Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Penerapan Critical Path Method (CPM) Pada Pembangunan Gedung Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SDN 1 BBJ Kabupaten Buton Utara Safar Juniad Mbaru, Muhammad Edhi; Sakti, Surya; Sujono, Sujono; Soeparyanto, Try Sugiyarto; Nuhun, Ridwan Syah
Journal of Business Social and Technology Vol. 6 No. 2 (2025): Journal of Business, Social and Technology
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jbt.v6i2.533

Abstract

Latar Belakang: Pembangunan Gedung Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di Sekolah Dasar Negeri 1 Banu-Banua Jaya (BBJ) merupakan bagian dari upaya penguatan infrastruktur pendidikan dasar di wilayah pesisir yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan. Dalam konteks tersebut, perencanaan proyek yang matang menjadi sangat penting untuk mencegah keterlambatan pelaksanaan dan pembengkakan biaya proyek. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan dan menganalisis penjadwalan proyek pembangunan gedung UKS dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM) guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan proyek. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi lapangan, sedangkan data sekunder berupa dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB). Data RAB diolah dengan mengidentifikasi aktivitas proyek, menentukan durasi masing-masing aktivitas, serta menyusun jaringan kerja proyek untuk menghitung jalur kritis menggunakan metode CPM. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur kritis proyek terdiri dari aktivitas A–C–B–E–F–I–J–K dengan total durasi pelaksanaan selama 189 hari kalender atau 27 minggu. Durasi tersebut lebih cepat 25 hari dibandingkan dengan durasi kontrak awal yang direncanakan selama 214 hari. Kesimpulan: Penerapan metode Critical Path Method (CPM) terbukti mampu membantu manajemen proyek dalam mengoptimalkan penggunaan waktu dan sumber daya. Perencanaan teknis yang sistematis dan visualisasi jaringan kerja proyek memungkinkan pelaksana proyek untuk mengantisipasi potensi keterlambatan secara lebih terstruktur dan meningkatkan efektivitas pengendalian jadwal proyek.