Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Relationship between Independent Learning and Learning Achievement of Students in Grade VII of St. Theresia Catholic Junior High School in Kupang in the 2024/2025 Academic Year Nana, Claudius Robert; Margaretha, Dhiu; Bone, Matilda Pia
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 10 No 1 (2026): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relationship between learning independence and the academic achievement of seventh-grade students at Sta. Theresia Catholic Junior High School in Kupang City for the 2024/2025 academic year. This study uses a quantitative descriptive research design. The variables in this study are the independent variable (X) of learning independence and the dependent variable (Y) of academic achievement. Data collection instruments used learning independence questionnaires and document studies. Data analysis used the Pearson correlation technique and was processed using SPSS version 26 for Windows. The results of the research data analysis showed a correlation coefficient of 0.522. This means that there is a relationship between learning independence and student achievement.
Strategi Coping Mahasiswa Program Studi Bimbingan Dan Konseling Angkatan Tahun 2022 Dalam Menyelesaikan Skripsi Muna, Lansiana; P. Lejap, Gracianus Edwin Tue; Margaretha, Dhiu
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai strategi coping yang digunakan oleh mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan tahun 2022 di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dalam menghadapi tekanan dan hambatan selama proses penyelesaian skripsi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan tahun 2022 yang sedang mengerjakan tugas akhir yang berjumlah 20 orang dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Wawancara yang digunakan adalah wawancara semiterstruktur. Analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi untuk memastikan kredibilitas hasil penelitian. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa mahasiswa semester VII (Angkatan 2022) Program Studi Bimbingan dan Konseling memiliki strategi coping yang bervariasi dalam menyelesaikan skripsi. Secara umum mahasiswa menggunakan strategi Problem-focused dan Emotion-focused. Pada strategi coping Problem-focused terbagi menjadi tiga bagian yaitu Planful Problem Solving, Confrontative coping dan Seeking Social Support. Sedangkan dalam strategi coping Emotion-focused terbagi menjadi lima bagian yakni Positive Reappraisal, Accepting Responsibility, Self-Controlling, Distancing dan Escape avoidance.
Pengaruh Kematangan Emosional Terhadap Pengambilan Keputusan Karier Siswa SMA Kwaelaga, Desire Maria Gracela; Margaretha, Dhiu; Lio, Stefanus
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kematangan emosional terhadap pengambilan keputusan karier siswa kelas X SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 36 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa angket kematangan emosional dan angket pengambilan keputusan karier yang telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan emosional berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan karier siswa (F = 21,824; p < 0,05) dengan kontribusi sebesar 39%. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kematangan emosional siswa, semakin baik kemampuan mereka dalam mengambil keputusan karier. Hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi layanan bimbingan dan konseling di sekolah, khususnya dalam pengembangan program bimbingan karier yang berorientasi pada penguatan aspek emosional siswa.
Prosocial Behavior and Student Resilience in the Context of Pata Dela Culture: A Study of Senior High School Students in Ngada, Indonesia Lio, Stefanus; Margaretha, Dhiu; Rohi, Enasely Mega Wenyi; Lejap, Gracianus Edwin Tue P.; Gara, Carmelita Meno
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 03 (2026): July 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i03.9052

Abstract

Resilience is an essential capability that needs to be developed in students to cope with academic and social pressures. Prosocial behavior is considered a factor that can potentially enhance students’ resilience through positive interpersonal interactions. This study aimed to analyze the effect of prosocial behavior on students’ resilience within the context of the Pata Dela culture. A quantitative approach with a survey design was employed. The study involved 119 students, selected using purposive sampling. The sample was limited to students from the Pata Dela cultural background, so the findings may not be widely generalizable. The instruments used included the Prosocial Behavior Scale (Caprara et al., 2005) and the Resilience Scale (Connor & Davidson, 2003). Data were analyzed using simple linear regression. The results indicated that prosocial behavior had a positive and significant effect on student resilience (B = 0.856; t = 7.887; p < 0.001), with a coefficient of determination (R²) of 0.347. This suggests that prosocial behavior accounted for 34.7% of students’ resilience, while the remaining 65.3% was influenced by other factors beyond this study. The findings highlight that the values of the Pata Dela culture serve as a social context that strengthens the relationship between prosocial behavior and resilience. This study contributes to understanding how integrating local cultural contexts, such as Pata Dela, can inform the relationship between prosocial behavior and student resilience, a relationship that has been rarely explored. Keywords: prosocial behavior, resilience, students, pata dela culture
Perbedaan Motivasi Belajar Siswa SMA Ditinjau dari Jenis Kelamin Musu, Kasilda Mali; Lejap, Gracianus Edwin Tue P; Margaretha, Dhiu
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109474

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan. Namun, tingkat motivasi belajar seringkali berbeda antara siswa laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar siswa SMA Katolik Sint Carolus Kupang berdasarkan jenis kelamin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Populasi penelitian berjumlah 107 siswa kelas X dan XI, dengan sampel sebanyak 47 siswa yang ditentukan melalui teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa angket, sedangkan teknik analisis data menggunakan independen sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar siswa perempuan sebesar 116,57 lebih tinggi dibandingkan dengan siswa laki-laki sebesar 106,08, dengan nilai signifikansi 0,001 (p<0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan motivasi belajar siswa SMA Katolik Sint Carolus Kupang berdasarkan jenis kelamin, di mana siswa perempuan memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki.
Efektivitas Penerapan Teknik Behavioral Contract Dalam Konseling Kelompok untuk Mengurangi Perilaku Membolos Siswa SMP Essen, Yosefina Rosari; Sembiring, Kristinus; Margaretha, Dhiu
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.115641

Abstract

Perilaku membolos yang masih sering terjadi pada siswa menunjukkan perlunya intervensi efektif, salah satunya melalui penerapan teknik behavioral contract dalam konseling kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan teknik behavioral contract dalam konseling kelompok untuk mengurangi perilaku membolos siswa Kelas VIII A UPTD SMPN 10 Kupang Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pre-experimental design (one group-pretest-posttest design) pada 30 siswa, dengan pengumpulan data menggunakan angket perilaku membolos dan pedoman intervensi sebagai instrumen perlakuan. Hasil analisis menunjukkan nilai ?ℎ????? sebesar 20,733 sedangkan nilai ?????? pada taraf signifikan 5% sebesar 2,364, sehingga ?ℎ????? > ??????, yang menandakan adanya pengurangan perilaku membolos secara signifikan. Dengan demikian, penerapan teknik behavioral contract dalam konseling kelompok terbukti efektif untuk mengurangi perilaku membolos siswa kelas VIII A UPTD SMPN 10 Kupang Tahun Pelajaran 2025/2026.
Profil Penggunaan Game Online pada Siswa SMPK Adisucipto Kupang dan Implikasinya bagi Bimbingan Pribadi Beka, Yasinta Gonda; Margaretha, Dhiu; Doni, Yohanes Demon
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.110034

Abstract

Meningkatnya penggunaan game online di kalangan siswa SMP menimbulkan masalah berupa menurunnya motivasi dan tanggung jawab belajar sehingga perlu adanya bimbingan pribadi untuk membantu mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan game online pada siswa kelas VIII SMPK Adisucipto Kupang Tahun Pelajaran 2024/2025 dan implikasinya bagi layanan bimbingan pribadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 182 siswa dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 45 siswa. Instrumen yang digunakan berupa angket. Teknik analisis data menggunakan analisis kecenderungan pusat. Hasil analisis data menunjukkan skor rata-rata 109,06, berada pada kriteria 106-137, termasuk pada kategori tinggi. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan game online siswa kelas VIII SMPK Adisucipto Kupang berada pada kategori tinggi. 
Kompetensi Kepribadian Guru Bimbingan dan Konseling menurut Persepsi Siswa di SMP Katolik Sint Vianney Soe Foa, Albertin Mediatrix; Bulor, Rosa Mustika; Margaretha, Dhiu
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.111679

Abstract

Perbedaan persepsi siswa terhadap kepribadian guru BK antara yang melihat guru BK sebagai figur teladan dan yang berpikir sebagai “polisi sekolah” menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kompetensi kepribadian yang diharapkan menurut standar profesional dengan pengalaman siswa di luasa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling menurut persepsi siswa di SMP Katolik Sint Vinney Soe tahun pelajaran 2023/2024. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VII dan VIII yang berjumlah 77 siswa. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa angket kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling menurt persepsi siswa. Teknis analisis data menggunakan teknik kecendrungan pusat. Hasil analisis data penelitian menunjukkan skor rata-rata kompetensi kepribadian guru BK menurut persepsi siswa tahun pelajaran 2023/2024 sebesar 176,55 berada pada rentang skor 172 – 210 dan termasuk dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian guru bimbingan dan konseling menurut persepsi siswa di SMP Katolik Sint Vianney Soe sangat baik.
Analisis Faktor-Faktor Penghambat Kinerja Guru BK di Sekolah Menengah Pertama Asuhan Yayasan Swastisari Kupang Luan, Maria Rosamawati; Lio, Stefanus; Margaretha, Dhiu
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.112142

Abstract

Guru bimbingan dan konseling memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menengah pertama. Namun, kinerja guru bimbingan dan konseling di sekolah khususnya SMP Asuhan Yayasan Swastisari Kota Kupang terhambat oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penghambat kinerja guru bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru-guru bimbingan dan konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menghambat kinerja guru bimbingan dan konseling yaitu kurangnya dukungan sekolah terutama terkait tidak adanya jam bimbingan dan konseling khusus dan kurangnya perhatian terhadap peran guru bimbingan dan konseling, sarana dan prasaran tidak memadai terutama terkait ruang bimbingan dan konseling yang tidak memadai dan tidak adanya ruang khusus konseling, kurangnya kolaborasi terutama terkait kurangnya komunikasi dan kerja sama dengan wali kelas dan orang tua siswa, kurangnya keterbukaan siswa terutama terkait kurangnya kepercayaan siswa terhadap guru bimbingan dan konseling, serta kurangnya motivasi siswa untuk datang ke ruang konseling. Dapat disimpulkan bahwa kinerja guru Bimbingan dan Konseling (BK) masih terhambat oleh berbagai faktor, baik secara struktural maupun interpersonal. Secara struktural, tidak adanya alokasi jam BK, keterbatasan sarana dan prasarana, serta ketiadaan ruang konseling khusus menjadi kendala utama dalam optimalisasi layanan.