Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Formulasi Krim Ekstrak Kulit Buah Lemon (Citrus Limon L.) dan Daun Jambu Biji (Psidii Guajava L.) sebagai Antioksidan Irma, Ade Irma; Indrawati, Teti; Basuki, Witono
Majalah Farmasetika Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i4.54725

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara tropis yang kaya dengan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan diantaranya sebagai kosmetik untuk antioksidan. Tanaman yang memiliki khasiat sebagai antioksidan antara lain kulit buah lemon dan daun jambu biji. Kandungan metabolit sekunder lemon yaitu flavonoid, alkaloid, limonoid, carotenoid, asam fenolat dan minyak atsiri. Daun jambu biji mengandung asam psidiolat, asam kratogolat, asam ursolat asam oleanolat, asam guajaverin, dan asam ursolat. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh sediaan krim yang stabil secara fisika dan kimia serta berkhasiat sebagai antioksidan. Ekstrak kulit buah lemon dan daun jambu biji dibuat secara maserasi kinetik dengan pelarut etanol 70%, kemudian diuapkan dengan evaporator. Sediaan krim dibuat dengan memvariasikan perbandingan jumlah ekstrak kulit buah lemon dan daun jambu biji (1:1, 1:2) untuk formula 1 dan 2. Formula krim terdiri dari ekstrak, asam stearat, setil alkohol, isopropil miristat, trietanolamin, gliserin,propilenglikol, metil paraben, propil paraben, dan akuades. Sediaan krim dikarakterisasi meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas dan aktivitas antioksidan. Hasil evaluasi diperoleh warna coklat kekuningan pada ekstrak kulit lemon dan coklat tua pada ekstrak daun jambu biji. Bau dan bentuk kedua ekstrak yaitu berbau khas dan kental. Homogenitas sediaan krim ekstrak kulit lemon dan daun jambu biji yaitu homogen. Sediaan pada ekstrak kulit lemon memiliki pH 4,46 ± 0,0153 pada ekstrak kulit lemon dan 6,7 ± 0,0200 pada ekstrak daun jambu, daya sebar 6,2 – 7,3 cm, viskositas sebesar (754) Ps – (2132) Ps, sifat alir tiksotropik plastik. Aktivitas antioksidan vitamin C, ekstrak lemon, ekstrak daun jambu biji dan krim kombinasi berturut-turut sebesar 3,26 ± 0,0577 ppm, 16,46 ± 0,3595 ppm, 20,86 ± 0,5546 ppm dan 58,58 ± 0,4842 ppm. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa sediaan krim kombinasi ekstrak kulit lemon dan daun jambu biji (1:2) memiliki potensi yang baik untuk digunakan sebagai kosmetik sebagai antioksidan dan memenuhi karakterisasi sediaan krim yang memenuhi persyaratan sehingga dapat digunakan. 
UJI EFEKTIVITAS DAN STABILITAS HAIR TONIC EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SEBAGAI PERANGSANG PERTUMBUHAN RAMBUT Kartika Sari; Laurensia, Vivi; Bachri, Nurjannah; Mukhsin, Achmad; Indrawati, Teti
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan 2023: Webinar Nasional & Call For Paper
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v8i3.1697

Abstract

External skin protection is one of the functions of hair, hair loss and even baldness are common problems. This condition is caused by two factors, namely genetics and the surrounding environment. Shallots (Allium cepa L.) are tubers that are used as a spice and medicine. The flavonoid and phenol content as antioxidants can rejuvenate and repair damaged hair cells, quercetin and kaempferol increase hair growth and prevent hair loss. This research aims to obtain a hair tonic preparation that has activity as a hair fertilizer and to obtain a hair tonic preparation that has good stability, is safe and efficacious. This research used experimental methods, effectiveness testing with Tanaka and accelerated stability testing. The effectiveness test results of healthy control, negative control, positive control, F2, F3 and F4 on the 21st day showed values respectively 12.8, 12.55, 17. .2, 16.5, 14.45 and 12.2 and stability test pH 5.73-6.82, density 0,990-1,031, brown color, liquid form, aromatic smell. The results showed that the preparation with F2 had the same results as the positive control and had a stable preparation in stability testing for 28 weeks.
Formulasi Sabun Cair Antibakteri Dari Kombinasi Ekstrak Daun Sirih Merah Dan Ekstrak Kulit Lidah Buaya Indrawati, Teti; Muhammad, Alfianur Azmi
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2022.007.02.4

Abstract

Daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) dan kulit lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm.f.) mempunyai manfaat sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitan ini adalah optimasi formula sabun cair kombinasi ekstrak daun sirih merah dan ekstrak kulit lidah buaya sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini dibuat dengan cara ekstrak daun sirih merah dan kulit lidah buaya dimaserasi dengan etanol 96% dan dipekatkan dengan rotary evaporator pada suhu 50°C. Pengujian antibakteri dilakukan terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi sumuran. Kombinasi ekstrak daun sirih merah dan kulit lidah buaya dibuat dalam 3 perbandingan yaitu 2,5% : 7,5%, 10% : 0%, 0% : 10%. Pembuatan sabun cair antibakteri dibuat dengan metode saponifikasi. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi optimum ekstrak daun sirih merah dan kulit lidah buaya dihasilkan pada perbandingan 2,5% : 7,5% dengan aktivitas antibakteri kategori kuat sebesar 19,23 mm. Kombinasi optimum ekstrak daun sirih merah dan kulit lidah buaya 2,5% : 7,5% dapat dibuat sediaan sabun cair antibakteri yang berwarna hijau kecoklatan, pH 8, kadar alkali bebas 0,13%, bobot jenis 1,09 g/mL, stabilitas busa 87%, viskositas 160 cP, rheologi termasuk pseudoplastis tiksotropi, dan memiliki aktivitas antibakteri yang optimum dengan kategori sangat kuat sebesar 26,6 mm
Formulasi Sabun Cair Antibakteri Dari Kombinasi Ekstrak Daun Sirih Merah Dan Ekstrak Kulit Lidah Buaya Indrawati, Teti; Muhammad, Alfianur Azmi
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pji.2022.007.02.4

Abstract

Daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) dan kulit lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm.f.) mempunyai manfaat sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitan ini adalah optimasi formula sabun cair kombinasi ekstrak daun sirih merah dan ekstrak kulit lidah buaya sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini dibuat dengan cara ekstrak daun sirih merah dan kulit lidah buaya dimaserasi dengan etanol 96% dan dipekatkan dengan rotary evaporator pada suhu 50°C. Pengujian antibakteri dilakukan terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi sumuran. Kombinasi ekstrak daun sirih merah dan kulit lidah buaya dibuat dalam 3 perbandingan yaitu 2,5% : 7,5%, 10% : 0%, 0% : 10%. Pembuatan sabun cair antibakteri dibuat dengan metode saponifikasi. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi optimum ekstrak daun sirih merah dan kulit lidah buaya dihasilkan pada perbandingan 2,5% : 7,5% dengan aktivitas antibakteri kategori kuat sebesar 19,23 mm. Kombinasi optimum ekstrak daun sirih merah dan kulit lidah buaya 2,5% : 7,5% dapat dibuat sediaan sabun cair antibakteri yang berwarna hijau kecoklatan, pH 8, kadar alkali bebas 0,13%, bobot jenis 1,09 g/mL, stabilitas busa 87%, viskositas 160 cP, rheologi termasuk pseudoplastis tiksotropi, dan memiliki aktivitas antibakteri yang optimum dengan kategori sangat kuat sebesar 26,6 mm
Pengembangan Formulasi Dan Evaluasi Mutu Sediaan Hair Tonic Ekstrak Bawang Merah (Allium Cepa L.): Formulation Of Development And Quality Evaluation Of Red Onion (Allium Cepa L.) Extract Hair Tonic Sari, Kartika; Bachri, Nurjannah; Mukhsin, Akhmad; Laurensia, Vivi; Indrawati, Teti
Binawan Student Journal Vol. 5 No. 3 (2023)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v5i3.1092

Abstract

Bawang merah (Allium cepa L.) sebagai bumbu dapur dan obat tradisional; penyembuhan luka  dan penyubur rambut. Sediaan penyubur rambut digunakan untuk menstimulasi pertumbuhan rambut. Penelitian ini bertujuan memperoleh ekstrak bawang merah bermutu baik, sediaan penyubur rambut ekstrak bawang merah 2%, 4% dan 6% memenuhi karakteristik sediaan hair tonic yang baik. Ekatraksi bawang merah dengan metode maserasi. Pembuatan hair tonic dengan metode pencampuran. Rendemen ekstrak bawang merah sebesar 30%, berbau khas aromatik, berwarna coklat, bebentuk kental, kadar sari larut air 57,22 ± 0,091, kadar sari larut etanol 40,7 ± 0,966, kadar abu 0,684 ± 0,199, kadar air 0,616 ± 0,210, susut pengeringan 0,79 ± 0,179, sisa etanol 0,06 ± 0,005, kandungan kimia; alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, fenol. Sediaan hair tonic memenuhi karakteristik sediaan yang baik, berbetuk cair, F0 dan F1 tidak berwarna dan tidak berbau sementara untuk F2, F3 dan F4 berbau khas aromatik, berwarna coklat, viskositas 1,47-1,90 dan pH 5,87-6,10.
Antifungal activity of microcapsule propolis from Tetragonula spp. to Candida albicans Pratami, Diah Kartika; Indrawati, Teti; Istikomah, Iis; Farida, Siti; Pujianto, Paksi; Sahlan, Muhamad
Communications in Science and Technology Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.231 KB) | DOI: 10.21924/cst.5.1.2020.178

Abstract

Propolis is a mixture of resin and saliva of Tetragonula spp. that have antifungal activity. The purpose of this study was to develop spray-dried microcapsule propolis (SDMP) and to analyze its antifungal activity to Candida albicans. The SDMP was obtained using a spray drying method by maltodextrin and gum arabic coating. The antifungal activity of SDMP of rough propolis (taken from the outside beehive) and smooth propolis (taken from the inside beehive) was analyzed. The macroscopic characterization showed that SDMP has a powder form with brownish-yellow color. The microscopic characterization showed SDMP has a spherical uniform particle shape with particle size 9.32 - 14.61 µm. The encapsulation efficiency of smooth and rough SDMP was 81.22% and 83.04%; moisture content 5.58% and 5.84%; water solubility 98.19% and 98.31%, respectively. The microbial inhibitory concentration to C. albicans was the diameter of 6.33±1.5 to 10±2.5 mm. SDMP displayed remarkable activity in the assays against C. albicans.
Analisis Perspektif Maslahah terhadap Keputusan Pemerintah terkait Pelegalan Alat Kontrasepsi di Indonesia Wathoni, M. Naufal Addil; Mutawali, Muhammad; Indrawati, Teti
Tasyri' : Journal of Islamic Law Vol. 4 No. 2 (2025): Tasyri'
Publisher : STAINI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53038/tsyr.v4i2.151

Abstract

This study analyzes government policies related to the legalization of contraceptives through the maslahah theory, where the government recently legalized contraceptives in Indonesia for school teenagers in Indonesia. This theory examines how the benefits and harms are contained in government policies related to the legalization of contraceptives in Indonesia. As we know that contraceptives function as a means of preventing pregnancy among married couples who hold the concept of family planning. This study uses a literature study approach, where data and documentation are taken from books, articles, journals, research report notes from previous researchers. This study also uses a normative legal research method with a literature study approach. The main sources include classical and contemporary fiqh books, journal articles, and legal reports. This study identifies that this legalization has two dimensions of maslahah: al-mursalah for married couples, meaning that contraceptives for married couples have benefits, namely as a means of preventing pregnancy and al-mulghah for unmarried adolescent users, meaning that if an unmarried couple uses contraceptives to have sex like a husband and wife, it is still counted as an act of adultery. This research offers a new perspective in understanding the relationship between public policy and maqasid sharia.
EDUKASI PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID PADA PASIEN RADANG TENGGOROKAN Lestiana, Elina; Wulandari, Ainun; Indrawati, Teti; Teodhora; Syafriana, Vilya; Dienillah, Qonita
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v2i3.508

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan kortikosteroid yang rasional dalam penanganan radang tenggorokan, guna mencegah efek samping dan penyalahgunaan obat. Pelaksanaan dilakukan di Apotek Kimia Farma X, Purwakarta, pada 4 November-16 Desember 2024, melibatkan 30 konsumen yang memenuhi kriteria inklusi. Metode kegiatan meliputi penyuluhan tatap muka menggunakan leaflet, komunikasi interaktif, serta evaluasi pengetahuan melalui kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel untuk menilai perubahan tingkat pemahaman. Hasil menunjukkan mayoritas peserta (93,1%) memahami penyebab radang tenggorokan, namun pengetahuan terkait kortikosteroid, seperti sifat farmakologi dan prinsip penghentian bertahap, masih terbatas. Edukasi yang diberikan terbukti efektif meningkatkan pemahaman peserta mengenai indikasi, dosis, dan potensi efek samping kortikosteroid. Intervensi ini mendorong peserta untuk lebih berhati-hati, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum penggunaan, serta mematuhi aturan pemakaian. Implikasi kegiatan ini terhadap masyarakat adalah meningkatnya literasi kesehatan dan rasionalisasi penggunaan obat di tingkat layanan primer. Apotek terbukti dapat menjadi sarana strategis dalam pemberian edukasi obat yang efektif, sehingga dapat berkontribusi dalam menekan risiko penyalahgunaan kortikosteroid dan mendukung pola penggunaan obat yang aman. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan media edukasi yang relevan dan teknologi digital agar jangkauan lebih luas.
Skincare Antijerawat: Formulasi Masker Gel Peel-Off Etil P-Metoksisinamat dari Kaempferia galanga L dengan Polivinill Alkohol sebagai Gelling Agent Kusuma, Ika Maruya; Indrawati, Teti; Zulfah, Zulfah
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Medicamento (In progress)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v11i2.11465

Abstract

Herbal medicines are increasingly used as antibacterial therapy due to their accessibility and affordability. Kaempferia galanga L. (kencur) rhizome contains ethyl p-methoxycinnamate (EPMS), an active compound with anti-acne properties. EPMS at 1.2% in cream formulations has shown antibacterial activity against Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, and Staphylococcus aureus. However, creams are unsuitable for oily skin as they may worsen acne. Peel-off gels offer a better alternative because it is non-greasy, supports exfoliation, stimulates cell regeneration, minimizes pores, and helps cleanse and moisturize the skin. This study aimed to formulate a physically stable anti-acne peel-off gel containing EPMS using polyvinyl alcohol (PVA) at 10% and 12%. EPMS was isolated from kencur rhizome and incorporated into gel bases. Evaluations included organoleptic properties, viscosity, homogeneity, pH, drying time, spreadability, and accelerated stability at 27 ± 2 °C and 40 ± 2 °C for 21 days. Results showed that EPMS can be successfully formulated into peel-off gels with PVA 10% and 12%. The gels exhibited yellowish-white color, honey-like odor, homogeneity, pH 5.21–5.35, drying time 17–30 minutes, spreadability 55–68 mm, and viscosity 4,900–16,000 cPs. All formulations maintained physical stability under test conditions. This study provides a scientific basis for the development of natural-based cosmetic products that are safe, particularly for oily skin, and do not worsen acne conditions.
Anti-inflammatory effectiveness of Cymbopogon citratus DC. Staff in Na CMC gel preparation Indrawati, Teti; Hakim, Zainur Rahman; Rahayu, Renu; Djuhariah, Yayah St
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 23 No 2 (2025): JIFI
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v23i2.1668

Abstract

Cymbopogon citratus DC. Stapf contains saponins, tannins, and flavonoids. Traditionally, tea from lemongrass leaves is useful as an anti-inflammatory, anti-malarial, anti-mutagenic, anti-mycobacterial, antioxidant, hypoglycemic, and neurobehavioral. A study has been conducted to formulate an anti-inflammatory gel preparation from C. citratus extract. The study was conducted by macerated a C. citratus leafs using 70% ethanol, then evaporated in a rotary evaporator at a temperature of 40 ºC until viscouse extract obtained and evaluated. The anti-inflammatory gel was prepared using Na CMC 6%, with the concentration of C. citratus extract 6%, 8%, and 10%. The resulting gel preparation was evaluated for its physical and chemical properties and then tested for its anti-inflammatory effects using male mice (Mus musculus L.). Flavonoids, alkaloids, tannins, and saponins are found in this C. citratus extract. The characteristics of the C. citratus extract gel made were, brown and dark brown, had a distinctive C. citratus odor, semi-solid, and homogeneous, had a pH of 5.54–5.62, a viscosity value between 57000-73000 cP, had pseudoplastic flow properties, a specific gravity between 1.055-1.078 g/cm3, had an adhesiveness of 231-252 seconds, and a spreadability of 3490.11-3021.20 mm2. The gel contained 10% of C. citratus extract, indicating the highest anti-inflammatory effect, with a decrease in edema diameter of 67.79% in the legs of male mice.