abstract

Kadar asam urat yang tidak terkendali pada penderita hiperurisemia dapat menimbulkan komplikasi serius. Pola aktivitas dan pola makan merupakan sebagian dari banyak faktor yang berpengaruh terhadap kadar asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola aktivitas dan pola makan dengan pengendalian kadar asam urat pada penderita hiperurisemia di Klaten. Penelitian ini menggunakan disain observasional dengan pendekatan crosssectional. Sampel penelitian adalah 58 orang penderita hiperurisemia, 18 tahun atau lebih yang diambil dari 8 Desa di Kecamatan Klaten Utara, pada periode Januari – Desember 2021. Tingkat aktivitas diukur menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), pola makan diukur dengan Food Frequency Quetionaire(FFQ). Kadar asam urat diperiksa menggunakan sampel darah tepi menggunakan alat merk Easy Touchc. Analisis biavriat menggunakan Chi square (X2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67,2 % responden perempuan, 62% memiliki pola makan yang baik, 50 % memilki tingkat aktivitas tinggi ( MET≥3000), dan 67,2 % kadar asam urat terkontrol (< 7 mg/dl). Uji Chi square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan (p=0.014) dan pola aktivitas (p=0.041) dengan kadar asam urat. Pola makan dan pola aktivitas berhubungan secara signifikan dengan pengendalian kadar asam urat penderita hiperurisemia. Penelitian lanjutan dengan mengendalikan variabel pengganggu perlu dilakukan.
Gambaran Pengetahuan Tentang Diet Rendah Garam Pada Penderita Hipertensi Di Dusun Batusari Fitri Suciana; Puput Risti Kusumaningrum; Saifudin Zukhri; Sapfitri Febrika Sulistya Mawardi
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 1 No 1 (2022): JUKEJ
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55784/jkj.Vol1.Iss1.216

Abstract

Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan darah meningkat diatas batas normal apabila didapatkan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90mmHg. Beberapa faktor yang menyebabkan hipertensi antara lain kebiasaan hidup atau perilaku kebiasaan mengkonsumsi natrium yang tinggi, kegemukan, stress, merokok, minum alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui gambaran pengetahuan tentang diet rendah garam di dusun Batusari. Penelitian ini menggunakan penelitian Kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi yang menderita hipertensi di Dusun Batusari sebanyak 50. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat yang digambarkan dengan hasil prosentase. Hasil penelitian ini adalah karakteristik responden rerata usia 52 tahun. Responden paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 39 (78.0%). Responden paling banyak berpendidikan SD sebanyak 20 (40.0%). Pekerjaan responden mayoritas sebagai petani sebanyak 36 (72.0%). Durasi lama menderita hipertensi responden 3.5 tahun.sebanyak 41 (82.0%) responden berpengetahuan baik. Kesimpulan penelitian ini adalah dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, lama menderita hipertensi dan tingkat pengetahuan.