Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Counseling on the Importance of Early Detection of Growth and Development in Children with Special Needs at the Einstein Sukoharjo Early Childhood Education Center Rina Koesoema Wardani; Arif Pristianto; Dwi Rosella Komala Sari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.128 KB)

Abstract

Umumnya para orang tua berharap memiliki anak yang normal, baik fisik maupun mental. Pada kenyataannya tidak semua anak terlahir dengan kondisi normal. Prevalensi anak berkebutuhan khusus di indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Cerebral palsy (CP) adalah salah satu kasus kecacatan perkembangan dan pertumbuhan. CP tidak sebatas patologis tunggal dan meliputi gangguan pada berbagai fungsi motoric namun juga mencakup pada gerakan tubuh, kontrol otot, koordinasi otot, refleks, motorik halus, motorik kasar keterampilan, fungsi motorik mulut, postur, dan keseimbangan. Deteksi dini menggunakan DDST (Denver Development Screening Tes) dan terapi latihan sangat efektif digunakan dalam kasus CP. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan orarng tua tentang pentingnya deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan pada anak berkebutuhan khusus (ABK). Hasil dari pengabdian ini berupa meningkatnya tingkat pemahaman orang tua tentang pentingnya deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan serta meningkatnya kemampuan dalam melakukan deteksi dini dan terapi latihan di rumah.
Manajement Fisioterapi Pada Bell’s Palsy sinistra: A Report Study D Dermin; Dwi Rosella Komalasari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Bell’s Palsy adalah penyakit paralisis nervus kranialis ke 7 yang menyebabkan kelemahan sementara otot-otot wajah sesisi, sehingga pasien tidak mampu menutup mata, bersiul, mengangkat alis dan tersenyum. Penyebab penyakit ini belum diketahui, tanpa adanya kelainan neurologik lainnya. Intervensi fisioterapi dengan menggunakan Infra Red Radiation, massage dan mirror exercise diketahui dapat meningkatan kemampuan fungsional dan kekuatan otot-otot wajah pada kondisi Bell’s Palsy. Tujuan : Untuk mengetahui manfaat infra red, massage dan mirror exercise terhadap kemampuan fungsional otot wajah pada penderita bell’s palsy. Metode : Seorang laki-laki usia 65 tahun dengan kondisi bell’s palsy sinistra. Diberikan modalitas berupa infra red, massage dan mirror exercise selama 3 kali pertemuan. Infra red diberikan selama 15 menit di area otot-otot wajah sebelah kiri. Massage yang diberikan dengan teknik Efflurage, stroking, finger kneading dan tapotement selama 10 menit. Mirror exercise berupa mengangkat alis, mengerutkan dahi, menutup mata, tersenyum, bersiul, mencucu, menarik sudut mulut kesamping kanan maupun kiri, mengembang-kempiskan cuping hidung yang diberikan selama selama 10 menit. Evaluasi kemampuan fungsional otot wajah menggunakan skala ugo fisc. Hasil : Terdapat peningkatan kemampuan fungsional, saat diam nilai 6, mengerutkan dahi nilai 6, menutup mata nilai 9, tersenyum nilai 3, bersiul nilai 0. Kesimpulan : terapi Infra Red dikombinasikan dengan massage dan mirror exercise yang dilakukan selama 3 kali pertemuan sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan fungsional otot wajah pada penderita bells palsy sinistra
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Post Orif Fraktur Humerus Distal Yeni Setyaningratri; Dwi Rosella Komalasari; I Ismadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Fraktur humerus distal adalah patah diujung bawah tulang lengan atas, salah satu dari tiga tulang yang bersatu untuk membentuk sendi elbow. Salah satu penanganan kondisi ini dengan dilakukan pembedahan ORIF (Open Reduction Internal Fixation). Salah satu rehabilitasi fisioterapi menggunakan terapi latihan secara aktif maupun pasif, baik menggunakan alat maupun tanpa menggunakan alat. Yang dapat membantu pemulihan kekuatan otot, tendon, ligament, serta dapat mempertahankan stabilitas sendi dan menambah lingkup gerak sendi (LGS). Tujuan : Untuk mengetahui efek penatalaksaan fisioterapi pada post ORIF fraktur humerus distal sinistra terhadap penurunan nyeri dan peningkatan LGS elbow. Metode: Studi kasus ini dilakukan pada seorang pasien post ORIF fraktur humerus distal sinistra di RSUD Wonosari. Problematika yang dialami pasien adalah terdapat nyeri, dan penurunan LGS elbow. Intervensi fisioterapi yang diberikan adalah instrument assisted soft tissue mobilization (IASTM) dikombinasikan dengan resisted active exercise dilakukan 1x/minggu selama 1 bulan. Hasil: Pemeriksaan nyeri dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) menunjukkan penurunan nyeri diam dari 1 menjadi 0, nyeri tekan dari 6 menjadi 2 dan nyeri gerak dari 7 menjadi 3, LGS diukur dengan goniometer untuk ekstensi & fleksi elbow dimana T0: S.130o-0o-70o menjadi S.155o-0o-95o. Kesimpulan : Intervensi IASTM dikombinasikan dengan resisted active exercise 1x/minggu selama 1 bulan, mampu menurunkan nyeri serta dapat meningkatan lingkup gerak sendi elbow.
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Sprain Ankle Sinistra: A Case Report Yeni Setyaningratri; Dwi Rosella Komalasari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sprain ankle adalah cedera pada ligament ankle karena adanya overstretch dengan posisi plantar flexi dan inversi yang terjadi secara mendadak saat kaki tidak mampu menumpu pada permukaan tanah dengan sempurna. Rehabilitasi pasca cedera harus dilakukan dengan tepat untuk menghindari terjadinya cedera berulang. Salah satu rehabilitasi fisioterapi menggunakan elektroterapi dan terapi latihan secara aktif maupun pasif. Yang dapat membantu pemulihan kekuatan otot, tendon, ligament, serta dapat mempertahankan stabilitas sendi dan menambah range of motion (ROM). Tujuan: Untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada sprain ankle terhadap nyeri, kekuatan grup otot flexor, extensor, inversor, eversor ankle, serta peningkatan range of motion ankle. Metode: Studi kasus ini dilakukan pada seorang pasien sprain ankle di Bintang Physio Klinik. Problematika yang dialami pasien adalah terdapat nyeri dan terdapat kelemahan otot dorsi flexor, plantar flexsor, invertor, evertor ankle. Intervensi fisioterapi yang diberikan adalah elektroterapi yang dikombinasikan dengan terapi latihan dilakukan selama 1 kali/minggu selama 1 bulan. Hasil: Pemeriksaan nyeri dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) menunjukkan penurunan nyeri tekan 3 menjadi 0, nyeri gerak 4 menjadi 2, dan nyeri diam tetap 0. Kekuatan otot diukur dengan Manual Muscle Testing (MMT) otot dorsi flexor, plantar flexsor, invertor, evertor ankle dengan nilai 4 menjadi 5. Range of motion (ROM) diukur dengan goniometer pada gerakan plantar-dorso flexi S:15-0-35 menjadi S.20o-0o-35o, sedangkan pada gerakan inversi-eversi R:30-0-15 menjadi R:30-0-20. Kesimpulan: Intervensi elektroterapi dikombinasika dengan terapi latihan 1x/minggu selama 1 bulan mampu menurunkan nyeri, meningkatkan kekuatan otot tungkai bawah serta meningkatkan range of motion ankle.
Case Report : Intervensi Fisioterapi Pada Kasus Tear Meniscus Medial Dextra Eka Widya Susanti; Dwi Rosella Komalasari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tear meniscus adalah terjadinya robekan pada bantalan atau jaringan tulang rawan pada persendian lutut yang disebabkan karena degenerative maupun traumatic yang sering terjadi saat berolahraga bahkan saat melakukan aktivitas sehari- hari. Dari problematika pasien dengan kasus tear meniscus menimbulkan beberapa masalah seperti adanya nyeri, adanya penurunan kekuatan otot serta adanya penurunan aktivitas fungsional. Dari permasalahan tersebut fisioterapi dapat memberikan intervensi berupa ultra sound, icing, exercise (mobilisasi patella, hamstring setting, quadriceps setting, slight right raise (SLR) dan Transcutaneous Electrical NerveStimulation (TENS). Penatalaksanaan fisioterapi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi pada kasus tear meniscus. Metode penelitian ini dilakukan secara langsung kepada 1 pasien yang mengalami tear meniscus selama 3 kali pertemuan fisioterapi. Didapatkan hasil yang signifikan dalam penurunan nyeri, adanya peningkatan aktivitas fungsional serta belum adanya peningkatan kekuatan otot yang signifikan. Kesimpulan yang didapatkan pada penatalaksanaan fisioterapi pada kasus tear meniscus terbukti dapat mengurangi nyeri dan meningkatkan aktivitas fungsional.
Counseling on the Importance of Early Detection of Growth and Development in Children with Special Needs at the Einstein Sukoharjo Early Childhood Education Center Wardani, Rina Koesoema; Pristianto, Arif; Sari, Dwi Rosella Komala
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umumnya para orang tua berharap memiliki anak yang normal, baik fisik maupun mental. Pada kenyataannya tidak semua anak terlahir dengan kondisi normal. Prevalensi anak berkebutuhan khusus di indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Cerebral palsy (CP) adalah salah satu kasus kecacatan perkembangan dan pertumbuhan. CP tidak sebatas patologis tunggal dan meliputi gangguan pada berbagai fungsi motoric namun juga mencakup pada gerakan tubuh, kontrol otot, koordinasi otot, refleks, motorik halus, motorik kasar keterampilan, fungsi motorik mulut, postur, dan keseimbangan. Deteksi dini menggunakan DDST (Denver Development Screening Tes) dan terapi latihan sangat efektif digunakan dalam kasus CP. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan orarng tua tentang pentingnya deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan pada anak berkebutuhan khusus (ABK). Hasil dari pengabdian ini berupa meningkatnya tingkat pemahaman orang tua tentang pentingnya deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan serta meningkatnya kemampuan dalam melakukan deteksi dini dan terapi latihan di rumah.
Risk Factor of Falling in Individual with Type 2 Diabetes Mellitus Sari, Dwi Rosella Komala; Pristianto, Arif
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 17th University Research Colloquium 2023: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) is characterized by hyperglycemia. Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a common type of DM. It gives microvascular and macrovascular complications in the body. The diabetic peripheral neuropathy (DPN) is declared as the highest complication of T2DM, about two third cases of DM. It impacts to high risk of falling. As well the duration of DM and body balance also contributed to balance stability. Poor of those factors increase the risk of falling. However, previous studies have not declared the dominant factor contributing to falling in individuals with T2DM. Purpose: The purpose of this study was to determine the dominant factors contributing in the risk factors of falling risk in individuals with T2DM. Methods: The patients confirmed T2DM by medical diagnosis and had 5 years above of T2DM. The glycemic level was set by taken blood sample from intravenous after fasted for 8 hours. The Michigan Neuropathy Screening Instrument (MNSI) was used to screen the DPN. The static balance was measured by the Berg Balance Scale (BBS), while dynamic balance was measured by Time Up and Go test. The risk of falling was confirmed by the cut score of the Timed Up and Go test. This study has done in DM community, Surakarta, Central Java, Indonesia. Results: The correlation test showed the duration of DM and DPN had correlation with balance. had a contribution to the risk of falling significantly (p-value <0.05). The Logistic Regression Model presented the duration of DM (OR : 1.008, p-value=0.001, 95% CI = 1.518 – 4.943) dan balance (OR = 0.317, p-value = 0.001, 955 CI = 1.518 – 4.943) influenced the risk of falling in individuals with T2DM. Conclusion: The longer suffer of DM and uncontrol glycemic level induced the development of DPN. The duration of suffering from DM must be accompanied by good lifestyle management to avoid development some complications of DM.
Co-Authors Abidah Aristawati, Salwa Abyori Daru Murtama Adnan Faris Naufal Agus Widodo Agus Widodo Ahmad Rifai Aifa Azzahra Aldin Nasrun Minalloh Amar busro Amelia Tirta Lestari Anas Rusmanto, Salma Andera Prastina Sukmawati Anggraini, Ricky Diah Ayu Annisa Khusnul Khotimah Arif Pristianto Arin Supriyadi Arin Supriyadi Asrani, Muhammad Atikasari, Dewi Ayu Aulia Safa’ Nabila Aviva Tunisyia Ayu Maharani, Brilian Mustika Bahertha Rachmatika D Dermin Dela Ramona Desi Rahmadhina Putri Devia Putri Agnesia DIAN LESTARI Eka Widya Susanti Endrawati, Mira Yuga Ernanda Zainovita Fahra Fadhilla Fakhri Khairullah Farid Rahman Farita Adhynda Amithya Fatikhul Ikhsan, Diyas Fauziah, Salsabila Fitra, Hapsari Winanti Fitri Kurniasari Fitri Naida Pitaloka Halim, Mardianto Hanabilla Rawdhatul Jannah HERU PURNOMO Hifayati, Laily Maulida Nur I Ismadi Iin Rohayani Ilham Yugantara Indra Pratama Isnaeni Herawati Kingkinarti Konara Budi Sudrajat Kurniady, Devi Arhamevia Leo Muchamad Dachlan lestari, sulis Lu'lu'ul Muslimah M. Herman Mely Erlika Sari Muhammad Isa Hanafi Muhammad Raihan Maulidan Nadhirah, Sabina Azka Nafisa Destriana Putri Nur Fauziyah, Luluk Nur Laisya Mayeda Nuraini, Farah Hanifah Nurbaity, Annisa Nurul Azizah Perdana, Suryo Saputra Pipit, Kurniawati Pratama, Cafin Surya Putra Pratiwi, Rossy Eka Prihastomo, Teguh Purbasasana, P Rabiatul Adawiya Raden Andrea Zalfa Zaki Gazella Raden Shafira Saniyyah Ramadhani Radinda, Indiana Rahma Septiara Rezky Guna Putra Rina Koesoema Wardani Ririt Eka Lestari Ronald Rizal Shidiq Sabina Afifatuzzahra Safari Wahyu Jatmiko Saffanah, Dintha Nadhira Safitri, Weni Salmi, Umi Salsabila Nurul Fitri Salsabila Nurul Fitri Serina Laurenza Putri Rianto Shafira Rizky Nur Khairunnisa Siti Azzura Zain Siti Fadhilah Sudarmi Suryo Saputra Perdana Susilo, Ridwan Andi Suwendra, Ria Syaharani Altrisnisa, Anindya Tambing, Nabila Yusril Ihza Lestari Sallu Tessya Hadika Novitasari Theofany, Audina Puteri Fasya Theresia, Ribka Tiara Sang Ether Asy shifa Tomiana Tomiana Tri Nurhidayati Tsania Haifa’ Kurniahadi Ulfa, Merinda Umi Budi Rahayu Valentina Febri Marzaleva Wahyu Tri Sudaryanto Wahyuni Wahyuni Wardani, Rina Koesoema Warih Sri Widodo Widiatmi, Sri Widya Rendranandini wijianto - Wijianto - Wijianto Wijianto Yeni Setyaningratri Yngvie Salma Kirani Zara Sugiyarti