ABSTRAK Berpikir logis merupakan kemampuan kognitif penting yang perlu dirangsang sejak usia dini karena mendukung kemampuan anak dalam mengklasifikasikan objek, mengenali pola, menyusun urutan, dan memecahkan masalah sederhana. Namun, observasi awal di TK Nurul Ikhsan menunjukkan bahwa beberapa anak usia 5-6 tahun masih mengalami kesulitan dalam melakukan tugas-tugas kognitif tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media pembelajaran Kokok Ayam Manik dalam merangsang kemampuan berpikir logis anak, meneliti peran guru selama implementasinya, dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru Kelompok B, dan anak-anak usia 5-6 tahun yang dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, termasuk reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kredibilitas data dipastikan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Kokok Ayam Manik efektif merangsang pemikiran logis anak melalui aktivitas yang melibatkan mencocokkan warna dan bentuk, mengklasifikasikan objek, menyusun pola, mengurutkan manik-manik, dan memecahkan masalah sederhana. Efektivitas media diperkuat oleh bimbingan, motivasi, dan dukungan guru selama kegiatan pembelajaran. Faktor pendukung meliputi kreativitas guru, media pembelajaran yang menarik, dan antusiasme anak, sedangkan perbedaan kemampuan anak, keterbatasan waktu belajar, dan kurangnya ketersediaan media menjadi kendala utama. Secara keseluruhan, media Kokok Ayam Manik merupakan media pembelajaran yang efektif, terjangkau, dan sesuai konteks untuk menumbuhkan kemampuan berpikir logis pada anak usia 5–6 tahun. Kata kunci: pendidikan anak usia dini, media Kokok Ayam Manik, kemampuan berpikir logis, media pembelajaran, studi kualitatif ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya anak usia 5–6 tahun yang mengalami kesulitan dalam mengenali pola, mengelompokkan benda, menyusun urutan, dan memecahkan masalah sederhana sebagai indikator kemampuan berpikir logis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan media Kokok Ayam Manik dalam menstimulasi kemampuan berpikir logis anak, mendeskripsikan peran guru dalam pelaksanaannya, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penggunaannya di TK Nurul Ikhsan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelompok B, dan anak usia 5–6 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling . Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Kokok Ayam Manik mampu menstimulasi kemampuan berpikir logistik anak melalui kegiatan menyelaraskan warna dan bentuk, mengelompokkan benda, menyusun pola, mengurutkan manik-manik, serta memecahkan masalah sederhana. Keberhasilan pemanfaatan media didukung oleh peran guru melalui pemberian arahan, motivasi, dan scaffolding selama pembelajaran berlangsung. Faktor pendukung meliputi kreativitas guru, media yang menarik, dan antusiasme anak, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan anak, keterbatasan waktu belajar, dan jumlah media yang belum memadai. Media Kokok Ayam Manik dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif, ekonomis, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Kata Kunci: pendidikan anak usia dini, media Kokok Ayam Manik, kemampuan berpikir logis, media pembelajaran, studi kasus