Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN BUCKET GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN DI KELURAHAN SITIREJO III Cut Sah Kha Mei Zsazsa; Ramadha Yanti Parinduri; Boby Indra Prayoga
Publikasi Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (SIKEMAS) Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikemas.v5i2.5156

Abstract

This activity is a community service program focused on government policy regarding community empowerment to improve welfare through "bucket" (gift arrangement) making training in Sitirejo III. The objective of this initiative is to empower the community to enhance their well-being. The training provided to the residents of Sitirejo III covered the creation of flower buckets and snack buckets. The activity involved 35 participants divided into seven groups and was conducted through stages comprising preparation, training and implementation, and evaluation. The results of the training demonstrated a significant improvement. This was evident across various assessed aspects—including awareness, speed, skill, proficiency, innovation capability, and motivation—where scores rose from low levels prior to the training to higher levels afterward. Overall, the bucket-making training made a positive contribution toward empowering the community and improving welfare. However, such outcomes rely on optimal support and motivation derived from government policy in the Sitirejo III Urban Village, as the role of leadership is crucial in determining community welfare. Fortunately, the Sitirejo III Urban Village consistently provides facilities for community empowerment training.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Ekonomi Keluarga, Tata Kelola Administrasi, dan Spiritualitas Islam untuk Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Ramadha Yanti Parinduri; Wina Asry; M. Hariadi Hidayat; Yusri Yusri; Nirmadarningsih Hiya; Muhammad Razali; Nunti Sibuea; Boby Indra Prayoga
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i2.841

Abstract

p Kesejahteraan sosial masyarakat tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi semata, melainkan juga oleh kemampuan keluarga dalam mengelola keuangan, menata administrasi rumah tangga secara tertib, serta menginternalisasi nilai-nilai spiritual sebagai landasan etika kehidupan. Dalam konteks inilah, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan secara daring sebagai respons terhadap kebutuhan penguatan kapasitas keluarga dalam tiga aspek fundamental: literasi ekonomi keluarga, tata kelola administrasi rumah tangga, dan spiritualitas Islam. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk keluarga yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga teratur dalam administrasi serta memiliki fondasi moral yang kokoh dalam pengambilan keputusan. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui pelatihan daring selama enam pekan yang mencakup sesi sinkron (Zoom/Google Meet) dan asinkron (modul digital, diskusi WhatsApp, dan tugas praktik). Metode pengajaran berbasis andragogi dan experiential learning diaplikasikan untuk mendorong keterlibatan aktif peserta dewasa. Materi yang diberikan meliputi manajemen keuangan keluarga (perencanaan anggaran, pencatatan pengeluaran, dan investasi syariah), manajemen administrasi rumah tangga (pengarsipan dokumen, pencatatan digital), serta penguatan nilai-nilai spiritual (qanaah, syura, amanah, dan barakah) dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan praktik peserta di ketiga bidang tersebut. Sebanyak 84 Persen peserta mulai mengelola keuangan rumah tangga secara lebih terencana, 67 Persen mengadopsi sistem dokumentasi administratif, dan 79 Persen mengalami peningkatan kesadaran spiritual dalam pengambilan keputusan keluarga. Selain itu, terbentuk komunitas digital yang berfungsi sebagai ruang pendampingan dan kolaborasi antar peserta. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi antara literasi ekonomi, administrasi, dan nilai spiritual mampu menciptakan model pemberdayaan keluarga yang berkelanjutan dan adaptif terhadap dinamika zaman. Dengan pendekatan daring yang inklusif dan materi yang kontekstual, program ini dapat direplikasi oleh institusi pendidikan, pemerintah daerah, maupun lembaga sosial sebagai bentuk intervensi nyata dalam meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan sosial berbasis keluarga. Penggabungan antara aspek rasional dan transendental dalam program ini menjadi kunci terciptanya keluarga sejahtera yang tidak hanya sukses secara ekonomi, tetapi juga beretika dan berkualitas secara spiritual.