Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KEBIASAAN MEROKOK MEMENGARUHI VO2MAX DAN TEKANAN DARAH PADA REMAJA USIA 18-23 TAHUN Luh Dian Raika Pramesti; I Putu Prisa Jaya; I.A. Pascha Paramurthi
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p13

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa atau tahapan seseorang untuk menemukan jati diri mereka, sehingga tak jarang perilaku remaja akan dipengaruhi pergaulan salah satunya yaitu perilaku merokok. Perilaku merokok akan memengaruhi tubuh seorang remaja. Adapun pengaruh dari merokok salah satunya akan memengaruhi VO2Max dan tekanan darah. Saat nilai VO2Max tidak optimal maka seseorang akan mudah mengalami kelelahan. Merokok juga menyebabkan kejadian hipertensi yaitu peningkatan tekanan darah oleh karena tembakau yang terdapat pada rokok memiliki zat-zat kimia yang memengaruhi tubuh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membuktikan hubungan kebiasaan merokok terhadap VO2Max dan tekanan darah pada remaja. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional analitik yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2022 dengan total sampel berjumlah 57 orang remaja yang berusia 18-23 tahun di Banjar Adat Pande yang memenuhi kriteria inklusi, ekslusi dan drop out. Pengukuran kebiasaan merokok menggunakan kuisioner Brinkman Indeks, VO2Max menggunakan Tes Cooper 2,4 km dan tekanan darah menggunakan alat sphygmomanometer. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil: Hasil penelitian didapatkan hasil analisis hubungan antara kebiasaan merokok terhadap VO2Max dengan hasil p sebesar 0,000 (p<0,05) dengan nilai korelasi (r) -0,605 dan hasil analisis hubungan kebiasaan merokok terhadap tekanan darah dengan hasil p sebesar 0,000 (p<0,05) dengan nilai korelasi (r) 0,548. Simpulan: Disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan dan kuat dengan arah negatif antara kebiasaan merokok terhadap VO2Max dan terdapat hubungan yang signifikan dan kuat dengan arah positif antara kebiasaan merokok terhadap tekanan darah pada remaja usia 18-23 tahun di Banjar Adat Pande, Kelurahan Cempaga, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Kata Kunci: remaja, kebiasaan merokok, VO2Max, tekanan darah
INDEKS MASSA TUBUH DAN TEKANAN DARAH BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA Luh Komang Ari Trisna Jayanti; Komang Tri Adi Suparwati; I Putu Prisa Jaya
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p14

Abstract

Pendahuluan: Lansia adalah suatu tahapan akhir dari fase kehidupan. Bertambahnya umur, kondisi dan fungsi tubuh terjadi penurunan yang berpengaruh terhadap perubahan komposisi tubuh sehingga menyebabkan peningkatan danpenurunan Indeks Massa Tubuh (IMT)serta terjadinya penebalan dinding arteri yang mengakibatkan penyempitan pada pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah serta penurunan aktivitas sistem saraf yang akan menimbulkan dampak negatif yaitu terjadinya kualitas tidur buruk. Tujuan dari penelitian ini membuktikan hubungan antara IMT terhadap kualitas tidur dan hubungan antara tekanan darah terhadap kualitas tidur. Metode: Pada penelitian ini menggunakan metode cross sectional study yang dilaksanakan pada bulan Mei 2022. Populasi pada penelitian ini adalah lansia di Banjar Kemulan Desa Jagapati Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah responden sebanyak 62 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pengukuran massa tubuh menggunakan IMT, tekanan darah menggunakan tensimeter pegas dan kualitas tidur menggunakan PQSI. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antara IMT terhadap kualitas tidur dan hubungan antara tekanan darah terhadap kualitas tidur. Hasil: Hasil analisis menunjukkan hubungan antara IMT terhadap kualitas tidur dengan hasil p sebesar 0,000 (p < 0,05) dan hasil analisis hubungan antara tekanan darah terhadap kualitas tidur dengan hasil p sebesar 0,001 (p < 0,05). Simpulan: Disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan tekanan darah terhadap kualitas tidur pada lansia di Banjar Kemulan Desa Jagapati Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Kata Kunci: indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, kualitas tidur, lansia
Efektivitas Neurodynamic Sciatic Nerve Sliders Technique dalam Meningkatkan Fleksibilitas Otot Hamstring pada Subjek dengan Short Hamstring Syndrome Prianthara, I Made Dhita; Paramurthi, I.A Pascha; Astrawan, I Putu; Prisajaya, I Putu
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v14i2.3768

Abstract

Short hamstring syndrome merupakan suatu kondisi yang disebabkan oleh berkurangnya ukuran panjang jaringan otot hamstring dan menyebabkan ketegangan otot, muscle strain dan keterbatasan gerak dan fungsi yang dapat meningkatkan terjadinya risiko terjadinya nyeri pada pinggang, nyeri paha belakang dan meningkatkan risiko jatuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas neurodynamic sciatic nerve sliders technique dalam meningkatkan fleksibilitas otot hamstring pada subjek dengan short hamstring syndrome. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan pre dan post test one group design. Sampel penelitian berjumlah 22 orang yang diberikan intervensi neurodynamic sciatic nerve sliders technique. Pengukuran lingkup gerak sendi dilakukan dengan pasif straight leg raise (SLR) dan active knee extension (AKE) menggunakan goniometer. Hasil pengujian hipotesis menggunakan Paired Samples T Test yang diperoleh rerata selisih setelah perlakuan sebesar 21,818±1,447 pada pasif straight leg raise dan 40,455±2,567 pada active knee extension dengan nilai p=0,000. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan neurodynamic sciatic nerve sliders technique dapat meningkatkan fleksibilitas otot hamstring pada subjek dengan short hamstring syndrome.
The Higher Levels of Physical Activity Associated with Higher VO2max among Elderly Dewa Ayu Putri Hartaningrum; Ida Ayu Astiti Suadnyana; I Putu Prisa Jaya
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 3 No. 1 (2022): January-June 2022
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v3i1.37

Abstract

Background: The elderly are very sensitive to disease and health problems. The lack of economic support, such as nutritious food as the source of energy, is the most often cause of health problems in the elderly. Reduced energy in the elderly's body causes the elderly's lack of physical activity, which affects the VO2max level of the elderly. Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between physical activity and VO2max in the elderly. Methods: The research design was a cross-sectional study conducted in March 2021 with a population of all elderly in Banjar Tegalnarungan, Sobangan Village, Mengwi District, Bali, Indonesia, who met the inclusion and exclusion criteria. The sampling technique in this study was total sampling and obtained 38 people. This study used the International Physical Activity Questionnaire questionnaire and 6 Minutes Walking Test to measure the physical activity levels and VO2max, respectively. Data were analyzed by computer software, namely Somers'd to determine the relationship between physical activity and VO2max in the elderly. Results: The results showed a significant relationship between physical activity and VO2max, resulting in p < 0.001. Conclusion: There is a significant positive relationship between physical activity and VO2max in the elderly, which represents the higher the physical activity level, the higher VO2max belongs to the elderly.
Sosialisasi Literasi Digital Tentang Cakap Mengenali Hoaks dan Keamanan Ruang Digital Pada Sekaa Teruna di Desa Gunung Sari, Kabupaten Buleleng Wirajaya, Made Karma Maha; Jaya, Putu Prisa; Aryanata, Nyoman Trisna; Tunas, I Ketut; Rettobjaan, Vitalia Fina Carla; Yudha, A.A. Ngurah Bagus Arista; Widyani, Ni Made
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 8, No 3 (2024): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v8i3.2693

Abstract

Pada masa pandemi COVID-19, semua orang harus memahami bahwa literasi digital sangat penting untuk berpartisipasi dalam dunia modern dan mengantisipasi penyebaran informasi. Hoaks dan masalah keamanan ruang digital adalah masalah yang paling umum terkait literasi digital. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberi tahu orang lain tentang literasi digital dan pentingnya. Agenda sosialisasi literasi cakap digital ini akan berlangsung pada hari Senin, 31 Oktober 2022, dari pukul 18.30 hingga 21.00 Wita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung di Desa Gunungsari, Kabupaten, Buleleng. Krama Desa Adat, Yowana, dan Pakis di desa Gunung Sari, kabupaten Buleleng, adalah sasaran program pengabdian masyarakat ini. Kegiatan ini dilakukan secara online dan luring, dengan total 212 orang (120 orang offline dan 92 orang online). Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, empat topik dibahas: budaya digital, etika digital, hoax, keamanan ruang digital, dan teknik pengamankan perangkat digital. Pada era digital saat ini sangat penting memiliki sikap kritis dan juga etika dalam menggunakan media digital. Selain itu penting juga menjaga keamanan perangkat digital yang masyarakat miliki. Masyarakat mampu memahami materi dengan baik dan diharapkan masyarakat cakap dalam mengenali hoaks dan mencegah terjadinya hoaks termasuk menjaga keamanan ruang digital bagi masyarakat terutama anak anak. Kata kunci: Literasi Digital, Hoaks, Keamanan Ruang Digital
Senam Ayo Bangkit Senam Ayo Bangkit Training Can Increase Physical Fitness Reviewed From Maximum Oxygen Volume (VO2Max) Astrawan, I Putu; Prisa Jaya, I Putu
Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol 7 No 2 (2021): Volume 7 No 2 December 2021
Publisher : Program Studi Magister Ergonomi Fisiologi Kerja Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar Bekerjasama dengan Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEI.2021.v07.i02.p01

Abstract

Physical training has an important role in maintaining and increasing the degree of physical fitness seen from the VO2Max ability. The aim of the study was to find out that let's rise up can improve physical fitness in terms of VO2Max. This type of experimental research was the randomized pretest posttest control group design. The sample of this study was that of 22 students of the Physiotherapy Study Program divided into 2 groups. Group 1 was given a let's get up and group 2 as a control group, with a frequency of training 3 times a week for 6 weeks. VO2Max was measured by the Bleeps Test (MFT) instrument. The normality and homogeneity tests of the data show that the data distribution is normal and homogeneous. The mean intra-group difference test VO2Max was tested by using t-paired test. Different test results with t-paired before and after training, Group 1 and Group 2 were significantly different (p <0.05). The VO2Max test results between the two groups before and after the training were tested by t-independent sample test. The mean VO2Max in the two groups before training was p = 0.21 (p> 0.05) and after training p = 0.00 (p <0.05). In Group 1, the mean VO2Max (L / m) before training was 26.34 and the mean after training was 35.48 with a difference of 9.14 and an increase in percentage of 34.70%. Whereas in Group 2, the mean VO2Max before training was 25.36 and the mean after training was 27.42 with a difference of 2.06 and an increase of 8.12%. This shows that the treatment of group 1 and group 2 both had an effect. However, the increase in group 1 was better than group 2. It can be concluded that the let's get up exercise training can improve physical fitness in terms of VO2Max.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEBUGARAN KARDIORESPIRASI PADA SISWA DI SMA N 1 TABANAN Ni Putu Ayu Cintya Lestari Diani; I Putu Prisa Jaya; Komang Tri Adi Suparwati; I.A Pascha Paramurthi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i4.6170

Abstract

Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot kerangka dan membutuhkan energi yang mencakup berbagai bentuk kegiatan mulai dari aktivitas sehari-hari. Aktivitas fisik dapat meningkatkan kebugaran kardiorespirasi dengan memperkuat jantung, paru-paru, dan pembuluh darah sehingga tubuh lebih efisien dalam mengangkut dan menggunakan oksigen selama melakukan aktivitas fisik. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas fisik terhadap kebugaran kardiorespirasi pada siswa SMA N 1 Tabanan. Jenis penelitian observasi non-eksperimental dengan rancangan penelitian cross sectional study yang dilakukan pada bulan Juni 2024 dengan populasi siswa laki-laki di SMA N 1 Tabanan yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling yang berjumlah 43 orang siswa. Pengukuran aktivitas fisik menggunakan kuesioner Physical Activity Questionnaire Adolescents (PAQ-A) dan pengukuran kebugaran kardiorespirasi menggunakan harvard step test. Data dianalisis dengan uji korelasi rank spearman untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kebugaran kardiorespirasi. Hasil analisis hubungan antara aktivitas fisik dengan kebugaran kardiorespirasi dengan uji kolerasi rank spearman, didapatkan hasil p = 0,139 ( p > 0,05) pada aktivitas fisik dengan kebugaran kardiorespirasi dengan nilai korelasi koefisien (r) sebesar 0,229 (rendah ke arah positif). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna dan mempunyai korelasi yang rendah ke arah positif antara aktivitas fisik dengan kebugaran kardiorespirasi pada siswa SMA Negeri 1 Tabanan.
HATHA YOGA EFEKTIF MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA Suparwati, Komang Tri Adi; Laksmi Patni, Gusti Ayu Putu; Jaya, I Putu Prisa; Maulana, Ida Ayu Ratih Wulansari; Novianti, I Gusti Ayu Sri Wahyuni
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 3, No 1 (2024): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v3i1.3114

Abstract

Elderly sleep quality disorders can be overcome by doing low impact exercises. Tai Chi and Hatha Yoga are types of low impact exercises with a series of smooth and slow movements that are suitable for the elderly. The purpose of knowing the effect of Tai Chi and Hatha Yoga on sleep quality in the elderly in Banjar Dakdakan, Peguyangan Village, North Denpasar District. The two group pre-test and post-test design method was carried out in April-May 2023 with a sample of 20 respondents in Banjar Dakdakan who met the inclusion and exclusion criteria. The sample was divided into two groups, namely 10 respondents in the Tai Chi Gymnastics group (Group 1) and 10 respondents in the Hatha Yoga gymnastics group (Group 2). Measurement instruments to assess sleep quality using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. Data analysis with the Wilcoxon test to determine the effect of Tai Chi and Hatha Yoga exercises on sleep quality in the elderly. The results showed a value of p = 0.05 (p < 0.05) which indicates that there is a difference between group 1 and group 2 on improving sleep quality in the elderly. Keywords: elderly, sleep quality, tai_chi, hatha_yoga, PSQI ABSTRAKGangguan kualitas tidur lansia dapat diatasi dengan cara melakukan senam yang bersifat low impact. Tai Chi dan Hatha Yoga adalah jenis senam low impact dengan rangkaian gerakan yang halus dan lambat sehingga cocok dilakukan oleh lanjut usia. Tujuan mengetahui pengaruh  Tai Chi dan Senam Hatha Yoga terhadap kualitas tidur pada lansia di Banjar Dakdakan, Desa Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara. Metode two group pre-test and post-test design yang dilaksanakan pada bulan April-Mei tahun 2023 dengan sampel sebanyak 20 responden di Banjar Dakdakan yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu 10 responden kelompok Senam Tai Chi (Kelompok 1) dan 10 responden kelompok senam Hatha Yoga (Kelompok 2). Instrumen pengukuran untuk menilai kualitas tidur menggunakan kuisioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dengan uji wilcoxon test untuk mengetahui pengaruh senam Tai Chi dan Senam Hatha Yoga kualitas tidur pada lansia. Hasil menunjukkan nilai p = 0,05 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang antara kelompok 1 dan kelompok 2 terhadap peningkatan kualitas tidur pada lansia. Keywords: lansia, kualitas­_tidur, tai_chi, hatha_yoga, PSQI
Peningkatan Kesadaran Osteoporosis pada Penderita Lupus di Denpasar Yoga, I Gusti Made Suandinata; Manuaba, Ida Ayu Ratih Wulansari; Astrawan, I Putu; Suparwati, Komang Tri Adi; Novianti, I Gusti Ayu Sri Wahyuni; Paramurthi, IA Pascha; Prianthara, I Made Dhita; Jaya, I Putu Prisa; Suadnyana, Ida Ayu Astiti
UNBI Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2023): UNBI Mengabdi Juli
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v4i2.398

Abstract

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit autoimun kronis yang meningkatkan risiko osteoporosis akibat pengobatan dan peradangan kronis. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi 25 pasien SLE di Laboratorium Prodia, Denpasar, tentang risiko dan pencegahan osteoporosis. Metode yang digunakan adalah ceramah informatif, kuesioner, dan pemeriksaan tanda vital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92% peserta memiliki pengetahuan mengenai osteoporosis, dan 88% berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan tulang melalui suplementasi kalsium dan olahraga. Namun, beberapa peserta mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas fisik yang konsisten. Inisiatif ini menyoroti pentingnya edukasi kesehatan secara teratur dalam mencegah komplikasi sekunder seperti osteoporosis pada pasien SLE.   Systemic lupus erythematosus (SLE) is a chronic autoimmune disease that increases the risk of osteoporosis due to medication and chronic inflammation. This community service program aimed to educate 25 SLE patients at Prodia Laboratory, Denpasar, about osteoporosis risks and prevention. The methods included informative lectures, questionnaires, and vital sign checks. The results showed that 92% of participants gained awareness about osteoporosis, with 88% committed to improving bone health through calcium supplementation and exercise. However, a few participants struggled with consistent physical activity. This initiative highlights the importance of regular health education in preventing secondary complications like osteoporosis in SLE patients.
Effects of Prolonged Exposure to Hydrogen Peroxide on Expiratory Peak Flow Suparwati, Komang Tri Adi; Jaya, I Putu Prisa; Paramurthi, I.A Pascha; Dharmayanti, Cokorda Istri
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 1 No. 1 (2025): The 3rd MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : The bleaching process on the ibung to get a brighter color requires a hydrogen peroxide dyeing process. In this process, artisans are directly exposed to hydrogen peroxide vapor. The duration of exposure to hydrogen peroxide results in respiratory disturbances that affect the peak expiratory flow. Objective : This study aims to determine the relationship between the length of exposure and the duration of exposure in ibung craftsmen Research Methods/ Implementation Methods: This research is a type of quantitative research with an observational analytical method. The design of this study uses a cross-sectional approach with a sample of 50 people who meet the inclusion and exclusion criteria. The Peak Flow Meter instrument is used to assess the peak current of expiratory flow of the ibung craftsman against hydrogen peroxide exposure. Statistical analysis was carried out using descriptive and chi-square tests Results : Based on the chi-square test, the results were obtained on the meaningful relationship between the length of work and the peak flow of expiration with the value of p = 0.000 and a meaningful relationship was found between the duration of work and the peak flow of expiration with the value of p = 0.043 Conclusion/Lesson Learned : There is a relationship between exposure to hydrogen peroxide to the peak expiratory current in Ibung craftsmen, so it is expected that Ibung craftsmen use PPE (personal protect equipment when working to reduce exposure to hydrogen peroxide