Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hubungan Antara Literasi Kesehatan Dengan Kualitas Hidup Siswa SMKN 9 Kota Tangerang Anisatun Zahroh; Eka Noviana Nasriyanto; Cicirosnita J.Idu
Jurnal Dunia Ilmu Kesehatan (JURDIKES) Vol. 2 No. 1 (2024): JURDIKES - JUNI
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jurdikes.v2i1.153

Abstract

Berdasarkan arus informasi yang terus berkembang, literasi penting untuk memahami informasi. Budaya membaca buku yang rendah di Indonesia menjadi permasalahan yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Indonesia berada di peringkat 62 dari 70 negara, menempatkannya sebagai salah satu dari 10 negara dengan tingkat literasi yang rendah. UNESCO juga mengungkapkan minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0,001 persen. Indonesia ditempatkan di peringkat 60 dari 61 negara dalam hal minat baca. Indonesia menempati urutan ke 40 dari 80 negara yang disurvei dalam hal kualitas hidup. Berdasarkan perbandingan internasional, Indonesia memiliki nilai rendah yaitu 1,8 dari skala 10. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan dengan kualitas hidup siswa SMKN 9 Kota Tangerang. Metode pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner Health Literacy Survey (HLS-EU-SQ-10 IDN) dan World Health Organization Quality Of Life (WHOQOL-BREF) yang telah diadaptasi dan dibagikan ke 212 siswa, dengan metode statistik Chi Square. Hasil analisis hubungan antara literasi kesehatan dengan kualitas hidup diperoleh bahwa ada sebanyak 4 siswa (2,7%) yang bermasalah dengan literasi kesehatan tetapi kualitas hidupnya baik. Sedangkan siswa yang memiliki literasi kesehatan baik, sebanyak 143 siswa (97,2%), kualitas hidupnya juga baik. Berdasarkan uji Chi Square diperoleh nilai p = 0,014.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Operasi Appendiktomi Dengan Pemberian Intervensi Massase Punggung Terhadap Intensitas Nyeri Di Ruangan Seruni RSU Kabupaten Tangerang Tahun 2023 Yulia Sartika Sari; Cicirosnita J. Idu; Zahra Maulidia Septimar
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apendiktomi merupakan operasi pengangangkatan atau pembedahan pada apendiks vermiformis yang telah terinfeksi. Tujuan : untuk mengaplikasikan asuhan keperawatan pada pasien post operasi appendiktomi dengan pemberia intervensi massase punggung terhadap intensitas nyeri. Metode : Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan kuesioner verbal rating scale, implementasi dilakukan selama 3 hari dengan waktu 3-5 menit. Hasil : Hasil penelitian menunjukan adanya efektifitas terapi massase terhadap intensitas nyeri. Kesimpulan : Setelah dilakukan intervensi dan implementasi jurnal yang dilakukan terdapat efektifitas atau pengaruh penerapan terapi massase punggung untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi appendiktomi.
Hubungan Perilaku Menetap dan Aktivitas Fisik terhadap Kualitas Hidup Pasien DM Tipe 2 di RSUD Kabupaten Tangerang Idu, Cicirosnita Jayadi; Ikhyanuddin, Fadly; Ngasu, Kristina Everentia
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 6 No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v6i2.2415

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang berdampak signifikan terhadap penurunan kualitas hidup pasien. Perilaku menetap (sedentary behavior) dan rendahnya aktivitas fisik merupakan faktor risiko yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut. Tujuan: Mengetahui hubungan antara perilaku menetap dan aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 270 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner perilaku menetap, aktivitas fisik, dan kualitas hidup. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi a = 0,05. Hasil: Mayoritas responden berusia 46–55 tahun (30,7%), berjenis kelamin perempuan (57,4%), tidak bekerja (58,9%), dan memiliki lama menderita diabetes 1–5 tahun (45,9%). Sebanyak 58,9% responden memiliki perilaku menetap tinggi, 42,2% aktivitas fisik rendah, dan 60,0% kualitas hidup kurang baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku menetap dengan kualitas hidup (p < 0,001) serta antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup (p < 0,001). Kesimpulan: Perilaku menetap dan aktivitas fisik berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup pasien diabetes mellitus tipe 2. Upaya intervensi kesehatan perlu difokuskan pada pengurangan perilaku menetap dan peningkatan aktivitas fisik untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Optimalisasi Kompetensi Digital Health Kader dalam Pencegahan Dini Stroke di Kelurahan Margasari Idu, Cicirosnita Jayadi; Soleha, Dina Marya; Meliana, Yunda; Arzety, Mahda Aulia; Adnandi, Muhammad Arba
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21926

Abstract

Background: Stroke merupakan penyebab kematian kedua secara global. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian stroke adalah kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat, khususnya kader kesehatan, yang berperan sebagai garda terdepan dalam melakukan skrining dan pencegahan stroke secara dini di masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Digital Health dan pengetahuan kader kesehatan setelah intervensi terkait pencegahan dini stroke di Kelurahan Margasari. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 11 September 2025 dengan melibatkan 22 kader kesehatan. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi kesehatan, pelatihan penggunaan media Digital Health secara langsung, demonstrasi penanganan stroke di rumah, evaluasi pre-post. Hasil: Temuan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kompetensi Digital Health, ditandai dengan penurunan proporsi perserta pada tingkat pemula dari 59,1 % menjadi mayoritas tingkat mandiri (77,3 %) setelah intervensi. Selain itu, pengetahuan kader tentang pencegahan stroke juga mengalami peningkatan, dengan pergeseran dari kategori cukup (63,6 %) menjadi kategori baik (54,5 %) setelah program dilaksanakan. Kesimpulan: Program ini efektif dalam memperkuat kapasitas kader kesehatan dalam memanfaatkan teknologi Digital Health sebagai sarana deteksi dini dan edukasi kesehatan dalam pencegahan stroke di masyarakat. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pelatihan Digital Health dalam strategi pencegahan stroke berbasis komunitas.