Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA UNTUK KELAS VII DI SMP NEGERI 2 KUBUTAMBAHAN ., I Made Budihariawan; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.2269

Abstract

Permasalahan yang dirasakan oleh siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Kubutambahan dalam mengikuti proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPA adalah terlalu monotonnya pelaksanaan proses pembelajaran, dan minimnya penggunaan media pada setiap proses pembelajaran. Tujuan penelitian pengembangan ini yaitu (1) untuk mengetahui rancang bangun multimedia pemelajaran yang dikembangkan, dan (2) untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode pengembangan model Luther yang dimulai dari tahap concept, design, materials colleting, assembly, testing, dan distribution serta untuk mengetahui kelayakan produk multimedia pembelajaran ini dilakukan dengan uji coba pada para ahli dan siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Kubutambahan. Metode untuk menganalisis kebutuhan berupa wawancara dan instrument pengumpulan data berupa kuesiner. Subjek uji coba penelitian ini terdiri dari satu ahli isi mata pelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 6 siswa untuk uji coba perorangan, dan 12 siswa untuk uji coba kelompok kecil. Data dianalisis dengan menggunakan dua teknik yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini mengasilkan produk pengembangan berupa Compact Disc multimedia pembelajaran yang layak pakai pada mata pelajaran IPA kelas VII semester ganjil di SMP Negeri 2 Kubutambahan. Hasil uji ahli isi menunjukan nilai 96% dan berada pada kualifikasi sangat baik, uji ahli media pembelajaran menilai media dengan hasil 81% dan berada pada kualifikasi baik, dan penilaian ahli desain menunjukan nilai 82% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji coba perorangan menunjukan 83% berada pada kualifikasi baik, dan uji coba kelompok kecil menunjukan nilai 91% berada pada kualifikasi sangat baik. Kata Kunci : pengembangan, model luther, multimedia pembelajaran Problems perceived by the students of class VII in SMP Negeri 2 Kubutambahan in following the process of learning, especially in science subjects is too monotonous implementation of the learning process, and the lack of media use on any learning process. The purpose of this research is the development of ( 1 ) to determine the design of multimedia learning are developed, and ( 2 ) to determine the quality of learning outcomes developed multimedia development. The development of research methods that Luther started the development of a model of the stages of concept, design, materials colleting, assembly, testing, and distribution as well as to determine the feasibility of multimedia learning products is done by testing experts and students in class VII in SMP Negeri 2 Kubutambahan . Methods for analyzing the needs of interviews and data collection instruments such as kuesiner. Test subjects of this study consisted of one expert subject matter content, the instructional design expert, an expert instructional media, 6 students for individual trials, and 12 students for small group trials. Data were analyzed using two techniques namely qualitative and quantitative descriptive analysis . This research is the development of products such as generating multimedia Compact Disc unsuitable for use in learning science this semester in class VII SMP Negeri 2 Kubutambahan. The test results show the value of expert content was 96 % and the excellent qualifications, instructional media experts assess test media with 81 % and the results are in good qualifications, and assessment design experts showed the value of 82 % at a good qualification. The results of individual trials showed 83 % were in good qualifications , and a small group trials showed the value of 91 % at the excellent qualifications. keyword : development , luther models , multimedia learning
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MATERI TRANSPORTASI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SD NEGERI 3 PEGADUNGAN ., Nyoman Agus Susanta; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.2270

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah nilai siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV di SD Negeri 3 Pegadungan masih belum memuaskan, pembelajaran bersifat konfensional, dan media yang mendukung pada mata pelajaran Bahasa Indonesia belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui rancang bangun multimedia interaktif yang dikembangkan, 2) mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif yang dikembangkan. Model penelitian yang digunakkan dalam penelitian ini model pengembangan produk ADDIE yang dikembangkan oleh Tegeh dan Kirna. Data tentang kualitas produk pengembangan ini dikumpulkan dengan metode angket yang selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis deskriftif kuantitatif dan teknik analisis deskriptif. Subjek data terdiri dari satu ahli isi/materi bidang studi, satu ahli media pembelajaran, satu ahli desain pembelajaran, enam siswa untuk uji perorangan, duabelas siswa untuk kelompok kecil. Hasil penelitian ini adalah Multimedia Interaktif yang layak pakai sesuai dengan karakteristik siswa. Hasil validasi data menunjukkan tingkat pencapaian media ini (1) uji ahli isi mata pelajaran Bahasa Indinesia pada kualifiksi baik (persentase = 82%), (2) uji ahli media pembelajaran berada pada kualifikasi baik (persentase = 78%), (3) uji ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi baik (presentase = 88%), (4) uji coba perorangan berada pada kualifikasi baik (persentase = 88,66%), uji coba kelompok kecil berada pada kualifikasi sangat baik (persentase = 92,75%) . Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan kualitas Multimedia Interaktif baik dan dapat digunakan di kelas IV SD Negeri 3 Pegadungan.Kata Kunci : Pengembangan, Multimedia Interaktif, Bahasa Indonesia The problem of this study is scores for student of IV grade in SD Negeri 3 Pegadungan in for sciences is low, learning conventionally, and media to support the Indonesian yet available. This study aims to : 1) know the results of Learning Interactive Multimedia Interaktive desing, 2) know the development’s quality of the Learning Interactive Multimedia which develoved. The research model in this study Development model in this study product development model developed by ADDIE. Data about quality product development were collected by questionnaire are then analyzed by qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis techniques. Subject try consist of a subject content axpert, an instructional media expert, an anstructional design axpert, six students for individual trials, twelve students to small group test. Results of this study was Learning Interactive Multimedia which suitable to used according to the characteristics of students. are developed is good. The result showed (1) test content expert of sains subject on good qualification (percentage = 82%), (2) test instructional media expert on good qualification (percentage =78%), (3) test instructional design expert on good qualification (percentage =88%), (4) individual trial on good qualification (percentage 88,66%) and (5) small group test on very well qualification (percentage 92,75%). Based on these results can conclude a quality of Interactive Multimedia is good and can be used is class IV SD Negeri 3 Pegadungan on second semester.keyword : Development, Interactive Multimedia, Indonesian Languange
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII SEMESTER 1 DI SMP NEGERI 1 BANJAR TAHUN PELAJARAN 2012/2013 ., Sang Putu Supradnyana; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.2397

Abstract

Tujuan penelitian pengembangan ini yaitu 1) untuk mengetahui rancang bangun multimedia pembelajaran yang dikembangkan, dan 2) untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran yang dikembangkan.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Development) yang dilakukan di SMP Negeri 1 Banjar. Objek penelitian ini berupa pengembangan multimedia pembelajaran model kontekstual untuk pembelajaran mandiri pada mata pelajaran IPA dengan materi kalor. metode pengembangan model Luther yang dimulai dari tahap concept, design, materials collecting, assembly, testing, dan distribution. Instrumen pengumpulan data berupa lembar angket untuk ahli materi, ahli desain, ahli media, uji coba perorangan, dan kelompok kecil. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu digunakan untuk mengolah data hasil review yang berupa masukan, tanggapan, kritik dan saran perbaikan yang terdapat pada kuesioner, dan analisis data deskriptif kuantitatif yaitu digunakan untuk mengolah data berupa angka-angka atau persentasi yang diperoleh melalui kuesioner dalam penilaian media pembelajaran yang dikembangkan. Hasil penelitian ini adalah multimedia pembelajaran model kontekstual untuk pembelajaran mandiri pada mata pelajaran IPA yang dikemas dalam sebuah CD (compact disc), sedangkan prosedur pengembangan media pembelajaran yang dilakukan yaitu: (1) Konsep; (2) Design; (3) Materials collecting; (4) Assembly; (5) Testing; dan (6) Distribution. Multimedia dinyatakan layak dilihat dari hasil uji ahli isi menunjukkan nilai 92,5% dan berada pada kualifikasi sangat baik, uji ahli media pembelajaran menilai media dengan hasil 90,47% berada pada kualifikasi sangat baik, dan penilaian dari ahli desain menunjukkan nilai 84,44% berada pada kulaifikasi baik. Hasil uji coba perorangan menunjukkan nilai 86% berada pada kualifikasi baik, dan uji coba kelompok kecil menunjukkan nilai 84% berada pada kualifikasi baik. Kata Kunci : pengembangan, model luther, multimedia pembelajaran The purpose of this development study are 1) to know the draft of building of the developed multimedia learning, and 2) to know the quality of the result of developed multimedia learning development.This evaluation uses research and depelopment study approach wich was done at SMP N 1 Banjar. The object of this study is the contextual model of development of learning multimedia for individual learning in Natural Science with warmth material. Luther model method which is started by concept, design, materials collecting, assembly, testing, and distribution. The data collection instrument in form of worksheet for the material expert, designer, media expert, individual tryout and small group. The data analysis uses descriptive qualitative analysis which is used for data procession as the result in the review in form of suggestions, responds, critics, and correction advice which was stated in questioner. And the data analysis of descriptive quantitative was used the process the data in form of numbers ar presentation which was collected from questioner in the assessment of learning media which is developed. The result of this study is the contextual model of learning multimedia for individual learning in Natural Sciences which is covered in form of CD, mean while the procedure of learning media development is done by: concept, materials collection, assembly, testing, and distribution. Multimedia may be appropriate, it is seen from the results of the try out of the material expert which is shown a value 92,5%, and the qualification is very good, the tryout of the learning media expert evaluate the media with the result is 90,47% with very good qualification, and the evaluation from the designer show 84,44% as the value with good qualification. The result of personal try out shows 86% as the value with good qualification, and small group try out show the value is 84% reaches good qualification. keyword : development, luther model, multimedia learning
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI 1 BUKTI ., Ni Putu Lia Ariati; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.3590

Abstract

Permasalahan melatarbelakangi penelitian ini, (1) guru masih menggunakan metode konvensional, (2) guru masih menggunakan siswa merasa bosan pada mata pelajaran IPA, Tujuan untuk mendeskripsikan desain pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran IPA. Disamping itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran IPA, menurut review ahli, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Hannafin and Peck (analyze, design, development and implementation). Subyek coba terdiri dari seorang ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pencatatan dokumen dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif, analisis deskriptif kualitatif, dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah sebuah multimedia interaktif yang dikembangkan berdasarkan desain (flowchat) dan (storyboard). Hasil evaluasi ahli isi sebesar 95,55% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil Evaluasi ahli desain sebesar 80% kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 90% kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 89,86% kualifikasi baik. Hasil uji coba kelompok kecil sebesar 85,13% kualifikasi baik. Hasil uji lapangan sebesar 83,62% kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar manual diperoleh hasil t hitung sebesar 18,53. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar dari harga t tabel sehingga H0 ditolak H1 diterima. Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif. Rata-rata sebelum menggunakan media yaitu (57,75) lebih rendah dibandingkan sesudah menggunakan media (85,34).Kata Kunci : pengembangan, multimedia interaktif, model Hannafin and Peck The problem underlying the present study, (1) the teachers are still using conventional methods, (2) the teacher is still using students feel bored in science subjects, the design goal is to describe the development of interactive multimedia on teaching science. Besides, this study also aims to determine the quality of the development of interactive multimedia on teaching science, according to expert reviews, individual testing, small group testing, and field trials. This study uses a model development Hannafin and Peck (analyze, design, development and implementation). The subjects consisted of an expert trying to course content, instructional design experts, instructional media expert, individual testing, small group testing, and field trials. Data collection methods used were recording documents and questionnaires. Data analysis technique used is quantitative descriptive analysis, qualitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The results of this study is an interactive multimedia developed by design (flowchart) and (storyboard). The results of the expert evaluation of the content of 95.55% with excellent qualifications. Evaluation results of 80% of design experts well qualified. The results of the expert evaluation of media by 90% excellent qualifications. Individual test results by 89.86% better qualifications. The results of testing a small group of well qualified by 85.13%. The results of the field test was 83.62% better qualifications. The calculation results obtained by manual learning outcomes t count of 18.53. Price t table significance level of 5% is 2.000. So the price of t is greater than t table so the price is rejected H0 H1 accepted. There are significant differences in science learning outcomes of students before and after the use of interactive multimedia. Average before using media that is (57.75) was lower than after using the media (85.34). keyword : development, interactive multimedia, models Hannafin and Peck
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK SISWA KELAS VIII SMP ., Luh Anggreyoni; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.3633

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam upaya mengembangkan multimedia interaktif untuk siswa SMP. Secara operasional tujuan tersebut dirinci ke dalam tiga tahapan kerja yang berkaitan, yaitu mendeskripsikan rancang bangun multimedia interaktif pada mata pelajaran Bahasa Inggris; mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran bahasa inggris untuk siswa SMP; dan mendeskripsikan efektivitas penggunaan multimedia interaktif pada mata pelajaran bahasa inggris untuk siswa SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII-G dan VIII-H SMP Negeri 5 Singaraja. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi sebesar 78% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli desain sebesar 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 94,9 % berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 93,2% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan sebesar 84,97% berada pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 13,85. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa inggris siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (85,83) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,67).Kata Kunci : multimedia interaktif, bahasa inggris, dan hasil belajar This research was conducted in order to develop instructional interactive multimedia for junior high school student. Operationally, the aims were compressed in three related stages, which were: to design the blueprint, to describe the quality, and to describe the effectiveness of instructional interactive multimedia of English for junior high school student. This research used Research and Development method, with ADDIE model. The research involved students of class VIII-G and VIII-H of SMP Negeri 5 Singaraja. Expert judgments (media, instructional content, and design), one-to-one, small group and field testing was held by using questionnaire to validate the data. Those data were analyzed by using qualitative descriptive, quantitative descriptive and inferential statistic techniques. Instructional content expert evaluation is 78% indicate good qualification. Media expert evaluation is 90% indicate very good qualification. Design expert evaluation is 94% indicate very good qualification. One-to-one testing is 94.9% indicated very good qualification. Small group testing was 93.2% indicated very good qualification. Field testing is 91.3% indicate very good qualification. Learning outcome that was calculate manually obtains number of tcount 13.85. Value of ttable 5% significance is 2.000. Therefore tcount is higher than ttable. It can be conclud that H0 is refused and H1 was accepted. So, there were significant differences between of English learning outcomes before and after using interactive multimedia. Mean score after usage of media (85,83) is higher than before (55,67).keyword : interactive multimedia, English, learning outcome
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN IPS TERPADU SISWA KELAS VII SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 1 TEGALLALANG ., I Made Sukerata; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.3714

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengembangkan sebuah multimedia pembelajaran untuk siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS Terpadu. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu mulai dari mendeskripsikan rancang bangun multimedia pembelajaran, mendeskripsikan kualitas pengembangan multimedia pembelajaran dan mendeskripsikan efektivitas penggunaan multimedia pembelajaran. Dalam penelitian pengembangan ini munggunakan model pengembangan perangkat pembelajaran 4-D (define, design, develop, disseminate). Penelitian pengembangan ini diawali dengan pengumpulan data, kemudian menyusun desain multimedia yang berupa storyboard dan diaplikasikan di program flash. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VII C di SMP N 1 Tegallalang. Data kevalidan uji ahli isi, ahli media ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan data hasil belajar siswa diperoleh dengan metode tes. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penilaian dari ahli isi sebesar 94,54% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil penilaian dari ahli media sebesar 88,34% berada pada kualifikasi baik. Hasil penilaian ahli desain sebesar 89,09% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan sebesar 88,48 % berada pada kualifikasi baik. Hasil uji kelompok kecil sebesar 85,14% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji lapangan sebesar 83,64% berada pada baik. Untuk mengetahui efektivitas produk, dilakukanlah penghitungan hasil belajar secara manual, dan diperoleh hasil t hitung sebesar 10,2. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS Terpadu siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran. Kata Kunci : multimedia pembelajaran, IPS terpadu, dan hasil belajar This research was conducted with aims as to develop an instructional media for VII graders in IPS Terpadu subject. The research was completed by describing these following phases, such as: the blueprint, the quality and the effectiveness. In this Research and Development, 4D instructional material developmental (define, design, develop, disseminate) model was used. This Research and Development was started with data collecting, and then constructed multimedia design prototype (storyboard) which would be applied in Flash program. This research involved class VII C graders of SMP N 1 Tegallalang. Validation data of instructional content expert, media expert, design expert, individual testing, small group testing, and field testing was obtained by using questionnaire and student learning outcomes by using test. Those obtained data was analyzed with qualitative descriptive, quantitative descriptive, and inferential descriptive. Instructional content expert judgment is 94.54% indicates excellent qualification. Media expert judgment is 88.34% indicates good qualification. Design expert judgment is 89.09% indicates good qualification. Individual testing is 88.48% indicates good qualification. Small group testing is 85.14% indicates good qualification. Field testing is 83.64% indicates good qualification. In order to know its effectiveness, learning outcomes manual counting was conducted, and obtained tcount=10.2. ttable with significance 5% value is 2.000. Therefore tcount is higher than ttable that makes H0 was rejected and accept H1. As conclusion, there is significance different of IPS Terpadu learning outcomes before and after using the instructional multimedia.keyword : Instructional multimedia, IPS terpadu, and learning outcomes
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPA TERPADU KELAS VIII DI SMP NEGERI 2 TEGALLALANG ., I Wayan Yudiarta; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.3884

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi permasalahan keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancang bangun multimedia pembelajaran; mendeskripsikan kualitas multimedia pembelajaran; dan mendeskripsikan efektifitas penggunaan multimedia pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Terpadu pada siswa kelas VIII semester genap di SMP Negeri 2 Tegallalang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model ASSURE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIIIB di SMP Negeri 2 Tegallalang. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial. Rancang bangun multimedia pembelajaran ini telah dikembangkan terdiri dari melakukan analisis kebutuhan, menentukan software, mengembangkan flowchart dan storyboard. Hasil evaluasi ahli isi 75,6% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli media 89% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli desain 92% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan 96,667% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil 96,25% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan 92,833% berada pada kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung 35,489. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA Terpadu siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (82,33) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (59,83).Kata Kunci : pengembangan, multimedia pembelajaran, hasil belajar. The research is motivated development issues interesting learning media limitations and in accordance with the teaching materials. This study aims to describe the design of multimedia learning; describe the quality of multimedia learning; and describe the use of multimedia learning effectiveness in improving student learning outcomes in science subjects integrated in the second semester of eighth grade students at SMP Negeri 2 Tegallalang. Type of research is the development of research, the model ASSURE. The study involved students in Junior High School class VIIIB at SMP Negeri 2 Tegallalang. Data validity test media expert, expert content, design expert, individual testing, small group testing and field tests obtained using a questionnaire. Data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive and inferential statistics. The design of multimedia learning has been developed consisting of a needs analysis, determine the software, develop flowcharts and storyboards. The results of the expert evaluation of the content of 75.6% at a good qualification. The results of the expert evaluation of the media 89% at a good qualification. The results of expert evaluation of design 92% are at a very good qualification. 96.667% of individual test results are in very good qualification. The result of a small group of 96.25% at a very good qualification. 92.833% field test results are very good in qualifying. Calculation t results obtained manually learning outcomes 35,489. Price t table significance level of 5% is 2.000. So the price of t is greater than the price of the t table so that H0 is rejected and H1 is accepted. So there are significant differences Integrated Sciences student learning outcomes between before and after using the multimedia learning. The average value after using the media (82.33) was higher than before using the media (59,83).keyword : development, multimedia learning, learning outcomes.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BAHASA JEPANG SISWA KELAS XI IPB 1 DI SMA NEGERI 1 DAWAN ., Putu Agus Yoga Permana; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.3885

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh beberapa permasalahan yang timbul pada proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Bahasa Jepang. Salah satu permasalahannya adalah keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran Bahasa Jepang; mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran Bahasa Jepang untuk siswa SMA; dan mendeskripsikan efektivitas penggunaan multimedia interaktif pada mata pelajaran Bahasa Jepang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas XI IPB 1 di SMA Negeri 1 Dawan. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi 92% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media 88,3% berada pada kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli desain 92% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan 88,6% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji kelompok kecil 90,3% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan 91,8% berada pada kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung 22,40. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,021. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Jepang siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (83,25) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (66).Kata Kunci : multimedia interaktif, model ADDIE, hasil belajar Development research is motivated by some problems arising in the process of learning, especially in Japanese subjects. One of the problems is the lack of instructional media interest and in accordance with the teaching materials. This study aimed to describe the stages of development of interactive multimedia on Japanese subjects; describe the quality of the development of interactive multimedia on Japanese subjects for high school students; and describe the effectiveness of the use of interactive multimedia in Japanese subjects. Type of research is the development of research, the model ADDIE. The study involved students of class XI IPB 1 at SMA 1 Dawan. Data validity test media expert, expert content, design expert, individual testing, small group testing and field tests obtained using a questionnaire. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive and inferential statistics. The results of the expert evaluation of the content of 92% at a very good qualification. The results of the evaluation of media experts 88.3% at good qualifications. The results of expert evaluation of design 92% are at a very good qualification. Individual test results are 88.6% better in qualifying. The result of a small group of 90.3% at a very good qualification. The results of the field test was 91.8% in the excellent qualifications. Calculation results obtained manually learning outcomes t 22.40. Price t table significance level of 5% is 2.021. So the price of t is greater than the price of the t table so that H0 is rejected and H1 is accepted. So there are significant differences Japanese student learning outcomes between before and after using interactive multimedia. The average value after using the media (83.25) was higher than before using the media (66).keyword : interactive multimedia, model ADDIE, learning outcome
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS VIII SEMESTER GENAP DI SMP NEGERI 1 PUPUAN ., Putu Priska Putra Pratama; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.3941

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk multimedia pembelajaran pada mata pelajaran IPS. Secara operasional tujuan tersebut dirinci kedalam tiga tahapan kerja, yaitu mendeskripsikan rancang bangun pembelajaran multimedia pembelajaran, mendeskripsikan kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran dan mendeskripsikan efektifitas penggunaan multimedia pembelajaran pada mata pelajaran IPS untuk siswa kelas VIII. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII C SMPN 1 Pupuan. Data kevalidan uji ahli media, ahli isi, ahli desain, uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket, dan data hasil belajar dikumpulkan dengan tes. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Rancang bangun pengembangan multimedia pembelajaran dikembangkan melalui analisis kebutuhan, menentukan software, mengembangkan flowchart dan storyboard. Hasil uji ahli isi yaitu 95% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji ahli desain 86% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji ahli media 85% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan 90,7% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil 90,7% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan 88,6% berada pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung 24,7. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran. Nilai rata-rata setelah menggunakan multimedia pembelajaran (81,17) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan multimedia pembelajaran (61,17).Kata Kunci : multimedia pembelajaran, IPS, dan hasil belajar This research aims to produce multimedia learning in social studies. Operationally these objectives elaborated into three phases, namely describing multimedia learning design learning, describes the quality of the learning outcomes of multimedia development and describes the effective use of multimedia learning in social studies for students of class VIII. Type of research is the development of research. Development model used is ADDIE models. The study involved students of class VIII C SMPN1 Pupuan. Data validity test media expert, expert content, design expert, individual testing, small group testing and field tests obtained by using a questionnaire, and the data collected with the test results to learn. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. Design is developed through the development of multimedia learning needs analysis, determine the software, develop flowcharts and storyboards. The result of the expert content of 95% at a very good qualification. The result of 86% of design experts are at a good qualification. The result of 85% of media experts are on good qualification. 90.7% of individual test results were very good in qualifying. The result of a small group of 90.7% at a very good qualification. The results of the field test were 88.6% in both qualifications. Calculation results obtained manually learning outcomes 24.7 t. Price t table significance level of 5% is 2.000. So the price of t is greater than t table so that H0 is rejected and H1 is accepted. So there is a significant difference between the results of social studies students before and after the use of multimedia learning. The average value after using the multimedia learning (81.17) is higher than before the use of multimedia learning (61.17).keyword : Instructional multimedia, IPS terpadu, and learning outcomes
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DEGENG PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD ., Made Rasmiadi; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal Edutech Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jeu.v2i1.4101

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yaitu keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan materi ajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain pengembangan multimedia pembelajaran interaktif, menguji validitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran interaktif IPA untuk siswa kelas V SD, dan mengetahui efektiVtas penggunaan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, dengan model Degeng. Penelitian ini melibatkan siswa kelas V di SDN 2 Bengkala dan V SDN 1 Bengkala masing-masing sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Data yang didapatkan dari metode pencatatan dokumen, dianalisis secara deskriptif kualitatif. Data dari metode kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Hasil evaluasi ahli isi 94% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli desain 88% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media 76,7% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan 90,6 % berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil 84,6% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan 84% berada pada kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung 76,73. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran interaktif. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (85,3) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (50,77).Kata Kunci : multimedia pembelajaran interaktif, IPA, dan hasil belajar This study was motivated by concerns that media limitations exciting learning and teaching materials in accordance with. This study aims to describe the development of multimedia interactive learning design, test the validity of the results of the development of multimedia interactive learning science for fifth grade elementary school students, and knowing efektiVtas use of multimedia interactive learning to the development of science learning outcomes fifth grade elementary school students. This type of research is the development of research, with the model Degeng. The study involved fifth grade students at SDN 2 Bengkala and SDN 1 Bengkala each of 30 people. Collecting data in this study carried out by the method of recording documents, questionnaires and tests. The data obtained from the method of recording documents, a qualitative descriptive analysis. Data from the questionnaires were analyzed descriptively qualitative and quantitative descriptive. While the data obtained from the test methods of inferential statistical analysis. The results of the expert evaluation of the content of 94% at the excellent qualifications. The results of the expert evaluation of design 88% are in excellent qualifications. Media expert evaluation results are 76.7% better in qualifying. 90.6% of individual test results are in excellent qualifications. The test results of small group 84.6% were in excellent qualifications. The results of the field test was 84% better in qualifying. Calculation results obtained manually learning outcomes t 76.73. Price t table significance level of 5% is 2.000. So the price of t is greater than the price of t table so H0 is rejected and H1 is accepted. So there is a significant difference between the students' science learning outcomes before and after the use of multimedia interactive learning. The average value after using the media (85.3) was higher than before using the media (50.77). keyword : multimedia interactive learning, science, and learning outcomes
Co-Authors ., A.A.SRI MIRAH NOVAYANTI ., Agus Delon P. Putu ., Ahmad Faisol Mansur ., Ahmad Faisol Mansur ., Ana Maulida ., Gama Sugiyo Prayoga ., Gama Sugiyo Prayoga ., GEDE DONI HARTA SAGI ., Gede Kusuma Yasa ., Gusti Ayu Made Lestari ., I Gusti Ayu Agiari ., I Gusti Ayu Murniati ., I Gusti Ayu Murniati ., I Kadek Yoga Adi Putra Wirawan ., I Made Deni Gunarsa ., I Made Suarthika ., I NYOMAN SANJAYA ADIPUTRA ., I Putu Dede Juliana ., I Putu Dede Juliana ., I Wayan Eka Santika Putra ., Ida Bagus Nyoman Adnyana Surya ., Ida Bagus Nyoman Adnyana Surya ., IGA Fifi Widyanti ., Kadek Ayu Herlin Mudarini ., Kadek Krisna Nanda ., Ketut Eli Mariadeni ., Luh Putu Ratna Dewi ., Luh Rika Sukayanti ., MIFTAHUL RISKY ., Ni Kadek Desi Aristini ., Ni Ketut Ari Sudarwati ., NI KETUT SRIDANA ., Ni Komang Wahyu Trisna Dewi ., Ni Luh Hery Hapryantini ., Ni Luh Widi Hariani ., Ni Made Ari Giri Widayanti ., Ni Made Dwi Kurni Astuti ., Ni Made Lastri Karsiani Putri ., NI NYOMAN SUKARMINI ., Ni Putu Ayu Samiasih ., Ni Putu Candra Prastya Dewi ., Ni Putu Eka Restiti Aniati ., Ni Putu Raina Saraswati ., Ni Putu Raina Saraswati ., Ni Wayan Januk Parwati ., Ni Wayan Yulia Haruminati ., Nur Fatimah ., Nur Fatimah ., Nyoman Dewi Septiani ., Pande Bagus Andika Suarmika ., PROF. DR SUKADI, M.Pd. ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa, M.Si. ., Pt Jerry Radita p ., Putu Darma Wisada ., Putu Wida Sri Martini Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana Alexander Hamonangan Simamora Anak Agung Gde Agung Dwi Angga Nirarta Aritonang, Rido Desak Putu Parmiti Dewa Gede Agus Putra Prabawa Dewa Nyoman Sudana Dewa Putu Widiartana . Drs. I Nyoman Murda,M.Pd. . Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd. . Drs. Ndara Tanggu Renda . Drs. Nyoman Wirya . Fitria Rahmawati . I Dewa Kade Tastra I Gede Ardi Suryadharma I Gede Astawan I Gede Bendesa Subawa I Gede Eric Cantona I Gede Sadhu Satwika Pasek I Gede Wahyu Suwela Antara I Gusti Agung Ayu Novia Cahyani ., I Gusti Agung Ayu Novia Cahyani I Gusti Ayu Irma Dewi Jumaheni I Gusti Ngurah Japa I Gusti Putu Suharta I Kadek Suartama I Komang Brata . I Made Andreano Deny Putra ., I Made Andreano Deny Putra I Made Budihariawan . I Made Citra Wibawa I Made Suarjana I Made Sukerata . I Made Tegeh I Nengah Mariana ., I Nengah Mariana I Nyoman Jampel I Nyoman Kanca I Nyoman Laba Jayanta I Nyoman Saputra Wahyu Wijaya I Wayan Ilia Yuda Adrianus I Wayan Oviyana . I Wayan Rediarta . I Wayan Santyasa I Wayan Sukra Warpala I Wayan Yudiarta . Ida Ayu Komang Suartini . Ignatius I Wayan Suwatra Josapat Eleaser Kadek Ashadi Putra ., Kadek Ashadi Putra Kadek Deni Kurniawiguna ., Kadek Deni Kurniawiguna Ketut Agustini Ketut Ayu Purnami . Ketut Kris Cintya Devi . Ketut Pudjawan Komang Damayasa ., Komang Damayasa Komang Eny Kusuma Wardani . Lena Walunguru Luh Anggreyoni . Luh Putu Tuti Ariani Lussy, Nova M.Hum Dra. Ni Nyoman Garminah . M.Pd Drs. I Ketut Dibia,S.Pd . M.Pd. Dra. Made Sulastri . M.Pd. S.Pd. Putu Nanci Riastini . M.S. ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S. M.Si Drs. I Ketut Margi . Made Haya Putri Darmawan Made Indah Prabanitha Made Rasmiadi . Made Sumantri Marliana ., Marliana Mirayanti, Ni Made Mutiara Magta Naswan Suharsono Ngakan Putu Sindu Wija Putra ., Ngakan Putu Sindu Wija Putra Ni Kadek Epa Listiana Ni Kadek Indrayati . Ni Kadek Prideni . Ni Ketut Suarni Ni Komang Ayu Sri Andini . Ni Komang Gina Astuti Ni Komang Utariani . Ni Luh Gede Paramita Hervinovira . Ni Luh Putu Sri Nariastini ., Ni Luh Putu Sri Nariastini Ni Made Okty Purwani . Ni Made Penawati ., Ni Made Penawati Ni Made Rini Anggraeni . Ni Made Sintya Novita Dewi ., Ni Made Sintya Novita Dewi Ni Nengah Ayu Wangi Ni Putu Ayu Samiasih ., Ni Putu Ayu Samiasih Ni Putu Lia Ariati . Ni Putu Sri Wahyu Dewi, Dewi Ni Wayan Anisa Rianti Ni Wayan Eka Widiastini Ni Wayan Marti Ni Wayan Rati Nice Maylani Asril Nijma Hidayati . Nyoman Agus Susanta . Nyoman Ayu Putri Lestari Pande Made Meiza Putra Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd . Putu Agus Dikantara Putra ., Putu Agus Dikantara Putra Putu Agus Yoga Permana . Putu Ersa Septiani Putu Hermayanti Putu Inten Cahaya Dewi . Putu Priska Putra Pratama . Putu Yogi Santosa . Putu Yulan Ariani . Ratu Ayu Astri Desiani ., Ratu Ayu Astri Desiani S.Pd.,M.Pd ., I Gede Astawan, S.Pd.,M.Pd Sang Putu Supradnyana . Sarah O. Y. Aklili Sembiring, Rinawati Setiawan, I Kadek Dwi Indra Yulian Abdullah