Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGUE HEMORAGIC FEVER (DHF) DENGAN TERAPI KOMPRES HANGAT TERHADAP HIPERTERMI DI RUANG PERAWATAN UTAMA 2 RS AN-NISA TANGERANG Dewi Rara Fauziah; Cicirosnita J. Idu; Samrotul Fuadah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i1.5350

Abstract

Latar Belakang : Dengue Hemorrhagic Fever merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang ditandai dengan demam tinggi 2-7 hari. Dengue haemorragic fever telah muncul sebagai penyakit yang disebabkan vektor yang paling luas dan meningkat pesat di dunia. 2,5 miliar orang di seluruh dunia yang tinggal di negara tropis berisiko tertular demam berdarah, 1,3 miliar tinggal di daerah endemis dengue di 10 negara Asia Tenggara. Tujuan : Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk menganalisis pemberian terapi kompres hangat terhadap penurunan suhu tubuh pada pasien DHF dengan Hipertermia. Metode : Pemberian intervensi asuhan keperawatan dan terapi kompres hangat untuk mengatasi hipertermia. Hasil : Berdasarkan studi kasus pada pasien kelolaan didapatkan pemberian terapi kompres hangat memiliki pengaruh terhadap penurunan hipertermia pada Tn. H selama 3 hari.
HUBUNGAN ANTARA MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN TANGERANG Muhammad Miftahul Ilmi; Jaenudin Saputra; Cicirosnita J. Idu
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i1.5362

Abstract

Latar Belakang: Mutu pelayanan keperawatan dan kepuasan pasien menjadi tolok ukur utama layanan kesehatan di rumah sakit. RSUD Kabupaten Tangerang menghadapi tantangan menjaga standar pelayanan optimal di tengah meningkatnya kunjungan pasien. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Mutu Pelayanan Keperawatan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di RSUD Kabupaten Tangerang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dipilih melalui metode purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 107 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil Penelitian: Mayoritas responden (77,6%) menilai mutu pelayanan keperawatan di RSUD Kabupaten Tangerang berada pada kategori tinggi. Selain itu, sebagian besar responden (60,7%) melaporkan tingkat kepuasan pasien rawat inap yang tinggi. Temuan ini mengindikasikan persepsi yang umumnya positif terhadap kualitas layanan keperawatan dan tingkat kepuasan yang baik di kalangan pasien rawat inap RSUD Kabupaten Tangerang. Analisis chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien (p-value = 0,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di RSUD Kabupaten Tangerang.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HIDRONEFROSIS DENGAN TERAPI BENSON TERHADAP INTENSITAS NYERI POST OPERASI UTERESCOPY (URS) DI RUANG PERAWATAN BEDAH RS AN-NISA TANGERANG Utari Nursafitri; Cicirosnita J.idu; Samrotul Fuadah
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i2.5427

Abstract

Latar belakang : Hidronefrosis merupakan penyakit pembesaran ginjal akibat adanya timbunan urine, yang disebabkan oleh sumbatan pada saluran kemih sehingga urine mengalir kembali ke ginjal. Tujuan : Studi kasus ini bertujuan untuk mampu menerapkan asuhan keperawatan pada pasien Hidronefrosis dengan pemberian intervensi Terapi benson terhadap Intensitas nyeri pre operasi dan post operasi di ruang perawatan bedah RS An-Nisa Tangerang. Metode : Metode yang digunakan adalah pengkajian intensitas nyeri dengan menggunakan numerical rating scale dengan 0 : tidak nyeri. 1-3 : nyeri ringan. 4-6 : nyeri sedang. 7 - 9 : nyeri berat. 10 : nyeri sangat berat. Dan pemberian terapi benson terhadap intensitas nyeri. Hasil : Berdasarkan hasil didapatkan uji yang digunakan adalah Uji Paired Sample T-test dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil pengolahan data maka didapatkan nilai sig. sebesar 0,000 sehingga bisa disimpulkan adanya nilai signifikan dengan intervensi diberikannya terapi benson terhadap intensitas nyeri post operasi Uterescopy (URS).Kesimpulan : Implementasi dan evaluasi terapi benson menjadi salah satu tindakan manajemen nyeri secara non farmakologi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SUKAWALI Muhammad Aditia; Jaenudin Saputra; Cicirosnita J.Idu
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v7i3.5529

Abstract

Latar belakang : Tuberkolosis paru adalah jenis penyakit menular yang cenderung meningkat jumlah kasusnyadi seluruh dunia setiap tahun. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan kebiasaan merokokdengan kejadian tuberkulosis paru. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif denganpengambilan sampel pada penelitian ini dengan cara total sampling. jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh dari populasi yang diambil, sebanyak 95 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling Hasil :Berdasarkan analisa bivariat dengan menggunakan uji chi-square bahwa p-value 0,001 ≤ 0,05. Kesimpulan : Hasil menunjukan nilai signifikasi dari Hubungan Pengetahuan Dan Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Sukawali dengan nilai p-value=0,001 (≤0,05) maka H1 diterima yang artinyaterdapat Hubungan Pengetahuan Dan Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Sukawali. Saran : Diharapkan dapat dijadikan sebagai referensi pengetahuan dan pengembangan ilmukeperawatan terutama dalam Pengetahuan Dan Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru.
HUBUNGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI KELAS VIII SMPN 1 MAUK Navalia, Navalia; Nuryani, Nuryani; Cicirosnita J.Idu
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i1.5675

Abstract

Latar Belakang: Keputihan (flour albus, leucorrhea, white discharge) adalah keluarnya secret atau cairan berlebihan dari saluran reproduksi perempuan (vagina). Keputihan dapat berupa fisiologis atau patologis, tergantung dari variasi, warna, bau, dan konstitensi. Penyebab keputihan pada remaja umumnya adalah pengetahuan dan perilaku personal hygiene yang kurang baik, diantaranya kebiasaan setelah buang air kecil yang kurang baik, rendahnya kesadaran untuk mencuci tangan, penggunaan sabun vagina, penggunaan celana dalam yang ketat dan frekuensi penggantian pembalut saat menstruasi yang merupakan faktor pencetus kejadian keputihan pada remaja. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri kelas VIII SMPN 1 Mauk. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan rancangan cross sectional. Menggunakan teknik random sampling dengan sampel berjumlah 149 responden dengan menggunakan analisis uji chi-square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa 71 reponden (47.7%) memiliki perilaku personal hygiene kurang dan 84 responden (56.4%) mengalami keputihan kurang. Hasil uji chi-square hubungan perilaku personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri kelas VIII SMPN 1 Mauk didapatkan nilai p-value 0.000 < 0.05. Kesimpulan: terdapat hubungan antara perilaku personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri kelas VIII SMPN 1 Mauk.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG SADARI SEBAGAI DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA KELAS IX SMPN 1 MAUK KABUPATEN TANGERANG Nunu Soleha; Nuryani, Nuryani; Cicirosnita J.Idu
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i2.5834

Abstract

Latar Belakang: Remaja putri yang mendapat menstruasi pertama lebih awal mempunyai paparan hormon estrogen lebih lama dalam hidupnya sehingga potensi terjadinya kelainan pada payudara cukup besar. Deteksi dini merupakan suatu langkah yang sangat penting untuk mengurangi tingkat kematian karena kanker payudara yang dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan payudara sendiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang sadari sebagai deteksi dini kanker payudara kelas IX SMPN 1 Mauk Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 112 responden dengan teknik pengambilan sampel teknik Purposive sampling, Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data dianalisa dengan uji chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan sebagian besar yaitu 53 orang (52,0%) dalam kategori kurang, Sikap remaja sebagian besar yaitu 73 orang (71,6%) dalam kategori negatif. Hasil uji Chi-Square hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara didapatkan nilai p value sebesar 0.000 (p < 0.05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara dan Sikap remaja di SMPN 1 Mauk Kabupaten Tangerang.
Penggunaan Honey Dressing dan Povidone Iodine untuk Ulkus Kaki Diabetes: Systematic Review Cicirosnita Jayadi Idu; Josepha Mariana Tamaela; Anggi Lukman Wicaksana
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/bjh6m485

Abstract

Latar Belakang: Dengan semakin meningkatnya penderita ulkus kaki diabetes, dan jenis luka yangkronis dan membutuhkan waktu yang lama untuk penyembuhan maka semakin banyak inovasi untukmempercepat penyambuhan luka. Salah satunya dengan pengunaan balutan yang digunakan denganberbagai jenis mulai dari konvensional hingga modern. Tujuan: Tinjauan ini ditujukan ntuk mengetahuiefektifitas pengunaan honey dressing dibandingkan povidone iodine pada ulkus kaki diabetes. Metode:Tinjauan sistematis digunakan sebagai metode dalam laporan ini. Artikel diperoleh dari PubMed, GoogleScholar Sciencedirect, dan EBSCO dengan kata kunci pencarian:“Diabetic foot ulcer”, “Honeydressing”, “Povidone iodine dressing”, dan “wound healing” dari jurnal yang terbit sejak 20 tahunterkahir. Selanjutnya dianalisis menggunakan analisis konten. Hasil: Dalam pengobatan ulkus kakidiabetes terdapat berbagai balutan yang bertujuan untuk pengobatan ulkus kaki namun hingga saat inibelum ada satu dressing yang tepat untuk mempercepat penyembuhan dan selalu dikembangkan. Hasildari analisis ini menjelaskan bahwa honey dressing memiliki manfaat lebih baik dibandingkanpenggunaan povidone iodine. Manfaat tersebut yaitu berpangaruh pada total penyembuhan luka,mempercepat waktu penyembuhan luka, dan ukuran luka. Kesimpulan: Upaya untuk mempercepatpenyembuhan ulkus kaki diabetes dengan mengunakan honey dressing telah menujukan manfaat yangdiharapkan sehingga hal ini dapat menjadi alternative dressing dalam pemilihan perawatan ulkus kakidiabetes.
Intervensi SEFT terapi terhadap intensitas nyeri pada pasien post operasi laparatomi tumor abdomen Palupi, Abdillah Kurnia; Idu, Cicirosnita J.; Hambali, Ahmad
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 4 No 2 (2024): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v4i2.1064

Abstract

Latar Belakang: Sebanyak 80 juta pasien dilaporkan melakukan operasi laparatomi di berbagai rumah sakit global pada tahun 2020. Teknik Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), yang mengintegrasikan sistem energi dan spiritual tubuh dengan mengetuk beberapa titik spesifik pada tubuh, ditawarkan sebagai metode pengobatan.Metode: Dalam penelitian ini, diterapkan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus dalam asuhan keperawatan, termasuk implementasi intervensi SEFT selama tiga hari terhadap subjek yang diamati.Hasil: Terapi SEFT yang diberikan kepada kasus sebelum perlakuan menghasilkan data nyeri awal dengan skala 6. Intensitas nyeri tersebut mengalami penurunan hingga mencapai skala ringan (2) pada hari ketiga setelah perlakuan SEFT. Selanjutnya, dilakukan uji paired sample t-Test dengan hasilsebesar 0,035, lebih kecil dari taraf signifikan α = 0,05. Hasil ini memperlihatkan bahwa terapi SEFT memiliki efek signifikan dalam mengurangi skala nyeri luka pasca operasi.Kesimpulan: Terapi intervensi Spiritual Emotional Freedome Tecnique (Seft) mampu menekan dan menurunkan rangsangan nyeri yang dihandarkan oleh impuls syaraf sehingga menurunya intensitas nyeri yang dirasakan pasien dengan post op.
The Pencegahan Risiko Kanker Melalui Edukasi Perilaku Menetap dan Aktivitas Fisik pada Remaja Putri di Rumah Kasih Harmoni Paya Jaras Malaysia : Pencegahan Risiko Kanker Melalui Edukasi Perilaku Menetap dan Aktivitas Fisik pada Remaja Putri di Rumah Kasih Harmoni Paya Jaras Malaysia Idu, Cicirosnita Jayadi; Binti Saad, Zahrah; Noviana, Nisa; Zahrah, Repika; Viola, Regina Sekar
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.18059

Abstract

Latar Belakang: Kanker merupakan salah satu penyakit yang menyumbang angka kesakitan dan kematian terbanyak pada populasi dunia di dunia termasuk pada remaja. Peningkatan ini disebabkan oleh adanya pergeseran perilaku masyarakat ke gaya hidup menetap dan kurang aktivitas fisik, sehingga pendidikan kesehatan perlu untuk dilakukan. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pencegahan risiko kanker melalui edukasi perilaku menetap dan aktivitas fisik pada remaja putri. Metode: metode kegiatan menggunakan pendidikan masyarakat melalui media poster selama 75 menit di Rumah Kasih Harmoni Paya Jaras Malaysia. Hasil: Mayoritas peserta adalah remaja putri usia 11 – 18 tahun. Sebelum diberikan edukasi peserta melaporkan lebih sering melakukan perilaku menetap seperti berbaring dan duduk dibandingkan berolahraga, dengan kategori memiliki pengetahuan cukup (50%). Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, peserta menyampaikan telah memahami tentang perilaku menetap dan kategori aktivitas fisik, dengan mayoritas dalam kategori pengetahuan baik (67,6%). Peserta mau untuk melakukan perubahan dalam peningkatan aktivitas fisik Kesimpulan: adanya perubahan pengetahuan remaja tentang perilaku menetap dan aktivitas fisi, serta remaja lebih mengerti dan mau melakukan peningkatan aktivitas fisik dan mengurangi perilaku menetap, guna mengurangi risiko kanker.
Factors Related to the Quality of Life of Patients with Breast Cancer Undergoing Chemotherapy at Dharmais Cancer Hospital Mutiara, Septy; Yulianto, Sherly Putri; Shinta, Shinta; Marta, Shinta; Susilowati, Shinta; Masfufah, Dian Siti; Idu, Cicirosnita Jayadi; Ngasu, Kristina Everentia
Indonesian Journal of Cancer Vol 19, No 3 (2025): September
Publisher : http://dharmais.co.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v19i3.1331

Abstract

Background: Breast cancer is one of the most common cancers in the world, and patients commonly undergo chemotherapy. Chemotherapy adherence and other factors are associated with reduced quality of life (QoL) in patients with breast cancer. This study aimed to determine factors that influence the decreased QoL of breast cancer patients and the probability of reducing the QoL of patients with breast cancer.Method: A cross-sectional research design was employed with 159 respondents, using a purposive sampling technique. The criteria were patients with breast cancer undergoing chemotherapy, without experiencing decreased activity due to disability or respiratory disorders. The questionnaires were the Adolescent Scale Activity Questionnaire (ASAQ), chemotherapy compliance questionnaire, International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), body image scale questionnaire, Malnutrition Screening Tool (MST), spiritual well-being scale (SWBS), and the European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Questionnaire-Breast 23 (EORTC QLQ-BR23). Analysis was conducted using a chi-square test and a multivariate logistic regression. The research has been tested ethically by Dharmais Cancer Hospital.Results: Most patients with breast cancer undergoing chemotherapy at Dharmais Cancer Hospital were in the age category of ≤ 45 years (38.5%), secondary education or less (76.1%), unemployed (64.8%), and stage III (56.6%). The overall research results were sedentary behavior (OR=0.05, 95%CI:0.01-0.38), chemotherapy adherence (OR=9.94, 95%CI:2.12-46.57), daily physical activity (OR=5.65, 95%CI:1.21-26.40), body image (OR=20.44, 95%CI:2.59-161.61), and spiritual well-being (OR=10.78, 95%CI:2.86-40.57), identified as factors associated with QoL in patients with breast cancer. Meanwhile, the strength of the most significant relationship was high sedentary behavior (OR=9.10, SE: 1.16), and the smallest was low spiritual well-being (OR=0.07, SE: 1.03).Conclusion: We found that high sedentary behavior, non-compliant chemotherapy adherence, low daily physical activity, negative body image, and low spiritual well-being were related to decreased QoL in patients with breast cancer.