Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Educatio

Kajian etnosains dalam ritual belaq tangkel pada masyarakat suku sasak sebagai sumber belajar IPA Husnul Mukti; B Fitri Rahmawati; M. Marzuki Marzuki
Educatio Vol 17, No 1 (2022): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v17i1.5520

Abstract

The Sasak community has a diversity of customs, arts, and culture as well as traditions that have been passed down from generation to generation, including the Belaq Tangkel tradition which is part of the ritual during the first pregnancy. This study aims to find the concept of science in the ritual of belaq tangkel in the tradition of the Sasak tribe that can be implemented in learning. This research is an ethnographic study. Data were collected through various literature studies, field observations, and interviews with informants who understand the implementation of the Belaq Tangkel ritual in the traditions of the Sasak people. The results of this study indicate that in the Sasak community, pregnancy is considered a gift (paice) given by God to a family. Therefore, the phases of pregnancy are greeted with certain rituals which are a form of gratitude for being given this gift. One of the rituals performed is the Belaq Tangkel ritual. This ritual is carried out when the womb enters the age of 7 months. The Belaq Tangkel (breaking coconut) ritual is a ritual to ask God Almighty, so that the mother will be facilitated in the birthing process and the child will become a pious and pious child like water and the contents of a clean and white coconut. This ritual tradition is a tradition passed down from generation to generation from the ancestors which is believed to be a ritual to honor the child in the womb and is a deposit that must be guarded and protected and given love by both parents. The Belaq Tangkel tradition is carried out in two stages. The stages of the ritual are reconstructed from the original knowledge of the community into scientific knowledge that has the potential to be used as a science learning resource.
Strategi “Naik Tangga” untuk membantu Peserta Didik mencapai Tujuan Pembelajaran B. Fitri Rahmawati; Husnul Mukti; Syarul Amar; Zidni Zidni
Educatio Vol 18 No 1 (2023): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v18i1.17182

Abstract

Tujuan pembelajaran saat ini menuntuk siswa untuk berpikir tingkat tinggi, namun realitas di lapangan menunjukkan beragamnya karakteristik siswa sehingga memberikan tantangan bagi guru untuk dapat membantu semua peserta didiknya, terutama yang masih sulit dalam mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus untuk membantu mereka agar dapat mencapai tujuan pembelajarannya. Menurut guru sejarah disebut sebagai “Strategi Naik Tangga”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis “Strategi Naik Tangga” yang digunakan oleh guru sejarah di SMAN 02 Selong. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Informan penelitian adalah guru sejarah sebanyak tiga orang. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam, observasi dan analisis dokumen. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga “strategi naik tangga” yang digunakan guru untuk membantu siswanya mencapai tujuan pembelajaran yakni pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran teman sejawat, dan metode ceramah. Pembelajaran berdiferensiasi memberikan peran bagi semua siswa untuk dapat belajar karea sesuai dengan karakteristik siswa, sedangkan pembelajaran teman sejawat dapat memberikan kenyamanan bagi siswa karena belajar dengan rekan sendiri yang dalam beberapa karakteristik berada pada level yang berimbang. Sementara metode ceramah dapat menjadikan peserta didik lebih cepat memahami materi pelajaran karena mendengarkan penjelasan guru secara langsung.