I Dewa Kade Tastra
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 166 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR BULUTANGKIS MATA PELAJARAN PENJASKES DENGAN MODEL HANNAFIN AND PECK UNTUK SISWA KELAS IV SEMESTER II DI SDN 1 KAMPUNG BARU TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., I Made Palguna Yasa; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., I Kadek Suartama, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.584 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7628

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui rancang bangun media video pembelajaran; (2) mengetahui validitas hasil pengembangan video pembelajaran; dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan media video pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan model Hannafin And Peck. Penelitian ini melibatkan siswa kelas IV sebanyak 23 orang dan kelas V sebanyak 30 orang di SD Negeri 1 Kampung Baru. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) pencatatan dokumen, (2) kuesioner dan (3) tes. Data yang didapatkan dari metode pencatatan dokumen, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data dari metode kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Menampilkan rancang bangun dari media video pembelajaran yang menghasilkan desain berupa storyboard dan screnshot media video pembelajaran. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 84% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 96% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 91,33 % berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 95% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 89,33% berada pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 18,18. Harga t tabel taraf signifikansi 5% (α = 0,05) adalah 2,021. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar penjaskes siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media video pembelajaran. Kata Kunci : Video pembelajaran, Penjaskes, dan hasil belajar This study aims to (1) determine design instructional video media; (2) determine the validity of the results of the development of instructional videos; and (3) determine the effectiveness of the use of instructional video media. This type of research is the development of research, with models Hannafin And Peck. The study involved fourth grade students as many as 23 people and class V as many as 30 people in SD Negeri 1 Kampung Baru. Collecting data in this study was conducted using (1) the recording of the document, (2) the questionnaire and (3) test. Data obtained from the method of recording documents, analyzed descriptively qualitative. Data from the questionnaires were analyzed by descriptive qualitative and quantitative descriptive. While the data obtained from the test method are analyzed in inferential statistics. Featuring design of instructional video media which resulted in the design in the form of storyboards and video media screnshot learning. The results of expert evaluation of the content of 94% are in excellent qualifications. The results of expert evaluation of the design of 84% are in good qualification. The results of expert evaluation of media by 96% in the excellent qualifications. Individual test results of 91.33% in the excellent qualifications. A small group of test results by 95% in the excellent qualifications. The results of field tests of 89.33% are in good qualification. Learning outcomes manually tally the results obtained t calculate equal to 18.18. Price t table significance level of 5% (α = 0.05) was 2,021. So the price of t is greater than the price of t table so that H0 rejected and H1 accepted. So there are significant differences between the students' learning outcomes PE before and after using the instructional video media. keyword : Video learning, Penjaskes, and learning outcomes
PENGEMBANGAN BUKU CERITA ELEKTRONIK DENGAN METODE STORY TELLING PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS II SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2016/2017 DI SD NEGERI 4 BANYUNING Praditya, Made Apri; Parmiti, Desak Putu; Tastra, I Dewa Kade
Jurnal Edutech Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.494 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v5i2.20367

Abstract

Masalah yang ditemukan di SD Negeri 4 Banyuning adalah hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas II belum memuaskan dikarenakan masih terdapat 10 dari 21 siswa yang belum bisa mengeja kalimat dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan buku cerita elektronik (2) mendeskripsikan kualitas hasil validasi pengembangan buku cerita elektronik yang dikembangkan menurut review para ahli dan uji coba produk, (3) mengetahui efektivitas buku cerita elektronik yang dikembangkan. Penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Rancang bangun buku cerita elektronik mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan model ADDIE meliputi 5 tahapan. (2) buku cerita elektronik mata pelajaran Bahasa Indonesia yang dikembangkan valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan buku cerita elektronik berpredikat sangat baik (83,33%), (b) hasil review ahli buku cerita elektronik menunjukkan produk berpredikat baik (92,5%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan buku cerita elektronik berpredikat sangat baik (92,5%), (d) hasil uji coba perorangan (92,53%), uji coba kelompok kecil (92,73%) dan uji coba lapangan (91,96%). (3) Efektivitas pengembangan menunjukkan bahwa buku cerita elektronik yang dikembangkan efektif meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia (thitung = 2,12 > ttabel = 2,021, pada taraf signifikansi 5%). Kata kunci: pengembangan, buku cerita elektronik, Bahasa Indonesia, model ADDIE
ANALISIS ISI TAJUK RENCANA PADA HARIAN BALI POST TENTANG MASALAH-MASALAH PENDIDIKAN SEBAGAI WUJUD KEPEDULIAN MEDIA MASSA TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN ., Moh. Mahrus; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.681 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7769

Abstract

Selama ini perhatian media massa cetak di Indonesia yang menurunkan tulisan tajuk rencana masalah pendidikan masih cukup rendah. Media massa cetak cenderung menurunkan tulisan tajuk rencana tema politik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat perhatian media massa cetak harian Bali Post terhadap permasalahan pendidikan, (2) mengetahui struktur penulisan tajuk rencana harian Bali Post terhadap pemaparan masalah pendidikan, (3) mendapatkan gambaran permasalahan-permasalahan pendidikan yang menjadi fokus kepedulian media massa cetak harian Bali Post selama kurun waktu tiga bulan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Objek dan subjek penelitian ini adalah semua tajuk rencana yang terbit selama tiga bulan mulai tanggal 1 Februari s/d 30 April 2016 dalam bentuk guntingan koran (kliping). Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu pencatatan dokumen (dokumentasi) dengan menggunakan pengkategorian intercoder. Data yang sudah terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif (kuantitatif dan kualitatif). Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa (1) Tingkat kepedulian harian Bali Post terhadap masalah-masalah pendidikan berada pada urutan ke 1) Politik dan Pemerintahan, 2) Sosial Budaya, 3) Hukum dan Kriminal, 4) Pendidikan, 5) Ekonomi Bisnis dan seterusnya. Tingkat kepedulian sudah cukup baik yaitu 12 buah tulisan (16,67%) sudah di atas angka rata-rata (7,2%). (2) Anatomi tulisan tajuk rencana terhadap 12 tulisan yang menyangkut masalah-masalah pendidikan telah memenuhi layaknya sebuah tulisan tajuk rencana. Ketentuan yang dimaksudkan itu meliputi;pemaparan masalah pendidikan, pemberian kritik dan masukan untuk mencari jalan keluar pemecahan masalah (solusi).(3) Masalah-masalah pendidikan yang disoroti harian Bali Post (edisi 01 Februari 2016 s/d 30 April 2016) didominasi oleh masalah kualitas (mutu) pendidikan yaitu sebanyak 12 item (50% ) lebih, sedangkan masalah kuantitas sebanyak 2 item (8,33%), relevansi 9 item (33,33%), efektifitas dan efisiensi 4 item (16,66%). Kata Kunci : Tajuk Rencana, Bali Post, Masalah Pendidikan Nowadays, the attention of the print media in Indonesia which lowers editorial writing educational issues is still quite low. Print mass media tends to degrade editorial writing of political theme. This study aims to (1) determine the level of attention of the daily print media Bali Post on the issues of education, (2) determine the structure of editorial writing on daily Bali Post toward the exposure of educational issues, (3) get an overview of the educational issues that become the focus of concern of daily print mass media Bali Post over a period of three months. This research is a descriptive study. The object and subject of this research is all editorial published for three months starting from February 1 s/d 30 April 2016 in the form of newspaper clipping (clipping). Data collection method used is the recording of documents (documentation) using intercoder categorization. Data that have been already collected were analyzed using descriptive analysis (quantitative and qualitative). The results of this research show that (1) the level of concern of daily Bali Post toward the issues of education are in order to 1) Politics and Government, 2) Socio-Cultural, 3) Law and Crime, 4) education, 5) Business Economics and so on. The level of concern is good enough, namely 12 pieces of writing (16.67%) have been already above the average (7.2%). (2) Writing anatomy of editorials toward 12 articles concerning educational issues has met like a editorial writing. The provisions intended including; the exposure of educational issues, the criticism and feedback to find a way of problem solving (solution). (3) The issues of education highlighted by daily Bali Post (edition February 1, 2016 to 30 April 2016) are dominated by quality issues (quality) of education by 12 items more than (50%), while the issues of quantity are 2 items (8.33%), relevance of 9 items (33.33%), effectiveness and efficiency of 4 items (16.66%).keyword : Editorial, Bali Post, Education Issues
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERORIENTASI MODEL INKUIRI PADA MATA PELAJARAN PEMROGRAMAN DASAR UNTUK SISWA KELAS X JURUSAN MULTIMEDIA DI SMK NEGERI 1 SUKASADA. Metariawan, Gede; Pudjawan, Ketut; Tastra, I Dewa Kade
Jurnal Edutech Undiksha Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.667 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v5i1.10456

Abstract

Penelitian ini diawali oleh permasalahan yaitu rendahnya mutu pendidikan dan rendahnya hasil belajar yang disebabkan oleh kurangnya kualitas media dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mendeskripsikan pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran pemrograman dasar untuk Siswa kelas X jurusan multimedia di SMK Negeri 1 Sukasada, (2) Untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran pemrograman dasar untuk Siswa kelas X jurusan multimedia di SMK Negeri 1 Sukasada menurut review para ahli dan uji coba produk, dan (3) Untuk mengetahui efektivitas dari hasil pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran pemrograman dasar untuk Siswa kelas X jurusan multimedia di SMK Negeri 1 Sukasada. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar pencatatan dokumen, kuesioner/angket dan tes objektif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 97,5% kualifikasi sangat baik. Ahli desain sebesar 85,3% kualifikasi baik. Ahli media sebesar 89,3% kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 95,5% dan hasil uji kelompok kecil sebesar 98,7% kualifikasi sangat baik, serta hasil uji lapangan sebesar 89% kualifikasi baik sehingga media dikatakan valid untuk diuji . Pada uji efektivitas media pembelajaran interaktif menunjukan hasil t-hitung (9,58) > t-tabel (2,00), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran. Dengan demikian media pembelajaran interaktif yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Pemrograman Dasar.Kata Kunci : pengembangan, media pembelajaran Interaktif, ADDIE This research was initiated by the problems of thelow quality of education and low learning outcomes caused by the lack of quality media in the learning process. This study aims to: (1) To describe the development of interactive multimedia on the subjects of basic programming for Grade X majoring in multimedia at SMK Negeri 1 Sukasada, (2) to determine the quality of the development of interactive multimedia on the subjects of basic programming for Grade X majoring in multimedia SMK Negeri 1 Sukasada according to the review experts and product trials, and (3) to determine the effectiveness of the results of the development of interactive multimedia on the subjects of basic programming for grade X multimedia department at SMK Negeri 1 Sukasada. This type of research is the development of research using ADDIE development model. Data collection instruments used recording sheet documents, questionnaires / questionnaire and objective tests. Data analysis techniques used in this research is descriptive and qualitative analysis, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The results of expert evaluation of the content of 97.5% excellent qualifications. Design expert at 85.3% well qualified. Media expert at 89.3% well qualified. Individual test results of 95.5% and a small group of test results by 98.7% excellent qualifications, as well as field test results was 89% better qualifications so as valid media to be tested. In the test the effectiveness of interactive learning media shows the results of t-test (9.58)> t-table (2.00), so that H0 and H1 accepted. This means, that there are significant differences between student learning outcomes before and after using instructional media. Thus developed an interactive learning media effectively to improve learning outcomes in subjects Basic Programming.keyword : development, interactive learning media, ADDIE
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BUDAYA MASYARAKAT HINDU BALI KELAS IV SDN 3 BANJAR TEGAL Bekagema, Megasepa Duade; Mahadewi, Luh Putu Putrini; Tastra, I Dewa Kade
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i1.20212

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan pendidikan yang tercermin dari rendahnya mutu sumber daya manusia akibat dari kurangnya perhatian guru dalam kualitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan media video pembelajaran; (2) mengetahui kualitas hasil pengembangan media video pembelajaran; dan (3) menguji keefektifan media video pembelajaran terhadap peningkatan hasil belajar Agama Hindu kelas IV SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model Hannafin dan Peck. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes objektif. Hasil penelitian menunjukkan (1) rancang bangun dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap analisis kebutuhan, desain, serta pengembangan dan implementasi. (2) Kualitas hasil pengembangan media video pembelajaran berdasarkan dari hasil review ahli isi sebesar 92% pada kualifikasi sangat baik. Ahli desain sebesar 89,3% pada kualifikasi baik. Ahli media sebesar 87,5% pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 93,3%, hasil uji kelompok kecil sebesar 91,2%, dan hasil uji lapangan sebesar 93,1% masing-masing pada kualifikasi sangat baik sehingga kualitas media video ini dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut. (3) Keefektifan media video pembelajaran diuji dari penghitungan hasil belajar t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar Agama Hindu siswa setelah menggunakan media (87,50) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,42). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan video pembelajaran efektif untuk meningkatkan hasil belajar Agama Hindu siswa kelas IV SD Negeri 3 Banjar Tegal tahun 2016/2017.Kata kunci: pengembangan, video pembelajaran, Hannafin dan Peck.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN MODEL PLOMP PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VIII DI SMPN 1 SERIRIT ., Kadek Pendiartawan; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.175 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7723

Abstract

Penelitian ini didasari adanya keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar untuk meningkatkan minat belajar siswa serta rendahnya hasil belajar IPS pada siswa dari kriteria ketuntasan minimal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menghasilkan multimedia pembelajaran interaktif pada mata pelajaran IPS kelas VIII semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 di SMP Negeri 1 Seririt 2) mengetahui validitas multimedia pembelajaran interaktif 3) mengetahui efektifitas penggunaan multimedia pembelajaran interaktif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan Plomp. Data kevalidan multimedia interaktif diperoleh dengan menggunakan angket. Sedngkan efektivitas media diperoleh dari hasil tes. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 72% berada pada kualifikasi cukup. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 80% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 92,83% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 91,27% berada pada kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 20.80. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,0017. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa IPS siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran interaktif. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (89,73) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (58.53). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan multimedia pembelajaran interaktif efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas VIII semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 di SMP N 1 Seririt.Kata Kunci : Pengembangan, e-learning, Schoology, IPS This study is based on the limitations of media learning interesting and appropriate teaching materials to improve student interest and poor learning outcomes IPS students of the minimum completeness criteria. This study aims to 1) produce a multimedia interactive learning in social studies class VIII semester of the 2015/2016 academic year in SMP Negeri 1 Seririt 2) determine the validity of multimedia interactive learning 3) determine the effectiveness of the use of multimedia interactive learning. This type of research is the development of research, development model Plomp. Interactive multimedia validity of data obtained using a questionnaire. Sedngkan effectiveness of media obtained from the test results. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The results of expert evaluation of the content of 94% are in excellent qualifications. The results of expert evaluation of media by 72% in the qualification enough. The results of expert evaluation of the design of 80% are in good qualification. Individual test results by 94% in the excellent qualifications. The result of a small group of 92.83% in the excellent qualifications. The results of field tests of 91.27% in the excellent qualifications. Learning outcomes manually tally the results obtained t calculate equal to 20.80. Price t table 5% significance level is 2.0017. So the price of t is greater than the price of t table so that H0 rejected and H1 accepted. So there are significant differences IPS student learning outcomes between before and after using multimedia interactive learning. The average value after using the media (89.73) is higher than before using the media (58.53). It can be concluded that the use of multimedia interactive learning effectively to improve student learning outcomes in social studies class VIII semester of academic year 2015/2016 in SMP N 1 Seririt.keyword : development, multimedia, IPS
PENGEMBANGAN FILM PENDEK BERMUATAN NILAI KARAKTER BAHASA INDONESIA KELAS VIII SMP NEGERI 3 BANJAR ., Nancy Maria Cicilia Pusung; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.079 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7718

Abstract

Masalah penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar yang disebabkan kurangnya minat dan perhatian siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun media pembelajaran film pendek; (2) menguji validitas media pembelajaran film pendek; dan (3) mengetahui efektivitas media pembelajaran film pendek terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Hannafin dan Peck. Proses rancang bangun meliputi fase analisis kebutuhan pengembangan media, fase desain yakni merancang naskah, kemudian fase pengembangan dan implementasi yakni produksi dan pasca produksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Analisis data menggunakan tiga teknik yaitu analisis deskriptif kuantitatif, analisis deskriptif kualitatif, dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi, ahli desain dan ahli media mendapatkan kualifikasi nilai sangat baik sehingga media valid untuk dilanjutkan pada uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan. Hasil uji perorangan sebesar 94,6 % dan hasil uji kelompok kecil sebesar 95,5% serta hasil uji lapangan sebesar 94,9% masing-masing berada pada kualifikasi sangat baik sehingga media dikatakan valid untuk diuji cobakan. Penghitungan hasil belajar t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa setelah menggunakan media (87,12) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,91). Dengan demikian, penelitian di SMP Negeri 3 Banjar ini memperoleh kesimpulan yaitu penggunaan media pembelajaran film pendek dikatakan efektif untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia kelas VIII. Kata Kunci : pengembangan, film pendek, bahasa indonesia The problem of this research is the low of learning outcomes due to lack of interest and attention of students in the learning process. The aims of this study are to (1) describe the instructional media short film; (2) test the validity of instructional media short film; and (3) determine the effectiveness of instructional media short film on learning outcomes Bahasa students of class VIII SMP. This research uses the model of development by Hannafin and Peck.The design process included the needs of media development, analysis phase, the design phase of designing the script, then the development and implementation phases of production and post-production. Data collection techniques that used in this research are the method of recording documents, questionnaires and tests. Analysis of data used three techniques. There are descriptive analysis of quantitative, qualitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The result of individual test is 94.6%, the small group test result is 95.5% and the result of field tests is 94.9%. Each of them is in excellent qualifications so the media can be clarified as a valid media that can be tested. Calculation of learning outcomes t is greater than the price of t table so that H0 rejected and H1 accepted. Bahasa student learning outcomes after using the media (87.12) is higher than before using the media (55.91). Thus, the conclusion of the research in SMP Negeri 3 Banjar is the use of instructional media short film can be clarified as an effective media to improve learning outcomes of Bahasa in class VIII. keyword : development, short film, bahasa
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN DIRI BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA KELAS V SDN 2 BANYUNING 2015/2016 ., Ida Bagus Nyoman Adnyana Surya; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.8528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan media video pembelajaran, 2) mengetahui validitas hasil pengembangan media video pembelajaran, 3) menguji efektivitas penggunaan media video pembelajaran pada Kegiatan Pengembangan Diri kelas V semester genap di SD Negeri 2 Banyuning tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE yang melalui lima tahap (analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, evaluasi). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) rancang bangun produk media video pembelajaran sudah sesuai dengan model ADDIE (analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, evaluasi); (2) validitas media video pembelajaran menurut review para ahli diperoleh hasil sangat baik. Persentase tingkat pencapaian dari review ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran dan ahli media pembelajaran berturut-turut yaitu 96%, 84% dan 90%. Berdasarkan uji coba produk juga diperoleh hasil sangat baik. Persentase tingkat pencapaian dari uji coba perorangan, kelompok kecil dan lapangan berturut-turut yaitu 94,67%, 91,17% dan 92,5%. (3) efektivitas video pembelajaran menunjukan thitung (26,527) > ttabel (2,021) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara siswa yang menggunakan media video pembelajaran dengan siswa yang tidak menggunakan media video pembelajaran berbasis kearifan lokal pada Kegiatan Pengembangan Diri kelas V semester genap tahun pelajaran 2015/2016 di SD N 2 Banyuning.Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, hasil belajar, ADDIE This study aims to: 1) describe the design development of video media learning, 2) determine the validity of the results of the development of video media learning, 3) test the effectiveness of using video media learning in Activity Personal Development class V even semester in SD Negeri 2 Banyuning the academic year 2015 / 2016. Research conducted a study using a model ADDIE development through the five stages (analysis, design, development, implementation, evaluation). The data collection is done by using the method of recording documents, questionnaires and tests. Analysis of the data used is descriptive and qualitative analysis, quantitative descriptive and inferential statistics. The results of this study are: (1) design instructional video media products are in accordance with the model ADDIE (analysis, design, development, implementation, evaluation); (2) the validity of instructional video media according to the review experts obtained very good results. The percentage of the level of achievement of the expert review of the course content, instructional design experts and expert instructional media, respectively, are 96%, 84% and 90%. Based on trials of products also obtained very good results. The percentage of achievement level from the review of the subject experts, designer learning experts and media learning experts in series 96%, 84% and 90%. Based on the product testing also obtained very good result. The percentage achievement level from individual testing, small group and field test in series 94, 67%, 91, 17% and 92, 5%. (3) The effectiveness of video learning showed result t (26,527) > t from the table (2,021) therefore H0 rejected and H1 accepted. It can be concluded, there were the significant differentiation on students learning results between the students used video learning media based on local genius and didn’t, on the self-development activity on even semester V grade students of SD N2 Banyuning in 2015/2016 study year.keyword : Development, video learning, students results, ADDIE
PENGEMBANGAN MODUL BERPENDEKATAN ILMIAH PADA MATA PELAJARAN IPA DI SD NEGERI 1 BANJAR TEGAL Yasa, Gede Kusuma; Sudarma, I Komang; Tastra, I Dewa Kade
Jurnal Edutech Undiksha Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.687 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v5i1.20630

Abstract

Masalah yang ditemukan di SD Negeri 1 Banjar Tegal adalah hasil belajar IPA siswa belum memuaskan. Hal ini disebabkan oleh berbagai factor seperti kurangnya media, desain pembelajaran yang kurang sesuai, serta adanya factor lain. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan modul berpendekatan ilmiah (2) mendeskripsikan kualitas hasil validasi pengembangan modul berpendekatan ilmiah (3) mengetahui efektivitas modul berpendekatan ilmiah yang dikembangkan. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE. Kualitas modul berpendekatan ilmiah diukur dengan melakukan uji ahli dan uji coba produk. Metode pengumpulan yang digunakan yaitu: (1) metode angket, (2) wawancara, dan (3) tes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif, analisis statistik deskriptif kuantitatif, dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian yaitu: (1) Rancang bangun modul berpendekatan ilmiah dengan model ADDIE meliputi lima tahapan. (2) Modul berpendekatan ilmiah yang dikembangkan valid dengan: (a) hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan modul berpredikat sangat baik (96,3%), (b) hasil review ahli media pembelajaran menunjukkan produk berpredikat sangat baik (96,6%), (c) hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan modul berpredikat sangat baik (97,3%), (d) hasil uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan menunjukkan modul berpredikat sangat baik (96,2%), (96,4%) dan (96,8%). (3) Efektivitas pengembangan menunjukkan bahwa modul berpendekatan ilmiah yang dikembangkan efektif meningkatkan hasil belajar IPA (thitung = 15,02 > ttabel = 2,00, pada taraf signifikansi 5%).Kata kunci: ADDIE, modul, pendekatan ilmiah, pengembangan
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL MATA PELAJARAN BAHASA BALI UNTUK SISWA KELAS III ., Ni Kadek Risna Dewi; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.858 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v4i2.7630

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di SD Negeri 2 Banjar Tegal adalah belum optimalnya penyerapan materi aksara Bali, minimnya media pembelajaran, dan rendahnya kemampuan guru mengoperasikan komputer/laptop, sehingga dilakukan penelitian produk media video pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancang bangun pengembangan, mendeskripsikan kualitas video, dan mengetahui efektivitas media video pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model pengembangan Hannafin dan Peck, yaitu fase analisis kebutuhan, fase desain, dan fase pengembangan dan implementasi. Subjek validasi adalah seorang ahli isi mata pelajaran, seorang ahli desain pembelajaran, seorang ahli media pembelajaran, dan siswa kelas IV di SD Negeri 2 Banjar Tegal berjumlah 20 orang. Subjek uji efektivitas adalah siswa kelas III di SD Negeri 2 Banjar Tegal berjumlah 15 orang. Jenis data yang diperoleh yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif, dan statistik inferensial/induksi uji-t. Hasil penelitian ini adalah (1) deskripsi rancang bangun pengembangan video pembelajaran aksara Bali berupa naskah dan storyboard, (2) hasil validasi menurut review ahli isi mata pelajaran diperoleh 96%, review ahli desain pembelajaran diperoleh 86%, review ahli media pembelajaran diperoleh 92%, uji coba perorangan 96,57%, uji coba kelompok kecil 95,25%, dan uji coba lapangan 94,3%, (3) efektivitas video menunjukkan hasil thitung (20,025) > ttabel (2,048) pada taraf signifikansi 5%, hal ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Bali pada siswa kelas III di SD Negeri 2 Banjar Tegal sebelum dan sesudah menggunakan media video pembelajaran aksara Bali. Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, aksara Bali Problems were found in SD Negeri 2 Banjar Tegal is not optimal absorption material Balinese script, lack of instructional media, and the lack of a teacher's ability to operate computer or laptop, so research instructional video media products. This study aimed to describe the design of the development, describing the video quality, and determine the effectiveness of instructional video media. This type of research is the development of research development model Hannafin and Peck, the requirements analysis phase, design phase, and the phase of development and implementation. Subject validation is an expert on the course content, instructional design expert, an expert in media, and the fourth grade students at SDN 2 Banjar Tegal numbered 20 people. The effectiveness of the test subject is in the third grade students of SD Negeri 2 Banjar Tegal amounted to 15 people. The type of data obtained by the qualitative and quantitative data. Data collected by the method of recording documents, questionnaires and tests. Analysis of data using descriptive qualitative, quantitative descriptive and inferential statistics / induction t-test. The results of this study were (1) a description of design development learning video Balinese script in the form of shooting script and storyboard, (2) the results of validation according to expert review of the course content was obtained 96%, expert review of instructional design gained 86%, expert review of instructional media obtained 92% , 96.57% individual testing, piloting a small group of 95.25%, and 94.3% field trials, (3) the effectiveness of the video shows the results tcount (20.025) > t table (2.048) at the 5% significance level, p this means that H0 and H1 accepted. So that there are significant differences in the Balinese language learning outcomes third-grade students at SDN 2 Banjar Tegal before and after using video media learning Balinese script.keyword : development, learning videos, Balinese script
Co-Authors ., Bq.Fitri Hurianti ., Dr. I Ketut Gading,M.Psi ., Gede Ardiasa ., Gede Kusuma Yasa ., Gst.Pt.Oka Sugiarta ., Heru Adikusuma ., I Gede Agus Raka Putrawan ., I Kadek Darma Yoga Andika Wirayana ., I Kadek Sri Putra ., I Komang Ragil Saputra ., I Made Aditya Purnama ., I Made Andika Dwipayana ., I Made Palguna Yasa ., I Made Palguna Yasa ., I Made Sariana ., I Md Vicky Gusnawan ., I Pt Vina Sila Parwata ., I Putu Eka Sujaya ., I Putu Eka Sujaya ., Ida Bagus Nyoman Adnyana Surya ., Ida Bagus Nyoman Adnyana Surya ., Istikhori Auzan ., Kadek Adi Ariana ., Kadek Pendiartawan ., Kadek Pendiartawan ., Kadek Urip Kurniawan ., Kadek Urip Kurniawan ., Ketut Evi Sriwindayani ., Ketut Evi Sriwindayani ., Made Apri Praditya ., Made Dedy Sumardana ., Made Dedy Sumardana ., Made Yuni Paramita ., Megasepa Duade Bekagema ., Megasepa Duade Bekagema ., Moh Hisyam ., Moh. Mahrus ., Moh. Mahrus ., Nancy Maria Cicilia Pusung ., Nancy Maria Cicilia Pusung ., Ni Kadek Meileni ., Ni Kadek Risna Dewi ., Ni Kadek Risna Dewi ., Ni Luh Harumini ., Ni Luh Sri Sumewati ., Ni Made Yosi Rosiana ., Ni Putu Ayu Laksmini ., Ni Putu Wegawati ., Ni Wayan Santiani ., Pramita Yuni Astari ., Pramita Yuni Astari ., Putu Desy Kompyang Sari Utami ., Rima Isti Navisha Bekagema, Megasepa Duade Bekagema, Megasepa Duade Bhujangga Ayu Putu Priyudahari ., Bhujangga Ayu Putu Priyudahari Dadek Arywiantari ., Dadek Arywiantari Desak Ketut Marta Sari Dewi . Desak Putu Parmiti Dewa Nyoman Sudana Drs. I Nyoman Murda,M.Pd. . Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd. . Drs. Ndara Tanggu Renda . Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd. . Gede Arsa Wijaya . Gede Dedy Dharmayasa ., Gede Dedy Dharmayasa Gede Suriadhi . Hisyam, Mohamad I Dewa Agung Ratna Prabarini ., I Dewa Agung Ratna Prabarini I Gede Jano Ariasa ., I Gede Jano Ariasa I Gede Margunayasa I Gede Putu Adhiyasa Surya Pratama . I Gusti Lanang Agung Kartika Putra . I Gusti Ngurah Japa I Kadek Suartama I Ketut Bayu Agus Chandra Kamajaya ., I Ketut Bayu Agus Chandra Kamajaya I Ketut Gading I Komang Agus Hartawan . I Komang Muliantara . I Komang Sudarma I Komang Sudarma I Made Citra Wibawa I Made Tegeh I Nyoman Gunawan . I Nyoman Jampel I Putu Budi Yoga Pratama . I Putu Eka Sugiantara . I Putu Giri Yuda Putra . I Putu Sukariasa . I WAYAN MULIANA . I Wayan Sutawan . I Wayan Widiana Ida Ayu Tika Jembari ., Ida Ayu Tika Jembari Ida Ayu Widia Hari . Ida Bagus Komang Juni Ardika ., Ida Bagus Komang Juni Ardika Ignatius I Wayan Suwatra Jersey Elianti Kertina Kayun . Kadek Ayu Marhaendy T.KSP ., Kadek Ayu Marhaendy T.KSP Kadek Suartawan ., Kadek Suartawan Ketut Pudjawan Ketut Suciani M.Erg. Dra. Ni Nengah Madri Antari . M.Pd Drs. I Ketut Dibia,S.Pd . M.Pd. S.Pd. Putu Nanci Riastini . M.S. ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S. M.Si Drs. Gede Raga . Mada Oka Mahendra . Mahadewi, Luh Putu Putrini Mahadewi, Luh Putu Putrini Mahadewi, Luh Putu Putrini Metariawan, Gede Metariawan, Gede Mohammad Akhyar Maulana . Muhammad Fredey Mercury ., Muhammad Fredey Mercury Ni Kade Ayu Nita Yustari . Ni Kadek Dewi Martiani . Ni Ketut Ertamini Ni Luh Gede Sri Yuliastini ., Ni Luh Gede Sri Yuliastini Ni Luh Sridarsini . Ni Nyoman Kusmariyatni Ni Putu Ariyanti . Ni Putu Mega Cahyani Dewi ., Ni Putu Mega Cahyani Dewi Ni Wayan Arini Ni Wayan Desi Darmayanti . Ni Wayan Rati Nice Maylani Asril Nyoman Dantes Praditya, Made Apri Praditya, Made Apri Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd . Putu Budi Susila . Putu Eka Udayana . Putu Krisiantari ., Putu Krisiantari Putu Yadi Santika Dana ., Putu Yadi Santika Dana Saputra, I Komang Ragil Saputra, I Komang Ragil Yasa, Gede Kusuma Yasa, Gede Kusuma