Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Correlation of Body Mass Index and Physical Activity on Cardiorespiratory Endurance among Elderly I Kadek Dwi Widhi Dharma; I Putu Prisa Jaya; I Made Dhita Prianthara
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 2 No. 2 (2021): July-December 2021
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v2i2.30

Abstract

Background: Elderly is assumed as a person who has been at the age of 60 and will be some alterations, physical alteration in term ages. The physical alteration that is commonly found in the elderly is a condition of the body mass index that will not be taken care of optimally due to the degenerative factor. Purpose: This study is aimed at proving the relation of body mass index towards the cardiorespiratory endurance along with the relation of physical activities towards the cardiorespiratory endurance. Methods: The study design was cross sectional with the population of the elderly in Banjar Alas Arum in which they qualified the inclusion and exclusion criteria. From the elderly that had been selected by means of purposive sampling, it was obtained 48 samples. The BMI was measured by formula calculation. The physical activity level was measured by the International Physical Activity Questionnaire and the cardiorespiratory endurance used 6 minutes walking test. The data were analyzed by software computer which was Somers’ D test. Results: The result of this study showed that by 48 the relation of BMI towards the cardiorespiratory endurance showed that the result of p was 0.000 (p<0.05). Concerning on the relation of physical activities towards the cardiorespiratory endurance shown that the result of p was 0.000 (p<0.05). Conclusion: It can be concluded that there is a significant relation in this study.
Tandem walking exercise to improve cognitive function in the elderly I Made Dhita Prianthara; Iga Sri Wahyuni Novianti; I Putu Prisa Jaya; Ni Putu Diah Anantari; Ni Kadek Yuni Fridayani
Jurnal Keolahragaan Vol 11, No 2: September 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v11i2.58001

Abstract

Decreased cognitive function in the elderly is the leading cause of inability to carry out normal daily activities, as well as a high level of reliance on others in caring for themselves. The many problems that arise due to decreased cognitive function require a healthy aging process so that decreased cognitive function does not cause health problems in the lives of the elderly. Decreased cognitive function in the elderly is the biggest cause of inability to carry out normal daily activities and is also the cause of the elderly experiencing a high level of dependence on others in caring for themselves. The purpose of this study was to determine the effectiveness of tandem walking exercises in improving the cognitive function of the elderly. This research is experimental with a one-group pre and post-test design. Target population in this study were the elderly who experienced cognitive impairment in Dangin Puri Kauh Village, Denpasar Utara District. Sampling method used in this research is purposive sampling. The research sample consisted of 24 people who were given tandem walking exercise. Measurement of cognitive function was carried out using the Mini Mental State Examination (MMSE), which was measured before and after being given training. Data obtained were analyzed using the SPSS Version 25.0 application. The results of testing the hypothesis using the wilcoxon rank test obtained an average before training of 22.46 and an average after training of 27.08 with a value of p = 0.000. From the results of this study, it can be concluded that tandem walking exercises can improve cognitive function in the elderly
Comparative Test Circuit Training To Increase Leg Muscle Strength I Putu Prisa Jaya; I Putu Astrawan
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 02 (2023): Periode April-June, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Improving physical condition at the Futsal UKM Universitas Bali International, training was carried out on the Calf Raise Diagonal Cone Hop circuit  and the Front Cone Hop Squad circuit. This study aims to determine the training of the Calf Raise Diagonal Cone Hop circuit  and the Squad Front Cone Hop circuit in increasing leg muscle strength. The research method used is the randomized pre and post test group design experimental method. The research sample was 30 Futsal UKM participants who were divided into 2 groups, each group consisting of 15 people. Kelompok I diberikan pelatihan sirkuit Calf Raise Diagonal Cone Hop, sedangkan kelompok II diberikan pelatihan  Squad Front Cone Hop. Frequency of exercise 3 times a week for 6 weeks. Leg muscle strength is measured with a leg dynamometer. The results of the test study were different from the non-parametric U Mann-Whitney test in group I after treatment obtained an average leg muscle strength of 133.00 ± 26.43 kg. While the results of group II after treatment obtained an average leg muscle strength of 11 6.33 ± 1 4.76 kg. The difference in average leg muscle strength between before and after training from the two groups obtained a value of p = 0.000 which means there is a significant difference with a percentage increase in group I of 18.04% and group II of 13.26%. Based on the results of the study, it can be concluded that these two forms of training can be used to increase leg muscle strength. However, Calf Raise Diagonal Cone Hop circuit training  is more effective than the Squad Front Cone Hop circuit to increase leg muscle strength.
KEBIASAAN MEROKOK MEMENGARUHI VO2MAX DAN TEKANAN DARAH PADA REMAJA USIA 18-23 TAHUN Luh Dian Raika Pramesti; I Putu Prisa Jaya; I.A. Pascha Paramurthi
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p13

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa atau tahapan seseorang untuk menemukan jati diri mereka, sehingga tak jarang perilaku remaja akan dipengaruhi pergaulan salah satunya yaitu perilaku merokok. Perilaku merokok akan memengaruhi tubuh seorang remaja. Adapun pengaruh dari merokok salah satunya akan memengaruhi VO2Max dan tekanan darah. Saat nilai VO2Max tidak optimal maka seseorang akan mudah mengalami kelelahan. Merokok juga menyebabkan kejadian hipertensi yaitu peningkatan tekanan darah oleh karena tembakau yang terdapat pada rokok memiliki zat-zat kimia yang memengaruhi tubuh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membuktikan hubungan kebiasaan merokok terhadap VO2Max dan tekanan darah pada remaja. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional analitik yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2022 dengan total sampel berjumlah 57 orang remaja yang berusia 18-23 tahun di Banjar Adat Pande yang memenuhi kriteria inklusi, ekslusi dan drop out. Pengukuran kebiasaan merokok menggunakan kuisioner Brinkman Indeks, VO2Max menggunakan Tes Cooper 2,4 km dan tekanan darah menggunakan alat sphygmomanometer. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil: Hasil penelitian didapatkan hasil analisis hubungan antara kebiasaan merokok terhadap VO2Max dengan hasil p sebesar 0,000 (p<0,05) dengan nilai korelasi (r) -0,605 dan hasil analisis hubungan kebiasaan merokok terhadap tekanan darah dengan hasil p sebesar 0,000 (p<0,05) dengan nilai korelasi (r) 0,548. Simpulan: Disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan dan kuat dengan arah negatif antara kebiasaan merokok terhadap VO2Max dan terdapat hubungan yang signifikan dan kuat dengan arah positif antara kebiasaan merokok terhadap tekanan darah pada remaja usia 18-23 tahun di Banjar Adat Pande, Kelurahan Cempaga, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Kata Kunci: remaja, kebiasaan merokok, VO2Max, tekanan darah
INDEKS MASSA TUBUH DAN TEKANAN DARAH BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA Luh Komang Ari Trisna Jayanti; Komang Tri Adi Suparwati; I Putu Prisa Jaya
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p14

Abstract

Pendahuluan: Lansia adalah suatu tahapan akhir dari fase kehidupan. Bertambahnya umur, kondisi dan fungsi tubuh terjadi penurunan yang berpengaruh terhadap perubahan komposisi tubuh sehingga menyebabkan peningkatan danpenurunan Indeks Massa Tubuh (IMT)serta terjadinya penebalan dinding arteri yang mengakibatkan penyempitan pada pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah serta penurunan aktivitas sistem saraf yang akan menimbulkan dampak negatif yaitu terjadinya kualitas tidur buruk. Tujuan dari penelitian ini membuktikan hubungan antara IMT terhadap kualitas tidur dan hubungan antara tekanan darah terhadap kualitas tidur. Metode: Pada penelitian ini menggunakan metode cross sectional study yang dilaksanakan pada bulan Mei 2022. Populasi pada penelitian ini adalah lansia di Banjar Kemulan Desa Jagapati Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah responden sebanyak 62 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pengukuran massa tubuh menggunakan IMT, tekanan darah menggunakan tensimeter pegas dan kualitas tidur menggunakan PQSI. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antara IMT terhadap kualitas tidur dan hubungan antara tekanan darah terhadap kualitas tidur. Hasil: Hasil analisis menunjukkan hubungan antara IMT terhadap kualitas tidur dengan hasil p sebesar 0,000 (p < 0,05) dan hasil analisis hubungan antara tekanan darah terhadap kualitas tidur dengan hasil p sebesar 0,001 (p < 0,05). Simpulan: Disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan tekanan darah terhadap kualitas tidur pada lansia di Banjar Kemulan Desa Jagapati Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Kata Kunci: indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, kualitas tidur, lansia
Efektivitas Neurodynamic Sciatic Nerve Sliders Technique dalam Meningkatkan Fleksibilitas Otot Hamstring pada Subjek dengan Short Hamstring Syndrome Prianthara, I Made Dhita; Paramurthi, I.A Pascha; Astrawan, I Putu; Prisajaya, I Putu
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v14i2.3768

Abstract

Short hamstring syndrome merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh berkurangnya ukuran panjang jaringan otot hamstring dan menyebabkan ketegangan otot, muscle strain dan keterbatasan gerak dan fungsi yang dapat meningkatkan terjadinya risiko terjadinya nyeri pada pinggang, nyeri paha belakang dan meningkatkan risiko jatuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas neurodynamic sciatic nerve sliders technique dalam meningkatkan fleksibilitas otot hamstring pada subjek dengan short hamstring syndrome. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan pre dan post test one group design. Sampel penelitian berjumlah 22 orang yang diberikan intervensi neurodynamic sciatic nerve sliders technique. Pengukuran lingkup gerak sendi dilakukan dengan pasif straight leg raise (SLR) dan active knee extension (AKE) menggunakan goniometer. Hasil pengujian hipotesis menggunakan Paired Samples T Test yang diperoleh rerata selisih setelah perlakuan sebesar 21,818±1,447 pada pasif straight leg raise dan 40,455±2,567 pada active knee extension dengan nilai p=0,000. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan neurodynamic sciatic nerve sliders technique dapat meningkatkan fleksibilitas otot hamstring pada subjek dengan short hamstring syndrome.
The Higher Levels of Physical Activity Associated with Higher VO2max among Elderly Dewa Ayu Putri Hartaningrum; Ida Ayu Astiti Suadnyana; I Putu Prisa Jaya
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 3 No. 1 (2022): January-June 2022
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v3i1.37

Abstract

Background: The elderly are very sensitive to disease and health problems. The lack of economic support, such as nutritious food as the source of energy, is the most often cause of health problems in the elderly. Reduced energy in the elderly's body causes the elderly's lack of physical activity, which affects the VO2max level of the elderly. Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between physical activity and VO2max in the elderly. Methods: The research design was a cross-sectional study conducted in March 2021 with a population of all elderly in Banjar Tegalnarungan, Sobangan Village, Mengwi District, Bali, Indonesia, who met the inclusion and exclusion criteria. The sampling technique in this study was total sampling and obtained 38 people. This study used the International Physical Activity Questionnaire questionnaire and 6 Minutes Walking Test to measure the physical activity levels and VO2max, respectively. Data were analyzed by computer software, namely Somers'd to determine the relationship between physical activity and VO2max in the elderly. Results: The results showed a significant relationship between physical activity and VO2max, resulting in p < 0.001. Conclusion: There is a significant positive relationship between physical activity and VO2max in the elderly, which represents the higher the physical activity level, the higher VO2max belongs to the elderly.
Sosialisasi Literasi Digital Tentang Cakap Mengenali Hoaks dan Keamanan Ruang Digital Pada Sekaa Teruna di Desa Gunung Sari, Kabupaten Buleleng Wirajaya, Made Karma Maha; Jaya, Putu Prisa; Aryanata, Nyoman Trisna; Tunas, I Ketut; Rettobjaan, Vitalia Fina Carla; Yudha, A.A. Ngurah Bagus Arista; Widyani, Ni Made
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v8i3.2693

Abstract

Pada masa pandemi COVID-19, semua orang harus memahami bahwa literasi digital sangat penting untuk berpartisipasi dalam dunia modern dan mengantisipasi penyebaran informasi. Hoaks dan masalah keamanan ruang digital adalah masalah yang paling umum terkait literasi digital. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberi tahu orang lain tentang literasi digital dan pentingnya. Agenda sosialisasi literasi cakap digital ini akan berlangsung pada hari Senin, 31 Oktober 2022, dari pukul 18.30 hingga 21.00 Wita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung di Desa Gunungsari, Kabupaten, Buleleng. Krama Desa Adat, Yowana, dan Pakis di desa Gunung Sari, kabupaten Buleleng, adalah sasaran program pengabdian masyarakat ini. Kegiatan ini dilakukan secara online dan luring, dengan total 212 orang (120 orang offline dan 92 orang online). Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, empat topik dibahas: budaya digital, etika digital, hoax, keamanan ruang digital, dan teknik pengamankan perangkat digital. Pada era digital saat ini sangat penting memiliki sikap kritis dan juga etika dalam menggunakan media digital. Selain itu penting juga menjaga keamanan perangkat digital yang masyarakat miliki. Masyarakat mampu memahami materi dengan baik dan diharapkan masyarakat cakap dalam mengenali hoaks dan mencegah terjadinya hoaks termasuk menjaga keamanan ruang digital bagi masyarakat terutama anak anak. Kata kunci: Literasi Digital, Hoaks, Keamanan Ruang Digital
Senam Ayo Bangkit Senam Ayo Bangkit Training Can Increase Physical Fitness Reviewed From Maximum Oxygen Volume (VO2Max) Astrawan, I Putu; Prisa Jaya, I Putu
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 7 No 2 (2021): Volume 7 No 2 December 2021
Publisher : Program Studi Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEI.2021.v07.i02.p01

Abstract

Physical training has an important role in maintaining and increasing the degree of physical fitness seen from the VO2Max ability. The aim of the study was to find out that let's rise up can improve physical fitness in terms of VO2Max. This type of experimental research was the randomized pretest posttest control group design. The sample of this study was that of 22 students of the Physiotherapy Study Program divided into 2 groups. Group 1 was given a let's get up and group 2 as a control group, with a frequency of training 3 times a week for 6 weeks. VO2Max was measured by the Bleeps Test (MFT) instrument. The normality and homogeneity tests of the data show that the data distribution is normal and homogeneous. The mean intra-group difference test VO2Max was tested by using t-paired test. Different test results with t-paired before and after training, Group 1 and Group 2 were significantly different (p <0.05). The VO2Max test results between the two groups before and after the training were tested by t-independent sample test. The mean VO2Max in the two groups before training was p = 0.21 (p> 0.05) and after training p = 0.00 (p <0.05). In Group 1, the mean VO2Max (L / m) before training was 26.34 and the mean after training was 35.48 with a difference of 9.14 and an increase in percentage of 34.70%. Whereas in Group 2, the mean VO2Max before training was 25.36 and the mean after training was 27.42 with a difference of 2.06 and an increase of 8.12%. This shows that the treatment of group 1 and group 2 both had an effect. However, the increase in group 1 was better than group 2. It can be concluded that the let's get up exercise training can improve physical fitness in terms of VO2Max.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEBUGARAN KARDIORESPIRASI PADA SISWA DI SMA N 1 TABANAN Ni Putu Ayu Cintya Lestari Diani; I Putu Prisa Jaya; Komang Tri Adi Suparwati; I.A Pascha Paramurthi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i4.6170

Abstract

Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot kerangka dan membutuhkan energi yang mencakup berbagai bentuk kegiatan mulai dari aktivitas sehari-hari. Aktivitas fisik dapat meningkatkan kebugaran kardiorespirasi dengan memperkuat jantung, paru-paru, dan pembuluh darah sehingga tubuh lebih efisien dalam mengangkut dan menggunakan oksigen selama melakukan aktivitas fisik. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas fisik terhadap kebugaran kardiorespirasi pada siswa SMA N 1 Tabanan. Jenis penelitian observasi non-eksperimental dengan rancangan penelitian cross sectional study yang dilakukan pada bulan Juni 2024 dengan populasi siswa laki-laki di SMA N 1 Tabanan yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling yang berjumlah 43 orang siswa. Pengukuran aktivitas fisik menggunakan kuesioner Physical Activity Questionnaire Adolescents (PAQ-A) dan pengukuran kebugaran kardiorespirasi menggunakan harvard step test. Data dianalisis dengan uji korelasi rank spearman untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kebugaran kardiorespirasi. Hasil analisis hubungan antara aktivitas fisik dengan kebugaran kardiorespirasi dengan uji kolerasi rank spearman, didapatkan hasil p = 0,139 ( p > 0,05) pada aktivitas fisik dengan kebugaran kardiorespirasi dengan nilai korelasi koefisien (r) sebesar 0,229 (rendah ke arah positif). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna dan mempunyai korelasi yang rendah ke arah positif antara aktivitas fisik dengan kebugaran kardiorespirasi pada siswa SMA Negeri 1 Tabanan.