Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGARUH ISAP LENDIR (SUCTION) SISTEM TERBUKA TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN TERPASANG VENTILATOR Saifudin Zukhri; Fitri Suciana; Agus Herianto
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 13 No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v13i1.7

Abstract

Patients who are attached to endotracheal tube and ventilator will requiring endotracheal tube suctioning that can causes hypoxemia. In ICU RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, the open endotracheal tube suctioning was performed using a general suctioning SOP. Credland has developed an open endotracheal tube suctioning procedure based on recent literature and research. The aim of this research is to know the difference of the effect of open endotracheal tube suctioning that done in ICU with open endotracheal suctioning by Credland on the peripheral oxygen saturation of the patient who installed ventilator.This research uses “quasi experiment” design with “pre test and post test nonequivalent control group” and uses “consecutive sampling”. Ten respondents became the control group when an open endotracheal tube suctioning was applied using generalized SOP in ICU and became the treatment group when was applied with the Credland method. Statistical analysis to determine the peripheral oxygen saturation difference in each group using “wilcoxon”. To compare the oxygen peripheral saturation difference in the control group and the treatment group using “mann whitney”. In the control group the mean of oxygen peripheral saturation before suctioning was 97.8 ± 2.4 and after suction was 94.2 ± 3.0 with the mean difference before and after the suctioning was 3.6 ± 1 , 5. In the treatment group the mean of oxygen peripheral saturation before suctioning was 97.4 ± 3.2 and after suctioning was 95.7 ± 4.9 with average saturation difference before and after suctioning was 1.7 ± 2, 2.There was a difference in the effect of an open endotracheal tube suctioning that done in ICU with open endotracheal tube suctioning by Credland’s methode on the peripheral oxygen saturation of the ventilator-installed patient with p value = 0.014 (p <0.05)
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KARET KERBAU (Ficus elastica Roxb. Ex Hornem.)TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Saifudin Zukhri; Rahmi Nurhaini
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14 No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v14i1.23

Abstract

Tanaman Karet Kebo (Ficus elastica Roxb. Ex Hornem.) merupakan salah satujenis tanaman oleh masyarakat di Indonesia sebagai obat penurun tekanan darah,penurun kolesterol, stroke dan pengurang nyeri sendi. Staphylococcus aureusmenyebabkan berbagai infeksi dan keracunan pada manusia. Tujuan penelitian iniadalah mengetahui Kadar Hambat Minimum (KHM) ekstrak daun KaretKebo(Ficus elastica Roxb. Ex Hornem.)terhadap bakteri Staphylococcus aureus,yang selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar dalam pengembangan antibiotikherbal yang murah, aman, dan efektif.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Sampel yangdigunakan adalah ekstrak etanol Daun Karet Kebo California (Ficus elasticaRoxb. Ex Hornem.) yang diperoleh dari proses maserasi dan Staphylococcusaureus yang diperoleh dari Laboratorium Mikrobiologi Fakultas KedokteranUmum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Penelitian terbagi dalam 3kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif yang hanya mendapatkanaquadestilata, kelompok kontrol perlakuan yang terdiri dari seri konsentrasi 10%,20%, 30%, 40% dan 50% ekstrak etanol daun Ficus elastica Roxb. Ex Hornemdan kelompok kontrol positif dengan menggunakan tetrasiklin 30μg.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata daya hambat Ficus elasticaRoxb. Ex Hornem.untuk tiap konsentrasi 10 %, 20 %, 30 %, 40 % dan 50%,secara berturut-urut adalah 7,3mm, 9mm, 11mm, 13,6 mm dan 16,3 mm. Hasiltersebut menunjukkan bahwa pada konsentrasi 50 %, memiliki daya hambat yangkuat. Hasil tersebut relatif kecil bila dibanding dengan kontrol postif (tetracyclin30 μg), yang mencapai 42,3mm.Kesimpulan dari penelitian ini adalah masih terdapat perbedaan aktivitas antarakelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan serta kelompok kontrolpositif dengan nilai p value 0,000.
Optimasi Formula Sirup Ekstrak Etanol Daun Sukun (Artocarpus altilis) Dengan Pemanis Sorbitol dan Co – Solvent Propilen Glikol Nurul Hidayati; Ivan Nuryanto; Saifudin Zukhri
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 10 No 2 (2019): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v10i2.80

Abstract

Breadfruit leaves (Artocarpus altilis) are effective in reducing high blood sugar levels. One of the uses of breadfruit is by making it into syrup. The manufacture of breadfruit leaf ethanol extract is expected to improve the bitter taste of breadfruit leaves. This study aims to determine the effect of variations of sorbitol and propylene glycol and to obtain the optimum value of sorbitol and propylene glycol on the physical properties and hedonic value of syrup preparations. Breadfruit leaveswas extracted by multilevel maceration with 70% ethanol. Thick breadfruit leaf extract made syrup preparations in 5 runs with variations of sorbitol: propylene glycol, namely Run 1 (20%: 25%), Run 2 (35%: 10%), Run 3 (31.25%: 13.75% ), Run 4 (27.5%: 17.5%) and Run 5 (23.75%: 21.25%). The syrups were tested for their physical properties including organoleptic, viscosity, pH and hedonic tests. The test results are optimized with Simplex Lattice Design. The optimum formula of the predicted results is verified by analysis of one sample t-test with a 95% confidence level.The results showed an increase in sorbitol and propylene glycol increased the pH and hedonic values but did not affect the viscosity value of syrup preparations. Sorbitol concentration of 30,0005% and propylene glycol 14.9995% produced syrup with pH and hedonic value optimum differed insignificantly with p-values> 0.05.
Hubungan Stres Kerja dan Kepuasan Kerja Dengan Kualitas Hidup Perawat ICU-ICCU RSU Islam Klaten Saifudin Zukhri; Fitri Suciana; Heri Pringgo Kusumo
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat ICU (Intensif Care Unit) memili resiko mengalami stress kerja yang lebih besar dibandingperawat diunit lain di rumah sakit. Stres kerja dapat menyebabkan gangguan emosional, fisik, danpsikososial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres kerja dan kepuasan kerja dengankualitas hidup perawat ICU-ICCU di RSU Islam Klaten. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 30 perawat ICUdan ICCU RSU Islam Klaten ( 60 % wanita). Stres kerja diukur dengan  Hamilton Ratin Scale forAnxiety, kepuasan kerja diukur dengan, Minnesota Job Satisfaction Questionnaire,  kualitas hidupdiukur dengan kuesioner kualitas hidup dari WHO. Uji statistik menggunakan kendall tau.  Hasilpenelitian menunjukkan bahwa 25 (83.3%) respoden berpendidikan Diploma, 16 responden (53,3%)mengalami tingkat stress tinggi , 18 responden (60%) kepuasan kerja rendah,  17 responden (56,7%)memiilki  kualitas hidup rendah. Hasil uji Kendall Tau menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kualitas hidup ( p value sebesar 0,001), dan terdapat hubungan yang signifikanantara kepuasan kerja dengan kualitas hidup ( p= 0,026).  Diperlukan upaya untuk menurunkan streskerja untuk meningkatkan knerja dan kualitas hidup perawat di ICU-ICCU di RSU Islam Klaten Kata Kunci : stress kerja, kepuasan kerja, kualitas hidup, perawat
Pelatihan Bnatuan Hidup Dasar Bagi Masyarakat Awam Di Klaurahan Buntalan, Kecamatan Klateng Tengah, Klaten Zukhri, Saifudin; Pramono, Cahyo
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 04 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v2i04.1321

Abstract

Emergency conditions that result in cardiac arrest and heart rhythm can lead to rapid death. A delay of 4 minutes will cause the brain not to get enough blood supply and brain damage, and if there is a delay of 10 minutes, it can cause tissue death in the brain. Appropriate preparedness in the form of training for the general public in providing basic life support is expected to be faster and more relevant so that it can minimize deaths due to cardiac arrest in the community. This community service aims to increase the ability of the general public to provide basic life support (BHD) to cardiac arrest patients in the community. The BHD training for the general public was held on June 13, 2024, from 14.00-16.00 WIB, attended by 14 participants at the University of Muhammadiyah Klaten Campus. The methods used are lectures, questions and answers, and demonstrations. The material provided was cardiopulmonary resuscitation for lay helpers (Hand only CPR). The results of the pretest showed that the average score of the participants, for the score range of 0-10 was 4.57, while the average score of the posttest was 9.07. The paired t-test results showed a significant difference in score between before and after training (p=0.001). The results of the assessment of the participant's ability to carry out basic life support were 13 participants in the good category (score ≥75), and 1 participant in the fairly good category (score 70-74), with an average score of 77.4 (score range 1-100). Lay BHD training with lecture and demonstration methods can improve the community's ability to provide basic life support to cardiac arrest patients. Similar training needs to be implemented widely so that the number of ordinary people who are able to provide basic life assistance is larger. Keywords: cardiac arrest, basic life support, lay person.
Gambaran Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Terapi Hemodialisa di  RS Soeradji Tirtonegoro Klaten Wulandari, Gesti; Zukhri, Saifudin; Sat Titi Hamranani, Sri; Noor Khayati, Fitriana
MJS Medical Journal of Soeradji Vol 1 No 2 (2024): MJS (Desember)
Publisher : RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70605/zs49r750

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal kronik merupakan penyakit ginjal tahap akhir yang disebabkan oleh hilangnya fungsi tubuh untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan, elektrolit sehingga mengakibatkan tingginya kadar ureum dalam darah yang membutuhkan terapi hemodialisa. Hemodialisis merupakan pengobatan seumur hidup yang sering menimbulkan dampak buruk pada pasien terutama kesehatan mental. Dampaknya bisa menimbulkan komplikasi yang berkepanjangan, penurunan produktivitas dan perubahan mood negative. Persepsi penderita tentang kualitas hidupnya yang semakin buruk dapat memperberat penyakitnya Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di RS Soeradji Tirtonegoro Klaten. Metode: Jenis penelitian ialah deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel sebanyak 138 orang. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner WHOQOL-BREF. Metode analisis yaitu dengan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 69 responden (50,0%) memiliki kualitas hidup sedang pada domain kesehatan fisik, 57 responden (41,3%) memiliki kualitas hidup baik pada domain psikologis, 63 responden ( 45,7%) memiliki kualitas hidup sedang pada domain hubungan sosial, dan 81 responden (58,7%) memiliki kualitas hidup baik pada domain lingkungan. Kesimpulan: Kualitas hidup pasien hemodialisis dalam kategori baik dengan presentase (52,2%)
Penetapan Kadar Protein Pada Belut Sawah (Monopterus albus Zuieuw) Liar Dan Budidaya Deti Andasari, Sholikhah; Zukhri, Saifudin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belut merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik dalam jumlah maupun mutunya. Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Protein mempunyai fungsi khas yaitu membangun serta memelihara sel-sel jaringan tubuh. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran tentang kadar protein pada belut liar dan belut budidaya. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode observasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah belut yang dibudidaya masyarakat di daerah Polanharjo sebanyak 3 ekor dan belut sawah dari pencari belut yang diperoleh di sawah di daerah Wedi sebanyak 3 ekor. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang dibuat peneliti. Masing-masing sampel diekstraksi terlebih dahulu dengan metode sentrifugasi. Setelah ekstrak protein diperoleh kemudian dihitung kadar proteinnya dengan Spektrofotometri Visibel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kadar protein yang terkandung pada belut budidaya adalah 0,124% sedangkan kadar protein pada belut liar adalah 0,109%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar protein pada belut budidaya lebih besar secara signifikan dibandingkan dengan belut liar.
Penetapan Kadar Protein pada Belut Sawah (Monopterus albus Zuieuw) Liar dan Budidaya Andasari, Sholikhah Deti; Zukhri, Saifudin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belut merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik dalam jumlah maupun mutunya. Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Protein mempunyai fungsi khas yaitu membangun serta memelihara sel-sel jaringan tubuh. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran tentang kadar protein pada belut liar dan belut budidaya. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode observasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah belut yang dibudidaya masyarakat di daerah Polanharjo sebanyak 3 ekor dan belut sawah dari pencari belut yang diperoleh di sawah di daerah Wedi sebanyak 3 ekor. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang dibuat peneliti. Masing-masing sampel diekstraksi terlebih dahulu dengan metode sentrifugasi. Setelah ekstrak protein diperoleh kemudian dihitung kadar proteinnya dengan Spektrofotometri Visibel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kadar protein yang terkandung pada belut budidaya adalah 0,124% sedangkan kadar protein pada belut liar adalah 0,109%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar protein pada belut budidaya lebih besar secara signifikan dibandingkan dengan belut liar.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi Daerah Operasi Pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea Setianingsih, S; Zukhri, Saifudin; Indriani, Nunik
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Daerah Operasi (IDO) dapat memberikan dampaknegatif berupa reheacting, memperpanjang lama rawat pasien,peningkatan biaya rumah sakit, menurunkan mutu rumah sakit dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kejadian Infeksi daerah operasi pada pasien post operasi sectio caesarea di Rumah SakitUmum Islam Klaten. Jenis penelitian ini adalah observasionaldengan desain case control. Sampel penelitian ini adalah 194 (97kasus dan 97 kontrol) pasien yang menjalani sectio caesarea (SC) diRumah Sakit Umum islam Klaten pada bulan Januari 2017 sampaidengan November 2019. Uji statistik menggunakan regresi logistikberganda. Hasil penelitian diperoleh faktor intrinsik yangberhubungan dengan kejadian infeksi daerah operasi adalahperdarahan (p= 0,000) dan anemia (p= 0,000) sedangkan yang tidakberhubungan dengan infeksi daerah operasi adalah umur (p= 0,973),usia kehamilan (p= 0,504), gravida (p= 0,856), tingkat pendidikan(p= 0,159), KPD (p= 0,278), suhu tubuh (p= 0,748), diabetes melitus(p= 0,471). Faktor ekstrinsik yang berhubungan dengan kejadianinfeksi daerah operasi adalah lama hari rawat (p= 0,025), ASAScore (p= 0,042), sifat operasi (p= 0,004) dan lama operasi (p=0,000) sedangkan yang tidak berhubungan dengan infeksi daerahoperasi adalah antibiotik profilaksis (p= 0,174) (? = 0,05).Kesimpulan penelitian ini adalah faktor yang paling dominanmempengaruhi infeksi daerah operasi adalah anemia dengan hasilp= 0,000 (?; 0,05) dan OR 12,591 artinya ibu yang mengalamianemia beresiko sebesar 12,591 kali mengalami kejadian infeksidaerah operasi.
PENGARUH METODE SCHOOL WATCHING TERHADAP PERILAKU KESIAPSIAGAAN BENCANA ANAK SEKOLAH Suciana, Fitri; Aini, Ulva Nur; Zukhri, Saifudin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode schoolwatchingBencana merupakan kejadian yang tidak pernah diduga dan menimbulkan bahaya serta risiko. Indonesia secara geografis termasuk negara yang rawan terjadi bencana terutama gunung meletus gunung meletus sehingga perlu adanya kesiapsiagaan bencana. Banyak korban jiwa akibat bencana gunung meletus ini adalah anak-anak, sehingga salah satu upaya dalam meningkatkan siap siaga bencana pada anak adalah dengan menggunakan metode watching school. Tujuan : mengetahui pengaruh metode school watching terhadap perilaku kesiapsiagaan bencana pada anak sekolah dasar. Metode: menggunakan desain penelitian one group post test with control group desain dengan jumlah sampel 25 responden kelompok intervensi dan 25 responden kelompok kontrol. Hasil penelitian terdapat pengaruh metode school watching terhadap perilaku siap siaga pada anak dengan P value 0,000.